เข้าสู่ระบบKemudian, Aldrian mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam laci mejanya dan mengambil sebatang rokok.Kyna benar-benar kehabisan kata-kata. Kenapa pemuda ini malah merokok? Setahunya, Aldrian tidak pernah merokok di dunia mana pun!"Aldrian!" Kyna tiba-tiba berseru, "Letakkan rokok itu!" Namun, Aldrian tidak bisa mendengar suaranya. Dia menyalakan rokok itu, lalu segera terbatuk tanpa henti akibat asapnya."Mampus!" cibir Kyna.Akhirnya, Aldrian mematikan rokoknya dan membuangnya ke tong sampah. Kemudian, dia berbaring di tempat tidur.Berhubung memiliki kesempatan, Kyna langsung mengalihkan pandangannya pada pena hitam biasa di atas meja. Dia memusatkan seluruh perhatiannya dan mencoba menyentuh pena itu. Dia berhasil meraihnya dengan mudah. Kemudian, dia menulis di kertas draf di atas meja.[ Aldrian, jangan lupakan janjimu padaku. Jangan bergaul dengan William, Naldo, dan Anara. Jangan kuliah di universitas yang sama dengan mereka. Jangan berteman dengan mereka. ]Ini benar-benar ad
Kyna melayang di kamar Aldrian. Ini adalah pertama kalinya dia berada di kamar Aldrian remaja. Gaya kamar Aldrian sama seperti setelah pernikahan mereka, yaitu bersih, rapi, dan minimalis. Berada di kamar ini membuatnya merasa seolah-olah telah kembali ke ruang kerja Aldrian saat mereka masih menikah.Di dinding samping meja, terdapat formulir yang diisi Aldrian. Kyna mencondongkan tubuh untuk melihat isinya. Dari sudut pandangannya, dia seolah-olah sedang melayang di atas meja.Itu adalah jadwal rencana Aldrian. Dia benar-benar adalah orang yang sangat disiplin. Tidak ada satu menit pun dalam harinya yang terbuang sia-sia. Dalam jadwal rencana itu, terdapat satu rencana utama yang diikuti rencana mingguan dan bulanan.Rencana keseluruhan itu berakhir pada Agustus mendatang. Itu adalah liburan musim panas setelah ujian masuk perguruan tinggi berakhir. Dia hanya menulis beberapa patah kata.[ Pergi ke ibu kota. ]Pergi ke ibu kota ....Kyna menatap kosong kata-kata itu, lalu merasakan g
Pada saat ini, susunan tempat duduk di dalam mobil adalah Aldrian dan Ariel sama-sama duduk di kursi belakang. Kyna terjepit di antara Aldrian dan pintu."Aldrian." Ariel bertanya, "Kamu berubah pikiran lagi?""Apa?" Suara Aldrian terdengar acuh tak acuh."Soal pendaftaran universitas." Ariel bertanya dengan ragu, "Bukannya kamu berencana pergi ke ibu kota?""Nggak. Aku memang selalu ingin tinggal di Kota Hatam.""Nggak. Kamu bahkan sudah mulai cari rumah di ibu kota." Ariel meliriknya. "A ... aku bukan sengaja cari tahu. Aku cuma nggak sengaja dengar kamu teleponan sama agen properti." Aldrian terdiam sejenak sebelum menyahut, "Aku cuma bantu teman untuk cari tahu. Kamu salah paham.""Aku nggak salah paham!" Suara Ariel meninggi. "Itu karena Kiki, kan?" Aldrian kembali terdiam."Akhir-akhir ini, Kiki nggak peduli sama kamu lagi, makanya kamu patah semangat?" tanya Ariel dengan hati-hati."Nggak.""Aldrian." Ariel mencoba membujuknya dengan suara pelan, "Jangan begitu. Apa pun yang t
Namun, Aldrian tidak bisa melihat Kyna. Dia mengulurkan tangan dan berjabat tangan dengan William sambil tersenyum lebar.Kyna melihat posisinya. Dia berdiri sangat dekat dengan Aldrian, tetapi tidak bisa merasakan kehadiran Aldrian. Sementara itu, Aldrian juga tidak bisa merasakan kehadirannya. Dia hanya bisa menyaksikan tanpa daya saat Aldrian dan William berjabat tangan dan berpelukan.Kemudian, Kyna melihat mereka saling merangkul dan membuat janji untuk makan malam di restoran Aldrian. Tidak peduli seberapa keras dia berteriak dari belakang, bahkan ketika dia bersandar di punggung Aldrian dan mencekiknya, Aldrian tidak merasakan apa pun.Kyna menatap Kyna remaja lagi. Saat ini, Kyna sedang berjalan berdampingan dengan Sonny dan mengobrol dengan gembira. Dia bersandar di tubuh Kyna remaja dan mencoba menyatukan diri dengan tubuh Kyna, tetapi sia-sia saja.Tidak ada lagi yang bisa Kyna lakukan. Sekarang, dia bahkan bukan bayangan. Dia hanya bisa diam-diam mengamati mereka meninggalk
"Kamu ...." Ariel menatap Kyna remaja sambil mengerutkan kening. "Kiki, kenapa kamu sepertinya ....""Kyna!" panggil Sonny dari jauh."Iya!" Kyna berlari ke arah Sonny sambil tersenyum. Dia melambaikan tangan kepada Ariel dan berkata, "Ariel, aku kembali ke kelas untuk kerjakan PR dulu. Habis belajar mandiri malam, kita baru kembali ke asrama bersama, ya." Ariel berdiri di tempat dan menatap sosok Kyna yang menjauh sambil tertegun. Entah sejak kapan, Aldrian muncul di sampingnya dan berdiri berdampingan dengannya. Tatapan Aldrian tertuju pada pergelangan tangan Kyna remaja."Apa yang terjadi di antara kalian?" tanya Ariel dengan bingung sambil memperhatikan sosok Kyna yang menjauh.Aldrian tetap diam. Dia berjalan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Saat ini, Kyna adalah penonton dan pandangannya tertuju pada Aldrian. Dia sepertinya tidak mampu mengendalikan pandangannya dan terus mengikuti Aldrian. Kemudian, dia melihat Farrel bergabung dengan Aldrian.Farrel berkata kepadanya,
Sebenarnya, Kyna sering curiga apakah kembalinya dia ke masa SMA hanyalah mimpi, atau benar-benar ada dua alam semesta paralel. Dia merasa bahwa itu lebih mungkin adalah mimpi. Namun, gelang ini ....Kyna yang bangun dari tidurnya menimbulkan kehebohan di Keluarga Jurnadi. Entah sudah berapa sering Intan dan Gabe memasuki kamarnya saat dia tertidur.Melihat wajah Gabe yang berusia 30-an tahun, lalu teringat Gabe muda yang baru menyumbangkan dana ke sekolahnya dalam mimpi, Kyna tertegun sejenak."Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa kamu nggak kenali kakakmu lagi setelah bangun?" ujar Gabe sambil mencondongkan tubuhnya dan tertawa.Kyna selalu merasa Gabe masih sangat muda dan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan di usianya yang sudah 30-an tahun. Namun, dibandingkan dengan Gabe dalam mimpinya, Gabe di hadapannya sekarang memiliki mata yang terlihat jauh lebih licik ....Kyna menggeleng dan menjawab, "Kak, kamu sudah tua." Mata Gabe langsung menajam. "Bernyali juga kamu!
Saat mengucapkan kata "pernikahan", Anara menatap Kyna dengan penuh provokasi dan kesombongan.Aldrian terlihat menegang. Tatapannya tertuju pada Kyna. "Kyna ...." Kyna tersenyum. "Sudah mau nikah? Selamat! Tanggal berapa?" Wajah Aldrian memucat. "Nggak, Kyna. Dengarkan dulu penjelasanku ...." Ky
Sesuai dugaan, Kyna lebih tidak suka mendengarnya dan langsung keluar dari lift. "Ya sudah, kamu naik saja. Aku akan tunggu yang lain.""Kyna!" Aldrian merasa tidak berdaya. Dia meraih bahu Kyna dan mendorongnya kembali ke dalam lift. "Aku cuma mau antar kamu.""Nggak perlu." Kyna segera menekan tom
Waktu kepulangan kali ini sangat singkat. Diperkirakan akan berangkat lagi pada awal bulan Agustus, sepertinya rasa girang lantaran pulang belum berlalu, kenapa malah sudah memikirkan tanggal pulang?Hanya saja, selagi mereka masih belum pergi, Kyna mengajak Ariel untuk bersama-sama pergi berkunjung
Setelah mendengar, Aldrian melirik Anna sekilas, lalu tertawa.Anna juga tidak merasa kesal. Dia malah tersenyum.Ariel merasa bingung. Apa ada yang tidak normal dengan mereka berdua? Kenapa malah tertawa?Ariel melirik Kyna sekilas, lalu memberi isyarat mata. ‘Apa kamu mengerti dengan kondisi merek







