로그인Kehidupan Audrey Abellard mungkin akan baik-baik saja jika namanya tidak tertulis didalam surat wasiat Sir Jacob sebagai pemilik 90 prosen saham dan 90 prosen asset Gruppo Metro (Metalmeccanica Torinese), sebuah perusahaan besar di Itali, milik Sir Jacob yang bekerjasama dengan rekannya. Masalah dimulai ketika saudara tirinya tidak bisa menerima isi surat wasiat tersebut. Ambisi dan keserakahan menguasai Benigno untuk bisa merebut kepemilikan atas hasil usah ayah tirinya itu. Tidak hanya menghancurkan rumah tangganya, Benigno juga berhasil merenggut kehormatan Audrey. Kemalangan beruntun menimpa wanita itu manakala mendapati anaknya sakit parah, ayah yang membesarkannya juga menderita sakit berbarengan dengan ulah adik tiri Audrey yang berurusan dengan hukum. Audrey terjerat kesulitan keuangan dan terpaksa menyanggupi keinginan Benigno untuk menikahinya. Hal itu juga dilakukannya untuk menjaga nasab seorang anak tidak berdosa yang telah tumbuh dirahim Audrey setelah kehormatannya terenggut. Rekan ayahnya tidak tinggal diam, merasa mendapatkan amanat untuk menjaga Audrey dari kejahatan orang-orang disekitarnya. Bagaimana nasib membawanya? Dan kepada siapa hati Audrey berlabuh, ayok kita simak cerita ini...
더 보기UNA “Una! Come get this!”
I hunch over and text quicker.
I’ve got a guy from the city willing to drive down and pay three hundred dollars for five pounds of dried morel mushrooms. I’m getting ripped off. He’s going to turn around and sell them to some fancy restaurant for six hundred, minimum, but three hundred is a nice payday when technically, I’m not allowed to handle human money.
Or talk to human men.
Or own a phone.
Or leave pack land without permission.
I’m probably not allowed to harvest morels, either, but there’s no rule, and his highness Killian Kelly never deigns to notice what mere females do all day while he and the males train and spar and condition.
I’m not mad about it. Now that Killian has the males fighting on the circuit, there’s food to eat besides what our wolves can catch and money for gas and electric. When Killian’s father was alpha, we did the laundry by hand in rain barrels and lived on venison and rabbit.
Unmated and unprotected females like me still rank low, but back in the day, I’d be working on my back, not bussing tables. That’s progress. We’re almost out of the Middle Ages in the Quarry Pack.
“Una!” Old Noreen snaps her fingers and points her hooked chin at a tray with five plastic pitchers filled to the brim with foam.
Now that’s a challenge I’m likely to fail. My arms are strong, but my bad leg plays hell with my stability.
Old Noreen must read my look of dismay. “You’ll be fine. It’ll save you having to make another trip in twenty minutes, and then you can bury your nose in that phone to your heart’s content. Come on, girl.” She snaps a few more times.
My phone vibrates. The human—Shroomforager3000—confirms the deal is on. Three hundred dollars. My heart soars. I send him the time and place.
It’s not my turn to make the run into town this week. Annie’s up. I’ll have to swap with her. It wouldn’t be right to ask her to break the “no human male” rule. If we ever get busted selling to the vendors at the farmer’s market in Chapel Bell, it’ll be bad enough. I can’t imagine what Killian would do if one of us were caught with a man.
A sliver of fear skates down my spine. It would be bad. Killian believes in making examples. If a packmate breaks the rules, if he doesn’t work hard enough, if he shows weakness—he’s dirt. Killian is fearless, unrelenting, and merciless. His life’s goal is to bully everyone else into being the same.
If he caught us in town, trading with humans—it wouldn’t matter that we’re females. There’d be hell to pay.
I breathe through the anxiety. We won’t get caught. We haven’t yet.
I power off my phone and tuck it in our hidey hole behind the crockpot. Then I head for the pitchers of beer, my bum leg dragging behind me, shoe rubber squeaking against the tile. I hoist the tray and find my balance.
“You got it?” my youngest roomie Mari asks over her shoulder. She’s at the sink up to her elbows in suds.
“Yup.” My bad leg can’t take my full weight, but I can use it like a crutch to hobble along. It’s not graceful, but I manage.
I take a steadying breath and shoulder through the swinging door into the great room. Beer is already sloshing over the brim of the pitchers. I’m going to get dirty looks for that.
Killian’s lieutenants don’t think much of me. They respect strength. Dominance. The wolf. I’ve got none of that.
Well, I do have a wolf. I can feel her. But for some reason, I’ve never gone into heat, so I’ve never shifted.
Abertha, the pack’s crone, says that some wolves come later than others. Maybe back when I was a girl, during the attack that mangled my leg, my wolf got skittish, and in good time, she’ll find the courage to shift. Or maybe I’m just a late bloomer.
I want to meet my wolf. I’ve watched a three-legged dog in town, and it keeps up with the others. Abertha says my bad leg will manifest in the wolf, but she thinks only one limb will be jacked up. It’s a fear of mine—that I’ll finally shift, and two legs will be useless.
It’s the kind of worry I don’t spend much time on. No heat, no change, no wolf. And there’s no sign of my heat, so it’s kitchen duty and the old maid’s cabin for me.
I don’t mind since the alternative is mating one of these meathead assholes.
I slowly make my way between the tables. None of the males bother to move their stretched legs out of my path. Wouldn’t want to acknowledge my weakness. That’d be rude.
They avert their eyes as I pass, otherwise ignoring me. Which is fine. I feel bad for their mates, stuck on their laps or crushed to their sides, forced to listen to them recount old fights in excruciating detail—for the umpteenth time.
I’m skirting the edges of the great room, focused on the task at hand, when Killian’s voice booms from his makeshift throne on the dais.
“Lochlan.” He snaps and points to the open floor at his feet. Lochlan’s crew goes nuts. Shouts shake the rafters.
“And—” Killian pauses for dramatic emphasis. “Tye.”
The shouts turn to howls. Folks stomp their feet. Everyone has been waiting for this match. Lochlan Byrne has been picking fights, challenging wolves closer and closer in rank to Killian. Lochlan’s working himself up to a beta challenge and everyone knows it.
Tye is our beta now. If Lochlan wins, he can demand the rank, and Killian would be going against tradition to deny him. If Tye wins, Lochlan has to step back down. For now. My stomach aches. I spend a lot of time worrying about what would happen if Lochlan and his backers took over. It wouldn’t be good for me and my roomies, that’s for damn sure.
Ceritakan tentang anakku.” Audrey bertanya saat mereka duduk di teras kecil itu.Audrey tiba-tiba bertanya kepada Nathan.“Beberapa kali kau mengatakan kata ‘anakku’, itu menyiratkan kalau anakku bukan anak kandungmu karena kau bilang kau suamiku.”Sungguh Nathan merasa ini episode tersulit yang harus ia dan istrinya lalui.Lelaki itu menatap ke arah cangkir kopinya yang telah kosong.Audrey tahu, sesuatu yang ia lupakan dan masih menjadi misteri itu bukan suatu kabar baik.“Kau pernah menikah dengan seseorang sebelum aku nikahi.” Akhirnya kata itu keluar dari bibirnya.“Apakah dia, Benigno yang aku cari?” Audrey menatap Nathan dengan ekspresi dalam, rasa ingin tahunya terlihat jelas.“Bukan.”“Lantas?”“Baiklah, aku akan membuka semua identitasmu.”Audrey memposisikan dirinya pada pose senyaman mungkin. Ia telah siap mendengarkan cerita Nathan.“Aku masih berkabung atas berpulangnya sahabatku, rekan kerjaku pada perusahaan yang kami berdua jalankan, ketika seminggu setelah pemakamanny
Sinar matahari menyinari kamar tidur nyaman ini. Kehangatan lembut meresap pada permukaan kulitnya.Pernahkah ia merasa lebih aman dan bahagia? Audrey sulit menjawab karena ingatannya hampir tak ada.Tapi ia tak bisa membayangkan merasa lebih aman daripada yang ia rasa sekarang ini.Kemarin, setelah singgah di sebuah desa terdapat sebuah toko bahan pangan, Ia melihat Nathan mengisi dua troli besar dengan sejumlah bahan makanan. Mereka berkendara selama berkilo-kilometer, jauh memasuki daerah pegunungan. Saat kemudian Nathan memasuki jalan berkerikil di puncak bukit, napas Audrey terasa terhenti, ia mengira dirinya telah melihat surga dalam perjalanan tadi, tapi itu hanya awalnya saja.Rumah kayu dua lantai milik Nathan terletak di puncak bukit menjulang. Terdapat teras kecil, di kedua lantai. Mereka menghadap lembah memikat dipenuhi pepohonan hijau menyejukkan. Tinggi dan masiv, pegunungan menjulang di kejauhan, menambah keindahan yang menakjubkan. Ia keluar dari mobil begitu Nathan be
"Enak saja. Jangan berani-beraninya kau menyalahkan dirimu. Ini semua salah Benigno. Sejak dulu bahkan sebelum aku mengenalmu, aku tahu siapa dia.”“Ceritakan bagaimana dia versimu.”Angin lembut menggerakkan rambut sebahu Audrey yang berwarna merah berpadu coklat yang keemasan, tampak kontras dengan pipinya yang bersih tanpa cela yang kini tidak pucat lagi, rona kemerahan telah tampak di situ.Begaimanapun saat ini adalah hari dimana ia merasa usahanya perlahan mulai menampakkan berita baik. Nathan akan menunda dulu cerita mengenai saudara tirinya itu agar tidak merusak suasana hati wanita ini.“Suatu saat aku akan menceritakan semua yang ingin kau katahui, ini hanya masalah waktu, SayangPanggilan itu sekali lagi membuat desir di hati Audrey tak tertahankan. Ia bisa menebak, lelaki di sampingnya tidak ingin suasana hatinya berubah karena mendengar sesuatu yang akan membuat ia tidak suka.Mungkin Nathan benar. Tapi ia tidak dapat mengenyahkan kenyataan bahwa jika ia tak pergi sendiri
Kau telah banyak membantu menguak tabir ini, Audrey,” ujar Patrick. “Berdasarkan informasi yang kau berikan dari sesi hipnotismu dua hari lalu, kami punya gambaran yang lebih jelas tentang keadaan fasilitas itu. Sepertinya dia punya banyak orang yang di rekrut untuk membantunya. Masalahnya, mereka itu siapa dan darimana asalnya?”“Mereka gelandangan.”“Apa?” Lima orang bertanya sekaligus.“Saat aku melatih, aku mendengar salah seorang pemuda menangis, mengatakan kalau dia ingin pulang. Pria yang memimpin latihan menghardiknya dan berkata, “Kau lupa? Kau tak punya rumah, layaknya idiot-idiot lain di sini. Kami memberi kalian para idiot gelandangan kesempatan tapi kalian bahkan tidak merasa beruntung.”“Itu masuk akal. Begitu banyak anak-anak jalanan sehingga tak ada yang kehilangan mereka saat mereka tak nampak.”Patrick berdiri, menandakan pertemuan hari ini akan usai. “Kau telah memberikan pemahaman baru bagi kami yang bahkan belum pernah kami pertimbangkan. Kerja yang bagus, Audrey.
Tiga bulan sebelum ulang tahun VentriaSylvia Rutherford turun dari mobilnya di sebuah basement parkir, kemudian berjalan menuju apartemennya. Sylvia masih saja belum bisa menghilangkan kekecewaan, merasakan campuran beragam perasaan saat ia mengetahui kandasnya jalinan kedekatannya dengan CEO Grupp
Benigno memandang Nathan yang tersungkur di lantai dengan wajah puas. Beberapa lelaki diruangan itu, termasuk Donovan dan Sulivan berniat mendekati Benigno, hendak mencengkeram agar tidak melarikan diri.“Kalian! Jangan mendekat! Atau kalian ingin pistolku menembak kepala kalian!?” Benigno mengacungk
Setelah turun dari pesawat jet pribadi yang membawa mereka selama dua puluh tujuh jam perjalanan, Yanti yang menggendong Ventria bergantian dengan Bik Andar sudah tiba di sebuah landasan yang tidak terbilang besar, Nathan sengaja tidak mendaratkan pesawat itu di bandara komersil. Dua mobil telah me
4 Desember 2020San Donato Hospital, MilanNathaniele Salvatore Andriano melupakan visi dan misi hidupnya, melupakan impian jangka panjang, melupakan resolusi tahun barunya dan pemikiran-pemikiran briliant yang telah didedikasikan kepada perusahaannya.Yang ada dalam pemikirannya saat menatap wanita di
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.