Short
Dicap Kuno, Aku Menyaksikan Kehancuran Mafia

Dicap Kuno, Aku Menyaksikan Kehancuran Mafia

By:  Jelly PuddingCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
32views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tadi malam, aku menerima pemberitahuan bahwa pihak keluarga memutuskan untuk menyingkirkanku. Alasan yang mereka berikan sangat dibuat-buat. Pemikiranku dianggap sudah ketinggalan zaman, aku menolak mengikuti perkembangan, dan aku dituduh menghambat ekspansi keluarga secara serius. Pagi itu, tunanganku menghentikanku di koridor dengan ekspresi dingin. "Kelly benar. Orang sekeras kepala dan sekaku kamu cuma akan menghambat perkembangan keluarga." "Dan jangan salahkan aku karena menyingkirkanmu. Kamu sudah menyinggung orang yang seharusnya nggak kamu singgung." Kelly bersandar di pagar pembatas dengan dikelilingi anak buahnya, sambil menatapku dengan senyum penuh kemenangan. Dia adalah keponakan sang bos sendiri. Dua minggu sebelumnya, dia tiba-tiba ditempatkan untuk mengambil alih operasi inti keluarga. Dengan dalih melakukan reformasi, dia menyingkirkan semua tetua satu per satu. Dalam rapat keluarga kemarin, aku terang-terangan menolak rencana ekspansinya yang gegabah di depan semua orang. Dari tengah kerumunan, Kelly melirikku dengan dingin. Nada suaranya sarat penghinaan. "Ada beberapa orang tua yang sudah nggak mampu mengikuti perkembangan zaman, sebenarnya sudah nggak berguna sejak dulu. Terus berpegang pada kekuasaan hanya akan menyeret seluruh keluarga ke bawah." "Kalau kamu tahu diri, pergi saja." Ekspresiku tetap datar dan tidak menunjukkan apa pun. Tanpa berkata sepatah kata pun, aku menandatangani dokumen pengunduran diriku dari keluarga. Yang tidak dia ketahui adalah aku sebenarnya tidak pernah perlu bertahan di keluarga ini. Seseoranglah yang dahulu memohon kepadaku agar tetap tinggal dan menjaga keluarga ini tetap berdiri. Setelah itu, aku mengunggah sebuah postingan di Instagram. [ Aku sudah meninggalkan keluarga. Aku menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya. ] Begitu unggahan itu tayang, seluruh dunia mafia langsung gempar.

View More

Chapter 1

Bab 1

Komentar bermunculan begitu cepat sampai-sampai aku tidak sempat membaca semuanya.

[ Kalau kamu sudah keluar dari keluarga, kenapa nggak bergabung dengan kami? Berapa pun bagian yang selama ini kamu dapat, aku akan memberimu tiga kali lipat. ]

[ Tiga kali lipat? Itu kamu sebut tawaran? Ailee, bergabunglah denganku. Kamu bebas mengambil wilayah sebanyak yang kamu mau dan membawa anak buah sebanyak yang kamu inginkan. ]

Soren, seorang pedagang senjata yang pernah bekerja sama denganku, juga mengirimiku pesan.

[ Ailee, kita baru saja menyelesaikan kesepakatan minggu lalu. Kenapa sekarang kamu sudah keluar? ]

Aku membalasnya.

[ Maaf. Keluarga menyingkirkanku. Mulai sekarang, orang baru akan menangani urusan denganmu. ]

Dia terdiam selama setengah menit penuh sebelum akhirnya bertanya dengan tidak percaya.

[ Ailee, mereka menyingkirkanmu? Keluarga Prajna sudah gila atau memang ingin bangkrut? ]

Aku tidak menjawab, lalu pesan lain masuk.

[ Kalau kamu sudah pergi, lupakan saja kesepakatan kita. ]

Melihat layar yang dipenuhi pesan, sisa kekesalanku karena disingkirkan seketika lenyap. Aku pun tersenyum.

Sepuluh tahun berkecimpung di dunia mafia membuatku menguasai begitu banyak jalur, koneksi, dan lini bisnis.

Selama bertahun-tahun, tak terhitung banyaknya orang yang mencoba merekrutku. Tawaran mereka selalu lebih menggiurkan daripada sebelumnya, tetapi tak satu pun pernah membuatku tergoda.

Satu-satunya alasan aku bertahan adalah hubunganku dengan Fardhan.

Bertahun-tahun lalu saat terjadi perebutan kekuasaan internal, Fardhan terpojok di dermaga dan nyawanya berada di ujung tanduk. Aku datang seorang diri dengan mengerahkan orang-orang dan senjata, lalu membalikkan keadaan.

Setelah itu, di hadapan seluruh tetua, Fardhan mengatakan bahwa separuh keluarga ini adalah milikku.

Itulah alasan aku bertahan.

Selama bertahun-tahun setelahnya, aku membuka jalur pasokan untuk keluarga, merebut wilayah demi wilayah, dan bahkan memastikan polisi-polisi paling keras sekalipun tetap berada dalam kendaliku.

Penghasilan anak buahku juga terus meningkat setiap tahun.

Namun, entah sejak kapan, semuanya berubah.

Seminggu lalu, Kelly mengambil alih bisnis dermaga. Dia lupa menyuap petugas bea cukai sehingga seluruh muatan sebuah kapal barang disita. Keluarga nyaris mengalami kerugian puluhan miliar.

Aku menunjukkan kesalahannya. Malam itu juga, tunanganku, Aiden, mendatangiku karena aku dianggap telah mempermalukan Kelly. Dia bahkan menahan bagianku dari salah satu lini bisnis.

Tiga hari lalu, Kelly menerapkan apa yang disebutnya manajemen manusiawi dan memerintahkan semua orang meninggalkan pos tepat sesuai jam kerja. Malam itu, para pesaing kami memanfaatkan celah tersebut dan menghancurkan tiga gudang.

Aku membawa anak buah keluar semalaman untuk membereskan masalah itu. Namun sebagai balasannya, aku malah disebut kaku, kejam, dan sengaja mempersulit orang-orang baru.

Tak lama kemudian, sebuah pengumuman tingkat tinggi muncul di grup obrolan keluarga.

[ Mulai saat ini, Kelly resmi menjabat sebagai kepala operasi inti keluarga dan memiliki wewenang penuh atas seluruh lini bisnis. ]

Pesan-pesan persetujuan dan sanjungan langsung membanjiri grup, termasuk dari beberapa orang yang dahulu kulatih sendiri. Membaca semua pesan itu membuatku akhirnya melihat semuanya dengan jelas.

Tempat ini sudah lama bukan tempat untukku.

"Ailee, sedang berkemas untuk pergi?"

Kelly melangkah masuk ke kantor dengan sepatu hak tingginya. Tunanganku, Aiden, berjalan di belakangnya. Dia melirik berkas-berkas yang baru setengah kurapikan, lalu mencibir.

"Bereskan semuanya. Sekalian rapikan seluruh ruangan ini. Lagi pula, ini pekerjaan terakhir yang akan kamu lakukan untuk keluarga."

Aku mengabaikannya dan terus berkemas. Karena aku tidak menjawab, dia menghampiriku dan mendorongku.

"Kenapa sok begitu? Memangnya kenapa kalau kamu sudah sepuluh tahun menjadi tetua? Kalau aku menyuruhmu pergi, kamu harus pergi."

Aku tertawa dingin dan mendongak menatapnya.

"Begitu? Pamanmu, Fardhan, tahu kamu menyingkirkanku?"

"Atau semua ini murni keputusanmu sendiri?"

Fardhan sudah beberapa hari berada di luar negeri untuk menangani perselisihan antarkelompok. Dia juga memerintahkan agar tidak ada yang mengganggunya kecuali terjadi masalah yang menyangkut hidup dan mati.

Aku cukup yakin dia sama sekali tidak tahu bahwa aku disingkirkan.

Tidak ada bos yang dengan sukarela mengusir seorang tetua yang menggenggam separuh nasib keluarganya. Tatapan Kelly sempat goyah karena merasa bersalah, tetapi dia tetap mengangkat dagunya dengan angkuh.

"Pamanku sangat menyayangiku. Kalau aku menyingkirkanmu, dia pasti akan mendukungku!"

"Menurutku, nggak ada seorang pun di luar sana yang menginginkanmu. Makanya kamu masih berdiri di sini dan berusaha menakut-nakutiku!"

Aiden akhirnya angkat bicara dengan nada dingin, "Cukup! Sekarang Kelly yang menjalankan keluarga. Tunjukkan sedikit rasa hormat, Ailee! Pergilah dengan bermartabat. Jangan sampai aku harus mengusirmu!"

Aku memandang mereka bergantian, lalu tersenyum.

"Aiden, ini jalan yang kamu pilih sendiri. Jangan kembali dan memohon kepadaku nanti. Tapi apa kamu benar-benar yakin Kelly mampu mempertahankan posisi itu?"

Kelly mengerutkan kening dan membuka mulut untuk membantah.

Namun, aku lebih dulu bicara dengan perlahan, "Kamu tahu kode kontak untuk setiap lini bisnis yang dijalankan keluarga? Kamu tahu apa saja yang bisa memancing amarah pemimpin di setiap wilayah?"

"Kursi itu bukan tempat untuk pamer kekuasaan, Nona Muda. Kalau reformasi yang kamu banggakan itu dibawa ke meja pembahasan, semuanya cuma akan jadi bahan tertawaan."

"Sebaiknya kamu berdoa nggak terjadi masalah apa pun. Kalau nggak, mungkin nanti kamu akan menangis sambil memohon agar aku kembali."

Aku mengangkat tasku lalu pergi.

"Memohon agar kamu kembali? Mimpi!" teriak Kelly dari belakang dengan geram. "Serahkan semua data klien dan seluruh koneksi yang kamu punya!"

Aku tidak memperlambat langkah. Aku hanya menunjuk berkas-berkas di atas meja.

"Semuanya ada di sana. Mulai sekarang, urus sendiri."

Aku berjalan keluar dari gedung. Di belakangku, markas besar keluarga sunyi senyap. Tidak seorang pun mengejarku.

Aku tidak merasa sedih. Aku justru penasaran.

Tanpa ada lagi orang yang berdiri di garis depan untuk membereskan kekacauan yang mereka buat, apakah orang-orang ini masih bisa terus mengambil bagian yang besar dan hidup nyaman seperti selama ini?

Setelah ini, ke mana pula keluarga ini akan melangkah?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status