Share

Bab 9

Author: Luli
Veronica kesakitan sampai merasa dirinya hampir mati.

Dokter pribadi akhirnya datang setelah mendengar kabar Veronica dan segera memberikan obat pereda nyeri kuat serta antiinflamasi, lalu menangani luka di punggung Veronica dengan hati-hati. Dia mengingatkan, "Untung saja ditangani tepat waktu. Ini sudah pakai obat terbaik, jadi nggak akan meninggalkan bekas. Tapi, jangan kena air selama beberapa hari ini. Kamu harus banyak istirahat."

Veronica tengkurap di atas ranjang dengan air mata yang sudah lama mengering. Luka di tubuh mungkin masih bisa sembuh, tetapi luka di hatinya seolah-olah sudah lama membusuk dan bernanah.

Dalam beberapa hari berikutnya, Veronica benar-benar mengurung diri di kamar dan tidak berani keluar untuk menghadapi kenyataan yang begitu menyayat hati lagi.

Hingga di hari saat terdengar suara musik dan keributan besar dari lantai bawah, Veronica baru ingat hari ini adalah hari ulang tahun Lucinta. Yanto mengadakan pesta ulang tahun yang sangat megah di rumah untuk Lucinta.

Veronica akhirnya tetap keluar dari rumah dan berdiri di samping pagar lantai dua, seperti orang luar yang hanya datang menonton. Dia ingin melihat bagaimana Yanto memberikan seluruh kelembutan dan kesabarannya pada gadis yang terus mencari masalah itu.

Lucinta kadang-kadang mengeluh kue ulang tahunnya tidak cantik dan kadang-kadang menyalahkan tamu yang menatapnya dengan cara yang salah. Dia terus mencari alasan untuk membuat masalah.

Sementara itu, Yanto terus memanjakan dan menuruti semua ucapan Lucinta tanpa pengecualian. Dia bahkan berjongkok sendiri dan merapikan ujung gaun Lucinta.

Seseorang tidak sengaja melihat Veronica di lantai atas, lalu secara refleks berseru, "Nyonya Brasmo ...."

Satu panggilan itu langsung menyulut amarah Lucinta. Dia membanting gelas anggur, lalu menangis sambil berteriak pada Yanto, "Yanto, kamu pernah bilang. Meskipun aku belum resmi menikah denganmu, orang yang kamu cintai adalah aku. Aku satu-satunya nyonya rumah ini. Kenapa dia masih dipanggil nyonya?"

Yanto segera membujuk, "Sudahlah, Sayang. Itu cuma sebutan ...."

"Nggak mau! Kamu bohong!"

Lucinta terus menangis dan membuat keributan. "Kecuali kamu umumkan di depan semua orang. Mulai sekarang, nggak ada yang boleh panggil dia nyonya lagi. Dan satu lagi, aku mau menghukumnya. Cepat isi kolam renang dengan satu keranjang penuh pecahan kaca, lalu suruh dia turun ambil semuanya untukku. Nggak boleh tersisa satu keping pun."

Begitu mendengar kata-kata itu, beberapa pengawal langsung melirik ekspresi Yanto. Melihat dia diam-diam memberi izin, mereka buru-buru berlari maju dan menaburkan satu keranjang besar pecahan kaca ke dalam kolam.

Suasana di seluruh ruangan itu menjadi gempar.

Namun, Yanto bahkan tidak mengernyitkan alis dan langsung memerintah Veronica dengan dingin, "Kamu nggak dengar kata-kata Lulu? Turun dan ambil."

Veronica yang berdiri di lantai atas merasa seluruh tubuhnya membeku. "Yanto, kamu harus menghinaku sampai seperti ini?"

"Menghina?"

Yanto tersenyum sinis. "Perlukah aku ingatkan nasib perusahaan orang tuamu masih bergantung pada satu kalimatku?"

Seolah-olah disambar petir, wajah Veronica langsung pucat pasi. Yanto ... ternyata tega menggunakan hasil jerih payah orang tuanya untuk mengancamnya. Melihat pecahan kaca yang berkilauan di kolam dan tatapan Yanto yang dingin serta tanpa belas kasih, secercah harapan terakhir dalam dirinya akhirnya hancur total.

Veronica melangkah turun satu per satu anak tangga, lalu dia perlahan-lahan masuk ke kolam yang dingin di bawah tatapan para tamu yang bercampur antara iba dan penasaran. Pecahan kaca yang tajam langsung mengiris kulitnya, lalu darah segar mengalir deras dan mewarnai air di sekitarnya menjadi merah.

Setiap kali mengambil satu keping pecahan kaca, tangan Veronica bertambah satu luka baru dan rasa sakitnya menembus sampai ke tulang. Namun, dia seolah-olah sudah tidak bisa merasakan sakit lagi, hanya secara refleks mengulang gerakannya. Entah sudah berapa lama waktu berlalu, dia akhirnya berhasil mengambil kepingan terakhir.

Seluruh tubuh Veronica basah kuyup dan kedua tangannya hancur penuh luka serta darah saat memanjat keluar dari kolam, seperti sosok manusia berdarah. Setelah itu, dia berdiri di depan Yanto dan Lucinta.

Yanto menatap keadaan Veronica yang mengenaskan itu tanpa perubahan emosi sedikit pun, melainkan mengumumkan pada seluruh tamu dengan dingin, "Lihat baik-baik. Mulai hari ini, siapa pun di rumah ini yang berani panggil dia nyonya, berarti dia mencari masalah denganku."

Karena harga diri dan martabatnya sudah diinjak Yanto sampai hancur, saat itu hati Veronica pun benar-benar sudah mati. Dia menyeret tubuhnya yang berlumuran darah perlahan-lahan menuju pintu keluar. Setiap langkah terasa seperti menginjak ujung pisau, tetapi seperti berjalan keluar dari lumpur yang selama ini sudah menyesakkan dadanya juga.

Begitu keluar dari gerbang vila, ponsel Veronica berdering dan itu adalah telepon dari pengadilan negeri. "Nona Veronica, masa tunggu perceraianmu dan Pak Yanto selama sebulan sudah berakhir. Apa hari ini kamu sempat datang untuk menyelesaikan proses pencatatan perceraian terakhir?"

Veronica menggenggam ponselnya dan menatap deretan angka di layar, lalu tiba-tiba tertawa pelan. Saat tertawa, air matanya malah mengalir turun. "Sempat, aku datang sekarang juga."

Saat menerima akta perceraian itu, Veronica merasakan kelegaan yang belum pernah dirasakannya sebelumnya. Di perjalanan pulang, dia tiba-tiba membuat sebuah keputusan saat melihat layar elektronik raksasa di alun-alun pusat kota. Bukankah Yanto tidak ingin dia menjadi Nyonya Brasmo? Jika begitu, dia akan memenuhi keinginannya.

Veronica akan membuat seluruh dunia tahu dia dan Yanto sudah tidak memiliki hubungan lagi. Dia menghentikan mobilnya, lalu langsung pergi ke perusahaan iklan. Dengan harga yang mahal, dia membeli hak tayang berulang-ulang untuk seluruh layar elektronik di titik-titik inti kota pada keesokan harinya. Isi pesannya hanya satu kalimat sederhana, tetapi brutal.

[ Pengumuman resmi: Hubungan pernikahan antara Pak Yanto dan Bu Veronica resmi berakhir hari ini. Mulai sekarang, mereka menjalani hidup bebas masing-masing. Kini, Veronica resmi lajang kembali, para pengejar dipersilakan. ]

Setelah menyelesaikan semua itu, Veronica kembali ke vila dan membereskan barang-barangnya. Dia memesan tiket pesawat paling pagi untuk pergi ke luar negeri, lalu pergi tanpa ragu sedikit pun.

Saat pesawat lepas landas menembus langit dan menatap kota di bawahnya yang makin mengecil, hati Veronica terasa sangat tenang. Ekspresi Yanto akan seperti apa saat mengetahui seluruh layar elektronik di kota sedang menayangkan kabar perceraiannya, dia juga sudah tidak peduli lagi. Dia hanya tahu satu hal, yaitu dia sudah bebas.

Keesokan harinya, matahari tetap terbit seperti biasanya.

Saat Yanto bangun, Lucinta masih tertidur pulas di sisinya. Seperti biasanya, dia meraih ponselnya untuk menangani urusan pekerjaan. Namun, saat melihat ponselnya, dia mendapati layarnya sudah dipenuhi panggilan tak terjawab dan pesan. Pesan itu berisi berita dengan judul yang terpampang jelas.

[ Heboh! Yanto si orang terkaya di dunia resmi diceraikan! Mantan istrinya, Veronica umumkan ke seluruh kota bahwa dia sudah kembali lajang dan boleh dikejar! ]

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 21

    Berbeda jauh dengan kecerahan di Paris, sebuah tempat perawatan mewah yang terpencil di Swiss selalu diselimuti suasana dingin yang sunyi.Yanto tinggal di sebuah vila di tepi danau. Lingkungannya indah luar biasa, tetapi juga terasa kosong dan menyesakkan. Sejak meninggalkan Afrika, dia menetap di sini untuk "pemulihan" dalam jangka panjang.Di mata orang lain, dia adalah sosok yang mundur di puncak kesuksesan dan menikmati hidup. Hanya dia sendiri yang tahu, ini adalah bentuk pengasingan diri tanpa batas waktu. Dia menjadi sangat pendiam dan sering kali tidak mengucapkan sepatah kata pun seharian penuh.Rambut putih di pelipisnya semakin banyak dan di matanya tersisa kelelahan dan kesunyian yang tak terhapuskan. Dia bisa duduk berjam-jam di tepi danau untuk menatap air yang dingin, dengan tatapan kosong. Entah apa yang dipikirkannya saat itu.Di sampingnya, sering tergeletak majalah bisnis. Di sampulnya, kadang ada wawancara Veronica, dengan fotonya yang bersinar.Yanto melihatnya be

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 20

    Yanto membayangkan sosok Veronica yang berdiri di bawah sorotan lampu sambil menerima trofi dengan senyum percaya diri dan gemilang. Semua itu adalah kejayaan yang seharusnya menjadi milik Veronica sejak dulu. Namun karena dirinya, kesuksesan itu tertunda selama bertahun-tahun.Yanto memejamkan mata. Yang terlintas di benaknya adalah saat dia pertama kali menikah dengan Veronica. Dari sepasang mata yang penuh rasa takut dan harapan, bayangan Veronica saat diam-diam menyiapkan makan malam di vila, air mata putus asa di kantor polisi, dan tatapan terakhir Veronica padanya yang dingin dan tanpa emosi.Setetes air mata mengalir dari sudut matanya, lalu menghilang ke dalam kerah pakaian dengan cepat.Saat dia membuka mata lagi, gejolak hebat di dalam tatapannya telah mereda. Yang tersisa hanyalah doa yang jauh, pasrah, dan kelegaan yang sepenuhnya.Yanto telah mengampuni dirinya sendiri dan akhirnya menerima kenyataan bahwa Veronica akan selalu bahagia, tetapi tidak akan pernah menjadi mili

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 19

    Waktu selama tiga tahun telah cukup untuk menunjukkan hasil akhir dari banyak hal.Nama Veronica kini telah menjadi nama yang dihormati di dunia desain.Skala studionya berkembang lebih dari dua kali lipat. Karya-karyanya memadukan estetika timur dengan pemikiran modern. Dia sering tampil di galeri internasional ternama dan penghargaan terus mengalir tanpa henti.Dia bukan lagi bayangan siapa pun, melainkan dirinya sendiri, sang desainer Veronica.Hidupnya terasa penuh dan tenang. Dia tidak terburu-buru memulai pernikahan baru, melainkan menikmati ritme hidup yang sepenuhnya dia kendalikan sendiri.Hubungannya dengan Willy stabil dan nyaman. Mereka adalah partner yang selaras dalam pekerjaan, sekaligus sahabat yang bisa saling berbagi dalam kehidupan. Rasa hormat, pengertian, dan kebersamaan yang tenang dari Willy membuatnya merasakan kedamaian dan rasa aman yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Veronica sendiri tidak terburu-buru untuk menentukan apakah hubungan mereka bisa melang

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 18

    Setiap kali ada kabar baik tentang Veronica, malam itu, lemari anggur di ruang kerja Yanto akan terbuka. Yanto tidak membutuhkan siapa pun untuk menemaninya. Dia hanya duduk sendirian dalam kegelapan sambil meneguk seteguk demi seteguk alkohol sambil menghadap jendela kaca besar dengan gemerlap lampu kota di luar.Melihat senyum percaya diri Veronica saat menerima penghargaan di layar, dia akan tertawa pelan. Namun saat tertawa, air matanya tiba-tiba mengalir, bercampur dengan rasa tajam wiski yang membakar tenggorokan dan jantungnya.Itu adalah emosi yang sangat rumit. Ada kebanggaan yang tulus untuk Veronica, ada penyesalan yang mendarah daging, ada rasa kehilangan yang tak bisa ditebus, dan pada akhirnya semua itu berubah menjadi kesepian yang tak berbatas.Seolah menjaga sebuah rahasia yang tak bisa diungkapkan, dia diam-diam menggunakan segala cara untuk membersihkan setiap rintangan di jalan masa depan Veronica.Saat ada pesaing tak tahu diri yang mencoba menekannya dengan cara k

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 17

    Apa saja yang sudah dia lakukan?!Rasa sakit dan penyesalan yang begitu besar seketika menggerogoti jantungnya dan membuatnya nyaris tak bisa bernapas. Dia langsung berlari keluar, sekarang hanya ada satu pemikiran di benaknya.Menemukan Veronica!Yanto menunggu di bawah gedung studio tempat Veronica bekerja dan menunggu di depan pintu apartemen barunya.Pria yang dulunya begitu angkuh dan rapi, kini dagunya dipenuhi janggut kasar. Matanya tampak cekung dan jasnya kusut melekat di tubuhnya. Hanya sepasang mata yang memerah itu yang tetap menatap setiap pintu masuk dan keluar dengan intens.Saat akhirnya dia melihat sosok anggun itu muncul, jantungnya berdegup kencang.Yanto tersandung saat berlari untuk mengadang di depan Veronica. Suaranya terdengar serak karena demam tinggi dan kegelisahan, "Vero ... Veronica! Maaf ... maaf! Aku salah ... aku sudah tahu semuanya ...."Yanto tergagap dan mencoba meraih tangan Veronica, tetapi Veronica malah menghindar dengan santai dan tegas."Aku tah

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 16

    Ternyata ... kenyataannya seperti ini. Yanto akhirnya tahu Lucinta tidak pernah selalu setia menemaninya dan tidak pernah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkannya juga. Hanya Veronica yang nekat tanpa memikirkan diri sendiri dan kedua tangan berlumuran darah, sedangkan Lucinta hanya berpura-pura dan merebut jasa orang lain tanpa malu.Semua toleransi yang diberikan Yanto selama bertahun-tahun ini, semua tindakan mengalah yang dilakukannya, dan semua rasa bersalah serta tanggung jawab karena utang budi. Ternyata semua yang diberikannya pada Lucinta hanya menjadi lelucon terbesar dalam hidupnya.Sementara itu, apa yang telah dilakukan Yanto pada penyelamat nyawanya yang sebenarnya?Karena Veronica menyelidiki Lucinta, Yanto sengaja menciptakan kecelakaan mobil untuk memperingatkan Veronica. Saat di kantor polisi, dia membiarkan Lucinta mempermalukan Veronica dan bahkan menyuruh Veronica pergi. Hanya karena Lucinta ingin makan kue, dia menyeret Veronica turun dari meja operasi dan meng

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 8

    Dalam beberapa hari berikutnya, Veronica menyaksikan sendiri Yanto memanjakan seseorang sampai sejauh mana. Saat Lucinta bilang ingin makan jelly bunga sakura yang harus dikirim lewat penerbangan khusus, Yanto langsung memborong penerbangan internasional dini hari hanya untuk mengantar jelly itu.Sa

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 7

    Saat menatap lampu belakang mobil Yanto yang melaju menjauh, tubuh dari para sahabatnya Veronica gemetar karena marah. Namun, mereka hanya bisa buru-buru membawa Veronica yang terluka parah ke rumah sakit terlebih dulu.Saat kembali terbangun di rumah sakit, yang ada di sisi Veronica hanya seorang p

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 6

    Yanto akhirnya menatap Veronica dengan dingin, lalu ekspresinya langsung sangat muram saat melihat beberapa pria tampan dan berwibawa yang berdiri di belakang Veronica. "Veronica, aku sudah peringatkan kamu jangan berniat buruk pada Lulu. Kenapa? Kamu sendiri saja nggak cukup jadi kamu suruh teman-t

  • Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana   Bab 5

    Setelah operasi, hari-hari Veronica terasa panjang dan menyiksa. Dia berbaring sendirian di ranjang rumah sakit dan menatap cairan infus yang sedikit demi sedikit menetes masuk ke pembuluh darahnya. Selain itu, dia juga merasakan rasa nyeri yang datang berkali-kali dari luka di tubuhnya.Setiap kali

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status