Home / Romansa / Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun / Bab 77: Key Performance Indicator

Share

Bab 77: Key Performance Indicator

Author: Duvessa
last update publish date: 2026-03-02 03:51:47

Ryn langsung menegang. “Hah?!”

Kylar membuka satu mata, sudut bibirnya terangkat tipis. Bahkan dalam keadaan pucat pun, ekspresi isengnya tetap hidup. “Refleks kamu cepat banget.”

“Pagi-pagi ngomongnya udah ke mana-mana,” desis Ryn, pipinya menghangat tanpa izin.

“Aku cuma tanya.”

“Itu bukan pertanyaan ringan, Pak CEO.”

Kylar terkekeh pelan, lalu meringis tipis ketika denyut di pelipisnya kembali terasa. “Hipotetis.”

“Hipotetis kamu tuh berbahaya.” Ryn mencoba melepaskan diri, tapi tangan Kylar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 489: Ajang Pamer

    “Ryn, sini!” panggil seorang wanita begitu Ryn baru saja memasuki area outdoor tempat acara arisan diadakan. “Kangen banget, sih. udah lama nggak ketemu.”Ryn tersenyum kecil sebelum menghampiri wanita itu dan duduk di kursi kosong di sebelahnya. “Kangen apaan? Orang kita tetanggaan.”Wanita itu adalah Anindita, istri Zaky. Keduanya sudah menikah sekitar dua tahun lalu setelah Benny menjodohkan putra angkatnya itu dengan salah satu putri dari keluarga konglomerat yang memang sudah lama memiliki hubungan baik dengan keluarga Hartono.Setelah pernikahan mereka, Anindita ikut tinggal bersama Zaky di rumah yang berada tepat di sebelah kediaman Ryn dan Kylar. Sejak saat itu, mereka pun cukup sering bertemu sebagai tetangga.Tentu saja Kylar menjadi salah satu orang yang paling bahagia ketika Zaky akhirnya menikah. Setidaknya, satu laki-laki yang dulu sempat membuat Kylar waswas sekarang sudah resmi menjadi milik orang lain. “Tetap aja. Kamu sekarang jarang kelihatan sejak hamil.” Anindita

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 488: Kembali Bekerja

    Ryn sepertinya memang harus banyak bersyukur karena memiliki suami yang meskipun terkadang menyebalkan dan terlalu protektif, selalu memastikan dirinya berada dalam keadaan aman. Masa-masa sulit sejak trimester pertama hingga trimester kedua akhirnya berhasil mereka lewati dengan jatuh bangun. Berkali-kali Ryn harus masuk rumah sakit karena dehidrasi akibat muntah terus-menerus, bahkan berat badannya sempat turun cukup banyak. Namun, perlahan kondisinya mulai membaik. Kini usia kandungannya sudah menginjak tiga puluh minggu, dan dua jagoan kecil di dalam perutnya sepertinya mulai mau bekerja sama dengan ibunya. Setelah sekian lama hanya bisa beristirahat di rumah, hari ini Ryn memutuskan kembali ke restoran. Keputusannya sebenarnya sudah lama dia pikirkan, terlebih karena selama berbulan-bulan dirinya tidak ikut campur dalam operasional.Sayangnya, begitu kembali melihat laporan dan kondisi di lapangan, Ryn baru menyadari satu hal yang membuat kepalanya pening, omzet beberapa cabang

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 487: Serba Salah

    “Nggak apa-apa, Nek. Sesekali,” jawab Kylar sebelum Ryn sempat membuka suara.Keduanya kini sudah duduk di sofa ruang keluarga, dengan Ryn di tengah dan Kylar di sebelahnya.Anjana menghela napas, lalu duduk di hadapan mereka. “Dengar Nenek baik-baik, Ryn. Makanan itu penting sekali untuk ibu hamil, apalagi kamu mengandung dua. Nenek justru heran kenapa Kylar membiarkan kamu makan makanan seperti itu.”Kylar mengernyit. “Dia cuma mau makan sedikit, Nek.”“Sedikit atau banyak tetap harus diperhatikan. Kamu juga jangan selalu menuruti semua keinginannya.” Anjana menatap Ryn yang sejak tadi hanya diam sambil memeluk kantong makanannya. “Kamu juga harus bisa menahan keinginan, Ryn. Nenek tadi sudah bawa makanan yang lebih baik. Ada sup salmon dengan sayuran. Hangat, bergizi, cocok untuk ibu hamil.”Baru mendengar kata sup salmon, wajah Ryn langsung memucat. Aroma kuah yang samar-samar tercium dari wadah makanan di atas meja seketika membuat perutnya bergejolak. Dia menelan ludah, berusaha

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 486: Mencoba Membujuk

    “Saingan-saingan Ayah hari ini mau makan apa?” tanya Kylar begitu mereka sudah masuk ke dalam mobil setelah pemeriksaan. Dia sengaja menggunakan nada ringan, berharap suasana hati istrinya sedikit membaik setelah mendengar kedua bayi mereka dalam keadaan sehat.“Nggak,” jawab Ryn singkat sambil menyandarkan kepala ke jok.Kylar meliriknya. “Masih marah?”Ryn tidak menjawab.“Kan aku akhirnya tetap nemenin kontrol.”“Bukan berarti itu menghapus dosa kamu, Mas.” Ryn menoleh dengan wajah masih masam. “Kalau soal kerjaan, aku masih bisa maklumi. Tapi ini golf. Golf, Mas!”Kylar menghela napas pelan. Dia sebenarnya sudah menduga pembahasan itu belum selesai. “Aku, ‘kan, golf sama klien.”“Iya, aku tahu.” Ryn mengembuskan napas, lalu menatap ke luar jendela. “Aku juga nggak pernah bilang kamu nggak boleh kerja atau nggak boleh ketemu klien. Aku tahu golf kamu itu bagian dari kerjaan. Yang aku kesel itu kenapa kamu nggak bisa atur waktunya?”Kylar terdiam.“Apalagi sekarang weekend,” lanjut

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 485: Melihat si Kecil

    “Ya udah,” gumam Ryn kesal sambil mematikan layar ponselnya. “Nggak jadi.”Perawat yang sejak tadi berdiri tidak jauh darinya langsung menoleh. “Nyonya?”“Nggak jadi periksa.” Ryn menyandarkan tubuh ke sofa dengan wajah masam. “Katanya suamiku mau nemenin, sekarang malah nyuruh aku pergi sama orang lain.”“Tapi jadwal pemeriksaannya sudah dibuat, Nyonya.” Perawat itu mencoba membujuk.“Batalin aja.” Ryn menarik selimut tipis yang baru saja disampirkan perawat hingga menutupi sebagian tubuhnya. “Aku nggak mau.”Perawat itu terdiam. Dia tahu Ryn bukan sedang benar-benar menolak pemeriksaan karena tidak mau menjaga kesehatan, melainkan sedang merajuk karena Kylar tidak bisa menemaninya.Namun membujuk perempuan hamil yang sedang kesal jelas bukan perkara mudah, apalagi sejak tadi pagi Ryn memang terlihat kelelahan.“Ngapain diperiksa kalau ayahnya aja nggak ada,” gerutu Ryn.Perawat tersebut tidak lagi membantah. Dia hanya menghela napas kecil, lalu membiarkan Ryn berbaring di sofa. Bebe

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 484: Rasa Kecewa

    “Mas, hari ini jadi nemenin kontrol?” suara Ryn terdengar dari atas ranjang ketika Kylar baru saja selesai mengenakan pakaian golf. “Kata Om Gala, kemungkinan kita udah bisa lihat jenis kelaminnya.”Biasanya Gala hanya menerima konsultasi pada hari kerja, tetapi karena jadwal pemeriksaan Ryn memang sudah dipantau ketat sejak awal kehamilan, dokter itu sengaja membuka satu slot konsultasi di akhir pekan agar Kylar tidak perlu meninggalkan pekerjaannya terlalu lama. Kebetulan pula pemeriksaan kali ini bertepatan dengan usia kandungan Ryn yang memasuki dua puluh minggu.Dua puluh minggu.Bagi Ryn, waktu terasa berjalan sangat lambat. Sejak pulang dari Jepang, sebagian besar harinya lebih banyak dihabiskan di kamar. Kondisinya memang sempat membaik, tetapi mual dan muntah masih sesekali datang tanpa aba-aba, sementara kandungannya tetap membutuhkan pengawasan.Banyak hal yang biasanya bisa dia lakukan dengan mudah terpaksa harus dilewatkan, bahkan ketika Lala melahirkan bayi laki-laki, Ry

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 4: Pernikahan Kilat

    “Ini serius kita sudah menikah, Pak?” tanya Ryn tidak percaya sambil memegang buku nikah erat-erat di depan halaman KUA.Setelah Naufal mengurus dokumen itu dengan perasaan heran dan bingung, Kylar benar-benar langsung membawa Ryn ke kantor KUA. Bahkan, penghulu dan petugas lain juga telah lengkap

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 3: Kita Menikah Hari Ini!

    Ryn bergeming. Dia bingung harus mengikuti pemikiran gilanya, atau tetap pura-pura waras dan bekerja seperti biasa.“Jangan buang waktu saya. Kalau kamu cuma mau bilang ‘tidak’, bilang sekarang,” gertak Kylar.Namun, Ryn tetap duduk tanpa bicara apapun.Kylar menghela napas pendek, tipis. Bukan kes

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 2: Menawarkan Kesepakatan

    Menikah minggu depan?!Kalau saja bisa, Ryn ingin menepuk bahu bosnya dan berkata, ‘Pak, Bapak lupa minum obat atau memang dari lahir begini?’Namun, tentu saja kalimat itu hanya berani hidup di dalam pikirannya. Di luar, Ryn masih berdiri dengan wajah sopan dan senyum paling aman di dunia.Pun, Ry

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 1: Tiba-tiba Terjebak

    “Aku nggak mau membatalkan perjodohan ini!”Suara seorang perempuan terdengar memecah sunyi di rooftop. Ryn Laverna yang baru saja berniat keluar dari ruang makan yang berada di sana langsung membeku. Refleks dia merapat ke dinding, sementara jantungnya berdegup kencang.“Aku nggak minta pendapatmu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status