MasukMereka bisa bersenang-senang dengan banyak wanita cantik setiap malam. Mencapai keabadian terasa tidak penting lagi.Hanya seorang wanita yang tampangnya biasa saja, begitu pula bodinya. Dia terlihat sangat jelek di tengah kumpulan wanita cantik itu.Tentu saja wanita itu adalah Tirta. Hanya saja, Genta sudah mengerahkan trik. Jadi, Sirius dan para tetua tidak bisa melihat tampang asli Tirta.Sirius dan para tetua tersadar dari kekaguman mereka. Setelah menenangkan diri, mereka mencari pria di lukisan. Namun, mereka tidak menemukan pria itu di antara puluhan ribu wanita ini. Mereka juga tidak menemukan pemilik bulu itu.Akhirnya, tetua Sekte Zeru tidak tahan lagi. Dia bertanya, "Sirius, apa yang kamu pikirkan?"Sirius menjawab dengan hati-hati, "Aku sudah merasakan dengan kesadaran spiritual, tapi aku nggak menemukan orang itu. Hanya saja, ada pemurni energi di tempat ini. Aku rasa orang itu sudah meninggalkan tempat ini karena mendengar kabar kedatangan kita."Sirius meneruskan, "Mung
Nabila menjawab, "Karena semalam kamu terus bilang 'cantik sekali', jadi kami panggil kamu 'Cantika' saja. Aku rasa nama ini cocok untukmu."Tirta terpaksa terima. Dia menanggapi, "Ya sudah. Mulai sekarang, kalian panggil aku 'Cantika' saja."Setelah sarapan, Tirta lanjut membangun vila di Desa Persik bersama Farida dan lainnya. Dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.Desa Persik baru terlihat lebih indah setelah vila selesai dibangun. Puluhan ribu wanita Negara Raigorou juga punya tempat tinggal yang nyaman.Pada saat yang sama, Devika segera mengutus orang untuk melakukan apa yang diminta Tirta. Beberapa keluarga besar yang diam-diam melapor langsung mengikuti arahan Devika untuk membocorkan keberadaan Tirta.Dalam sekejap, hampir semua tetua tingkat pembentukan dewa di Negara Darsia mengetahui kabar ini. Mereka berkomentar."Haha, orang itu sangat mudah dicari. Padahal baru sehari.""Sepertinya orang itu sangat terkenal.""Kita sama sekali nggak perlu menghabiskan banyak wak
Tirta memprotes, 'Hah? Kak, bukannya kamu bilang itu cuma masalah sepele? Kenapa aku harus menyamar jadi wanita?'Tirta berpikir jangan-jangan Genta ingin mempermainkannya?Neiva juga tertawa setelah mendengar ucapan Genta.Genta menjelaskan, "Jalur itu bisa diperbaiki dalam waktu singkat. Itu berarti orang yang datang setidaknya sudah mencapai tingkat pembentukan dewa, bahkan teknik formasinya sangat hebat. Sekarang kita juga nggak tahu kemampuan 20 orang itu."Genta menambahkan, "Lebih baik kita membuat persiapan. Terserah kalau kamu ingin mati, tapi aku nggak mau terlibat."Tirta yang tidak berdaya terpaksa menyetujui, 'Benar juga. Oke. Kalau begitu, aku terpaksa menyamar jadi wanita.'Kemudian, Tirta mencari pakaian yang biasanya dikenakan Ayu dan lainnya. Dia juga merias wajah dan memasukkan dua apel besar di bagian dadanya.Namun, Tirta merasa penampilannya sangat aneh. Jadi, dia memutuskan untuk menggunakan Jimat Pengubah.Selain itu, kultivator tingkat pembentukan dewa biasa ti
Setelah mendengar kabar ini, Tirta berucap dengan ekspresi terkejut, "Devika, maksudmu semalam sebagian keluarga besar tiba-tiba mengutus orang untuk mencariku di 20 daerah Negara Darsia?"Devika menyahut, "Iya. Apa beberapa hari ini kamu melakukan sesuatu yang menyinggung mereka? Untungnya, kamu sangat terkenal. Beberapa keluarga besar nggak ingin mengkhianatimu, jadi mereka diam-diam menyampaikan kabar ini ke ibu kota."Devika meneruskan, "Kabarnya, hampir semua orang yang memerintah mereka untuk mencarimu itu pria tua. Bahkan kemampuan mereka sangat mengerikan. Aku tebak seharusnya mereka juga pemurni energi."Tentu saja, hanya sedikit orang yang melapor ke ibu kota. Walaupun para tetua tingkat pembentukan dewa itu sudah menjelaskan banyak kehebatan teknik kultivasi dan menunjukkan kemampuan yang mengejutkan, beberapa keluarga besar tetap tidak ingin mengkhianati Tirta.Hal ini karena Tirta sudah melakukan banyak hal yang menguntungkan Negara Darsia. Sebagai rakyat Negara Darsia, me
Hanya empat tetua Sekte Zeru yang bertindak sendiri. Mereka mencari satu per satu tempat dan sama sekali tidak mengeluh. Tujuan mereka adalah menemukan Busur Matahari secepatnya.....Di sisi lain, Tirta sudah pulang ke Desa Persik hampir satu hari. Saat ini, langit mulai gelap. Matahari perlahan tenggelam di cakrawala, tetapi tetap memancarkan cahaya senja yang indah.Bahkan cahaya senja juga terpancar di Desa Persik yang terletak di daerah pegunungan. Desa itu terlihat seperti alam dewa.Tentu saja alam dewa ini masih belum sempurna karena semua vila belum selesai dibangun. Sekarang vilanya masih setengah jadi.Dalam waktu satu hari ini, Ayu dan Elisa membawa orang tua mereka jalan-jalan di desa. Dengan begitu, orang tua mereka bisa terbiasa dengan lingkungan desa ini secepatnya.Tirta juga tidak bercinta dengan para kekasihnya seperti sebelumnya. Sebaliknya, dia menggunakan teknik untuk membantu Farida dan lainnya membangun vila.Tetua dan murid Sekte Kristala juga bergabung. Dengan
Sekelompok ahli formasi di belakang tetap mempelajari teknik Sirius. Alis mereka berkerut. Mereka tampak sedang merenung.Para tetua tingkat pembentukan dewa dari sekte lain menunggu di tempat. Begitu melihat beberapa tetua Sekte Penguasa Akhirat kembali, mereka langsung maju dan bertanya."Kalian sudah pergi begitu lama. Apa kalian berhasil?""Kami sudah nggak sabar menunggu begitu lama."Bahkan beberapa tetua tingkat pembentukan dewa dari Sekte Zeru berdiri sangat dekat dengan para tetua Sekte Penguasa Akhirat.Salah satu tetua Sekte Penguasa Akhirat maju, lalu berdeham dan menjelaskan, "Kalian jangan terlalu emosional. Kami baru berhasil setelah berpindah-pindah ke beberapa tempat. Kami menemukan kultivasi pelakunya nggak tinggi, tapi pemilik bulu itu pasti berhubungan dengannya."Tetua itu menambahkan, "Karena semua inti jiwa kultivator tingkat pembentukan jiwa menghilang setelah dibunuh pelaku itu."Tetua itu juga menunjukkan kepada semua orang lukisan Tirta yang digambar sesuai d
"Kenapa Kak Nabila? Kamu nggak enak badan?" tanya Tirta dengan tatapan yang agak aneh. Wajah Nabila tampak bersemu merah. Kedua matanya terlihat berseri-seri dengan pesona yang sulit untuk diungkapkan."Mau kuperiksa nggak?" Awalnya Tirta tidak berpikir ke arah lain. Bagaimanapun, dia baru saja seles
Tirta langsung memapah Arum yang hendak berlutut. Dalam sekejap, dia kembali mentransfer dua miliar lagi kepada Arum. "Huhuhu ...." Arum benar-benar terharu hingga tidak bisa berkata-kata. Setelah mendengar bunyi notifikasinya, Ehsan dan bawahannya langsung terkejut."Daud, siapa orang ini? Kenapa bi
"I ... ini nggak mungkin. Aku pasti salah lihat!" Joko mengucek mata. Terlihat Tirta masih berdiri dengan kokoh di tempatnya, sedangkan Jack sudah mati."Tir ... Tirta, kamu baik-baik saja?" Setelah tersadar dari keterkejutannya, Nabila segera maju untuk memeriksa kondisi Tirta. Terdengar isak tangis
"Nggak usah banyak bicara, cepat ambil kartunya!" teriak Ehsan dengan kesal."Aku sudah selesai pilih, sekarang giliranmu," jawab Tirta dengan santai memilih dua kartu."Nggak usah buru-buru, biar aku merokok dulu." Ehsan sangat tertekan sekarang karena Tirta kembali memilih kartu yang telah ditandain







