LOGINHelena masih tidak terima dipermalukan oleh Clara. Dia menarik jas suaminya.“Sayang, aku nggak mau tau. Kamu harus mengembalikan harga diriku di depan semua orang,” rengek Helena. “Helen, ini kan kamu sendiri yang cari gara-gara sama Nona Besar Clara. Seandainya kamu bisa nahan diri, semuanya nggak bakalan kacau begini,” balas Irwan, tidak senang. Helena melotot. Irwan yang cinta mati padanya, mengapa sekarang berubah?Hanya dengan beberapa kata, biasanya Irwan akan selalu menuruti keinginan Helena. Tapi sekarang? Mengapa suaminya seolah takut menghadapi Clara?Helena mengerutkan kening. “Suamiku, kamu bentak aku?”Merasa terlalu berlebihan, Irwan segera memeluk istrinya. “Bukan, Sayang. Tapi, keluarga Cole nggak bisa menyinggung Nona Besar Clara. Kalo diaー”Irwan masih ingin menyangkal dan menjelaskan alasan pada Helena, tapi Regan memotong kalimatnya. “Kakak ipar, asal kamu tau. Bahkan kalo kekuatan keluarga Cole dan keluarga Gray digabung, masih belum mampu menandingi dengan k
Tepuk tangan yang awalnya terdengar pelan, semakin lama semakin menyebar.Bukan karena hadiah mewah itu. Tapi karena pria yang baru saja merusak semua prasangka di ruangan itu.Ya! Jay berhasil membuat separuh tamu undangan percaya pada kemampuannya. Stevani berjalan mendekati Jay. Wajahnya berseri-seri dan tampak senyum mengembang di bibirnya. “Anak muda, kamu adalah…”Stevani belum pernah bertemu dengan Jay. Tapi ketika melihat interaksi Jay dengan Nenek Melati dan Olivia, dia bisa menyimpulkan bahwa pria muda di depannya ini adalah salah satu menantu keluarga Cole. Tapi, entah menantu dari keluarga cabang yang mana! Stevani harus memastikannya dulu.Jay sedikit membungkuk. Ketika dia hendak membuka mulut, seorang wanita telah lebih dulu menjawabnya.“Dia adalah Cucu menantu Nyonya Besar. Namanya Tuan Jay Issac, suami Nyonya Lisa.”Sesuai dugaan Stevani. Jay adalah menantu keluarga Cole yang hina. Stevani berseru, “Oh, ya ampun! Jadi, kamu suami Lisa?”Jay mengangguk. Lalu, dah
Diana mencubit pinggang anak keduanya. “Oliv, cepat kasih kotak hadiah Nenek. Mama mau Nenek lupain masalah Lisa dan Regan.”Olivia Coleーadik Lisa yang berusia 22 tahun, mengangguk. “Oke, Ma. Aku akan alihkan perhatian Nenek.”Olivia maju mendekati Nenek Melati. Dia memiliki kulit putih cerah dengan fitur wajah mungil. Rambut hitam panjang Olivia berjuntai hingga pinggang. Ujung rambutnya bergelombang. Tapi sayang, riasan wajahnya terlalu tebal seperti topeng. Jadi, penampilan Olivia terkesan lebih dewasa daripada gadis seusianya.Olivia membawa kotak hadiah kayu cendana tua berwarna merah gelap. Dia tersenyum manis. Semua mata terpaku pada Olivia. “Nenek, buat apa marah-marah begini? Seharusnya malam ini Nenek bahagia. Karena semua cucu, menantu dan kolega datang untuk merayakan acara ulang tahunmu.” Olivia melirik Veel. Lalu bergantian melirik Jay. Dia tersenyum sinis. “Jangan sampai seseorang mencuri kebahagiaan Nenek dan merusak pesta.”Jay mengepalkan tangan erat-erat, mena
Semua orang mengalihkan perhatian pada Jay dan Veel. Saking terkejutnya, Nenek Melati langsung berdiri. “Cicitku yang cantik, kemarilah!”Sejak pesta ulang tahunnya dimulai, Nenek Melati tidak tersenyum. Dia hanya membalas senyum tipis pada tamu yang datang menyapa. Selebihnya, dia enggan berbicara ataupun sekedar basa-basi. Seorang wanita memberikan komentar. “Nona, lihatlah! Nyonya Besar yang dari tadi bersikap dingin dan murung, sekarang dia bisa tersenyum lebar.”Jika dilihat-lihat, seharusnya dia adalah asisten wanita cantik yang berdiri di sebelahnya. Seorang Nona Muda berkata, “Itu pasti karena cicitnya sudah datang. Aku denger-denger, Nyonya Besar sangat menyayangi Cicit dan Cucu menantunya. Tapi Rizka, yang mana Cucu menantu Nyonya Besar?”Nona Muda celingukan, mencari-cari sosok Cucu menantu Nenek Melati. Asisten menimpali, “Betul, Nona Clara. Aku juga penasaran dengan kehebatan pria itu sampai-sampai dia bisa menaklukkan hati Nyonya Besar yang dingin. Tapi dia justru n
Baru sampai di ambang pintu aula, Jay sudah disuguhi pemandangan yang mencekik. Dia akhirnya mengerti situasi. Jay menatap Dokter Idris. “Pergi ambil hadiah Nenek.”Lalu, tatapan Jay jatuh pada wajah mungil putrinya. “Kalian jangan masuk sebelum aku panggil. Aku mau ngasih kejutan mereka.”Hatinya sakit melihat kebersamaan Lisa dan Regan. Apalagi, di sini ada Veel. Kenapa dua orang itu tidak tahu malu dan tidak bisa menahan diri?Di mana sosok Nenek Melati yang selalu menegakkan keadilan?Pikiran Jay melayang. ‘Ternyata Lisa dan Regan udah nggak tahan untuk mengumumkan hubungan mereka.’ Perawat Della menatap Dokter Idris dengan ragu. Karena Dokter Idris diam saja, dia memberanikan diri. “Tapi, Tuan…”Melihat perubahan ekspresi Jay, Della akhirnya paham. Jay pasti memiliki rencananya sendiri. Dokter Idris melirik Della. “Ayo!” Tidak ada yang memperhatikan kehadiran Jay dan anaknya. Semua mata tertuju pada bintang utama hari iniーNenek Melati. “Ayah, kenapa Ibu dan Paman Regan gan
Jay memeriksa nadi Veel. Dia mengeluarkan tenaga dalamnya lagi. Perlahan tapi pasti, Jay mengobati Veel dengan kemampuannya. Setelah satu jam, tenaganya terkuras habis. Dia meminum air putih hangat dan langsung tidur di sofa panjang. Pagi harinya. Dokter Idris sudah datang memeriksa Veel. Dia sengaja tidak membangunkan Jay. “Nona Muda, ayo minum pil dulu.”Sesuai pesan Jay semalam, setiap pagi Veel harus minum Pil Penyembuh Seratus Ramuan Sumsum Naga dalam keadaan perut kosong. Gunanya sebagai terapi penunjang untuk mempercepat penyembuhan kanker tulang anaknya. “Iya, dokter.”Mendengar suara-suara samar di dalam ruangan, Jay akhirnya terbangun. Dia menatap Dokter Idris. “Selamat pagi, Veel sayang,” sapa Jay. Dia bergegas menghampiri anaknya. “Ayah, hari ini ulang tahun Nenek Melati. Apa kita akan pergi ke sana?”Suasana berubah canggung. Dokter Idris langsung berbisik, “Tuan, Kamu yakin bawa Nona Muda ke pesta ulang tahun Nyonya Besar? Kamu tau sendiri, gimana perlakuan kelua







