Share

Bab 639

Author: Hazel
"Buset! Bocah ini begitu hebat?" Aaris tanpa sadar bergidik ngeri. Di antara temannya ini, ada dua yang belajar taekwondo. Namun, Tirta malah menjatuhkan mereka dengan begitu mudah.

"Tunggu saja pembalasanku! Aku nggak bakal mengampunimu!" Setelah melontarkan ancamannya, Aaris langsung melarikan diri.

"Mau ke mana?" Tirta menyusul dengan mudah. Dia menahan bahu Aaris, lalu membalikkan tubuh Aaris.

"A ... apa maumu? Asal kamu tahu, kakekku ...." Aaris hanya bisa membeku. Perutnya sampai mulas. Di
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (5)
goodnovel comment avatar
hans
***** Aassiiiikkkk lanjut
goodnovel comment avatar
yusri yusri
kapan dilanjut lagi
goodnovel comment avatar
yusri yusri
menunggu bab selanjutnya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3448

    Teriakan itu membuat banyak tetua secara refleks mengira Radif sedang mempermainkan mereka. Mereka mengira dia ingin memanfaatkan kesempatan saat perhatian semua orang teralih untuk langsung melarikan diri.Namun, di antara tujuh Tetua Agung itu, tetap ada yang tidak bisa menahan diri untuk menoleh ke belakang. Mereka melihat sosok-sosok yang datang itu memang para tetua yang sebelumnya keluar dari aula utama dan sedang bergegas ke arah sini dengan ekspresi penuh amarah."Gawat, mereka benar-benar datang.""Dan jumlah mereka ada empat belas orang. Tetua Radif, kita harus segera pergi."Karena pihak lawan unggul dalam jumlah dan pihak mereka sendiri berada di posisi yang kalah, Radif dan kelompoknya tentu saja tidak ada yang berani bentrok secara langsung. Mereka yang mulai panik pun buru-buru berbalik dan hendak meninggalkan tempat itu untuk menghindari konflik. Namun, saat mereka berbalik, Radif sudah tidak berada di tempat semula.Swoosh!"Sialan! Orang tua itu benar-benar menipu kit

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3447

    "Penyebab utama berakhirnya era surgawi kemungkinan besar adalah roh-roh ganas yang tersegel di dalam buku rahasia, seperti yang diceritakan Priya. Kalau mau tahu detail sebenarnya sekarang, mungkin kita hanya bisa dapatkan jawabannya dari Pegunungan Belantara atau wilayah terlarang Laut Utara. Tapi, itu sama sekali nggak mungkin dilakukan."Setelah mendengar penjelasan tetua itu dalam diam, Zuhair mengepalkan jemarinya erat-erat. Dengan perasaan tak berdaya dan penuh penyesalan, dia berkata, "Kalau begitu ... apa yang dikatakan Priya pada dasarnya memang benar. Menghadapi sosok sekuat itu, Paviliun Ufuk yang merupakan salah satu dari tiga tanah suci dan punya kedudukan luar biasa pun nggak mampu melawannya.""Kita hanya bisa bekerja sama dengan tanah suci lainnya atau tinggalkan sekte untuk sementara waktu, lalu bersembunyi."Tetua senior lainnya yang adalah gurunya Zuhair pun ekspresinya terlihat tidak santai. Sambil mondar-mandir, dia berkata, "Zuhair, meskipun kamu ikuti perkataan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3446

    "Priya, apa ucapanmu ini nggak terlalu serius? Itu hanya sebuah artefak, kenapa kamu harus sampai bayar dengan nyawamu?""Benar.""Paling-paling kita tinggal ganti dengan esensi laut yang banyak."Di dalam aula utama, beberapa tetua yang telah melihat Priya tumbuh sejak kecil berbicara dengan ekspresi bingung. Baik di kalangan kultivator jalur lurus dan jalur iblis di dunia awani, esensi laut selalu menjadi harta langka yang sangat diperebutkan begitu muncul di luar. Oleh karena itu, mereka cukup percaya diri saat mengatakan itu.Priya menggelengkan kepala, lalu berkata, "Para Tetua nggak mengerti. Artefak ini benar-benar sangat berharga. Bahkan di seluruh Dunia Seribu Raya, benda ini tetap termasuk unik. Meskipun kita serahkan seluruh esensi laut kita, tetap sulit untuk ganti kerugiannya."Mendengar sampai di sini, ekspresi para tetua berubah menjadi penuh keraguan. Mereka mulai bertanya-tanya dalam hati, apakah benar-benar ada harta sehebat itu di dunia? Jika memang ada harta seperti

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3445

    ....Tidak lama setelah keduanya pergi, sebuah sosok bungkuk yang diselimuti aura hitam perlahan-lahan muncul dari sudut yang sangat tersembunyi dan tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Jika Bakrie melihatnya, Bakrie pasti akan langsung mengenali orang ini.Orang ini ternyata adalah leluhur generasi pertama Sekte Bulan Berdarah dan juga gurunya Bowo. Dia adalah seorang monster tua yang menurut legenda sudah mati bertahun-tahun yang lalu.Whoosh ....Darah yang masih tersisa di antara potongan-potongan tubuh yang berserakan di tanah semuanya tersedot ke dalam tubuh sosok itu, lalu kekuatannya pun terus meningkat pesat. Tubuhnya yang tadinya keriput dan kurus perlahan-lahan kembali terisi, seperti balon yang terus mengembang. Tak lama kemudian, tubuhnya berubah menjadi tinggi dan gagah.Penampilan pria itu menyerupai seorang pria paruh baya dengan alis yang sangat tajam dan aura yang sangat menekan."Ternyata bocah itu adalah murid rahasianya Ketua Istana Batara. Hehe. Dia bahkan sengaj

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3444

    Setelah pertempuran besar berakhir, tempat ini benar-benar porak-poranda. Semua gunung telah runtuh, permukaan tanah amblas, dan sama sekali tidak terlihat ada tanda-tanda kehidupan. Pemandangan itu terlihat seperti permukaan tanah baru saja dihantam asteroid kecil.Namun, gudang harta Sekte Bulan Berdarah adalah tempat yang sangat berharga juga, sehingga orang-orang sekte memasang formasi khusus dan artefak untuk melindungi tempat itu. Meskipun gudang itu sudah rusak saat Selvi dan Tirta menemukannya, masih ada setengah isinya yang berhasil dijarah.Terdapat tiga ratusan obat spiritual berusia lima ribu tahun, empat puluh juta lebih batu spiritual kualitas terbaik di gudang itu. Bahkan ada dua ratusan set artefak menyerang sekaligus bertahan kelas atas dan berbagai artefak fungsional. Ada pula berbagai bahan langka yang berlimpah dan jumlahnya hampir tak terhitung. Semua ini sudah cukup untuk menandingi kekayaan dasar sebuah tanah suci."Sekte Bulan Berdarah pasti butuh waktu bertahun

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3443

    Melihat tatapan Mahaprana tetap tenang dan berbicara dengan nada datar, Magenta tidak berkata apa-apa lagi.Mahaprana menutup kitab kuno di tangannya, lalu bertanya, "Sekarang Keisya dan Mulan harusnya sudah tiba di Gerbang Maharaja, 'kan?"Dengan ekspresi serius, Magenta berkata, "Harusnya sudah hampir sampai. Dengan bantuan mereka dan Namira yang jaga Gerbang Maharaja, harusnya nggak akan terjadi kekacauan besar di sana."Belum lama ini, ternyata Namira yang sedang menjalani hukuman di Gerbang Maharaja mengirimkan sebuah pesan. Di sisi lain Gerbang Maharaja, makhluk abadi yang penuh ambisi tiba-tiba meningkatkan pasukan penyerang mereka secara besar-besaran hingga mencapai satu juta pasukan. Karena terpaksa, Keisya dan Mulan pun pergi ke sana bersama-sama untuk memberikan bantuan.Mahaprana menghela napas, lalu tatapannya yang dalam mengarah ke kegelapan yang jauh lebih pekat. "Selama seluruh Dunia Seribu Raya dan puluhan ribu klan bersatu menghadapi musuh dari luar, sebenarnya nggak

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 586

    Ketika melihat reaksi Susanti, Tirta tahu bahwa wanita ini cemburu karena melihatnya peduli pada Agatha. Bagaimanapun, ada banyak hal yang terjadi selama mereka berada di makam kuno. Mereka telah memiliki perasaan untuk satu sama lain.Secara fisik, mereka juga melakukan pertukaran yang menyenangkan.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 698

    Pada akhirnya, suasana di kantor polisi menjadi sunyi senyap. Dari ibu kota provinsi, yang tersisa hanya Amal yang tidak sadarkan diri dan Budi yang mengikuti di belakang Tirta tanpa mengatakan apa pun sejak tadi.Lutfi menyuruh pengawalnya untuk mengangkat Amal ke tumpukan sampah yang tidak jauh dar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 342

    "Dasar jalang ...." Melati memegang kepalanya yang terasa agak pusing sambil kembali ke ruang privat dengan wajah berlinang air mata.Ketika melihat air mata Melati dan bekas tamparan di wajahnya, Tirta segera bertanya, "Kak, kamu kenapa? Siapa yang menamparmu?"Wanita lainnya bergegas menghampiri. Me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 695

    Setelah menyadari kesalahan mereka, Dipo dan yang lainnya segera berlutut di depan Tirta dan memohon ampun. Salah satu dari mereka berujar, "Tirta, kami salah. Tolong maafkan kami ...."Namun, Tirta hanya menanggapi dengan dingin, "Sudah terlambat untuk minta maaf sekarang. Aku memang orang biasa, ta

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status