Share

Bab 96 Pengumuman

Author: R.yan
last update publish date: 2026-06-01 19:00:44

Bab 96: Pengumuman

Gemuruh sorak-sorai penonton perlahan mereda ketika terompet sihir kerajaan kembali ditiupkan. Suaranya menggema panjang, menembus setiap sudut Colosseum yang masih dipenuhi debu pertarungan. Itu adalah tanda resmi—upacara penyerahan hadiah dan pengumuman penghargaan akan segera dimulai.

Di Balkon VIP utama, Yang Mulia Raja Aethelgard berdiri dari sofa beludru berlapis emas. Jubah naganya yang megah bergoyang pelan saat ia merapikan posisi berdirinya. Au
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 283 — Kenangan

    Bab 283 — KenanganGelap.Helios membuka matanya. Tapi tidak ada yang berubah. Gelap. Dingin. Sunyi.Kakinya menapak sesuatu — bukan tanah. Bukan batu. Seperti air. Permukaan hitam yang beriak setiap kali dia melangkah.Hellfire di tangannya berkobar lemah. Nyala api hitam itu — satu-satunya cahaya di tempat ini."Di mana...?"Tidak ada jawaban.Helios berjalan. Satu langkah. Dua langkah. Sepuluh langkah.Semuanya sama. Gelap. Tak berujung.Ini... di dalam Raja Iblis?Lalu dia mendengarnya.Tawa anak kecil.Helios berhenti.Suara itu...Kegelapan di hadapannya BERGETAR — seperti layar yang terganggu. Lalu PECAH.Cahaya menyembur.Kenangan Pertama — LucianHalaman panti asuhan. Sore hari. Matahari hampir tenggelam.Dua anak kecil berdiri berhadapan. Memegang pedang kayu.Lucian kecil — rambut pirang, mata biru cerah, cengiran lebar — memutar pedang kayunya seperti showman."Oke Helios! Pelajaran pertama!"Helios kecil memegang pedang kayunya dengan dua tangan. Kaku. Gemetar sedikit."K

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 282 — Legenda Turun Tangan

    Bab 282 — Legenda Turun TanganEnam orang melayang di udara. Napas berat. Luka di mana-mana.Raja Iblis berdiri di tempat yang sama. Tidak bergerak satu langkah pun."Sudah?"Helios mengepalkan tinjunya. Hellfire berkobar — tapi lebih lemah dari sebelumnya. Stamina terkuras karena menjadi manusia api.Bima di punggung Blaze, mengusap darah dari sudut bibirnya. Leonidas masih berdiri — tapi sayapnya berkedip.Viper, Mantis, Crow — di punggung Blacky. Senjata mereka retak.Raja Iblis mengangkat satu tangan. Bola kegelapan terbentuk di telapaknya. Besar. Menelan cahaya di sekitarnya."Kalau sudah — mati."BRAK!Sebuah pedang raksasa menghantam bola kegelapan itu dari samping.[Heaven Splitter]Gelombang energi MEMBELAH langit — garis emas sepanjang ratusan meter memotong udara.Raja Iblis menoleh.Alaric.Jenderal terkuat umat manusia berdiri di punggung Griffin-nya. Armor emas berkilat. Pedang raksasanya masih bergetar dari tebasan barusan."Kalian sudah cukup." Suara Alaric tenang. Teg

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 281 — Gelombang Pertama

    Bab 281 — Gelombang Pertama Raja Iblis berdiri di atas tanah Aethelgard. Aura kegelapan mengalir dari tubuhnya seperti asap hidup. Matanya merah. Dingin. Menatap ke bawah seperti menatap serangga. Di belakangnya — kota Aethelgard yang tinggal puing. Tujuh titik cahaya melesat ke arahnya. Yang pertama sampai — Helios. Blacky menukik dari atas. Crow mencengkeram punggung gagak raksasa tanpa ekspresi. Helios berdiri di kepala Blacky — Hellfire membara di kedua tangan. "Crow. Sekarang." [Shadow Bind] Bayangan Crow MELEDAK — menjalar di udara, membentuk rantai hitam yang mengikat kaki Raja Iblis.Helios melemparkan rantai api hitam.[Hellfire Chain] Raja Iblis melirik ke bawah. Rantai itu bergetar. Retak. Tapi satu detik cukup. "VIPER!" Dari bawah Blacky — tiga bayangan melesat. Viper. Mantis. Crow sudah di posisi. [Triple Formation — As

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 280 — Benteng

    Bab 280 — BentengElena mengepalkan tangannya. Menatap ke langit — tujuh titik cahaya semakin menjauh."Sial..."Dia mengangkat tangannya.[Summon Familiar — Frost]Udara mendingin. Butiran salju berputar. Dari balik angin beku — seekor burung hantu salju mendarat di lengan Elena. Bulu putih bersih. Mata kuning keemasan. Sayapnya lebar, anggun.Tapi...Elena menatap Frost. Frost menatap Elena.Ukurannya hanya sebesar lengan Elena."...Sial. Aku tidak bisa menungganginya."Seraphina memiringkan kepala."Kau kan bisa sihir terbang. Untuk apa menunggangi familiar?"Elena menoleh. Matanya MENYALA."Itu BERBEDA, Seraphina!"Dia menunjuk ke langit — ke Alaric di punggung Griffin, Richard di punggung naga petir, Valerian di punggung elang es."LIHAT mereka! Mereka naik familiar mereka! Keren! Gagah! Epik!"Tangannya turun. Menatap Frost di lengannya."Aku? Terbang sendiri dengan sihir? Seperti... balon yang melayang?"Frost mengerjap. Tidak tersinggung.Marco mengangkat tangannya dari bawah.

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 279 — Generasi Baru

    Bab 279 — Generasi BaruKael menatap Bima."Ayo kita juga."Bima menyeringai.[Light Wing]Cahaya MELEDAK dari punggung Kael. Dua sayap transparan terbentuk — bukan bulu, tapi lapisan cahaya padat yang berkilau seperti kristal. Udara di sekitarnya bergetar.Bima mengangkat tangannya."Blaze!"[Summon Familiar — Blaze]Api merah berputar di udara. Dari dalam pusaran — seekor naga api muncul. Sisik merah menyala. Mata oranye berkobar. Ukurannya... sebesar anjing besar.Marco — yang masih duduk di tanah dengan onesie beruang — menatap datar."...Itu naganya?"Blaze mendengus. Asap keluar dari lubang hidungnya. Kesal.[Passive Skill — Sizeshifter]Tubuh Blaze MEMBESAR. Sisiknya berderak. Sayapnya membentang. Dalam tiga detik — Blaze seukuran kuda perang. Api berkobar di sepanjang punggungnya. Cukup besar untuk ditunggangi.Bima melompat ke punggung Blaze.Kael melirik."Kenapa tidak pakai mode manusia naga?""Masih cooldown." Bima menjawab sambil menepuk leher Blaze. "Resonansi penuh tadi

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 278 — Perang

    Bab 278 — PerangHelios berdiri di antara reruntuhan. Tangan kosong. Api neraka berkobar tipis di sekitar tubuhnya — terkendali. Bukan lagi amukan liar seperti saat dia dikontrol Aldhelm.Tapi ada satu masalah.Dia masih memakai POPOK.Saat Helios keluar dari reruntuhan, Raka sempat menjentikkan jari.[Instant Diaper Change]Popok motif kucing terpasang. Kaos kuning. Topi kucing.Helios menatap dirinya sendiri. "...Serius?"Raja Aldric menatap putranya dari kejauhan. Armornya hancur separuh. Darah kering di pelipisnya. Tapi matanya... menatap popok itu."Helios.""Ya, Ayahanda?""...Kenapa pakaianmu begitu?"Hening.Helios menatap ayahnya datar."Jangan tanya, Ayah." Hellfire berkobar di telapak tangannya. "Ini bukan saatnya untuk bercanda."Dia menunjuk ke arah Raja Iblis. Ke cahaya merah yang berdenyut di dadanya."Lima orang temanku — jiwanya dikurung di sana."Suaranya bergetar. Bukan karena takut. Tapi karena MARAH."Lucian yang mengajariku pedang. Darius yang selalu menemani lat

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 11 Bangsawan

    Bab 11: Bangsawan Di sudut gelap kandang kuda akademi yang berbau jerami dan tanah basah, Kael mengerang frustrasi. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol ekstrem, memancarkan aura emas kemerahan khas ksatria Rank A yang sedang memusatkan seluruh energinya. Tangannya mencengkeram erat ujung pop

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 10 berontak

    Bab 10: berontak Halaman belakang akademi kini menjadi sangat bersih, bahkan hampir mengkilap. Belasan senior dari tim elit Golden Griffon baru saja melesat pergi secepat kilat setelah meletakkan sapu mereka. Mereka meninggalkan debu yang mengepul dan aroma ketakutan yang pekat; seolah-olah mereka

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 9 disiplin

    Bab 9: disiplin Sambil lanjut menyapu dedaunan kering yang berguguran di halaman belakang akademi, Raka merasakan saku celananya bergetar hebat. Ia merogoh botol susu artefaknya yang kini berpendar merah muda lembut. Jendela sistem muncul secara otomatis, memuntahkan rentetan notifikasi yang mem

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 8 Keadilan

    Bab 8: keadilanDebu pertempuran telah mengendap, namun atmosfer di Aula Utama Akademi Aethelgard justru memuncak hingga ke titik didih. Di tengah ruangan yang megah itu, Raka berdiri dengan tenang meskipun kedua tangannya terborgol sihir penekan mana yang berpendar ungu gelap. Di sampingnya,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status