Home / Romansa / Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun / Bab 77: Key Performance Indicator

Share

Bab 77: Key Performance Indicator

Author: Duvessa
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-02 03:51:47

Ryn langsung menegang. “Hah?!”

Kylar membuka satu mata, sudut bibirnya terangkat tipis. Bahkan dalam keadaan pucat pun, ekspresi isengnya tetap hidup. “Refleks kamu cepat banget.”

“Pagi-pagi ngomongnya udah ke mana-mana,” desis Ryn, pipinya menghangat tanpa izin.

“Aku cuma tanya.”

“Itu bukan pertanyaan ringan, Pak CEO.”

Kylar terkekeh pelan, lalu meringis tipis ketika denyut di pelipisnya kembali terasa. “Hipotetis.”

“Hipotetis kamu tuh berbahaya.” Ryn mencoba melepaskan diri, tapi tangan Kylar
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 487: Serba Salah

    “Nggak apa-apa, Nek. Sesekali,” jawab Kylar sebelum Ryn sempat membuka suara.Keduanya kini sudah duduk di sofa ruang keluarga, dengan Ryn di tengah dan Kylar di sebelahnya.Anjana menghela napas, lalu duduk di hadapan mereka. “Dengar Nenek baik-baik, Ryn. Makanan itu penting sekali untuk ibu hamil, apalagi kamu mengandung dua. Nenek justru heran kenapa Kylar membiarkan kamu makan makanan seperti itu.”Kylar mengernyit. “Dia cuma mau makan sedikit, Nek.”“Sedikit atau banyak tetap harus diperhatikan. Kamu juga jangan selalu menuruti semua keinginannya.” Anjana menatap Ryn yang sejak tadi hanya diam sambil memeluk kantong makanannya. “Kamu juga harus bisa menahan keinginan, Ryn. Nenek tadi sudah bawa makanan yang lebih baik. Ada sup salmon dengan sayuran. Hangat, bergizi, cocok untuk ibu hamil.”Baru mendengar kata sup salmon, wajah Ryn langsung memucat. Aroma kuah yang samar-samar tercium dari wadah makanan di atas meja seketika membuat perutnya bergejolak. Dia menelan ludah, berusaha

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 486: Mencoba Membujuk

    “Saingan-saingan Ayah hari ini mau makan apa?” tanya Kylar begitu mereka sudah masuk ke dalam mobil setelah pemeriksaan. Dia sengaja menggunakan nada ringan, berharap suasana hati istrinya sedikit membaik setelah mendengar kedua bayi mereka dalam keadaan sehat.“Nggak,” jawab Ryn singkat sambil menyandarkan kepala ke jok.Kylar meliriknya. “Masih marah?”Ryn tidak menjawab.“Kan aku akhirnya tetap nemenin kontrol.”“Bukan berarti itu menghapus dosa kamu, Mas.” Ryn menoleh dengan wajah masih masam. “Kalau soal kerjaan, aku masih bisa maklumi. Tapi ini golf. Golf, Mas!”Kylar menghela napas pelan. Dia sebenarnya sudah menduga pembahasan itu belum selesai. “Aku, ‘kan, golf sama klien.”“Iya, aku tahu.” Ryn mengembuskan napas, lalu menatap ke luar jendela. “Aku juga nggak pernah bilang kamu nggak boleh kerja atau nggak boleh ketemu klien. Aku tahu golf kamu itu bagian dari kerjaan. Yang aku kesel itu kenapa kamu nggak bisa atur waktunya?”Kylar terdiam.“Apalagi sekarang weekend,” lanjut

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 485: Melihat si Kecil

    “Ya udah,” gumam Ryn kesal sambil mematikan layar ponselnya. “Nggak jadi.”Perawat yang sejak tadi berdiri tidak jauh darinya langsung menoleh. “Nyonya?”“Nggak jadi periksa.” Ryn menyandarkan tubuh ke sofa dengan wajah masam. “Katanya suamiku mau nemenin, sekarang malah nyuruh aku pergi sama orang lain.”“Tapi jadwal pemeriksaannya sudah dibuat, Nyonya.” Perawat itu mencoba membujuk.“Batalin aja.” Ryn menarik selimut tipis yang baru saja disampirkan perawat hingga menutupi sebagian tubuhnya. “Aku nggak mau.”Perawat itu terdiam. Dia tahu Ryn bukan sedang benar-benar menolak pemeriksaan karena tidak mau menjaga kesehatan, melainkan sedang merajuk karena Kylar tidak bisa menemaninya.Namun membujuk perempuan hamil yang sedang kesal jelas bukan perkara mudah, apalagi sejak tadi pagi Ryn memang terlihat kelelahan.“Ngapain diperiksa kalau ayahnya aja nggak ada,” gerutu Ryn.Perawat tersebut tidak lagi membantah. Dia hanya menghela napas kecil, lalu membiarkan Ryn berbaring di sofa. Bebe

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 484: Rasa Kecewa

    “Mas, hari ini jadi nemenin kontrol?” suara Ryn terdengar dari atas ranjang ketika Kylar baru saja selesai mengenakan pakaian golf. “Kata Om Gala, kemungkinan kita udah bisa lihat jenis kelaminnya.”Biasanya Gala hanya menerima konsultasi pada hari kerja, tetapi karena jadwal pemeriksaan Ryn memang sudah dipantau ketat sejak awal kehamilan, dokter itu sengaja membuka satu slot konsultasi di akhir pekan agar Kylar tidak perlu meninggalkan pekerjaannya terlalu lama. Kebetulan pula pemeriksaan kali ini bertepatan dengan usia kandungan Ryn yang memasuki dua puluh minggu.Dua puluh minggu.Bagi Ryn, waktu terasa berjalan sangat lambat. Sejak pulang dari Jepang, sebagian besar harinya lebih banyak dihabiskan di kamar. Kondisinya memang sempat membaik, tetapi mual dan muntah masih sesekali datang tanpa aba-aba, sementara kandungannya tetap membutuhkan pengawasan.Banyak hal yang biasanya bisa dia lakukan dengan mudah terpaksa harus dilewatkan, bahkan ketika Lala melahirkan bayi laki-laki, Ry

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 483: Cemburu

    “Dia mau apa tadi?” tanya Kylar begitu mereka sudah berada di dalam mobil menuju bandara. Nada suaranya terdengar biasa, tetapi sejak mobil meninggalkan hotel, pandangannya beberapa kali sempat melirik Ryn yang duduk di sampingnya.“Dia cuma kasih kartu nama.” Ryn menyandarkan kepala ke jok, masih terlalu lelah untuk banyak bergerak. “Katanya kalau nanti aku butuh bantuan atau ada masalah yang nggak bisa aku selesaikan sendiri, aku bisa hubungi dia. Dia juga bilang punya kenalan yang mungkin bisa bantu.”Kylar meliriknya sekilas. “Bantuan apa?”“Kayaknya bantuan hukum.” Ryn menguap kecil. “Mungkin karena waktu itu dia dengar kita ribut di restoran. Aku kan sempat ngomong macam-macam di depan dia. Mungkin dia pikir masalah kita serius dan aku bakal benar-benar pergi dari kamu atau semacamnya.”Rahang Kylar mengeras tipis.Jadi laki-laki itu mendengar sedikit pertengkaran mereka, lalu merasa perlu ikut campur sejauh itu?Mereka bahkan baru bertemu sekali. Tidak tahu apa-apa tentang hubu

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 482: Mendadak Tidak Suka

    “Mas, lemes banget aku.”Ryn mengeluh keesokan harinya setelah semalaman hampir tidak bisa beristirahat karena mual dan muntah yang datang berkali-kali.Bahkan sejak pagi, Kylar sudah memanggil perawat untuk datang ke kamar hotel agar Ryn tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit. Setelah diperiksa, cairan infus dipasang sementara di kamar untuk membantu menjaga kondisi tubuhnya yang mulai kekurangan cairan.Kylar yang sedang menuangkan jus jeruk ke dalam gelas langsung menoleh. Dia membawa gelas itu ke ranjang, lalu duduk di tepi kasur tempat Ryn bersandar setengah rebah dengan kepala bertumpu pada headboard.“Makanya kita pulang ke Indonesia lebih cepat, ya? Kalau di rumah aku lebih tenang. Kita bisa minta Om Gala periksa langsung, atau kalau perlu kita sewa perawat buat datang ke rumah,” bujuk Kylar.“Sayang banget.” Ryn menerima gelas tersebut dengan kedua tangan. “Jadinya malah hambur-hamburin uang.”“Kamu masih mikirin uang?”“Ya masa nggak?” Ryn menyesap jus itu perlahan. Baru dua

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 84: Pura-Pura Polos

    “Tidur maksudnya?” tanya Ryn pura-pura polos, padahal detak jantungnya belum juga stabil. Dia tahu persis maksud kalimat itu. Dan tubuhnya terlalu jujur untuk tidak bereaksi.Reaksi itu selalu datang bersamaan dengan kewaspadaan kecil yang sudah lama tinggal di tubuhnya. Sisa dari pengalaman lama y

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 65: Cari Mati

    “Ky, kamu nggak mau cuti aja hari ini? Mukamu pucat banget.”Ryn berkomentar sambil menepuk-nepuk bedak ke pipinya di depan meja rias. Tatapannya masih ke cermin, tetapi sudut matanya jelas mengawasi pantulan Kylar yang baru keluar dari walk-in closet dengan setelan jas rapi.Kylar merapikan manset

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 63: Sedikit Bingung

    Tok. Tok. Tok.Ketukan kecil terdengar dari pintu.“Ayah, maaf mengganggu.”Suara itu halus, rapi, dan terlalu sopan untuk ukuran anak kecil.Kylar langsung berdiri dan membuka pintu. Di luar, Ziva berdiri tegak dengan piyama pastel dan rambut yang sudah disisir rapi seperti hendak menghadiri rapat

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 43: Naufal Menyelamatkan

    Di rooftop, setelah pintu lift tertutup dan bayangan Kylar yang menggendong Ryn menghilang dari pandangan, suasana langsung berubah jadi ruang sidang darurat tanpa hakim.Naufal bergerak maju setengah langkah. Timing-nya presisi seperti biasa. Pria ini bukan hanya asisten, dia semacam damage contro

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status