Share

Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin
Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin
Author: Belinda

Bab 1 

Author: Belinda
Suara air mengalir terdengar dari dalam kamar mandi. Aldrian Wibowo sedang mandi.

Jam menunjukkan pukul tiga dini hari. Aldrian baru saja pulang.

Kyna Jurnadi berdiri di depan pintu kamar mandi karena ingin membicarakan sesuatu dengan Aldrian. Dia sedikit gugup dan bertanya-tanya apakah pria itu akan menyetujui apa yang hendak dia katakan.

Saat sedang memikirkan bagaimana cara membuka mulut, Kyna tiba-tiba mendengar suara aneh dari dalam kamar mandi. Setelah mendengarkan dengan saksama, dia akhirnya mengerti. Pria itu sedang melepaskan hasratnya ....

Setiap tarikan napas dan erangan Aldrian terasa bagaikan serangkaian pukulan palu yang tak henti-hentinya menghantam jantung Kyna. Rasa sakit melanda hatinya dan membuatnya kesulitan bernapas.

Hari ini adalah ulang tahun pernikahan mereka yang kelima, tetapi mereka tak pernah berhubungan intim. Ternyata, pria ini lebih memilih untuk melepaskan hasratnya sendiri daripada menyentuhnya?

Seiring dengan napasnya yang makin cepat, Aldrian tiba-tiba mengeluarkan gumaman pelan yang nyaris tak tertahan, "Nara ...."

Sepatah kata itu memberikan pukulan terakhir yang fatal bagi Kyna. Dia merasa seperti mendengar suara ledakan, lalu sesuatu di dalam dirinya hancur berkeping-keping.

Kyna menutup mulutnya dengan kuat untuk meredam isak tangisnya, lalu berbalik dan berlari pergi. Namun, dia malah langsung tersandung pada langkah pertamanya dan menghantam wastafel sebelum jatuh ke lantai.

"Kyna?" Suara Aldrian masih belum kembali seperti semula. Dia jelas berusaha mengendalikan diri, tetapi napasnya masih sangat berat.

"A ... aku mau pakai toilet. Aku nggak tahu kamu lagi mandi ...," jawab Kyna. Dia melontarkan kebohongan yang buruk sambil meraih wastafel dengan panik agar bisa berdiri.

Namun, makin terburu-buru, makin menyedihkan pula tampang Kyna. Bagaimanapun juga, lantai dan wastafel dibasahi air. Ketika dia akhirnya berhasil berdiri, Aldrian juga telah keluar. Jubah mandi putihnya dikenakan secara asal karena tergesa-gesa, tetapi ikat pinggangnya terpasang rapi.

"Kamu jatuh? Ayo kubantu berdiri," ucap Aldrian sambil bergerak untuk memapah Kyna.

Rasa sakit membuat Kyna berlinang air mata, tetapi dia tetap menepis tangan Aldrian. Meskipun terlihat menyedihkan, dia menjawab dengan tegas, "Nggak usah, aku bisa sendiri."

Setelah hampir terpeleset lagi, Kyna melarikan diri ke kamar dengan tertatih-tatih.

Kata "melarikan diri" memang sangat tepat untuk mendeskripsikannya. Selama lima tahun menikah dengan Aldrian, Kyna terus-menerus melarikan diri. Dia melarikan diri dari dunia luar, dari tatapan aneh semua orang, serta dari rasa kasihan dan simpati Aldrian.

Istri Aldrian adalah seorang pincang. Bagaimana mungkin seorang pincang layak mendampingi Aldrian yang gagah dan sukses? Namun, dulu Kyna juga memiliki sepasang kaki yang indah ....

Aldrian mengikutinya keluar, lalu bertanya dengan suara yang lembut dan penuh kekhawatiran, "Apa kamu terluka? Coba kulihat."

"Nggak, aku baik-baik saja." Kyna menyelimuti dirinya dengan erat untuk menyembunyikan keadaannya yang menyedihkan.

"Kamu benar-benar baik-baik saja?" Aldrian benar-benar khawatir.

"Emm." Kyna mengangguk kuat dengan membelakanginya.

"Jadi, kamu sudah mau tidur? Bukannya kamu mau pakai toilet?"

"Nggak lagi. Ayo tidur," bisik Kyna.

"Emm. Ngomong-ngomong, hari ini hari peringatan pernikahan kita. Aku belikan kamu hadiah. Bukalah hadiahnya besok dan lihat kamu suka atau nggak."

"Oke."

Hadiah itu ada di meja samping tempat tidur dan Kyna sudah melihatnya. Akan tetapi, dia tahu isinya tanpa perlu membukanya. Setiap tahun, kotak hadiah itu berukuran sama dan isinya juga adalah jam tangan yang sama persis dengan tahun-tahun sebelumnya.

Di dalam laci, jika dihitung bersama dengan hadiah ulang tahunnya, sudah ada sembilan jam tangan yang identik. Ini yang kesepuluh.

Percakapan mereka berakhir di sana. Aldrian memadamkan lampu, lalu berbaring di atas tempat tidur. Aroma sabun mandinya seketika memenuhi udara.

Namun, Kyna hampir tidak merasakan tempat tidur di sampingnya tenggelam. Sebab, tempat tidur itu selebar dua meter. Dia berbaring di satu sisi, sedangkan Aldrian berbaring di paling pinggir sisi lainnya. Di antara mereka, terdapat ruang yang cukup untuk ditiduri tiga orang lagi.

Tak satu pun dari mereka yang mengungkit nama Nara, apalagi tentang apa yang dilakukan Aldrian di kamar mandi tadi. Semuanya seolah-olah tidak pernah terjadi.

Kyna berbaring kaku dan hanya merasa matanya sangat perih.

Nara yang nama lengkapnya Anara Chandra adalah teman kuliah, sekaligus cinta pertama dan wanita idaman Aldrian. Setelah lulus kuliah, Anara pergi ke luar negeri dan mereka pun putus. Aldrian sangat terpukul dan menenggelamkan diri dalam alkohol setiap harinya.

Di sisi lain, Kyna dan Aldrian adalah teman SMA. Dia mengakui bahwa dirinya memang diam-diam menyukai Aldrian saat SMA.

Saat itu, Aldrian adalah siswa populer dan peraih juara umum yang terkenal dingin. Sementara itu, Kyna adalah murid seni. Meskipun dia juga cantik, ada banyak gadis cantik di sekolah. Pada masa SMA, di mana nilai adalah segalanya, murid seni tidak begitu menarik perhatian dan bahkan ada yang berprasangka buruk terhadap mereka.

Oleh karena itu, Kyna hanya diam-diam menyukai Aldrian. Dia tidak pernah membayangkan dirinya memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan Aldrian. Sampai dia lulus dari jurusan seni tari, lalu pulang ke rumah pada liburan musim panas dan baru bertemu dengan Aldrian yang patah hati.

Malam itu, Aldrian mabuk dan berjalan terhuyung-huyung di jalanan. Dia tidak melihat lampu lalu lintas saat menyeberang jalan, sedangkan sebuah mobil yang melaju kencang ke arahnya tidak sempat mengurangi kecepatan.

Kyna yang khawatir pada Aldrian mengikutinya sepanjang jalan. Ketika menyaksikan hal ini, dia mendorong Aldrian, tetapi dirinya malah tertabrak mobil.

Kyna adalah seorang mahasiswi tari, juga sudah berhasil mendapatkan rekomendasi untuk melanjutkan program pascasarjana tanpa harus mengikuti ujian masuk. Namun, kecelakaan ini telah membuatnya pincang. Dia tidak bisa menari lagi.

Setelah itu, Aldrian berhenti minum-minum dan memutuskan untuk menikahi Kyna. Dia akan selalu merasa bersalah dan berterima kasih, bertutur kata lembut, bersikap acuh tak acuh, juga menghujani Kyna dengan hadiah dan uang. Namun, dia tidak akan pernah mencintai Kyna.

Kyna mengira waktu akan menghangatkan semua luka dan memudarkan segala rasa. Tak disangka, meskipun lima tahun telah berlalu, Aldrian masih mengingat nama "Nara" dengan begitu jelas. Aldrian bahkan memanggil nama itu saat sedang melepaskan hasratnya.

Pada akhirnya, Kyna yang terlalu naif dan bodoh ....

Kyna tidak tidur semalaman. Dia membaca e-mail di ponselnya paling tidak 100 kali.

Itu adalah tawaran melanjutkan studi pascasarjana dari universitas luar negeri, juga sesuatu yang awalnya ingin dibicarakan Kyna dengan Aldrian malam itu. Dia ingin meminta izin berkuliah di luar negeri untuk mendapatkan gelar master. Sekarang, dia sepertinya tidak perlu membicarakan hal ini dengan Aldrian.

Setelah lima tahun pernikahan dan begitu banyak malam penuh kegelisahan, dari detik ini, Kyna akhirnya bisa mulai menghitung mundur menuju perpisahan.

Ketika Aldrian bangun, Kyna masih berpura-pura tidur. Dia mendengar Aldrian berbicara dengan pembantu bernama Sani di luar.

"Aku akan hadiri acara bisnis malam ini. Beri tahu Nyonya untuk nggak perlu tunggu aku dan tidur saja lebih awal."

Setelah memberi instruksi itu, Aldrian kembali ke kamar untuk memeriksa Kyna lagi. Kyna berada di balik selimut dan bantalnya telah dibasahi air mata.

Biasanya, Kyna selalu sudah menyiapkan pakaian kerja Aldrian dan meletakkannya di samping. Aldrian hanya tinggal mengenakannya. Namun, Kyna tidak melakukannya hari ini. Aldrian pun pergi ke ruang ganti untuk berganti pakaian, lalu pergi ke perusahaan.

Setelahnya, Kyna baru membuka matanya yang bengkak. Alarm ponselnya berbunyi. Ini adalah waktu yang telah dia tetapkan untuk bangun dan belajar bahasa asing.

Sejak menikah, karena cedera kakinya, Kyna menghabiskan 90% waktunya di rumah. Dia tidak lagi keluar rumah dan hanya bisa membagi harinya menjadi beberapa segmen, lalu mencari kegiatan untuk melewati hari.

Kyna mengambil ponselnya, lalu mematikan alarm dan membuka berbagai aplikasi tanpa tujuan. Pikirannya kacau balau dan dia tidak mampu menyerap informasi apa pun, sampai dia tiba-tiba menemukan sebuah video di sebuah aplikasi.

Orang di video itu sangat familier ....

Nama akunnya Narachan.

Rekomendasi ini benar-benar ....

Video itu diposting semalam.

Kyna mengklik video itu dan segera mendengar alunan musik yang meriah, diikuti seruan seseorang.

"Satu, dua, tiga! Selamat atas kepulangan Nara! Cheers!"

Itu suara Aldrian.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (27)
goodnovel comment avatar
Watia Wati
bagus ceritanya
goodnovel comment avatar
Agusman Manullang
menarik dan sangat bagus kisah di novel ini
goodnovel comment avatar
Rosa santika
jangan lupa mampir di novelku juga ya temen" Judulnya: AKU MENIKAH DENGAN PRIA YANG MEMBENCIKU
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 775 

    Kyna melayang ke arah Aldrian dan hendak membenarkan posisi tubuhnya agar dia merasa lebih nyaman. Namun, Aldrian malah mengulurkan tangan dan melingkarkan lengannya di belakang leher Kyna.Kyna merasakan tekanan tangannya, tetapi sangat samar."Maaf, Kiki. Aku sudah mengejutkanmu," bisik Aldrian di telinga Kyna."Nggak kok. Nggak apa-apa ...." Kyna tidak bergerak.Setelah mengatakan itu, Aldrian melepaskan Kyna. Kyna juga melayang ke udara."Aku baik-baik saja sekarang. Pergilah." Suara Aldrian begitu pelan hingga hampir tak terdengar."Hah?" Aldrian mengusirnya?"Kembalilah ke duniamu." Aldrian berujar, "Aldrian di duniamu benar-benar jahat. Kamu jangan pernah maafkan dia .... A ... aku sudah sangat senang bisa bertemu denganmu hari ini. Kiki, boleh nggak aku panggil kamu Kiki sekali lagi?""Emm ...." Setelah mendengar nada Aldrian, untuk pertama kalinya, Kyna merasa kosakata yang dimilikinya benar-benar terbatas. Dia tidak dapat menemukan kata-kata untuk menghibur Aldrian. Penyakit

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 774

    "Mungkin karena ...." Aldrian berkata dengan suara rendah, "Aku juga akan segera meninggal.""Aldrian, jangan asal bicara ...." Aldrian baru berusia 22 tahun. Bagaimana mungkin dia meninggal secepat itu?Aldrian yang berwajah pucat tersenyum sedih. "Menurutmu, mungkin nggak aku memang ditakdirkan untuk hidup sampai umur 22 tahun saja?""Omong kosong apa yang kamu bicarakan?" seru Kyna. Setidaknya, di dunia lain, Aldrian hidup sampai lebih dari 30 tahun."Kalau kamu nggak selamatkan Aldrian itu, dia mungkin sudah tertabrak mobil dan meninggal pada usia 22 tahun," ucap Aldrian dengan santai, seolah-olah sedang membicarakan orang lain.Kyna pun tercengang. Dia tidak bisa membantah kesimpulan ini. Namun, bagaimana Aldrian tahu tentang dunia lain?"Apa kamu pikir cuma kamu yang bisa bermimpi? Aku juga bisa ...." Aldrian tiba-tiba mengerutkan kening dan terlihat sangat sakit."Aldrian!" Kyna awalnya ingin bertanya apa yang Aldrian mimpikan. Akan tetapi, melihat Aldrian yang kesakitan, dia la

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 773

    Pada sore hari, Kyna tiba di teater tepat waktu untuk latihan. Dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tidak ada yang tahu bahwa sebuah suara terus bergema di telinganya dan menghantuinya."Aku sudah bawa semua kemalangan bersamaku. Selama sisa hidupmu, yang akan selalu mendampingimu hanya kesehatan, kebahagiaan, sukacita, dan banyak hal indah lainnya.""Kiki, melangkah maju dengan berani. Jangan menoleh lagi, oke?""Kiki, selamat tinggal." Ketika latihan berakhir, karena kelelahan, Kyna berbaring di atas panggung. Dia mendengar suara di dalam dirinya menjawab, 'Oke, selamat tinggal. Aku akan melangkah maju dan nggak pernah menoleh lagi.'Kyna sudah berjanji untuk tidak menoleh lagi. Dia akan menepati janjinya. Setelah pertunjukan, dia pulang bersama Yvonne dan yang lainnya.Setelahnya, Kyna mengunjungi Irela hampir setiap tahun. Kadang di musim panas, kadang di musim dingin. Setiap kali, dia akan selalu pergi setelah mengikuti kegiatan pertukaran budaya di Dubuli. Kyna tahu

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 772

    Pemilik penginapan menyerahkan surat itu kepada Kyna. "Aku sudah penuhi permintaan terakhir Pak Aldrian.""Terima kasih." Kyna mengambil surat itu dan membaca empat patah kata dalam bahasa Zoringa "Hanya untuk dibuka Kyna" yang tertulis di atas amplop. Untuk sesaat, dia merasa ragu untuk membukanya.Gabe menggenggam tangannya. "Kalau kamu nggak mau membukanya sekarang, nggak usah buka dulu." "Aku nggak akan pernah membukanya!" Kyna merasakan gelombang kebencian yang disertai rasa pahit."Oke. Kalau begitu, jangan dibuka." Gabe menggenggam tangan Kyna. Setelah diam sesaat, dia mulai berbicara dengan suara rendah, "Dia mengidap penyakit yang sama dengan ayahnya. Hanya saja, dia didiagnosis lebih awal, yaitu setelah kecelakaan mobil waktu itu ...." Gabe melirik Kyna. Melihat wajah Kyna yang tanpa ekspresi, dia mempererat genggamannya pada tangan Kyna. "Dia minta aku untuk jangan beri tahu kamu, baik tentang kehilangan kakinya atau penyakitnya. Dia menyembunyikannya dan menjalani perawat

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 771

    "Dia punya hidup yang penuh suka dan duka, pernah meraih kesuksesan dan melakukan kesalahan. Dia menghabiskan hidupnya memohon permintaan maaf dari keluarganya, lalu akhirnya meninggal karena sakit .... Semoga nggak ada rasa sakit di surga. Semoga dia nggak buat kesalahan lagi di kehidupan selanjutnya ...."Pikiran Kyna berdengung, telinganya terasa seperti disumbat kapas. Orang di atas panggung mengatakan banyak hal, tetapi hanya potongan-potongan kalimat yang sampai ke telinganya.Seusai berbicara, orang itu tiba-tiba mendongak dan melihat Kyna. Ekspresinya langsung berubah drastis. Dia dengan cepat berjalan ke arah Kyna."Kiki," panggilnya sambil meraih bahu Kyna. Melihat wajahnya yang dibasahi air mata, keningnya berkerut sangat dalam.Di balik bahu orang itu, melalui penglihatannya yang kabur, Kyna melihat orang-orang lain di gereja bangkit dari tempat duduk mereka, lalu meletakkan bunga di peti mati secara bergiliran. Di antara mereka, ada sosok yang familier. Itu adalah pemilik

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 770 

    Buku catatan itu berisi pesan.[ Sonny, kalau kamu membaca pesan ini, jangan heran, juga jangan tanya kenapa. Sebab, aku juga nggak tahu alasannya. Di alam semesta yang luas ini, ada banyak hal yang nggak dapat dijelaskan manusia. ][ Aku beruntung pernah jadi teman sekelasmu, sahabatmu. Aku juga beruntung pernah mengikuti jejakmu, menjadi dirimu untuk sementara waktu, dan membuat keputusan untukmu. Kuharap kamu punya kehidupan yang damai dan bahagia di masa depan. ]Kyna melayang di atas kata-kata itu. Dari sudut pandangnya, dia melihat mata Sonny perlahan-lahan basah."Ting ... ting ...." Terdengar suara bel entah dari mana. Itu menimbulkan rasa nyeri di hati Kyna. Samar-samar, itu terdengar seperti suara bacaan parita. Pelipis Kyna mulai berdenyut. Dalam keadaan linglung, dia seolah mendengar seseorang dari ingatan yang telah lama terkubur berkata, "Kalau ada kehidupan setelah kematian, aku benar-benar berharap bisa penuhi keinginannya sebaik mungkin.""Ting!" Terdengar suara nada

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 387 

    Saat mengucapkan kata "pernikahan", Anara menatap Kyna dengan penuh provokasi dan kesombongan.Aldrian terlihat menegang. Tatapannya tertuju pada Kyna. "Kyna ...." Kyna tersenyum. "Sudah mau nikah? Selamat! Tanggal berapa?" Wajah Aldrian memucat. "Nggak, Kyna. Dengarkan dulu penjelasanku ...." Ky

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 510

    Waktu kepulangan kali ini sangat singkat. Diperkirakan akan berangkat lagi pada awal bulan Agustus, sepertinya rasa girang lantaran pulang belum berlalu, kenapa malah sudah memikirkan tanggal pulang?Hanya saja, selagi mereka masih belum pergi, Kyna mengajak Ariel untuk bersama-sama pergi berkunjung

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 512

    Setelah mendengar, Aldrian melirik Anna sekilas, lalu tertawa.Anna juga tidak merasa kesal. Dia malah tersenyum.Ariel merasa bingung. Apa ada yang tidak normal dengan mereka berdua? Kenapa malah tertawa?Ariel melirik Kyna sekilas, lalu memberi isyarat mata. ‘Apa kamu mengerti dengan kondisi merek

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 502 

    Melihat Eldric mengirim pesan itu, Sani pun panik dan buru-buru merebut kembali ponselnya. Kemudian, dia segera menghapus pesan itu.Begitu melihat tindakan Sani, ekspresi Eldric seketika berubah muram. Dia langsung berkata, "Bi Sani, kamu nggak tahu siapa yang mempekerjakanmu dan bayar gajimu sekar

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status