Share

Bab 152: Papa Curang

Penulis: NACL
last update Tanggal publikasi: 2026-10-20 20:20:58

Lenora berjalan mengikuti Dashel menyusuri koridor hotel berbintang di pusat kota Semarang. Sejak tadi, pria itu tak melepaskan genggaman tangannya sedikit pun.

Begitu mereka masuk ke kamar dan pintu tertutup, Dashel langsung merengkuh pinggang istrinya, menariknya mendekat hingga tak ada lagi jarak di antara mereka.

Lenora terkekeh, lalu menyandarkan kepala di dada suaminya.

“Dash, kamu benar-benar nekat. Jauh-jauh datang ke sini cuma buat jemput aku.”

Dashel menunduk, menatap wajah wanita yan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Bab 155: Wanita yang Selalu Membuatku Kembali (Tamat)

    Beberapa hari menginap di vila perbukitan terasa menyenangkan bagi Dashel dan Lenora. Mereka bisa menikmati waktu berdua, jauh dari kesibukan sehari-hari. Namun, sesekali, perhatian mereka tetap tertuju pada Liam, Lucas, dan Lily yang tidak ikut dalam perjalanan itu.Akhirnya, Dashel dan Lenora sepakat untuk menjemput anak-anak. Mereka ingin menghabiskan sisa waktu liburan bersama, kali ini dengan keluarga lengkap.Pagi di akhir pekan pun terasa hangat.Di dapur, Dashel berdiri di depan kompor dengan celemek hitam terikat di pinggangnya. Ia sibuk menyiapkan nasi goreng untuk sarapan, sesekali melirik ke arah ruang keluarga.Dashel tersenyum kecil. Ia tidak pernah menyangka hal sesederhana itu bisa membuatnya merasa begitu bahagia.“Anak-anak, Lenora! Sarapan sudah siap!”“Yeay! Nasi goreng Papa!” Lucas langsung berdiri dan berlari menuju meja makan.“Jangan lari-lari. Nanti jatuh,” tegur Lenora.“Iya, Mama!” jawab Lucas, meskipun langkahnya tetap saja terburu-buru.Liam menyusul adikny

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Bab 154: Yeay, Pulang

    Dua tahun akhirnya berlalu. Bagi Lenora dan Dashel, waktu itu terasa panjang karena mereka harus menjalani hubungan jarak jauh, mengatur jadwal untuk bertemu, dan menahan rindu setiap kali akhir pekan berakhir. Namun, hari ini semua perjuangan itu terbayar. Di aula universitas di Semarang, Lenora berdiri anggun mengenakan kebaya. Senyum bahagia tak pernah lepas dari wajahnya ketika namanya dipanggil dalam prosesi sumpah dokter. Setelah menyelesaikan masa koas dan lulus ujian profesi, akhirnya ia resmi menyandang gelar dokter umum. Begitu acara selesai, Lenora segera mencari keluarganya di antara para tamu. Matanya langsung menemukan Dashel yang berdiri tak jauh dari pintu keluar, membawa buket mawar putih berukuran besar. Belum sempat ia menghampiri suaminya, Liam, Lucas, dan Lily sudah berlari lebih dulu. “Selamat, Dokter Mama!” seru ketiganya bersamaan. Lenora tertawa haru. Ia berjongkok, lalu merentangkan tangan untuk menyambut ketiga anaknya. “Aduh, sini peluk Mama. Kalian bik

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Bab 153: Pamer Mama Dong

    Suara mobil Dashel terdengar memasuki halaman kediaman Bradley. Pria itu baru saja pulang dan langsung tersenyum membayangkan bisa bertemu Lenora. Ia tahu istrinya sudah kembali dari Semarang hari ini, jadi ia sengaja menyempatkan diri pulang lebih awal.Namun, senyumnya perlahan menghilang begitu memasuki ruang tengah.Ada yang tidak beres.Lenora berdiri di dekat tangga dengan wajah pucat dan mata sembab. Sementara itu, Dewi terlihat mondar-mandir sambil menelepon seseorang. Keduanya tampak begitu cemas hingga tak menyadari kedatangan Dashel.“Kenapa? Ada apa ini?” tanya Dashel sambil menghampiri mereka.Lenora langsung menoleh. Begitu melihat suaminya, ia bergegas mendekat dan mencengkeram lengan Dashel.“Dash, Lily nggak ada!”Dashel terdiam sesaat, seolah perlu memastikan dirinya tidak salah dengar.“Maksud kamu, Lily di mana?”“Nggak tahu!” jawab Lenora dengan suara bergetar. “Aku sudah cari ke semua kamar, ruang bermain, sampai halaman belakang. Tapi dia nggak ada. Liam sama Lu

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Bab 152: Papa Curang

    Lenora berjalan mengikuti Dashel menyusuri koridor hotel berbintang di pusat kota Semarang. Sejak tadi, pria itu tak melepaskan genggaman tangannya sedikit pun.Begitu mereka masuk ke kamar dan pintu tertutup, Dashel langsung merengkuh pinggang istrinya, menariknya mendekat hingga tak ada lagi jarak di antara mereka.Lenora terkekeh, lalu menyandarkan kepala di dada suaminya.“Dash, kamu benar-benar nekat. Jauh-jauh datang ke sini cuma buat jemput aku.”Dashel menunduk, menatap wajah wanita yang sudah lima tahun mengisi hatinya itu.“Aku sudah menunggu lebih dari lima tahun sampai akhirnya bisa menikahi kamu. Setelah itu, aku masih harus menjalani seminggu penuh cuma dengan melihat wajahmu lewat layar ponsel.” Ia mengusap pinggang Lenora pelan. “Menurutmu, aku masih sanggup bersabar lebih lama?”Lenora tersenyum malu. Tatapan mata hazel Dashel membuatnya sulit membalas ucapan pria itu. Ada begitu banyak kerinduan yang tersimpan di sana, dan Lenora tahu dirinya pun merasakan hal yang s

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Bab 151: Gantian

    Rencana Dashel untuk mendapatkan waktu berdua dengan istrinya di malam kedua pernikahan mereka kembali gagal. Kali ini, Liam dan Lucas yang lebih dulu merebut kemenangan. Kedua bocah itu sudah naik ke ranjang dan berbaring di sisi kanan dan kiri Lenora, seolah sengaja memastikan tak ada tempat tersisa untuk ayah mereka.“Papa, lihat! Aku dipeluk Mama!” seru Lucas riang. Tangannya bahkan semakin erat melingkari pinggang Lenora.Liam tak mau kalah. Ia melirik Dashel dengan senyum jahil. “Papa tidur di ujung sana aja. Malam ini Mama punya kita berdua.”Rahang Dashel mengeras. Ia menatap kedua putranya dengan wajah kesal, berharap tatapannya cukup membuat mereka menyerah. Sayangnya, Liam dan Lucas sama sekali tak gentar. Mereka malah bergantian mencium pipi Lenora sampai wanita itu tertawa geli.Dashel hanya bisa mengembuskan napas panjang. Ia akhirnya berbaring di tepi ranjang, lalu menarik bantal untuk menutupi wajahnya. Malam kedua pernikahannya kembali berakhir dengan kekecewaan. Sepe

  • Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku   Bab 150: Malam Pertama Kita

    Sinar matahari sore masuk melalui celah jendela kamar di kediaman Bradley, ketika Dashel menggandeng Lenora, mengajaknya naik ke lantai atas sebelum acara bersama keluarga di bawah benar-benar selesai.Begitu pintu kamar tertutup, Dashel langsung berbalik dan merengkuh pinggang istrinya.“Dash...” Lenora terkekeh kecil ketika punggungnya menyentuh pintu. Kedua tangannya bertumpu di dada pria itu. “Ini masih sore. Keluarga kamu masih banyak di bawah.”Dashel hanya tersenyum tipis. Tatapan hazel-nya tak lepas dari wajah Lenora, seolah masih sulit percaya bahwa wanita yang selama lima tahun dirindukannya itu kini benar-benar menjadi istrinya.“Aku sudah menunggu hari ini terlalu lama, Sayang.” Ia mendekat, lalu mengecup kening Lenora. “Masa aku nggak boleh punya waktu berdua saja sama istriku?”Lenora tersenyum malu. “Boleh, tapi jangan lupa kita masih punya tamu.”“Tenang. Ada banyak orang yang mengurus mereka.”Dashel kembali mendekat, membuat Lenora tertawa kecil sambil mendorong bahun

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status