共有

Bab 10

作者: Fiska Aimma
last update 公開日: 2026-08-26 21:47:41
Entah sejak kapan nama Novia begitu berarti di hidupnya. Tapi, mendengar chat canggungnya berubah agak merajuk membuat Matin kalang kabut.

​Selepas dia berbicara dengan Hans dan menerima chat Novia, perasaannya kian tak beraturan. Dia khawatir, cemas dan ketakutan. Tapi, sialnya dia gak bisa mendeskripsikan.

​Usai menerima pesan Novia, Matin mempercepat langkahnya menyusuri koridor. Peringatan Hans tadi masih berdengung di kepalanya, tapi pesan panik dari Via barusan jauh lebih mendesak.

​Sia
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 19

    "Mas.""Hm?""Aku tahu pernikahan kita bukan sesuatu yang Mas rencanakan."Jari-jarinya yang semula santai perlahan menegang.Aku melanjutkan sebelum keberanianku hilang."Aku juga tahu Mas menikahiku karena keadaan. Awalnya, aku pikir setelah semuanya berlalu, kita bisa menjalani kehidupan seperti pasangan suami istri pada umumnya."Aku tersenyum kecil, berusaha menyembunyikan kegugupan."Ternyata, tinggal serumah dengan Mas lebih sulit daripada mengerjakan soal ujian.""Memangnya kamu sering mengerjakan ujian?"Aku mendongak.Astaga.Dari sekian banyak kalimat yang bisa keluar dari mulutnya, kenapa justru itu yang ia pilih?"Mas, aku sedang serius.""Saya juga.""Bagian mana yang serius?""Bagian kamu mengeluh."Aku memejamkan mata sebentar.Ya Allah, berikan aku kesabaran seluas samudra untuk menghadapi suami sendiri.Namun, ketika kembali menatapnya, aku tidak lagi menemukan keinginan untuk bercanda di wajahnya."Aku tidak meminta Mas mencintaiku," lanjutku. "Aku juga tidak memaks

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 18

    Malam itu, untuk pertama kalinya sejak menjadi istri Mas Matin, aku merasa benar-benar tidak mengenal pria yang tidur satu ranjang denganku.Bukan karena aku tidak tahu namanya, pekerjaannya, atau kebiasaannya yang selalu memasang wajah dingin. Aku tahu semua itu. Namun, ada bagian dari dirinya yang terasa begitu jauh, seolah-olah selama ini aku hanya mengenal seseorang yang sengaja ia ciptakan untuk menutupi siapa dirinya sebenarnya.Dan yang paling menggangguku adalah kenyataan bahwa pria itu sepertinya tidak pernah benar-benar menginginkan pernikahan kami.Aku teringat bagaimana pernikahan ini bermula.Melisa. Perempuan yang sebelumnya menjadi calon istri Mas Matin. Perselingkuhan perempuan itu terbongkar ketika persiapan pernikahan mereka sudah berjalan cukup jauh. Aku masih ingat bagaimana sahabat kakakku itu datang dengan wajah dingin, lalu mengatakan bahwa pernikahan harus tetap dilaksanakan.Aku pikir ia sedang bercanda.Siapa yang mau menikahi perempuan yang bahkan tidak dici

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 17

    Aku masih berdiri mematung dalam dekapan Mas Matin ketika pria itu akhirnya melepaskan pelukannya. Ia melipat kertas ancaman tadi, lalu memasukkannya ke saku celana dengan gerakan cepat."Mas, kita harus lapor polisi, kan?" tanyaku hati-hati."Nanti."Jawabannya singkat. Ia kemudian mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas dan menghubungi seseorang."Raka, gue butuh bantuan lo."Aku mengamati wajahnya yang berubah serius. Tidak ada lagi sisa kecanggungan akibat kejadian di pesawat tadi. Pria yang berdiri di hadapanku sekarang terlihat seperti seseorang yang sudah sangat terbiasa menghadapi situasi berbahaya."Cek CCTV kompleks dari satu jam terakhir. Ada mobil hitam masuk tanpa menyalakan lampu. Cari tahu siapa pemiliknya."Ia berhenti sejenak, mendengarkan jawaban dari seberang sana."Jangan bergerak sendiri. Kalau ada yang mencurigakan, hubungi gue. Jangan ambil tindakan sebelum gue datang."Setelah menutup telepon, Mas Matin memeriksa kunci jendela, kemudian berjalan menuju p

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 16

    Suara pramugari yang terdengar lewat pengeras suara kabin sukses membuyarkan lamunan romantis kami. Sontak, aku menarik diri perlahan, merapikan letak kerudungku yang sedikit miring, sementara Mas Matin menegakkan kembali punggungnya. Meski wajahnya kembali memasang topeng dingin andalannya, aku sempat menangkap rona merah tipis di ujung telinganya.Perjalanan darat dari bandara menuju rumah terasa begitu senyap. Hujan telah reda, menyisakan jejak basah di sepanjang aspal kota. Namun, di dalam mobil, pikiranku sama sekali tidak tertuju pada jalanan yang lengang.“Dia tidak bohong, Via memang istri saya.”Kalimat itu, ditambah pelukan protektifnya saat turbulensi tadi, terus berputar di kepalaku bagaikan kaset rusak. Pria yang mengaku punya trauma dan tidak bisa menyentuh wanita itu justru dua kali melanggar batasnya sendiri—demi aku.Begitu tiba di rumah, suasana hening langsung menyambut. Mas Matin langsung pamit menuju ruang kerjanya dengan alasan ada urusan kantor yang belum selesa

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 15

    Wanita bernama Helen itu seketika gelagapan. Wajahnya yang tadi berhias senyum genit nan percaya diri kini pias, merah padam menahan malu. Tanpa berani menatap kami lagi, ia buru-buru membuang muka, pura-pura sibuk membenarkan selimutnya dan menyandarkan kepala ke arah jendela. Syukurin! Makanya, jangan suka menilai buku dari sampulnya, apalagi berani menggoda suami orang.​Namun, kemenanganku atas Helen menguap begitu saja, tergantikan oleh sensasi luar biasa yang kini memonopoli seluruh sarafku.​Tangan Mas Matin masih menangkup sisi wajahku. Ibu jarinya yang sedikit kasar—jejak masa lalunya yang keras—tanpa sadar mengusap lembut tulang pipiku sebelum akhirnya ia menarik tangannya kembali, perlahan, seolah ada keengganan di sana.​Aku menelan ludah, tubuhku kaku tak bisa digerakkan. Suhu pendingin kabin pesawat yang sedari tadi menusuk tulang mendadak tak terasa lagi, kalah telak oleh hawa panas yang menjalar cepat dari leher hingga ke kedua telingaku.​"Dia tidak bohong, Via memang

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 14

    Bulan madu dengan crush. Mungkin itulah judul perjalananku kali ini. Sesudah pertemuan singkat kami dengan Pak Ando dan Bu Rini di rumah sederhana tadi, entah mengapa Mas Matin tampak jauh lebih pendiam dari biasanya. Lelaki itu seolah tenggelam dalam pikirannya sendiri, merenungkan banyak hal—terutama setelah bayang-bayang masa lalunya sebagai seorang mantan gangster kembali berkelebat di kepalanya.​Tak terasa setengah jam sudah pesawat kami mengudara, membelah langit pagi yang tampak kelabu dan tidak bersahabat. Hujan lebat mengguyur badan pesawat, membuat suasana di kabin terasa semakin sendu, semendung wajah Mas Matin yang duduk persis di sampingku. Sejak pertemuan tadi, ia hanya melemparkan pandang ke arah jendela yang tak menampilkan pemandangan indah apa pun.​Aku melirik pergelangan tangan, mendapati sisa penerbangan yang masih cukup panjang. Rasanya amat menyiksa jika harus terjebak dalam keheningan canggung seperti ini. Mau mengajak bicara duluan pun rasanya agak ciut, seba

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status