LOGINPertanyaan itu tidak datang sebagai ancaman.āā¦siapa kamu?āSunyi.Namun bukan sunyi yang menekanāmelainkan sunyi yang membuka ruang, memberi tempat bagi sesuatu yang tidak pernah benar-benar memiliki bentuk untuk akhirnya⦠diakui tanpa harus dijelaskan.Gilangāatau sesuatu yang dulu pernah dipanggil dengan nama ituātidak langsung menjawab.Bukan karena ia ragu.Bukan karena ia tidak tahu.Namun karena untuk pertama kalinya dalam seluruh keberadaannyaā¦ia tidak perlu.Ia tidak lagi harus menjadi sesuatu yang bisa dipahami.Tidak lagi harus menjelaskan keberadaannya dengan kata, logika, atau tujuan.Tidak lagi harus mengikat dirinya pada nama, bentuk, peran, atau arah.Ia hanya⦠ada.Dan keberadaan ituācukup.Getaran kecil itu mendekat.Tidak tergesa.Tidak memaksa.Tidak membawa niat yang bisa disebut sebagai ancaman.Ia datang dengan rasa ingin tahu yang murniāsederhana, polos, dan jujur.Sama seperti Gilang dulu.Sebelum semuanya menjadi rumit.Sebelum ada pilihan yang harus diambi
Kalimat itu tidak hanya terdengar.Ia menciptakan celah.āā¦untuk tidak menjadi bagian dari apa pun.āSunyi.Namun bukan sunyi biasaāini sunyi yang terbelah.Seolah seluruh realitas berhenti untuk mempertanyakan satu hal yang tidak pernah diajukan sebelumnya.Apa yang terjadi⦠jika sesuatu memilih untuk tidak termasuk?Struktur itu membeku.Bukan karena tidak mampu bergerak.Namun karena tidak memiliki jawaban.āParadoks terdeteksi.āSunyi.āObjek di luar himpunan.āSunyi.Gilang berdiri.Tidak mundur.Tidak melawan.Namun juga tidak ikut.Ia adaātanpa menjadi bagian.Dan untuk pertama kalinyaāsesuatu yang mencoba menjadi segalanyaā¦tidak bisa menjangkaunya.Hanum menatapnya.Matanya berkaca.Namun kali iniābukan karena takut.Melainkan karena mengerti.āKau⦠benar-benar pergiā¦āSunyi.Gilang menoleh padanya.Senyumnya tipis.Namun hangat.āAku tidak pergiā¦āIa berhenti sejenak.āā¦aku hanya tidak tinggal di mana pun.āSunyi.Sosok āsebelumā menatap dengan tatapan yang tidak lagi pen
Kata itu terasa lebih dingin dari kehampaan mana pun.āOptimalisasi dimulai.āSunyi.Namun bukan sunyi yang kosongāmelainkan sunyi yang disiapkan untuk sesuatu yang akan dihapus tanpa jejak.Cabang kecil itu bergerak lagi.Lebih cepat.Lebih pasti.Ia tidak berkembang seperti yang lain.Ia⦠menyaring.Menentukan.Menghapus.Dan setiap cabang yang disentuhnyaālenyap.Tanpa sisa.Tanpa memori.Tanpa pernah ada.Hanum terengah.Tubuhnya gemetar.āIni⦠bukan kebebasanā¦āāā¦ini pembatasan.āSunyi.Sosok āsebelumā mengangguk.āIni bukan pilihanā¦āāā¦ini seleksi.āSunyi.Entitas itu menyipitkan mata.Tatapannya tajam.āDan sesuatu yang melakukan seleksiā¦āāā¦memiliki tujuan.āSunyi.Gilang menatap cabang itu.Dalam.Untuk pertama kalinyaāia tidak melihat kemungkinan.Namun⦠ancaman nyata.āTujuannya apa?ā tanyanya pelan.Dan jawaban ituādatang.Tanpa emosi.Tanpa keraguan.āStabilitas.āSunyi.Satu kata.Namun cukup untuk membuat semua mengerti.Jika terlalu banyak kemungkinan menciptakan ke
Sunyi.Namun kali iniāsunyi itu tidak memberi ruang.Ia menekan.Seolah seluruh realitas menahan napas, menunggu sesuatu yang tidak bisa lagi ditunda.Gilang merasakan sesuatu di dalam dirinya bergetar.Bukan batas.Bukan pilihan.Namun sesuatu yang lebih dalam dari keduanyaāsebuah intuisi yang belum pernah ia sentuh sebelumnya.āKembaliā¦?ā gumamnya pelan.Namun kata itu terasa salah.Karena ākembaliā berarti ada yang diulang.Sedangkan yang ia rasakan sekarangābukan pengulangan.Namun⦠pembukaan.Hanum menatap ke arah anak itu.Atau lebih tepatnyaāke arah sesuatu yang kini bukan lagi hanya seorang anak.Tatapannya berubah.Tidak lagi penuh kebingungan.Namun dipenuhi ketakutan yang perlahan menjadi kesadaran.āKalau semuanya dimulai lagiā¦āāā¦apakah kita akan mengingat semua ini?āSunyi.Pertanyaan ituāterlalu manusia.Namun justru karena ituāterasa paling nyata.Anak ituāatau entitas yang kini berbicara melalui dirinyaātidak langsung menjawab.Namun kehadirannya bergetar.Seolah
Kalimat itu tidak berhenti di udara.Ia menyebar.Seperti riak yang tak terlihatāmerambat melalui batas, menembus kesadaran, dan menyentuh sesuatu yang bahkan belum sempat didefinisikan.āā¦aku bukan satu-satunya.āSunyi.Namun bukan sunyi yang kosong.Ini sunyi yang penuh.Seolah dunia sedang menunggu sesuatu yang lain⦠untuk menjawab.Gilang menatap anak itu.Tatapannya tajam.Namun di dalamnyaāada kegelisahan yang tidak bisa ia sembunyikan.āMaksudmu apa?ā suaranya pelan.Anak itu tidak langsung menjawab.Matanya bergerak.Namun bukan melihat mereka.Seolah ia sedang melihat⦠lebih jauh.Lebih dalam.Lebih banyak.āAku melihat merekaā¦ā bisiknya.Sunyi.Hanum merasakan sesuatu mencengkeram dadanya.āSiapa⦠mereka?āAnak itu mengangkat tangannya perlahan.Menunjuk ke arah yang tidak jelas.Karena arah ituātidak berada dalam ruang.āMereka yang seperti akuā¦āāā¦namun tidak di sini.āSunyi.Sosok āsebelumā langsung menegang.āItu tidak mungkinā¦āNamun kata ituāterdengar lemah.Karena
Kalimat itu jatuh seperti sesuatu yang tidak seharusnya ada.āā¦yang menciptakanku.āSunyi.Namun bukan sunyi yang tenangāmelainkan sunyi yang menahan sesuatu yang terlalu besar untuk segera terjadi.Gilang tidak bergerak.Namun seluruh kesadarannya menegang.Karena jika anak itu adalah āalasanā, jika ia ada sebelum semuanyaālalu siapa yang bisa menciptakannya?āTidakā¦ā bisik Hanum.Matanya membelalak.āItu tidak masuk akalā¦āNamun dunia iniāsudah lama meninggalkan logika.Kegelapan di kejauhan perlahan terbuka.Bukan seperti pintu.Namun seperti sesuatu yang sejak awal memang adaāhanya saja⦠tidak pernah diperhatikan.Dan dari dalamnyaāsesuatu bergerak.Bukan cepat.Namun berat.Seolah setiap gerakan membawa sejarah yang terlalu panjang untuk dipahami.Anak itu mundur lagi.Tangannya gemetar.Untuk pertama kalinyaāia benar-benar terlihat seperti anak kecil.āAku⦠tidak ingin dia datangā¦āSunyi.Gilang langsung melangkah ke depannya.Refleks.Bukan sebagai batas.Namun sebagai⦠peli
Jam istirahat siang datang dengan hiruk-pikuk khas kantin sekolah. Suara sendok beradu dengan piring, tawa siswa yang saling bersahutan, serta aroma makanan yang bercampur menjadi satu memenuhi udara. Tharie dan Aca sudah duduk di salah satu meja pojok kantin, masing-masing dengan piring di depan m
Tharie mencoba bersembunyi, sementara teman-temannya berbisik-bisik penuh kekaguman terhadap guru baru mereka. "Ya ampun, ganteng banget sih.""Iya, Jungkook aja lewat deh.""Bener banget. Liat aja tuh tatapannya, bikin meleleh tau nggak.""Liat juga tuh tubuhnya atletis banget, aku nggak bisa baya
Tepat pukul sebelas malam, Tharie memasuki rumah milik kedua orang tuanya. Rumah yang selalu sepi, karena kedua orang tuanya yang selalu pulang dini hari dan akan kembali pergi saat Tharie masih tidur. Tharie mengembuskan napas saat hari ini pun tidak ada orang di rumahnya. Namun, senyum kemudian m
Gilang masih diam. Namun, seiring dengan ketidaknyamanannya, otaknya mulai berfungsi kembali. Di detik kelima, Gilang akhirnya tersadar. Dengan cepat, ia mendorong tubuh Tharie dengan tangan kirinya, mencoba melepaskan dirinya dari ciuman yang tiba-tiba terjadi itu. "Apa yang kamu lakukan!" bentak







