Share

Bab 14 Hujan

Author: Nisa Hikaru
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-11 16:44:06

Air hujan masih turun dengan santainya mengguyur pagi ini. Senyum kecil mengembang di wajah manisnya, tatkala membaca dan melihat pesan dari sang calon suami.

Rasa hangat memenuhi relung dada Nabila. Ia belum mengetikkan pesan balasan. Ia tengah mematuti foto berbagai model cincin yang dikirimkan Fahmi padanya. Semuanya cantik-cantik dan menarik.

Dengan situasi dan kondisi di dekat jalan depan minimarket seperti ini, Nabila belum bisa menjatuhkan pilihannya.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 135 Panggilan Sayang

    “Sayang, HPHT Ibu Marisa tanggal berapa tadi?” suara Fahmi yang tenang dan santai terdengar menggema di telinga Nabila. Seolah mulutnya sudah terbiasa dengan panggilan tersebut. Begitu juga dengan pasien dan pendamping yang turut terkejut pada panggilan yang diucapkan dokter obgyn tersebut. Tanga Fahmi memegang doppler, ia sudah siap untuk melakukan pemeriksaan USG pada pasiennya. Ia duduk di hadapan layar dan mesin USG, serta di samping pasiennya yang sudah terbaring. Nabila belum menjawab, ia memeriksa dokumen berisi rekam medis pasien. “12 September, Dok,” jawabnya. Sebetulnya ia ingin tertawa saat sang suami keceplosan memanggilnya dengan sebutan ‘sayang’, namun di satu sisi juga, ia merasa bahagia. “Nah iya tanggal itu, Dok,” timpal pasien dengan senyum nyengir masih terbawa kaget saat dokter yang hendak memeriksanya ini mengucap kata ‘sayang’. Pasien ini bingung panggilan itu ditujukan ke siapa, namun dijawab langsung oleh bidan asistennya.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 134 Hari Pertama Bekerja

    Langkah kaki Nabila dan Fahmi sudah sampai di Instalasi Kebidanan dan Kandungan. Nabila segera mengisi daftar hadir di mesin pemindai jari. Kehadirannya di sini belum mencuri perhatian, di koridor mereka hanya berpapasan dan menyapa saja. “Udah absennya,” ucap Nabila saat selesai melakukan absen. Ia hendak berbalik badan mengajak suaminya kembali ke ruang poli. Niat hatinya mau masuk ke ruang jaga, namun rasanya maju mundur. “Nggak masuk dulu? Menyapa teman-teman,” ucap Fahmi menawarkan istrinya untuk menyapa rekan-rekan kerjanya. Nabila tersenyum kikuk. “Eh, iya ya, tapi…” Fahmi tersenyum, ia mengerti maksud istrinya. Wanitanya itu pasti merasa tidak enak hati. “Aku tunggu di sini aja,” ucapnya. Fahmi memberikan ruang untuk Nabila agar merasa lebih leluasa menyapa rekan-rekannya. Ia juga paham, kehadirannya di sini mungkin akan dianggap berlebihan. Nabila mengangguk dengan senyum tipis di wajahnya, ia pun berjalan masuk ke dalam rua

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 133 Tingkah Lucu

    Gedung rumah sakit yang berdiri gagah, halaman parkirnya yang luas, pohon-pohon rindang teduh tertanam di sekitarnya, taman yang terletak di samping kiri, dan hamparan rumput hijau lapangan sepak bola tepat di belakang. Pintu lobby yang terbuka tutup otomatis, pengunjung, karyawan, tenaga kesehatan, dan tenaga medis silih berganti keluar masuk. Suasana pagi ini cukup sibuk seperti biasanya dipenuhi oleh pasien rawat jalan, sedangkan di IGD nampak tenang. Aroma rumah sakit yang khas, suara derap langkah perawat dan dokter, roda brankar dan kursi roda yang berdecit melawan lantai keramik. Aroma dan suara-suara itulah yang ternyata membuat rindu. Langkah Fahmi dan Nabila sudah jauh meninggalkan mobilnya yang terparkir di area khusus dokter. Pintu lobby terbuka otomatis saat keduanya hendak masuk, senyum sapa ramah dari sekuriti menyambut kedatangan mereka. Dengan hal yang sama pula, Fahmi dan Nabila membalas. Banyak mata yang terpaku pada kedatan

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 132 Berangkat Bekerja Bersama

    Sarapan sederhana yang sehat itu sudah habis disantap oleh Fahmi dan Nabila. Kini, keduanya bersiap berangkat menuju tempat kerja, aroma-aroma rumah sakit sudah sampai di hidung mereka. Tak dapat dipungkiri, ada kerinduan pada gedung yang telah menyatu dengan jiwa mereka berdua. Gedung rumah sakit dan nyawanya yang mengisi hari-hari Fahmi dan Nabila. Rasanya sudah seperti mendarah-daging. Nabila membawakan snelli suaminya ke dalam mobil, jas putih itu habis dicuci di binatu beberapa hari yang lalu. Sebetulnya, Fahmi ingin membawa benda itu dengan tangannya sendiri, namun sang istri dengan halus dan tulus mau membawakannya. “Mas, aku juga mau melayani suami seperti ini, bukan hanya di ranjang,” ucap Nabila halus. Ia menatap lekat wajah tampan suaminya. Fahmi tersenyum tipis yang manis. Ia senang juga diperlakukan seperti ini. “Terima kasih, ya…” ucapnya lembut. Nabila mengerling manja, lalu ia berjalan menuju mobil yang sedang dipanas

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 131 Kembali Bekerja

    Omongan asal bunyi dari mulut Anita selalu membuat orang-orang kesal. Nabila ingat sekali saat pertama kali berjumpa dengan sepupu Fahmi tersebut di toilet mal. Anita dengan sengaja mendorong Nabila di wastafel, sehingga membuat pakaian dan hijabnya basah. Entah apa yang ada di pikiran Anita saat dengan sengaja melakukan hal tersebut. Kini, saat acara syukuran rumah baru Fahmi dan Nabila, Anita kembali berulah lagi. Mulutnya dengan santai mengucap kata yang tidak enak didengar, apalagi tadi Farida—mama Nabila—turut mendengarnya langsung. Hampir saja Farida emosi mendengar omongan tersebut, namun ia langsung ditahan oleh sang suami. Waktu acara pernikahan Fahmi dan Nabila, Anita dan Ayub berhalangan hadir, karena suaminya sedang sibuk PPDS. Beruntung sekali, jika tidak, entah apa yang akan diperbuat oleh Anita. Ada saja kata-kata tak mengenakkan yang meluncur dari mulutnya dengan santainya. “Dibius aja si Anita tuh sama Ayub, biar diem,” ujar Bibi Fatmah

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 130 Acara Syukuran Rumah

    Sudah hampir 12 jam Nabila dan Fahmi berada di rumah baru mereka. Ibu mereka sudah kembali ke rumah masing-masing, tinggal keduanya saja di sini. Koper dan kotak yang memuat barang-barang milik keduanya masih berada di ruang keluarga, belum bergeser sedikit pun. Pasangan pengantin baru ini masih santai menikmati waktu berdua di rumah mereka. Nabila menyandarkan kepalanya di dada sang suami, sesekali ia menyentuh janggut tipis yang bergelayut di dagu Fahmi. Fahmi hanya mengenakan kaos tanpa lengan dan celana pendek, sedangkan sang istri terusan di atas lutut dengan tali bertaut di pundak. Aroma harum menguar dari kepala Nabila yang tepat berada di bawah wajah Fahmi. Dokter obgyn ini menikmati wangi tersebut, sungguh membuatnya terlena. Mata Fahmi melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 17.03, masih ada waktu kurang lebih satu jam lagi menuju maghrib. Sepertinya waktu seperti ini bisa dimanfaatkan untuk…“Mas…” Nabila menoleh menatap s

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 4 Pemberian Perempuan Lain

    ‘Ah, apa hanya aku saja terlalu heboh? Atau mungkin dia tidak antusias?’ pikiran Nabila mulai berlebihan, namun cepat-cepat ia mengusirnya. “Gimana, Nabila?” tanya Khairul, ia ingin tahu bagaimana respon anak gadisnya. Nabila menoleh ke arah Khairul, tatapannya bingung, lalu i

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 3 Pertemuan

    Nabila, nanti malam keluarganya Om Abdul mau ke rumah kita, silaturahmi. Sekalian pertemukan kamu sama Fahmi. Begitulah isi pesan dari Khairul yang membuat Nabila kaget. “Malam ini?” Nabila mencoba mencerna apa yang tengah terjadi. Terasa dar der dor sekali.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 2 Berdebar

    "Dokter Fahmi?!” Nabila berseru, ia tak salah lihat nama yang tertulis di CV tersebut adalah atasannya. Khairul dan Farida saling menatap, lalu melihat ke arah anak gadisnya. “Kamu kenal?” tanya Khairul semakin antusias. Nabila mengangguk. “Iya, beliau ini atasanku di rumah sakit. Aku asist

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 1 Parfum dan Perjodohan

    “Enak ya jadi Nabila, bisa deket-deket terus sama dokter Fahmi,” ujar salah satu perawat di ruang jaga.“Bagi tipsnya dong, Bu Bidan Nabila,” sahut perawat lain.Nabila, gadis yang tengah memakai scrub dan kerudung berwarna merah muda itu hanya menggelengkan kepalanya sambil ter

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status