Share

Bab 24. Tanda cinta

Penulis: Ralonya
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-02 22:15:26

“Aku tidak akan menyakitimu.”

Dina mempercayai ucapannya. Ia mengangguk pelan, memberi isyarat setuju. Davin kembali mendaratkan kecupan ringan di kening sebelum meluncurkan miliknya dan kemudian perlahan, dengan amat pelan, masuk seinci demi seinci hingga sepenuhnya dan miliknya terkubur di dalam.

Kedua tangan Dina spontan meremas sisi bantal. Sedang tubuhnya gemetar karena sensasi perih sekaligus nyeri yang tak bisa ia jelaskan. Rasa sakit dan nikmat perlahan menjadi satu. Wanita itu menggigit bibir menahan rintihannya. Ia hanya bisa memejam mata menahan milik Davin yang bergerak sedikit cepat di bawah sana.

Davin tertegun dan menghentikan gerakannya. “Kamu … belum pernah sama sekali?” tanyanya pelan.

Dina tidak menyangkal, hanya menatapnya dan mengangguk pelan. “Kamu yang pertama, Mas,” ucapnya lirih.

Mata Davin melembut. Di balik rasa bahagia itu, ada getir yang sulit ia jelaskan. Ia bertanya dalam hati—seperti apa sebenarnya pernikahan yang dijalani Dina selama ini?

“Karena in
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 77. Mr. Moretti

    “Ini yang aku maksud dengan patuh di ranjang," bisik Arka. Nada suaranya datar, namun membuat bulu kuduk Dina meremang.​Dina mencoba memepetkan tubuhnya ke pintu mobil yang terkunci. Ia menatap Arka dengan pupil mata yang melebar, menangkap seringai ganjil yang membiaskan kegilaan pria itu.​"Kamu gila, Mas," desis Dina, suaranya parau karena ketakutan yang mencekik.​Jemari Dina bergerak liar di samping tubuhnya, mencoba meraih tuas pintu secara membabi buta. Namun, suara klik tajam dari panel kendali di tangan Arka langsung mematikan harapannya. Arka bahkan tidak menoleh, ia hanya menatap lurus ke depan dengan dagu terangkat angkuh.​"Simpan tenagamu untuk melayani rekan bisnisku nanti," ujar Arka dingin sambil merapikan jam tangan mewahnya. "Jangan permalukan aku dengan wajah lelahmu itu.”Mobil itu mendecit pelan saat berhenti tepat di depan sebuah pintu ganda raksasa yang diterangi lampu temaram. Belum sempat Dina mencerna keadaan, pintu mobil disambar dari luar. Seorang pria me

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 76. Dijual

    Pesawat itu baru saja mendarat di sebuah negara di Eropa Selatan. Udara dingin yang menusuk menyambut Dina begitu ia melangkah turun. Di depan mereka, sebuah mobil mewah hitam sudah menunggu dengan dua pria bersetelan hitam yang menjaga pintu.“Mas, kita ada dimana?” tanya Dina, suaranya tertelan oleh deru angin yang menusuk. Ia melirik sekitar dengan was-was. Begitu kakinya memijak aspal, uap putih keluar dari bibirnya yang membiru. Ia merapatkan mantel. “Siapa yang mau kita temui, Mas?" tanyanya lagi. Ia melirik Arka yang nampak tak acuh. Mendadak kerongkongannya sesak oleh firasat buruk yang mulai terasa nyata.Arka tidak menjawab sampai mereka masuk ke dalam mobil. Ia justru menuangkan wiski ke dalam gelas kristal yang tersedia di bar kecil di dalam kendaraan itu. Setelah menyesapnya perlahan, ia menoleh ke arah Dina dengan senyum yang membuat bulu kuduk Dina meremang.“Kakek memberiku jabatan Direktur itu lewat kamu, Dina.” Arka memulai, suaranya tenang namun tajam. "Dia tidak m

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 75. Gerbang neraka

    “Kita mau ke mana, Mas?”​Pertanyaan itu menguap begitu saja di dalam kabin mobil. Dina meremas tali tasnya, sesekali melirik koper yang dijejalkan Arka ke bagasi subuh tadi tanpa penjelasan. Lewat jendela, ia menatap deretan lampu jalan yang mulai kalah oleh cahaya fajar, berusaha mencari petunjuk dari rute yang mereka ambil.​Dina menelan ludah, lalu memberanikan diri menoleh ke samping. "Mas, kita mau ke mana?" tanyanya lagi.​Arka tidak langsung menyahut. Jemarinya menari gesit di atas layar tablet, berpindah dari satu grafik saham ke dokumen lainnya. Setelah beberapa detik, ia menaikkan alis tanpa mengalihkan pandangan.“Bisa diam tidak?” Arka menyentak layar tabletnya hingga menimbulkan suara benturan kecil dengan kuku jarinya. Ia menoleh, menatap Dina dengan sorot mata yang sarat akan gangguan. “Berhenti bertanya dan ikuti saja!”​Dina langsung terbungkam. Ia memalingkan wajah, kembali menatap aspal jalanan sambil menggigit bibir dalam. Di sampingnya, Arka kembali fokus pada ta

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 74. Tanpa sisa

    ​Dina mengangguk, kali ini tanpa ada keraguan yang tersisa. Ia memercayai Davin sepenuhnya. Meski ia tahu telah melukai perasaan pria itu, Davin tetap datang dan memberinya harapan di saat ia merasa paling hancur.“Maaf aku sempat ragu dan malah menyakitimu,” bisik Dina lirih.Davin meraih jemari Dina dan menggenggamnya sebentar untuk memberikan kekuatan. Ia menatap Dina dengan tatapan yang dalam, seolah ingin menghapus semua beban di pundak wanita itu.​“Lupakan itu, Dina. Kita tidak punya waktu untuk menyesali masa lalu,” balas Davin. “Sekarang yang terpenting adalah mengeluarkanmu dari situasi ini. Aku tidak pernah benar-benar marah padamu, aku hanya kecewa karena kamu tidak mau jujur padaku.”​Dina merasakan hangat dari genggaman tangan Davin menjalar ke hatinya, perlahan menggantikan rasa dingin yang ditinggalkan oleh Arka.​“Sekarang, kembalilah ke dalam sebelum Arka curiga,” lanjut Davin sambil perlahan melepaskan tangan Dina. “Ingat, jangan tunjukkan apa pun di wajahmu. Tetapl

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 73. Tunggu aku

    “Aku sudah menghancurkan hatinya. Mana mungkin dia masih peduli?” gumam Dina.Namun, Dina keliru. Begitu ia mendongak, Davin sudah berdiri tegak tepat di hadapannya. Pertahanan yang ia bangun dengan susah payah runtuh tanpa sisa. Tanpa berpikir lagi, ia menghambur ke depan dan menabrakkan tubuhnya ke dalam pelukan Davin. Dina mendekap pria itu dengan tenaga yang tersisa, mencengkram kemeja Davin sekuat mungkin seolah takut jika ia sedikit saja melonggarkan pegangannya, Davin akan menghilang. ​Di balik dada Davin yang hangat, Dina memejamkan mata rapat-rapat. Ia kembali merasakan detak jantung yang tenang, aroma yang familiar, dan rasa aman yang selama ini dirampas darinya. Semua ketakutan yang ia simpan sendiri pecah begitu saja dalam pelukan itu.​"Mas, maafkan aku. Aku tidak bermaksud mengatakan hal tadi," bisik Dina dengan suara yang bergetar.Davin tidak langsung menjawab. Ia justru membiarkan keheningan mengambil alih sejenak sebelum tangannya bergerak perlahan mengusap punggun

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 72. Mematahkan hatinya

    Dina memaksakan langkahnya keluar dari toilet, berusaha memasang wajah tenang meski jemarinya masih bergetar. Namun, baru beberapa langkah menyusuri lorong yang remang, sosok jangkung Arka sudah berdiri di sana, bersandar pada pilar marmer dengan segelas wiski di tangan.“Lama sekali,” desis Arka, melangkah maju hingga bayangannya menelan tubuh Dina. "Jangan bilang kamu habis bertemu Davin dan bermain drama picisan di belakangku?"​Dina merasakan jantungnya mencelos, namun ia buru-buru mengatur napas dan membuang muka. “Tidak, Mas. Aku tidak menemuinya. Tadi riasanku berantakan, makanya aku mampir ke toilet buat benerin.”Arka bergeming, matanya menyipit seolah sedang membedah kebohongan di wajah Dina. Tanpa peringatan, ia mengulurkan tangan dan mencengkeram dagu Dina, lalu menyentaknya ke atas. Ia memaksa wanita itu untuk menatap tepat ke matanya, tidak membiarkan satu inci pun celah bagi Dina untuk membuang muka."Sebenarnya aku tidak keberatan kalau kamu ketemu dia. Aku cuma mau li

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status