Home / Romansa / Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun / Bab 77: Key Performance Indicator

Share

Bab 77: Key Performance Indicator

Author: Duvessa
last update publish date: 2026-03-02 03:51:47

Ryn langsung menegang. “Hah?!”

Kylar membuka satu mata, sudut bibirnya terangkat tipis. Bahkan dalam keadaan pucat pun, ekspresi isengnya tetap hidup. “Refleks kamu cepat banget.”

“Pagi-pagi ngomongnya udah ke mana-mana,” desis Ryn, pipinya menghangat tanpa izin.

“Aku cuma tanya.”

“Itu bukan pertanyaan ringan, Pak CEO.”

Kylar terkekeh pelan, lalu meringis tipis ketika denyut di pelipisnya kembali terasa. “Hipotetis.”

“Hipotetis kamu tuh berbahaya.” Ryn mencoba melepaskan diri, tapi tangan Kylar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 498: Merasa Tidak Dihargai

    Ryn terdiam. Nama itu jatuh begitu saja di antara mereka, tetapi efeknya terasa jauh lebih berat daripada yang dia duga.Kemarin, Ryn benar-benar tidak mengerti apa yang membuat Kylar berubah. Dia sempat memikirkan banyak kemungkinan–pekerjaan, masalah perusahaan, sesuatu yang terjadi di kantor, bahkan mungkin Kylar sedang lelah. Tidak satu pun mengarah pada Jayden.“Jayden?” ulang Ryn pelan, seolah ingin memastikan dia tidak salah dengar.“Ada urusan apa ketemu dia?” tanya Kylar to the point. Nada suaranya masih tenang, tetapi justru ketenangan itu yang membuat Ryn tahu bahwa laki-laki di hadapannya sedang menahan sesuatu.Ryn menarik napas sebelum menjawab. “Aku ... lagi cari investor buat restoran. Kondisi Aozora lagi nggak bagus.”“Padahal sebelumnya aku tanya restoran kamu kenapa, kamu jawab nggak apa-apa.” Suara Kylar mulai terdengar lebih berat. “Aku tanya baik-baik, Ryn. Kamu bilang nggak ada masalah.”“Waktu itu aku belum–”“Terus sekarang aku malah tahu kamu ketemu Jayden bu

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 497: Minta Waktunya

    “Padahal aku nunggu Mas dari tadi, loh.” Ryn mencoba bicara seringan mungkin, menelan kecewa yang mulai merambat. “Aku pikir kita bisa makan bareng.”“Kamu makan sendiri dulu, ya? Aku mau siapin koper buat besok berangkat ke Singapura.”Ryn menatap Kylar beberapa detik. Dia ingin bertanya apakah suaminya benar-benar tidak bisa meluangkan waktu untuk makan sebentar. Hanya sebentar.Makanan sudah tersedia, meja sudah ditata, dan dia bahkan tidak meminta Kylar membicarakan pekerjaannya. Namun, melihat wajah pria itu yang masih terlihat lelah, Ryn kembali menahan pertanyaannya.“Ya udah. Kalau gitu aku makan sendiri aja,” putus Ryn sambil melepaskan tangan suaminya.Kylar tidak menahannya. Dia hanya mengangguk singkat sebelum berjalan menuju tangga. Ryn berdiri di dekat pintu, memperhatikan punggung suaminya menjauh sampai akhirnya pria itu menghilang di lantai dua. Baru setelah suara langkah Kylar tidak lagi terdengar, Ryn mengembuskan napas panjang dan menunduk melihat tangannya sendiri

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 496: Menjadi Dingin

    “Aku nggak bilang gitu.” Kylar tidak mengangkat kepala dari dokumen di hadapannya. Lagi-lagi, dia tidak mengiyakan, tetapi juga tidak benar-benar membantah. “Kamu pulang aja. Aku bentar lagi ada meeting.”“Huh?” Alis Ryn langsung berkerut. Jujur saja, dia ingin mendebat sikap suaminya yang terasa aneh sejak tadi.Namun, teringat ucapan Leon bahwa Kylar sempat mengamuk saat meeting pagi tadi, Ryn akhirnya mengurungkan niatnya. Mungkin memang bukan waktu yang tepat untuk mengganggunya.“Ya udah, deh. Kalau aku ganggu, aku pulang aja.”Ryn bangkit dari sofa, mengambil tasnya, lalu berjalan menuju pintu. Biasanya, bahkan ketika sedang sibuk sekalipun, Kylar akan menyempatkan diri menghampiri. Minimal mengingatkan agar dia hati-hati, mencium keningnya, atau mengusap perutnya sambil bertanya keadaan dua anak mereka.Namun, kali ini tidak ada satu pun. Kylar hanya mengikuti kepergian istrinya dengan pandangan dari balik meja, lalu mengembuskan napas kasar setelah pintu tertutup.Ryn sendiri b

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 495: Ada Masalah?

    “Pak, kita ke kantor suamiku dulu,” pinta Ryn kepada Bimo yang duduk di balik kemudi. Dia berniat memberikan kejutan kecil kepada Kylar yang tadi membalas pesannya dengan nada yang terasa agak dingin. Membujuk suaminya dengan membawakan sushi rasanya tidak berlebihan, apalagi dia juga sudah berjanji akan pulang setelah makan siang.“Baik, Nyonya.”Mobil pun meninggalkan area valet mal dan mulai melaju menuju kantor pusat Ashwara Culinary Group.Ryn semula hanya menyandarkan tubuhnya di kursi sambil memandangi pemandangan di luar jendela, tetapi tanpa sengaja ujung jarinya menyentuh sudut bibirnya sendiri.Seketika dia teringat kejadian tadi.Jayden yang memberitahunya ada cokelat di bibir, lalu tanpa banyak pikir mengusap noda itu. Setelahnya, pria itu juga beberapa kali melakukan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu, meminta pelayan mengatur AC ketika Ryn kepanasan, memperhatikan saat pinggangnya mulai pegal, sampai memastikan dia tidak terlalu banyak bergerak.Ryn mengerutkan k

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 494: Terlalu Jujur

    [Aku lagi di cabang, Mas. Yang di Jakarta Selatan. Ada apa?]Ryn tidak sedang berbohong. Dia memang berada di salah satu cabang Aozora di Jakarta Selatan, dan Kylar juga hanya menanyakan keberadaannya.Ryn tidak bermaksud menyembunyikan pertemuannya dengan Jayden. Hanya saja, pembicaraan mereka belum sampai pada tahap kesepakatan apa pun.Dia ingin menjelaskan semuanya kepada Kylar setelah proposalnya benar-benar siap, bukan membuat suaminya ikut memikirkan sesuatu yang bahkan belum tentu berhasil.Balasan Kylar muncul beberapa detik kemudian.[Nggak. After lunch langsung pulang.]Ryn mengerutkan kening. Entah kenapa, balasan itu terasa lebih dingin daripada biasanya. Mungkin karena pagi tadi dia sempat memaksa pergi bekerja meskipun semalam mengalami kontraksi palsu. Atau mungkin Kylar memang sedang banyak pikiran?“Ada masalah?” tanya Jayden ketika melihat Ryn tiba-tiba diam.“Oh, nggak.” Ryn segera mematikan layar ponselnya. “Suamiku cuma nyuruh pulang setelah makan siang.”Jayden

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 493: Pertemuan

    “Ann, tolong hubungi nomor ini.”Ryn mendorong kartu nama ke arah asistennya yang duduk di hadapan meja kerjanya. Anne mengambil kartu tersebut dan membaca nama yang tertera di sana sebelum mengangkat wajah.“Ini investor, Mbak?”“Iya.” Ryn mengangguk. “Bilang kalau memungkinkan, aku mau ketemu sebelum makan siang.”“Baik, Mbak. Saya coba hubungi dulu.” Anne memasukkan kartu nama itu ke dalam map kecil yang dibawanya. “Kalau begitu saya permisi.”Setelah Anne meninggalkan ruangan, Ryn menyandarkan punggungnya ke kursi dan mengembuskan napas panjang.Sebelum memutuskan mencari investor dari luar, Ryn sebenarnya sudah lebih dulu menghubungi Benny dan Kael. Sayangnya, keduanya sedang berada di luar negeri dan sama-sama tidak mungkin ditemui dalam waktu dekat.Ryn juga tahu, kalau dia mengatakan Aozora sedang membutuhkan modal, mereka mungkin akan langsung menawarkan bantuan tanpa meminta apa pun sebagai gantinya. Justru itu yang tidak dia inginkan.Ryn tidak sedang mencari uang gratis. Di

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 84: Pura-Pura Polos

    “Tidur maksudnya?” tanya Ryn pura-pura polos, padahal detak jantungnya belum juga stabil. Dia tahu persis maksud kalimat itu. Dan tubuhnya terlalu jujur untuk tidak bereaksi.Reaksi itu selalu datang bersamaan dengan kewaspadaan kecil yang sudah lama tinggal di tubuhnya. Sisa dari pengalaman lama y

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 63: Sedikit Bingung

    Tok. Tok. Tok.Ketukan kecil terdengar dari pintu.“Ayah, maaf mengganggu.”Suara itu halus, rapi, dan terlalu sopan untuk ukuran anak kecil.Kylar langsung berdiri dan membuka pintu. Di luar, Ziva berdiri tegak dengan piyama pastel dan rambut yang sudah disisir rapi seperti hendak menghadiri rapat

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 43: Naufal Menyelamatkan

    Di rooftop, setelah pintu lift tertutup dan bayangan Kylar yang menggendong Ryn menghilang dari pandangan, suasana langsung berubah jadi ruang sidang darurat tanpa hakim.Naufal bergerak maju setengah langkah. Timing-nya presisi seperti biasa. Pria ini bukan hanya asisten, dia semacam damage contro

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 7: Bermain Peran

    “Kalau nggak sukses, nggak mungkin keramas pagi-pagi, Bu,” sahut Kylar, seperti tidak terlihat kaget dengan ucapan Ratna.“Uhuk–uhuk!”Ryn langsung batuk. Jadi ini maksud komentar Ratna soal rambut basah tadi?!“Kalau makan pelan-pelan, Sayang,” tegur Kylar lembut, sambil menyodorkan gelas air ke ar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status