Share

Bab 16

Penulis: Fiska Aimma
last update Tanggal publikasi: 2026-09-18 13:48:38

Suara pramugari yang terdengar lewat pengeras suara kabin sukses membuyarkan lamunan romantis kami. Sontak, aku menarik diri perlahan, merapikan letak kerudungku yang sedikit miring, sementara Mas Matin menegakkan kembali punggungnya. Meski wajahnya kembali memasang topeng dingin andalannya, aku sempat menangkap rona merah tipis di ujung telinganya.

Perjalanan darat dari bandara menuju rumah terasa begitu senyap. Hujan telah reda, menyisakan jejak basah di sepanjang aspal kota. Namun, di dalam
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 16

    Suara pramugari yang terdengar lewat pengeras suara kabin sukses membuyarkan lamunan romantis kami. Sontak, aku menarik diri perlahan, merapikan letak kerudungku yang sedikit miring, sementara Mas Matin menegakkan kembali punggungnya. Meski wajahnya kembali memasang topeng dingin andalannya, aku sempat menangkap rona merah tipis di ujung telinganya.Perjalanan darat dari bandara menuju rumah terasa begitu senyap. Hujan telah reda, menyisakan jejak basah di sepanjang aspal kota. Namun, di dalam mobil, pikiranku sama sekali tidak tertuju pada jalanan yang lengang.“Dia tidak bohong, Via memang istri saya.”Kalimat itu, ditambah pelukan protektifnya saat turbulensi tadi, terus berputar di kepalaku bagaikan kaset rusak. Pria yang mengaku punya trauma dan tidak bisa menyentuh wanita itu justru dua kali melanggar batasnya sendiri—demi aku.Begitu tiba di rumah, suasana hening langsung menyambut. Mas Matin langsung pamit menuju ruang kerjanya dengan alasan ada urusan kantor yang belum selesa

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 15

    Wanita bernama Helen itu seketika gelagapan. Wajahnya yang tadi berhias senyum genit nan percaya diri kini pias, merah padam menahan malu. Tanpa berani menatap kami lagi, ia buru-buru membuang muka, pura-pura sibuk membenarkan selimutnya dan menyandarkan kepala ke arah jendela. Syukurin! Makanya, jangan suka menilai buku dari sampulnya, apalagi berani menggoda suami orang.​Namun, kemenanganku atas Helen menguap begitu saja, tergantikan oleh sensasi luar biasa yang kini memonopoli seluruh sarafku.​Tangan Mas Matin masih menangkup sisi wajahku. Ibu jarinya yang sedikit kasar—jejak masa lalunya yang keras—tanpa sadar mengusap lembut tulang pipiku sebelum akhirnya ia menarik tangannya kembali, perlahan, seolah ada keengganan di sana.​Aku menelan ludah, tubuhku kaku tak bisa digerakkan. Suhu pendingin kabin pesawat yang sedari tadi menusuk tulang mendadak tak terasa lagi, kalah telak oleh hawa panas yang menjalar cepat dari leher hingga ke kedua telingaku.​"Dia tidak bohong, Via memang

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 14

    Bulan madu dengan crush. Mungkin itulah judul perjalananku kali ini. Sesudah pertemuan singkat kami dengan Pak Ando dan Bu Rini di rumah sederhana tadi, entah mengapa Mas Matin tampak jauh lebih pendiam dari biasanya. Lelaki itu seolah tenggelam dalam pikirannya sendiri, merenungkan banyak hal—terutama setelah bayang-bayang masa lalunya sebagai seorang mantan gangster kembali berkelebat di kepalanya.​Tak terasa setengah jam sudah pesawat kami mengudara, membelah langit pagi yang tampak kelabu dan tidak bersahabat. Hujan lebat mengguyur badan pesawat, membuat suasana di kabin terasa semakin sendu, semendung wajah Mas Matin yang duduk persis di sampingku. Sejak pertemuan tadi, ia hanya melemparkan pandang ke arah jendela yang tak menampilkan pemandangan indah apa pun.​Aku melirik pergelangan tangan, mendapati sisa penerbangan yang masih cukup panjang. Rasanya amat menyiksa jika harus terjebak dalam keheningan canggung seperti ini. Mau mengajak bicara duluan pun rasanya agak ciut, seba

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 13

    Perempuan kedua. Ya, perempuan kedua yang mengetahui rahasia Mas Matin yang seorang gangster adalah aku.Lalu, siapa perempuan yang pertama? Apakah Bunda? Atau ... ah, gak mungkin!​Sumpah, demi apa pun aku jadi penasaran. Jadi selama ini Mas Matin pernah punya cewek? Tapi siapa? Perasaanku, seingatku dia gak pernah pacaran dan Mas Deva tidak pernah membahasnya sama sekali.​Aku menatap pria tua yang lumpuh itu dengan perasaan campur aduk, berharap perempuan itu setidaknya bukan masa lalu yang meninggalkan luka mendalam di hatinya.​"Sa-saya itu pe-perempuan kedua yang tahu identitas Mas Matin? Maksudnya apa Pak? Emang pernah ada perempuan lain? Apa mungkin itu Bunda?" tanyaku ragu, tapi pria tua itu menggelengkan kepala pelan. Dia menatapku prihatin juga misterius. ​"Bukan, dia bukan ibunya ketua, Mbak. Dia--"​"Ya Allah! Kamu di sini to Pak! Wes, stop! Kamu jangan bicara macam-macam, jangan bahas apa pun! Ada ada aja kamu ini!"​Suara bentakan tertahan itu kontan menghentikan debar

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 12

    Hah?!​Kepalaku mendadak terasa seperti dihantam palu godam. Mas Matin mantan gangster. Jadi... aku menikahi seorang mantan gangster? Oh, gila. Ini aku sedang bermimpi buruk, atau dunia ini yang sudah benar-benar jungkir balik?​Pikiran-pikiranku berputar kencang, merangkai kepingan-kepingan puzzle yang selama bertahun-tahun berserakan tanpa bentuk. Sekarang aku paham.Pantas saja. Pria yang diam-diam kusukai sejak belasan tahun lalu—yang notabene adalah sahabat karib abangku sendiri, Mas Deva—selalu menyimpan sisi gelap yang tak tersentuh. Dulu, aku sering heran kenapa Mas Deva yang begitu lurus, bersih, dan menjadi anak baik-baik bisa bersahabat kental dengan Matin yang auranya sudah dominan sejak remaja. Ternyata, ada dunia lain yang menjembatani mereka, dunia hitam yang jauh lebih mengerikan daripada yang pernah singgah di kepalaku.​Pantas saja selama ini Mas Matin begitu gemar berkelahi di balik latar belakangnya sebagai anak orang kaya terpandang, dan sering kali pulang dengan

  • Dinikahi Mantan Gengster   Bab 11

    "Siapa... siapa kamu sebenarnya, Mas?" Suaraku bergetar hebat, nyaris tak terdengar. Pertanyaan-pertanyaan itu mendesak keluar dari dadaku yang sesak. Kenapa suamiku bisa kenal pria mengerikan berdarah dingin seperti Bara? Kenapa tatapan mereka tadi menyiratkan ancaman yang begitu mematikan? Dan yang paling membuatku gila... apakah ini alasan sebenarnya di balik luka-luka lebam dan goresan misterius yang sering ia sembunyikan dariku selama ini? ​Matin ingin meraih tanganku, tapi gerakannya terhenti saat ia menyadari situasi di luar sana belum sepenuhnya aman. Pria itu menarik napas panjang, lalu melangkah cepat ke arah pintu dan memanggil ke luar ruangan. ​"Renov!" panggil Matin tegas. ​Seorang pria berbadan tegap dengan setelan jas rapi—Renov, bodyguard kepercayaan yang selama ini kukira sekadar asisten pribadi di kantor—langsung masuk ke dalam ruangan dengan sigap. ​"Ya, Bos?" jawab Renov penuh kepatuhan. ​Matin menoleh sekilas padaku sebelum kembali menatap tajam ke arah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status