مشاركة

Bab 53

مؤلف: Lavendulaaa
last update تاريخ النشر: 2025-12-22 22:50:52

Sari berjalan mencari tempat yang nyaman untuk menunggu Naya. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara cecapan yang berada di dekat tempatnya berdiri. Dia mengendap karena penasaran dengan suara hina yang dia dengar.

Saat semakin jelas suara itu terdengar, Sari memantapkan hatinya untuk mengintip. Dia mulai melongokkan kepalanya. Namun, apa yang dia lihat seketika membuat dirinya berdiri dengan tegak.

“Naya?” bisik Sari yang masih terkejut dengan apa yang dia lihat.

“Sari?” Naya menatap
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 106

    Waktu berlalu dengan cepat. Namun, kekhawatiran Naya sama sekali tidak terjadi. Bahkan saat magangnya sudah hampir selesai pun, semua ketakutannya tidak terjadi.Ada rasa syukur, karena dirinya tidak membawa pengaruh buruk untuk perusahaan tempat dirinya belajar. Namun, tidak dipungkiri, bahwa dirinya juga menjadi bahan gosip untuk teman-temannya. Naya pun tidak bisa mengelak dengan bahasan skandal yang ada.Dia sangat sadar apa yang sebelumnya dia lakukan. Terlebih menyangkut hubungannya dengan Ardi. Namun, dia tidak bisa membela dirinya sama sekali.Hari ini, Naya harus menyelesaikan semua proses untuk magangnya. Dia mendatangi meja Pak Tiko dan membawa beberapa berkas yang harus ditandatangani ole pria itu. Namun, pria itu tidak seperti biasanya dan meminta Naya untuk menemuinya di pantry.Naya pun segera berjalan ke pantry, di mana biasanya Pak Tiko membuat kopi untuk menemani menyelesaikan pekerjaannya. Dia duduk di depan kitchen island. Dia menatap Pak Tiko yang sedang memasukka

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 105

    "Pernah kamu berpikir untuk bercerai sama aku?" tanya Miya yang duduk di kasur. Langkah Ardi benar-benar terhenti di ambang pintu. Dia membalikkan badannya dan menatap istrinya. Dia menghelakan napas sebelum dirinya menjawab pertanyaan istrinya itu"Pernah, dan bahkan kalau kamu lupa, aku pernah memberikan surat perjanjian cerai saat kamu mengatakan, kamu mengandung Daffa." Ardi menjawab dengan sangat tenang. Semua dia katakan tanpa ada keinginan untuk menyembunyikan sesuatu dari istrinya itu.Di dalam hatinya, Ardi sudah merasa sangat malu. Namun, dia ingin istrinya juga tahu, bahwa selama ini cinta untuk wanita yang memberinya keturunan itu tidak pernah ada. Semua yang dia rasakan hanya rasa tanggung jawab untuk menjaga aib keluarganya. Namun, Miya memang tidak mudah percaya dengan apa yang ada."Masih tidak percaya denganku?" tanya Ardi pada istrinya.Tidak ada jawaban dari Miya yang keluar. Namun, dia menatap Ardi dengan wajah tanpa ekspresi. Melihat hal itu, Ardi memilih meningg

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 104

    Hubungan Naya dan Ardi benar-benar berakhir di hadapan kedua orang tua Naya. Ardi dan Miya keluar dari rumah Naya. Mama Naya mengantar keduanya. Sementara itu, Naya menangis di dalam pelukan papanya. Tanpa menghakimi perasaan anaknya, papa Naya memeluk erat anaknya. Dia mengusap lembut punggung anaknya, mencoba memberikan kekuatan untuk anaknya. Naya tidak mengatakan apa pun, hanya menangis di dalam pelukan papanya. "Tenang, Nay. Papa ada di sini sama kamu. Papa hanya nggak mau kamu salah jalan, Nak. Papa tahu, kamu baru belajar mengenal cinta, tapi memang tahta tertinggi tentang cinta adalah melepaskan, Nay. Kamu nggak boleh merusak dan mengambil milik orang lain, Nak. Papa nggak mau kamu dijadikan olok-olokan publik." Papa Naya mencoba membuat Naya sadar, apa yang mereka lakukan adalah untuk Naya."Aku tahu, Pa. Cuma rasanya sakit juga. Ternyata melepaskan tidak semudah itu." Naya mengatakannya dengan suaranya yang bergetar."Benar. Melepaskan memang tidak semudah itu. Maka dari i

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 103

    Seperti yang direncanakan, Naya beserta keluarga bertemu dengan Ardi. Namun, pertemuan itu dilakukan di rumah Naya atas permintaan Miya yang ingin melihat reaksi suaminya lebih jelas, saat mendatangi keluarga Naya. Ardi terdiam di bangku kemudi, saat berhenti di depan sebuah rumah megah yang tidak pernah benar-benar dia lihat.Ardi menoleh ke arah istrinya yang ada di sampingnya. Wanita itu terlihat sedang merapikan make upnya. Ardi menatap datar wanita yang merapikan dandanannya itu. "Maksud kamu apa?" tanya Ardi pada istrinya yang masih sibuk dengan wajahnya."Mengantarmu bertemu dengan kekasih kecilmu itu." Miya mengatakannya dengan sangat tenang. "Miya, aku tidak bercanda." Ardi menatap datar istrinya yang ada di sampingnya."Siapa yang sedang bercanda? Aku pun tidak bercanda. Ayo, pasti keluarga kekasih kecilmu itu sudah menunggumu,' kata Miya yang keluar dari mobilArdi dengan cepat menyusul istrinya dan menahan langkah istrinya. Miya berhenti melangkah dan menatap tenang suam

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 102

    Naya menatap ponselnya. Sejak kepulangannya terakhir, dia masih berkomunikasi dengan Ardi, sebagaimana biasanya. Dia juga tidak mengatakan apa pun pada Ardi. Ada rasa ingin menceritakan pada Ardi apa yang sedang terjadi. Namun, dia masih berusaha menahan untuk meyakinkan dirinya untuk memutuskan sesuatu. Perasaannya masih terus tumbuh untuk Ardi, meski dirinya sudah jarang bertemu dengan pria itu. Namun, Ardi selalu memberi kabar untuk dirinya.Setiap pesan dari Ardi membuat Naya selalu teringat akan pesan papanya. Namun, masih belum ada gairah untuk dirinya membicarakan dengan Ardi. Pikirannya berkecamuk dengan apa yang terjadi sebelumnya. "Bu Miya bikin masalah banget! Ini gimana kalau aku menolak untuk berpisah dengan Pak Ardi. Papa sama Mama akan bereaksi kayak apa, kalau aku menolak?" Naya menjatuhkan kepalanya ke bantal dan menenggelamkan wajahnya di bantal. Dia merasa sangat pusing dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini. Naya membalikkan badannya dan menatap ceiling ruangan

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 101

    "Siapa dia?"Papa Naya perlahan membuka matanya dan melihat anaknya yang masih menundukkan kepalanya. Ada tatapan kecewa pada anaknya, tapi dirinya harus bisa mengendalikan emosinya demi membawa anaknya kembali ke jalan yang semestinya dia lewati. Tangannya sudah melepas tubuh istrinya yang ada di sampingnya, dia malah meraih lutut anaknya untuk menatapnya juga."Papa mau tahu, siapa yang mampu mengambil hati anak Papa." Papa Naya masih menahan emosinya. "Pak Ardi, Pa. Itu namanya, tapi tolong jangan buat dia kehilangan pekerjaannya. Kalau Papa bilang ini salah, iya ini salah dan ada kesalahanku juga di dalamnya, Pa. Tolong!" Naya memohon pada papanya yang hanya menganggukkan kepalanya."Apa dia punya istri?" tanya papa Naya mencoba menutup kenyataan bahwa dirinya sudah tahu semua."Iya, tapi dia tidak mencintai istrinya sama sekali, Pa." Naya langsung memberikan alasan, mengapa dirinya masih bertahan dengan Ardi. "Nay, cinta untuk istrinya itu urusan dia. Mau dia mencintai istrinya

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 85

    Pertandingan dimulai. Naya bersiap di depan gedung olahraga, sebelum waktunya masuk. Saat melakukan pemanasan, Naya sempat terdiam tidak percaya. Dia tersenyum menatap kedua orang tuanya datang bersama."Mama, Papa!" Naya berlari mendekat ke arah kedua orang yang berdiri tidak jauh dari sana. "Gim

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 84

    Turnamen semakin dekat. Naya pun mulai ikut berlatih dengan keras. Dia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya. Terlebih sebelumnya papanya menjanjikan akan menonton pertandingannya. Dia pun ikut berlatih dengan keras.Beberapa kali Ardi memastikan keadaan Naya. Namun, hal itu tidak membuat Naya berhen

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 83

    Tiga hari Naya beristirahat penuh di rumahnya. Kedua orang tuanya memberikan sedikit perhatian, meski terkadang melalui Bi Ida dan hanya menanyakan secara singkat. Namun, Naya mulai sangat sadar, jika itu adalah bentuk rasa sayang kedua orang tuanya pada dirinya. kedua orang tuanya memang jarang bi

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 82

    Dokter pribadi keluarga Naya, baru saja memeriksa keadaan Naya. Dia menjelaskan keadaan Naya kepada mama Naya. Wanita paruh baya itu pun mendengarkan penjelasan dokter yang memeriksa anaknya. "Naya terlalu kelelahan, Bu." Dokter itu menoleh ke arah Naya sebelum berjalan keluar dari kamar gadis itu

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status