แชร์

Bab 77: Key Performance Indicator

ผู้เขียน: Duvessa
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-02 03:51:47

Ryn langsung menegang. “Hah?!”

Kylar membuka satu mata, sudut bibirnya terangkat tipis. Bahkan dalam keadaan pucat pun, ekspresi isengnya tetap hidup. “Refleks kamu cepat banget.”

“Pagi-pagi ngomongnya udah ke mana-mana,” desis Ryn, pipinya menghangat tanpa izin.

“Aku cuma tanya.”

“Itu bukan pertanyaan ringan, Pak CEO.”

Kylar terkekeh pelan, lalu meringis tipis ketika denyut di pelipisnya kembali terasa. “Hipotetis.”

“Hipotetis kamu tuh berbahaya.” Ryn mencoba melepaskan diri, tapi tangan Kylar
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 585: Marriage Not Scary

    Ryn spontan menoleh. Kylar sudah berdiri beberapa langkah darinya, wajahnya tenang, tetapi tatapannya dingin.Rupanya, setelah menyadari Ryn tak kunjung kembali, dia meninggalkan troli sebentar untuk mencarinya. Dia tidak mendengar seluruh percakapan sejak awal, tetapi cukup banyak untuk memahami mengapa istrinya berdiri dengan wajah kecewa di hadapan kedua perempuan itu.Kylar melangkah mendekat, lalu berdiri di samping Ryn. “Saya ingin tahu apakah cara pandang seperti ini juga memengaruhi bagaimana Lucius diperlakukan di sekolah. Kalau memang ada kesulitan dalam mendampinginya, seharusnya kami diberi tahu melalui jalur yang semestinya, bukan justru mendengar anak kami dibicarakan seperti ini di tempat umum.”“Mr. Ashwara, kami bisa menjelaskan—” Guru itu buru-buru menyela, wajahnya semakin pucat.“Tentu. Besok, di sekolah.” Kylar tidak meninggikan suara, tetapi ketegasannya membuat guru Lucius dan Reynash mengurungkan kata-kata berikutnya. “Saya ingin mendengar penjelasan langsung d

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 584: Dibandingkan

    “Lucius? Iya, yang itu. Yang punya Ashwara Group,” jawab perempuan lain, yang suaranya dikenali Ryn sebagai guru si kembar. “Kenapa memang?”Perempuan berambut sebahu itu terkekeh pelan. “Mereka kaya, tapi sayang punya penerus begitu, ya? Aku pernah lihat anaknya waktu istirahat. Anak-anak lain main bareng, dia malah duduk sendiri baca buku. Kembarannya lari ke sana-sini, dia anteng sendiri. Aneh banget, anak seusia itu kok nggak tertarik main sama teman-temannya?”Ryn merasakan jemarinya menegang di sisi tubuh. Dia tahu Lucius memang lebih suka membaca daripada mengikuti permainan yang terlalu ramai. Namun, mendengar seseorang membicarakan kebiasaan putranya dengan nada merendahkan membuat langkahnya terasa semakin berat.Sang guru menurunkan suaranya, tetapi kata-katanya masih terdengar jelas. “Lucius memang punya diagnosis autisme. Dia juga kesulitan mengenali dan mengungkapkan emosinya. Jadi, pendekatannya memang harus sedikit berbeda. Tapi selama ini dia bisa mengikuti pelajaran

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 583: Belanja Bersama

    “Sekarang?” Kylar mengangkat alis, pura-pura mempertimbangkan permintaan itu dengan serius. “Besok pagi aku bisa pesenin tiket.”“Mas, aku serius!”“Lah, aku juga serius.” Kylar terkekeh ketika Ryn mencubit tangannya. “Tapi kita lihat dulu kondisi Aurea, jadwal anak-anak, sama kerjaan. Aku nggak mau asal ngajak kamu pulang, terus kamu malah tambah capek ngurus semuanya.”Ryn tersenyum kecil. Ada rasa lega yang sulit dijelaskan ketika akhirnya dia bisa mengutarakan keinginannya tanpa takut dianggap egois.Dia tidak membenci Paris, juga tidak ingin mengabaikan pekerjaan Kylar atau membuat anak-anak kehilangan kenyamanan mereka.Dia hanya merindukan kehidupan yang terasa akrab, tempat dia bisa keluar rumah tanpa harus berpikir terlalu banyak, berbicara dengan orang lain tanpa khawatir salah bahasa, dan melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri tanpa terus merasa seperti orang asing.“Makasih, ya, Mas,” bisiknya sambil meremas tangan Kylar.Kylar mengecup tangan sang istri sebelum kembali me

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 582: Keluhan Ryn

    “Kamu betah tinggal di Paris?” tanya Kylar ketika mobil mereka mulai meninggalkan kawasan Menara Eiffel setelah makan malam.Sepanjang makan malam tadi, Ryn terlihat jauh lebih santai dibandingkan saat mereka masih berada di rumah. Mereka menikmati hidangan demi hidangan sambil mengobrol tentang banyak hal, mulai dari kenangan liburan mereka sebelumnya sampai tingkah Lucius dan Reynash yang belakangan semakin banyak akal.Ryn bahkan sempat tertawa ketika Kylar bercerita tentang salah satu kejadian di kantor. Untuk beberapa jam, mereka berhasil menikmati waktu berdua tanpa membahas pekerjaan atau masalah yang menunggu di rumah.Kini, di dalam mobil yang hangat dengan jendela memperlihatkan lampu-lampu Paris dan sisa salju di sepanjang jalan, Kylar sengaja membuka percakapan ringan.Ryn yang sedang menyandarkan kepala ke jok menoleh kepadanya. “Aku betah karena ada kamu, Mas. Kalau nggak karena kamu, jujur, aku nggak terlalu suka tinggal di sini.”Kylar mengangkat alis. “Wah, berarti ka

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 581: Maaf, Ryn

    “Le Jules Verne?” Ryn menoleh kepada Kylar begitu mereka turun dari mobil yang diserahkan kepada petugas valet. Perempuan itu mendongak, memperhatikan Menara Eiffel yang menjulang di hadapan mereka, sementara butiran salju tipis mulai berjatuhan di antara cahaya lampu kota.Udara musim dingin Paris terasa menggigit, membuat Ryn refleks merapatkan mantel wol berwarna krem yang dikenakannya. Syal yang melingkar di lehernya pun ditarik sedikit lebih tinggi sebelum Kylar menggenggam tangannya dan mengajaknya berjalan mendekati pintu masuk.“Kenapa? Nggak suka?” Kylar balik bertanya dengan senyum kecil, sengaja memasang wajah seolah-olah dia tidak tahu apa pun.“Bukan nggak suka! Aku suka banget, makanya kaget.” Ryn langsung menyahut. Dia kembali memandang restoran yang berada di lantai dua Menara Eiffel itu, lalu tersenyum kecil.Setiap kali mereka berlibur ke Paris, Kylar hampir selalu menyempatkan diri mengajaknya makan di Le Jules Verne. Ryn menyukai suasananya yang elegan, hidangannya

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 580: Rencana Kencan

    Ziva langsung melotot. “Lho, kenapa nggak boleh?"“Soalnya Ayah yang mau nemenin Ibu me time malam ini.”Ryn menoleh cepat. “Hah? Sejak kapan?”“Sejak sekarang.” Kylar menjawab tanpa berkedip, lalu meraih tangan istrinya dan menggenggamnya santai. “Kenapa? Memangnya suami sendiri nggak boleh ngajak istrinya jalan?”“Boleh, tapi aku duluan yang ngajak Ibu!” Ziva memprotes, tak terima rencana yang sudah disusunnya sejak tadi malah diserobot ayahnya sendiri.Dia sudah membayangkan menghabiskan waktu berdua dengan Ryn, mengajaknya ke salon atau kafe, lalu membiarkan ibunya menikmati waktu tanpa harus memikirkan Aurea, si kembar, ataupun Aozora. Sekarang, Kylar malah datang dan mengklaim jatah kencan seolah-olah dia punya hak veto atas semua rencana di rumah itu.Kylar mengangkat bahu dengan wajah tanpa dosa. “Ya, terus? Kamu sudah dapat jatah tinggal serumah sama Ibu. Ayah baru pulang kerja, masa nggak boleh kencan sama istri sendiri?”“AYAH!” Ziva berseru kesal, membuat Ryn yang duduk di

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 4: Pernikahan Kilat

    “Ini serius kita sudah menikah, Pak?” tanya Ryn tidak percaya sambil memegang buku nikah erat-erat di depan halaman KUA.Setelah Naufal mengurus dokumen itu dengan perasaan heran dan bingung, Kylar benar-benar langsung membawa Ryn ke kantor KUA. Bahkan, penghulu dan petugas lain juga telah lengkap

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 3: Kita Menikah Hari Ini!

    Ryn bergeming. Dia bingung harus mengikuti pemikiran gilanya, atau tetap pura-pura waras dan bekerja seperti biasa.“Jangan buang waktu saya. Kalau kamu cuma mau bilang ‘tidak’, bilang sekarang,” gertak Kylar.Namun, Ryn tetap duduk tanpa bicara apapun.Kylar menghela napas pendek, tipis. Bukan kes

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 2: Menawarkan Kesepakatan

    Menikah minggu depan?!Kalau saja bisa, Ryn ingin menepuk bahu bosnya dan berkata, ‘Pak, Bapak lupa minum obat atau memang dari lahir begini?’Namun, tentu saja kalimat itu hanya berani hidup di dalam pikirannya. Di luar, Ryn masih berdiri dengan wajah sopan dan senyum paling aman di dunia.Pun, Ry

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 1: Tiba-tiba Terjebak

    “Aku nggak mau membatalkan perjodohan ini!”Suara seorang perempuan terdengar memecah sunyi di rooftop. Ryn Laverna yang baru saja berniat keluar dari ruang makan yang berada di sana langsung membeku. Refleks dia merapat ke dinding, sementara jantungnya berdegup kencang.“Aku nggak minta pendapatmu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status