Home / Romansa / Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun / Bab 77: Key Performance Indicator

Share

Bab 77: Key Performance Indicator

Author: Duvessa
last update publish date: 2026-03-02 03:51:47

Ryn langsung menegang. “Hah?!”

Kylar membuka satu mata, sudut bibirnya terangkat tipis. Bahkan dalam keadaan pucat pun, ekspresi isengnya tetap hidup. “Refleks kamu cepat banget.”

“Pagi-pagi ngomongnya udah ke mana-mana,” desis Ryn, pipinya menghangat tanpa izin.

“Aku cuma tanya.”

“Itu bukan pertanyaan ringan, Pak CEO.”

Kylar terkekeh pelan, lalu meringis tipis ketika denyut di pelipisnya kembali terasa. “Hipotetis.”

“Hipotetis kamu tuh berbahaya.” Ryn mencoba melepaskan diri, tapi tangan Kylar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 520: Yang Sakit Bukan Perut

    “Bukan begitu, Mbak Lala. Tadi kami cuma makan malam biasa.” Naufal terdengar buru-buru meluruskan. “Itu juga karena Mbak Ryn dan Pak Kylar yang merencanakan.”Anne langsung menoleh kepadanya. Ada sesuatu yang mengganjal ketika Naufal begitu cepat menyangkalnya, seolah-olah makan malam bersama dirinya adalah sesuatu yang perlu dijelaskan kepada Lala.Padahal beberapa jam lalu, Anne masih menikmati suasana makan malam itu. Dia bahkan sempat berpikir bahwa mungkin Ryn memang tidak salah ketika mencoba memperkenalkan mereka.Naufal sopan, menyenangkan diajak bicara, dan meskipun tidak banyak membuka diri, Anne tidak merasa keberatan dengan kehadirannya. Sekarang, semua kesan itu terasa sedikit berbeda.“Oh, kirain kalian memang sengaja makan berdua,” ujar Lala santai.“Bukan,” ulang Naufal. “Kebetulan saja.”Kebetulan?Entah kenapa kata itu terdengar menyebalkan di telinga Anne. Tadi ketika mereka makan, Naufal tidak pernah mengatakan makan malam itu sebagai sesuatu yang harus dianggap is

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 519: Hadirnya Masa Lalu

    Dia berjalan mendekati Lala yang tampak sedikit terkejut melihat seseorang menghampirinya.“Mbak Lala?” Naufal berhenti beberapa langkah di depan Lala, kemudian pandangannya turun kepada bayi laki-laki yang sedang digendong perempuan itu. “Mbak lagi nunggu kendaraan?”Lala mengangguk, lalu tersenyum canggung. “Iya. Tadi mau pesan taksi online, tapi dari tadi susah dapat.”Naufal otomatis melihat ke arah jalan yang mulai sepi sebelum kembali menatap Lala. “Mau saya antar?”Lala tampak ragu. “Nggak usah, Mas. Nanti merepotkan.”“Nggak merepotkan.” Nada suara Naufal tetap tenang. “Sudah malam, Mbak bawa bayi. Ikut saya saja.”Sebelum Lala sempat menjawab, pintu penumpang di depan terbuka sedikit dan Anne menurunkan kaca. “Mbak Lala!”Lala menoleh. Ekspresinya langsung berubah ketika melihat siapa yang duduk di dalam mobil. “Anne?”Anne tersenyum sambil melambaikan tangan kecil. “Iya. Ingat aku, ‘kan?”“Tentu ingat.” Lala tersenyum lega. “Apa kabar?”“Baik. Mbak Lala gimana?”“Baik juga.”

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 518: Kencan Buta

    “Loh, kok Mas Naufal yang datang?”Anne mengernyit heran ketika melihat laki-laki itu berjalan menghampirinya. Sejak tadi dia memang sudah menunggu di The Velvet Spoon sesuai pesan Ryn yang memintanya datang untuk dikenalkan kepada seorang pria. Bahkan sebuah meja untuk dua orang dengan candle light dinner sudah disiapkan di sudut restoran.Anne sempat bertanya-tanya siapa gerangan pria yang hendak dikenalkan Ryn kepadanya, tetapi semua rasa penasaran itu langsung berubah menjadi kebingungan begitu Naufal muncul di hadapannya.“Tadi Pak Kylar minta saya datang,” jawab Naufal, sama bingungnya. Dia menarik kursi di seberang Anne sebelum kembali menatap meja yang dihias terlalu manis untuk ukuran makan malam biasa. “Saya juga nggak tahu kalau Mbak Anne ada di sini.”Anne justru sudah lebih dulu menangkap kejanggalannya. Dia menyandarkan tubuh ke kursi sambil menatap Naufal dengan ekspresi setengah tidak percaya. “Jangan-jangan Mas Naufal yang mau Mbak Ryn kenalkan sama saya? Kalau Mas Na

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 517: Takut Terbagi

    Ryn langsung menoleh, matanya membesar sebelum wajahnya memerah karena tahu persis ke mana arah pikiran suaminya.“Mas! Tadi juga udah, loh!” protesnya sambil menahan tawa. Namun, melihat Kylar masih memasang wajah memelas, Ryn akhirnya menggeleng geli. “Kamu sumpah clingy banget semenjak anak-anak pulang. Kenapa? Takut perhatian aku terbagi, kah?”“Iya lagi.” Kylar menjawab begitu santainya sampai Ryn terkekeh. Dia kemudian menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang sambil memperhatikan Reynash yang masih tenang dalam pelukan ibunya. “Makanya Ibu harus adil, ya? Soalnya anak paling dewasa kalau nggak dikasih perhatian takutnya malah cari di luar sana.”“Ah, Mas! Nggak lucu bercandanya,” rajuk Ryn. Senyum yang tadi masih tersisa di wajahnya perlahan menghilang, digantikan sorot mata yang mulai berkaca-kaca.Entah karena hormon yang belum sepenuhnya stabil setelah melahirkan, kelelahan, atau karena kalimat itu menyentuh sesuatu yang jauh lebih sensitif daripada yang Kylar sadari, tetapi da

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 516: Deep Talk

    Seperti kata orang, berhubungan seks setelah lama tidak melakukannya memang terasa berbeda.Dan itulah yang mereka alami sekarang. Ada rasa lega yang sulit dijelaskan, seolah-olah jarak, kesibukan, rasa takut, dan segala hal yang sempat menghalangi mereka akhirnya luruh begitu saja.Ajaibnya, meskipun permainan mereka terasa cukup lama, tidak terdengar suara tangisan bayi dari monitor pemantau yang terpasang di sisi tempat tidur.Atau mungkin salah satu anak mereka sempat menangis, tetapi suara itu tidak terdengar karena keduanya terlalu sibuk bercinta?“Jahitannya oke? Sakit nggak?” tanya Kylar memastikan. Posisi mereka kini masih tanpa busana, dengan Ryn berbaring nyaman di atas dadanya dan satu tangan Kylar mengusap punggung istrinya perlahan.Ryn mengangkat wajah, lalu menatapnya dengan ekspresi jengkel yang sama sekali tidak berhasil menyembunyikan rasa puasnya. “Mas udah tanya berapa kali, sih? Aku udah bilang nggak apa-apa, Mas. Kalau sakit, dari tadi Mas udah aku tendang, tahu

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 515: Ride Me

    “Kalau nanny di kamar sebelah dengar gimana?” tanya Ryn. Fokusnya mulai buyar ketika tangan Kylar turun, menggenggam pahanya, lalu menarik celana dalam itu hingga tersangkut di salah satu pergelangan kakinya.“Kamar kita itu bukan ukuran tiga kali tiga meter, Sayang. Lagian, ada peredam suara juga. Kamu mau teriak pun paling cuma kedengeran sedikit. Dan aku udah minta nanny buat nggak bangunin kita kalau anak-anak nangis.”“Mas jahat. Anak-anak baru pulang dari NICU, ayahnya udah geragas aja.”“Jadi mau berhenti? Yakin?” goda Kylar dengan senyum mencurigakan yang langsung membuat Ryn menatapnya kesal.“Ya bukan gitu.”Seakan sudah mendapat jawaban yang diinginkannya, Kylar kembali menggerakkan tangannya. Telapak besarnya menyusuri pinggang Ryn sebelum berhenti di pahanya. Ketika jemarinya bergerak lebih jauh tanpa aba-aba, tubuh Ryn seketika menegang.“Mas!”Kylar langsung mengangkat wajah. “Kenapa? Sakit? Mau aku berhenti?”Ryn semakin terengah-engah. Keringat mulai membasahi pelipisn

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 3: Kita Menikah Hari Ini!

    Ryn bergeming. Dia bingung harus mengikuti pemikiran gilanya, atau tetap pura-pura waras dan bekerja seperti biasa.“Jangan buang waktu saya. Kalau kamu cuma mau bilang ‘tidak’, bilang sekarang,” gertak Kylar.Namun, Ryn tetap duduk tanpa bicara apapun.Kylar menghela napas pendek, tipis. Bukan kes

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 2: Menawarkan Kesepakatan

    Menikah minggu depan?!Kalau saja bisa, Ryn ingin menepuk bahu bosnya dan berkata, ‘Pak, Bapak lupa minum obat atau memang dari lahir begini?’Namun, tentu saja kalimat itu hanya berani hidup di dalam pikirannya. Di luar, Ryn masih berdiri dengan wajah sopan dan senyum paling aman di dunia.Pun, Ry

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 1: Tiba-tiba Terjebak

    “Aku nggak mau membatalkan perjodohan ini!”Suara seorang perempuan terdengar memecah sunyi di rooftop. Ryn Laverna yang baru saja berniat keluar dari ruang makan yang berada di sana langsung membeku. Refleks dia merapat ke dinding, sementara jantungnya berdegup kencang.“Aku nggak minta pendapatmu

  • Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun   Bab 84: Pura-Pura Polos

    “Tidur maksudnya?” tanya Ryn pura-pura polos, padahal detak jantungnya belum juga stabil. Dia tahu persis maksud kalimat itu. Dan tubuhnya terlalu jujur untuk tidak bereaksi.Reaksi itu selalu datang bersamaan dengan kewaspadaan kecil yang sudah lama tinggal di tubuhnya. Sisa dari pengalaman lama y

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status