Beranda / Romansa / Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun / Bab 77: Key Performance Indicator

Share

Bab 77: Key Performance Indicator

Penulis: Duvessa
last update Tanggal publikasi: 2026-03-02 03:51:47

Ryn langsung menegang. “Hah?!”

Kylar membuka satu mata, sudut bibirnya terangkat tipis. Bahkan dalam keadaan pucat pun, ekspresi isengnya tetap hidup. “Refleks kamu cepat banget.”

“Pagi-pagi ngomongnya udah ke mana-mana,” desis Ryn, pipinya menghangat tanpa izin.

“Aku cuma tanya.”

“Itu bukan pertanyaan ringan, Pak CEO.”

Kylar terkekeh pelan, lalu meringis tipis ketika denyut di pelipisnya kembali terasa. “Hipotetis.”

“Hipotetis kamu tuh berbahaya.” Ryn mencoba melepaskan diri, tapi tangan Kylar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 509: Kylar Versi Sachet

    “Lucius Virhaan Ashwara dan Cassiel Reyansh Ashwara.”Nama itu terucap dari mulut Kylar ketika mereka sudah berada di dalam ruang NICU, berdiri di sisi dua inkubator yang ditempatkan bersebelahan.Dua nama yang sebenarnya sudah lama mereka bicarakan, bahkan sebelum kedua bayi itu benar-benar ada di dunia. Kini, nama-nama yang dulu hanya mereka ucapkan dalam percakapan dan bayangan tentang masa depan itu akhirnya memiliki pemilik.Lucius, sang kakak, memiliki sepasang mata biru yang sekilas mengingatkan Kylar pada mendiang ibunya. Sementara Reynash, si adik, memiliki mata cokelat dengan bentuk yang lebih sipit, begitu mirip dengan mata Ryn.Untuk wajah, mereka masih terlalu kecil untuk benar-benar memastikan akan seperti siapa ketika tumbuh nanti. Namun, ada satu hal yang membuat Ryn dan Kylar sama-sama tidak bisa menyangkal.Keduanya seperti fotokopi Kylar.Kylar versi sachet. Begitu mereka menyebutnya.Ryn sendiri baru saja selesai beristirahat cukup lama setelah proses persalinan da

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 508: Harapan dan Doa

    Seorang perawat segera menerima tubuh mungil bayi kedua dari tim operasi dan membawanya ke meja resusitasi yang sudah disiapkan di sisi ruangan.Dokter anak bersama tim neonatal langsung bergerak mendekat, sementara beberapa perawat menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Tidak ada satu pun dari mereka yang membuang waktu untuk berbicara lebih banyak daripada yang diperlukan. Kylar menoleh ke arah suara itu. Dari tempatnya berdiri, dia hanya bisa melihat sekilas tubuh kecil yang segera dikelilingi beberapa orang. Tidak ada tangisan. Tidak ada suara seperti bayi pertama.“Kenapa dia nggak nangis?” tanya Ryn dengan suara bergetar.Kylar kembali menatap istrinya. Dia ingin menjawab, tetapi tidak tahu harus mengatakan apa. “Mereka lagi periksa.”“Kenapa nggak nangis, Mas?” tuntut Ryn.“Sayang ...” Kylar menggenggam tangannya lebih erat. “Lihat aku dulu.”Namun Ryn sudah mulai panik. Matanya berusaha mencari-cari ke arah meja resusitasi meskipun dari posisinya dia hampir tidak bisa melihat

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 507: Penyesalan Kylar

    “Maaf, maaf, Sayang.”Kylar menunduk sedikit, lalu mengusap rambut istrinya dengan tangan yang masih terasa dingin akibat terburu-buru sepanjang perjalanan.Ada rasa bersalah yang begitu berat di sana. Seharusnya dia ada ketika Ryn mulai merasakan kontraksi. Seharusnya dia yang menemani setiap rasa sakit itu, menggenggam tangannya ketika Ryn ketakutan, memastikan istrinya tidak merasa sendirian menghadapi persalinan yang datang jauh lebih cepat dari perkiraan mereka.Seharusnya dia berada di rumah sakit sejak awal, bukan baru muncul ketika Ryn sudah terbaring di meja operasi dan tim medis sedang bersiap mengeluarkan kedua anak mereka.“Aku seharusnya ada di sini,” bisik Kylar. “Maafin aku.”Ryn menatapnya, lalu menggeleng pelan meskipun matanya sudah kembali berkaca-kaca. “Yang penting Mas datang.”Kylar menahan napas. Kalimat sesederhana itu justru membuat dadanya semakin sesak.Dia sudah berusaha kembali secepat mungkin, tetapi tetap saja terlambat. Terlambat untuk sebagian besar ke

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 506: Sudah Ikhlas

    Ryn sudah tidak lagi menghitung berapa lama dia berada di rumah sakit.Sejak air ketubannya pecah, waktu terasa bergerak dengan cara yang aneh. Kadang berjalan terlalu cepat, kadang seperti berhenti di satu titik yang sama.Yang dia tahu, kontraksi semakin sering, tubuhnya semakin lelah, dan rasa sakit yang semula masih bisa ditahan kini datang tanpa memberi banyak kesempatan untuk bernapas.Gala akhirnya datang kembali setelah berdiskusi dengan timnya. Wajah dokter itu masih tenang, tetapi Ryn sudah cukup mengenalnya untuk tahu bahwa keputusan yang dibawanya kali ini bukan sesuatu yang bisa ditunda.“Ryn,” panggil Gala pelan sambil berdiri di sisi tempat tidurnya. “Kita tidak bisa menunggu lebih lama.”Ryn yang sejak tadi memejamkan mata perlahan membukanya. “Bayinya gimana?”“Masih kita pantau. Denyut jantung keduanya masih ada, tapi kondisi kamu dan perkembangan persalinannya membuat kita harus bertindak.” Gala menarik napas sebelum melanjutkan. “Posisi bayi juga tidak mendukung un

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 505: Menunggu Kylar

    Begitu mobil berhenti di depan IGD, Ryn langsung dibawa masuk menggunakan kursi roda. Sejak cairan itu keluar di rumah, kontraksinya semakin sering dan membuat tubuhnya beberapa kali menegang menahan sakit.Ratna tidak lagi berani menganggapnya sebagai kontraksi palsu. Di sepanjang perjalanan, perempuan itu sudah lebih dulu menghubungi Gala dan memberi tahu bahwa Ryn mengalami pecah ketuban.Ratna juga menghubungi Kylar, meskipun dia tahu laki-laki itu sedang berada di Singapura. Dia hanya ingin memastikan Kylar tahu secepat mungkin kalau keadaan istrinya benar-benar mengarah pada persalinan prematur, sehingga laki-laki itu bisa segera mencari penerbangan pulang kalau memang dibutuhkan.Dan sekarang, Gala sudah menunggu di IGD ketika Ryn tiba. Begitu melihat keponakannya dibawa masuk, dokter itu langsung menghampiri sambil mengenakan jas putihnya.“Ryn, lihat Om,” panggil Gala ketika Ryn mulai meringis karena kontraksi kembali datang. “Jangan panik, ya. Om periksa dulu.”Ryn menganggu

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 504: Gelisah

    Malam itu Ryn tidur dengan gelisah.Sejak berbaring, pikirannya masih beberapa kali kembali kepada kejadian di restoran siang tadi.Wajah Jihan yang penuh amarah, suara perempuan itu ketika menuduh Jayden berselingkuh, sampai kalimat bahwa dirinya sedang hamil muda terus terngiang di kepala Ryn. Ditambah kabar bahwa Jihan meminta cerai, semuanya terasa terlalu kebetulan untuk tidak membuat Ryn merasa tidak enak.Padahal Ryn tahu dia tidak melakukan apa-apa. Pertemuannya dengan Jayden hanya membahas Aozora, bahkan dia sudah membatalkan kerja sama itu sebelum mereka berpisah.Namun, tetap saja ada bagian kecil dalam dirinya yang bertanya-tanya apakah kedatangannya hari itu ikut memperburuk masalah rumah tangga mereka?Terlebih setelah melihat sendiri bagaimana Jihan bereaksi, Ryn tidak bisa begitu saja mengabaikannya.“Semoga mereka baik-baik aja,” gumamnya pelan sebelum menarik selimut lebih tinggi.Dia berusaha mengusir semua pikiran itu dan memejamkan mata. Namun, baru beberapa saat k

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 5: Bermuka Dua

    “Saya Kylar, suaminya Ryn.”Kylar mengucapkannya lugas, tanpa banyak gaya, tapi entah bagaimana terdengar hangat.Dini dan Yanto yang duduk di seberang mereka, di ruang tamu rumah kontrakan keluarga angkat Ryn, langsung membelalakkan mata.Sementara Ryn hanya diam. Duduk manis di sebelah Kylar. Tad

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 4: Pernikahan Kilat

    “Ini serius kita sudah menikah, Pak?” tanya Ryn tidak percaya sambil memegang buku nikah erat-erat di depan halaman KUA.Setelah Naufal mengurus dokumen itu dengan perasaan heran dan bingung, Kylar benar-benar langsung membawa Ryn ke kantor KUA. Bahkan, penghulu dan petugas lain juga telah lengkap

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 3: Kita Menikah Hari Ini!

    Ryn bergeming. Dia bingung harus mengikuti pemikiran gilanya, atau tetap pura-pura waras dan bekerja seperti biasa.“Jangan buang waktu saya. Kalau kamu cuma mau bilang ‘tidak’, bilang sekarang,” gertak Kylar.Namun, Ryn tetap duduk tanpa bicara apapun.Kylar menghela napas pendek, tipis. Bukan kes

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 2: Menawarkan Kesepakatan

    Menikah minggu depan?!Kalau saja bisa, Ryn ingin menepuk bahu bosnya dan berkata, ‘Pak, Bapak lupa minum obat atau memang dari lahir begini?’Namun, tentu saja kalimat itu hanya berani hidup di dalam pikirannya. Di luar, Ryn masih berdiri dengan wajah sopan dan senyum paling aman di dunia.Pun, Ry

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status