Share

Audit Selesai

Penulis: Erna Azura
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-24 20:45:23

Suara hujan tipis mulai mengetuk-ngetuk kaca ruang meeting lantai dua ketika Rex kembali duduk di kursinya. Napasnya masih belum stabil setelah telepon dari papa Nicholas tadi.

Bagas yang duduk di kursi seberang menatapnya dengan wajah bingung.

“Pak Rex… Bapak kenapa? Sejak Bapak masuk ke ruangan ini tadi, muka Bapak pucat banget.”

Rex mengusap wajah, mencoba mengatur nada suaranya.

“Enggak apa-apa, Gas. Lanjut kerja.”

Bagas saling pandang dengan Devi.

“Lagi berantem sama bininya kali,” kata Devi tanpa suara.

Bagas merotasi bola mata kemudian membuka file besar di laptop, memproyeksikan laporan final audit ke layar besar.

“Jadi begini, Pak,” Bagas menunjuk tabel merah. “Semua transaksi mencurigakan sudah terklarifikasi. Bukti login match. Rekonsiliasi bank sudah sinkron. Ini last checking. Saya cuma butuh tanda tangan Bapak di halaman ini.”

Rex memandangi kertas itu lama.

Terlalu lama.

Tangannya kaku.

Bagas sampai memiringkan kepala.

“Pak… kok bengong?”

Rex mengerjap, m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (10)
goodnovel comment avatar
Rumada Juna
lanjut dong
goodnovel comment avatar
Erni Apriani
bawa lah rex ke jakarta kalo ga mau jauh.hahahaha
goodnovel comment avatar
Mita Aprilia
Apa yang akan terjadi selanjutnya. Tak sabar menunggu lanjutannya.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Suami Kontrakku   Dunia Rex

    Stevie tidak pernah terbiasa merasa tertinggal.Selama ini, jika Rex melangkah satu langkah, dia tinggal berdiri—dan Rex akan menunggu.Jika Rex menjauh, dia tinggal memanggil—dan Rex akan berbalik.Selalu begitu.Tapi hari ini berbeda.Stevie duduk di salah satu kafe lama di kawasan Jakarta Selatan, tempat yang dulu sering mereka datangi saat masih SMA. Meja kayu panjang di pojok dekat jendela—tempat nongkrong favorit “geng Rex” dulu—masih sama. Bahkan pelayan yang lewat barusan sempat menatapnya lama, seolah mencoba mengingat wajah yang pernah sering muncul bertahun-tahun lalu.Dan satu per satu, mereka datang.Bukan Rex.Melainkan teman-teman Rex dan Anita.Ada Vano, si paling cerewet yang dulu selalu jadi jembatan antara Rex dan dunia luar.Ada Ruben, pendiam tapi paling jujur—yang sering bilang Rex terlalu baik untuk orang-orang tertentu.Ada Raka, si paling santai, tapi justru paling tajam membaca situasi.Begitu mereka melihat Stevie, ekspresi mereka berubah.Bukan

  • Dimanja Suami Kontrakku   Tidak Lagi Terbagi

    “Eeeh … Nathan mau sekolah dianter papi mami ya?” Bu Hera bertanya dari teras rumahnya membuat keluarga kecil itu menoleh.“Iyaaa Nathan mau sekolah dianter papi … papi sekarang enggak akan pergi lagi,” jawab Nathan dengan nada tidak jelas.Bocah kecil itu kemudian diturunkan ke car seat dari gendongan sang ayah. “Kereeeen ….” Bu Hera mengacungkan dua jempol.“Pamit dulu Bu ….” Anita menyapa Bu Hera sebelum masuk ke dalam mobil.“Hati-hati ya … aduuuh, kalian ini pasangan serasi ya.” Bu Hera berujar ketika mobil Rex melewati rumahnya dan masih bisa Anita dan Rex dengar.Anita tersipu, menundukan pandangannya sebentar.Semua orang berkata demikian, dia dan Rex serasi, tapi apa iya?Rex tampak fokus menyetir dengan satu tangan, sementara tangan lainnya sesekali mengusap lutut Nathan yang duduk di car seat belakang.Nathan terlihat segar dan bersemangat pagi ini, rambutnya rapi, tas kecilnya tergantung manis di punggung. Tidak banyak ocehan pagi ini—hanya senyum kecil dan dengu

  • Dimanja Suami Kontrakku   Harapan dan Kebahagiaan Baru

    Anita menutup mata.Ia merasakan tangan Rex yang hangat di kulitnya, mencoba menanggalkan pakaiannya, gerak jemari dengan gurat otot samar itu begitu hati-hati, seperti seseorang yang sedang menyentuh sesuatu yang sangat berharga—bukan sekadar tubuh, melainkan kepercayaan.Setiap sentuhan Rex seolah bertanya, dan setiap tarikan napas Anita adalah jawaban.Satu persatu kain di tubuh mereka luruh ke lantai seperti kecupan demi kecupan Rex yang terus turun ke leher lalu ke tulang selangka kemudian ke dada.Seperti tadi, Rex begitu bernafsu mengulum puncak di dada Anita.Hanya desahan yang bisa Anita cetuskan untuk memberitahu Rex kalau dia menikmatinya.Anita pikir Rex akan berhenti tapi bibir dan lidahnya terus turun ke perut, Rex sampai membungkuk dalam kemudian turun lagi ke selangkangan hingga pria itu berjongkok.“Rex …,” panggil Anita serak, matanya mulai berkabut.Rex mendongak, pria tampan itu tersenyum sebelum membenamkan wajahnya di antara kedua paha Anita.“Aaaah …,”

  • Dimanja Suami Kontrakku   Melanjutkan Apa yang Tertunda

    “Papi… lagi ngapain?”Suara kecil itu terdengar pelan, tapi cukup untuk membuat waktu berhenti.Rex dan Anita membeku bersamaan. Jantung mereka memukul keras di dalam sana.Nathan berdiri di dalam box bayi, kedua tangannya mencengkeram pagar kayu sambil menatap mereka yang berada di atas ranjang dengan mata setengah mengantuk. Rambutnya berdiri, pipinya merah karena baru bangun tidur.Anita refleks menarik selimut hingga menutupi tubuhnya, napasnya tercekat.“Kamu sembunyi di dalam selimut, biar Nathan aku yang urus,” kata Rex berbisik.Anita mengangguk kemudian menutup tubuhnya hingga kepala menggunakan selimut.Setelah itu Rex turun dari atas ranjang sembari memakai celananya.Rex berdeham kecil, melangkah mendekati box bayi.“Nathan kenapa bangun, Buddy?” tanyanya lembut, suaranya sudah kembali normal—tenang, penuh kontrol.Nathan mengucek mata.“Papi… kok enggak pakai baju?”Rex tersenyum kecil, sama sekali tidak panik.Dia menyelesaikan dulu memakai kaosnya.“Papi k

  • Dimanja Suami Kontrakku   Dijemput Suami Tampan

    Lalu—“ASTAGAAAA…”“Itu suaminya Bu Anita??”“YA AMPUN TAMPAN AMAT—”“BU RATNA ITU ARTIS ATAU SUAMI ORANG?”Nathan yang tadinya duduk langsung melompat.“PAPIIIIIIII!!!”Ia berlari sekencang-kencangnya dan melompat ke pelukan Rex.Rex menangkapnya dengan satu tangan, tertawa lebar. “Halo jagoan Papi.”Nathan langsung melingkarkan tangan ke leher Rex. “Papi jemput Nathan?”“Iya. Sekalian jemput Mami.”Anita berdiri terpaku.Matanya berkaca-kaca.Rex menatapnya, lalu melangkah mendekat.“Hey… apa kabar,” tanyanya pelan, merengkuh pinggang kemudian mengecup pelipisnya.Anita menggeleng cepat. “Aku … baik … Kamu—”Rex mengulurkan tangan, meraih jemari Anita di depan semua orang.“Kamu capek?” tanyanya lembut.Anita mengangguk kecil.“Kita pulang ya,” ujar Rex.Ibu-ibu di sekitar mereka saling sikut.“BU ANITA INI SUAMINYA ROMANTIS BANGET.”“ANITA DAPET DARI MANA SIH SUAMI KAYAK GITU—”“SUAMINYA BU ANITA PUNYA ADIK ATAU TEMAN ENGGAK YANG SEPERTI SUAMI BU ANITA?”“BU

  • Dimanja Suami Kontrakku   Ibu PKK

    Malam itu, rumah besar keluarga Lazuardy akhirnya kembali tenang.Atau setidaknya terlihat tenang.Mama Ayara lebih dulu masuk kamar, pintu tertutup rapat—tanda klasik bahwa suasana hatinya belum sepenuhnya stabil meski tas limited edition sudah papa pesan langsung dari Paris. Papa Nicholas duduk di ruang keluarga, melepas jam tangan, membuka kancing kemeja, lalu menghela napas panjang seperti orang yang baru saja menyelesaikan perang dunia kecil.Tak lama kemudian—Tap… tap… tap…Rex masuk dari arah pintu depan, disusul Axel yang masih membawa ponsel dan earphone tergantung di leher.“Pa,” sapa Rex. “Mama mana?”Papa Nicholas mengangguk pelan.“Mama di kamar. Kayanya tidur tapi baru sepuluh menit. Jadi… kecilkan suara.”Axel menjatuhkan diri ke sofa.“Kenapa memangnya? Mama lagi PMS?”Papa Nicholas melirik tajam.Axel langsung mengangkat kedua tangan.“Oke. Salah. Maaf. Lanjutkan.”Rex mengernyit.“Pa… ada apa? Kok auranya aneh?”Papa Nicholas diam sebentar.Sepert

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status