MasukAnjing hitam menambahkan, "Selain itu, gubuk ini pusat dari formasi puncak gunung."Anjing hitam melirik ke samping sekilas dan melanjutkan, "Tadi aku dan kucing sialan ini juga melihat mereka. Aku merasa mereka kelihatan familier, jadi aku mencoba mengobrol dengan mereka. Tapi, mereka nggak memedulikan kami. Kemudian ...."Kucing putih menyergah dengan geram, "Tunggu dulu! Anjing sialan, kamu maki siapa kucing sialan?"Anjing hitam menegaskan, "Tentu saja kamu! Memangnya di sini ada kucing lain? Kucing sialan! Kucing gila!"Kucing putih mengamuk. Dia melompat dari pelukan Elisa dan menghardik, "Anjing sialan, anjing tolol, aku akan bertarung mati-matian denganmu!"Tirta menekan kepala kucing putih sambil menegur, "Jangan potong pembicaraan kami."Tirta bertanya kepada anjing hitam, "Anjing sialan, lanjutkan. Apa yang terjadi selanjutnya?"Anjing hitam mendengus, lalu menjelaskan, "Kemudian, aku merasakan ada energi kuat muncul di tempat ini. Aku takut nggak ada yang jaga seratus lebih
Salah satu tetua memuji, "Pantas saja Tetua Magani dipilih menjadi calon pemimpin Sekte Zeru. Kemampuannya benar-benar mengerikan!"Kemudian, semua orang bersorak gembira. Ternyata tembakan Magani ke inti formasi berhasil. Dia yang memegang Busur Matahari tampak seperti dewa.Muncul lubang besar pada Gunung Dewi. Untung saja, gunung itu tidak langsung terbelah.'Tetua Magani menyimpan kekuatannya. Itulah sebabnya Busur Matahari nggak mengeluarkan kekuatan yang begitu dahsyat,' batin Gorgon.Namun, Gorgon tetap ikut menyanjung, "Haha! Tetua Magani benar-benar misterius. Kita pasti bisa membunuh kultivator tingkat pembentukan dewa itu dengan mudah kalau dipimpin Tetua Magani!"Magani menyimpan Busur Matahari, lalu tersenyum dan membalas, "Semuanya, aku rasa gunung ini artefak. Jadi, sayang sekali kalau dihancurkan. Formasi sudah dipecahkan. Ikut aku naik ke gunung!"....Sebelumnya, Tirta dan lainnya sudah masuk ke dalam formasi. Anjing hitam mengomel sambil memimpin jalan setelah menden
Magani mengelus janggutnya. Dia menyahut sembari mengernyit, "Sebenarnya aku punya cara lain. Hanya saja ...."Gorgon segera menegaskan, "Kalau kamu benar-benar punya cara, nanti kamu boleh mengamati teknik kultivasi pemurni energi itu dulu setelah kita mendapatkannya. Kamu juga boleh memilih artefak dan barang berharga dulu. Kalau aku melanggar janjiku, aku pasti mati tragis!"Modeus juga ikut bersumpah, "Benar, aku juga sama!""Oke. Kalau begitu, kali ini aku terpaksa kerahkan senjata andalanku," balas Magani. Dia baru membuat keputusan, lalu memerintah semua orang, "Kalian hentikan serangan dulu. Dengarkan perintahku, aku arahkan kalian untuk menyerang titik kelemahan formasi dan membantu kalian."Gorgon dan Modeus bertatapan. Mereka memahami maksud satu sama lain, tetapi tidak bersuara.Tetua lain berujar, "Oke, Magani. Terima kasih atas bantuanmu."Semua orang berhenti menyerang dan menunggu arahan Magani selanjutnya.Magani maju, lalu melayang dan berkelebat. Dia langsung muncul
Duar! Whoosh! Krak!Bam! Bam! Bam! Semua orang bekerja sama untuk menghancurkan Gunung Dewi dengan mengerahkan berbagai teknik.Ada yang berubah menjadi raksasa setinggi ratusan meter untuk meninju gunung hingga hancur. Kekuatannya sangat mengerikan.Ada yang bekerja sama dengan seluruh anggota sekte untuk mengeluarkan Pedang Terbang. Ujung pedangnya sangat tajam sampai-sampai ruang kehampaan ditebas hingga retak.Ada juga yang berkumpul untuk memasang formasi. Mereka memanggil awan petir yang menyambar gunung dengan kekuatan dahsyat.Ada pula yang mengeluarkan tungku perunggu raksasa, palu tempur, tombak naga, dan artefak lainnya untuk menghantam gunung sama-sama.Situasinya sangat menggemparkan, bahkan hal seperti ini tidak pernah terjadi di zaman kuno.Namun, hal yang mengejutkan terjadi. Semua serangan yang dilancarkan sangat dahsyat. Seorang kultivator tingkat pembentukan dewa yang berdiri di tempat juga akan terluka parah jika dihajar seperti ini.Hanya saja, gelombang cahaya ber
Ada yang merasa senang dan diam-diam merasa lega. Orang-orang ini merasa mereka tidak perlu dikorbankan lagi.Ada yang mengernyit. Mereka sangat kecewa karena tidak bisa mendapatkan teknik kultivasi yang ajaib itu.Dua tetua tingkat pembentukan jiwa memberanikan diri untuk berkomentar."Menurutku, kemungkinan besar orang itu sudah meninggalkan tempat ini. Sebaiknya kita kembali ke tempat masing-masing. Cuma menghabiskan waktu kalau kita terus mencarinya.""Benar, aku juga sependapat. Bagaimanapun, kita sudah mencari di begitu banyak tempat. Tapi, kita nggak menemukan jejak sedikit pun."Seketika semua orang menjadi heboh. Mereka hanya menunggu tetua yang cukup berkuasa setuju, lalu mereka bisa langsung pergi.Magani dari Sekte Zeru memandang ke arah timur. Dia tertawa sinis, lalu menanggapi, "Untuk apa kalian buru-buru? Bukannya masih ada satu tempat lagi yang belum kita cari?"Saat ini, mereka berjarak ratusan kilometer dari wilayah Sekte Mujarab. Yang paling menonjol adalah Gunung De
Kaki anjing hitam dijulurkan ke formasi. Dia terlihat seperti tahanan yang menunggu Tirta menyelamatkannya."Anjing sialan, kamu salah paham. Aku cuma kebetulan lewat," timpal Tirta.Ucapan Tirta bagaikan air dingin yang memadamkan semangat anjing hitam.Tirta meneruskan, "Oh iya. Bukannya kamu dan kucing putih berada di ibu kota? Kenapa kalian bisa datang ke sini? Bagaimana caranya kalian sampai di Gunung Dewi?"Anjing hitam bicara terbata-bata, "Um ... ini .... Aku ...."Kucing putih juga gemetaran. Dia berpura-pura menjilat bulunya dan tidak berani melihat Tirta.Tirta mendesak, "Kalian berdua kenapa? Apa kalian begitu takut karena melanggar aturan?"Anjing hitam ingin keluar, jadi dia terpaksa bicara jujur, "Oke. Aku beri tahu kamu kebenarannya ... kucing putih ini yang menghasutku. Kemudian, kami nggak sengaja datang ke sini. Tirta, kamu salahkan dia saja. Jangan salahkan aku."Tirta bertanya dengan ekspresi muram, "Kalau begitu, berarti kalian berdua berniat mengkhianatiku?"Kuci
Melihat ekspresi Tirta yang marah, Farida tidak tenang membiarkan Tirta masuk ke kamar sendiri. Dia maju sembari menahan rasa mualnya, lalu merangkul lengan Tirta dan berujar, "Tirta, tunggu dulu. Sebenarnya siapa yang ada di dalam kamar? Apa kamu akan terancam bahaya kalau masuk sendiri? Sebaiknya
Mendengar ucapan Tirta, Tina memberanikan diri untuk bertanya kepadanya. Dia baru berani bicara seperti itu karena tidak ada orang lain. Saat Ayu dan lainnya ada di tempat, Tina juga tidak bicara.Tirta mengangkat alis, lalu mencubit bokong Tina dan tertawa. Dia menyahut, "Tentu saja boleh. Aku juga
'Seharusnya wanita ini Kak Devika yang disebutkan Shinta,' batin Tirta. Saat pertama kali melihat Devika, Tirta merasa Devika bukan orang biasa.Dari semua wanita cantik yang pernah ditemui Tirta, yang paling cantik adalah Bella, Marila, Ayu, dan Elisa. Yang paling berwibawa adalah Susanti, Agatha,
Di dalam kamar, Filda ketakutan setengah mati. Dia menutup telinganya dan menggeleng sambil menjerit, "Nggak mau ... aku nggak mau keluar! Tirta ... jangan kira kamu bisa berbuat semena-mena karena punya uang dan pandai bertarung. Kalau kamu berani menyakitiku, aku akan lapor polisi untuk menangkapm







