แชร์

Bab 77: Key Performance Indicator

ผู้เขียน: Duvessa
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-02 03:51:47

Ryn langsung menegang. “Hah?!”

Kylar membuka satu mata, sudut bibirnya terangkat tipis. Bahkan dalam keadaan pucat pun, ekspresi isengnya tetap hidup. “Refleks kamu cepat banget.”

“Pagi-pagi ngomongnya udah ke mana-mana,” desis Ryn, pipinya menghangat tanpa izin.

“Aku cuma tanya.”

“Itu bukan pertanyaan ringan, Pak CEO.”

Kylar terkekeh pelan, lalu meringis tipis ketika denyut di pelipisnya kembali terasa. “Hipotetis.”

“Hipotetis kamu tuh berbahaya.” Ryn mencoba melepaskan diri, tapi tangan Kylar
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 591: Mengantar Kepergian

    Kylar yang berjalan di samping Ryn ikut menoleh ketika mendengar seseorang memanggilnya. Begitu mengenali asisten pribadinya yang berdiri tak jauh dari pintu masuk terminal, alisnya langsung berkerut. “Elena? Kamu sedang apa di sini?”Elena menyimpan ponselnya ke dalam tas, lalu mendekat dengan senyum sopan.“Selamat pagi, Mr. Kylar, Mrs. Ashwara.” Tatapan Elena sempat beralih kepada Ryn sebelum kembali kepada Kylar. “Saya sengaja datang untuk mengantar kepergian keluarga Anda.”“Hallo, Aunty!” Reynash yang berdiri di dekat ayahnya langsung menyapa antusias. Dia memang beberapa kali bertemu Elena ketika mengunjungi kantor Kylar, jadi perempuan itu bukan orang asing baginya.“Hai, Rey!” Elena tersenyum lebih lebar, lalu sedikit membungkuk agar sejajar dengan anak laki-laki itu. “Kamu mau pulang ke Jakarta, ya? Wah, nanti kita nggak bisa makan es krim bareng lagi, dong.”Reyansh mengangguk dengan wajah sedikit kecewa. “Sayang banget. Tapi nanti kalau aku ke Paris lagi, Aunty janji trakt

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 590: Kita Pulang!

    “Sayang, udah siap?”Kylar yang berdiri di dekat meja rias bertanya sambil menggendong Aurea. Bayi perempuan itu tampak nyaman dalam dekapan ayahnya, sesekali menggerakkan kaki mungilnya di balik selimut tipis.Sementara itu, Ryn masih sibuk merapikan riasan di depan cermin, memastikan tak ada yang tertinggal sebelum mereka berangkat ke bandara.Setelah melalui beberapa hari yang melelahkan, akhirnya Kylar menyetujui keputusan istrinya untuk kembali ke Jakarta bersama anak-anak.Mungkin, ini jalan terbaik.“Bentar lagi beres, Mas.” Ryn memeriksa penampilannya sekali lagi sebelum berbalik. “Barang-barang udah turun semua, ‘kan? Anak-anak di mana? Maaf, ya, aku jadi nyusahin.”“Udah, semuanya beres dari semalam. Koper udah dibawa ke bawah, anak-anak juga lagi nunggu di sana.” Kylar mendekat sambil mengayun Aurea pelan. “Terus, soal nyusahin, kamu nggak perlu minta maaf. Aku rela kamu susahin. Kalau bukan aku, memangnya kamu mau nyusahin siapa?”Ryn terkekeh, lalu menghampiri suaminya un

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 589: Hati Terbakar

    “Ryn?”“Masalah Lucius, masalah Aozora ...” Ryn mengembuskan napas, berusaha merangkai pikirannya sendiri. “Aku ngerasa sekarang waktu yang tepat buat pulang.”Kylar memandangnya cukup lama. Dia belum sempat mencerna keputusan itu, apalagi setelah pertengkaran mereka pagi tadi. Namun, melihat wajah Ryn yang lelah, dia tahu percakapan ini tidak akan selesai kalau mereka terus berdiri di koridor sekolah.“Kita bicarain di kantor aku, ya?” bujuk Kylar sambil kembali menggandeng tangan Ryn. “Aku mau dengar semuanya, tapi jangan di sini. Ayo, kita ke mobil dulu.”__“Mrs. Ashwara, tumben datang ke sini. Any problem?” Elena menyambut mereka begitu Ryn dan Kylar tiba di kantor Ashwara Group. Ada sedikit keterkejutan di wajahnya saat melihat Ryn datang bersama sang CEO, tetapi dia segera kembali tersenyum ramah.“Lagi mau berkunjung aja,” jawab Ryn santai.“Oh, begitu. Mari masuk. Nanti saya minta OB menyiapkan minuman.”“Nggak usah, Elena. Aku nggak lama, kok. Kamu lanjut kerja aja.”“Baik, M

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 588: Mau Pulang

    Ryn duduk berdampingan dengan Kylar di ruang guru, berhadapan dengan kepala sekolah, guru Lucius, dan seorang staf administrasi yang kemarin mereka temui di supermarket. Pihak sekolah menyediakan penerjemah agar pembicaraan mereka berjalan lancar.Sejak memasuki ruangan, Ryn belum banyak bicara. Dia masih mengingat jelas bagaimana kedua perempuan itu membicarakan Lucius seolah-olah putranya hanya anak aneh yang kebetulan lahir di keluarga kaya.“Kami sudah menerima laporan mengenai kejadian kemarin,” ujar kepala sekolah. Penerjemah segera menyampaikan ucapannya dalam bahasa Indonesia. “Kami sangat menyesalkan perilaku kedua staf kami. Mereka sudah menerima teguran keras, dan kami memastikan kejadian seperti ini tidak akan dianggap sebagai masalah sepele.”Kepala sekolah kemudian mempersilakan kedua guru itu menyampaikan permintaan maaf. Guru Lucius tampak gelisah, sementara staf administrasi yang kemarin ikut bergosip terus meremas jemarinya sendiri.“Kami minta maaf, Bu Ryn, Pak Kyla

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 587: Layak Didengar

    “Bukan itu maksud aku.” Ryn langsung menyesal begitu melihat perubahan ekspresi suaminya, tetapi harga dirinya menahan dia untuk menarik kembali ucapannya.“Terus apa?” Kylar kembali menatapnya. “Kamu bilang kamu capek, kamu kewalahan, kamu butuh istirahat. Aku lihat kamu susah tidur beberapa hari ini, jadi aku ambil alih Aurea semalam. Aku nggak bangunin kamu karena aku pikir kamu memang perlu tidur. Sekarang aku cuma minta kamu jangan maksain diri, tapi kamu malah bersikap seolah-olah aku menghalangi kamu bekerja.”“Aku nggak pernah bilang kamu menghalangi aku!”“Tapi kamu bahkan nggak mau dengerin aku!” sahut Kylar. “Dari tadi kamu terus ngomongin apa yang harus kamu lakukin, apa yang mungkin terjadi, apa yang harus diperiksa. Sekali aja, Ryn. Sekali aja, coba dengar apa yang aku bilang tanpa langsung menganggap aku nggak ngerti masalah kamu!”Ryn membuka mulut, tetapi tidak ada jawaban yang langsung keluar. Dia kesal karena Kylar merebut ponselnya, kesal karena suaminya membentakny

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 586: Kapan Mau Berhenti?

    Begitu kembali ke kamar utama, Ryn mengambil ponselnya. Ada beberapa pesan dari grup kerja yang masuk sejak dini hari waktu Paris.Ryn sempat membuka laporan yang dikirim Anne, tetapi informasi di dalamnya belum cukup menjawab pertanyaan yang sejak semalam mengganggu pikirannya. Akhirnya, dia memilih menelepon langsung.Panggilan itu baru tersambung setelah beberapa nada.“Pagi, Anne. Gimana perkembangan yang di Bandung?” tanya Ryn begitu mendengar suara asistennya. “Kamu sudah dapat laporan dari tim?”“Pagi, Mbak. Sudah. Saya baru selesai koordinasi dengan tim media sosial dan customer relations,” jawab Anne. Suara perempuan itu terdengar serius, seperti seseorang yang sudah menghabiskan sebagian besar paginya untuk menelusuri berbagai laporan.“Sampai saat ini, ada tiga belas orang yang melaporkan dugaan keracunan setelah makan di Aozora Bandung kemarin. Tim sedang mencocokkan data pesanan mereka dengan catatan operasional cabang,” lanjut Anne menjelaskan.Ryn langsung duduk tegak d

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 7: Bermain Peran

    “Kalau nggak sukses, nggak mungkin keramas pagi-pagi, Bu,” sahut Kylar, seperti tidak terlihat kaget dengan ucapan Ratna.“Uhuk–uhuk!”Ryn langsung batuk. Jadi ini maksud komentar Ratna soal rambut basah tadi?!“Kalau makan pelan-pelan, Sayang,” tegur Kylar lembut, sambil menyodorkan gelas air ke ar

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 6: Malam Pertama

    “Pak ini saya tidur di mana?” tanya Ryn pada Kylar yang baru selesai mandi.Pria itu keluar dari kamar mandi hanya dengan kaus putih polos yang menempel sempurna di badan berototnya. Rambutnya masih sedikit basah, menetes pelan di leher, dan untuk sesaat Ryn lupa caranya berkedip normal.Hanya pere

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 5: Bermuka Dua

    “Saya Kylar, suaminya Ryn.”Kylar mengucapkannya lugas, tanpa banyak gaya, tapi entah bagaimana terdengar hangat.Dini dan Yanto yang duduk di seberang mereka, di ruang tamu rumah kontrakan keluarga angkat Ryn, langsung membelalakkan mata.Sementara Ryn hanya diam. Duduk manis di sebelah Kylar. Tad

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 4: Pernikahan Kilat

    “Ini serius kita sudah menikah, Pak?” tanya Ryn tidak percaya sambil memegang buku nikah erat-erat di depan halaman KUA.Setelah Naufal mengurus dokumen itu dengan perasaan heran dan bingung, Kylar benar-benar langsung membawa Ryn ke kantor KUA. Bahkan, penghulu dan petugas lain juga telah lengkap

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status