Beranda / Zaman Kuno / Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai! / 563. Kesialan atau keberuntungan

Share

563. Kesialan atau keberuntungan

Penulis: Raisaa
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-08 20:28:39

Ia menarik selimut lebih tinggi, membungkus tubuhnya dengan panik, seolah kain itu bisa menghapus apa yang sudah terjadi. Tangannya gemetar. Kepalanya berputar cepat, kenangan malam tadi datang dalam potongan-potongan yang kabur tawa, anggur, musik, langkah yang tidak lurus, pintu yang tertutup.

“Oh tidak. Tidak, tidak, tidak—”

Suaranya meninggi, nyaris histeris.

Jay terbangun oleh gerakan mendadak itu. Ia mengerjap, jelas masih setengah sadar, lalu menegakkan tubuh begitu melihat ekspresi Vivi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (9)
goodnovel comment avatar
Fi Tri
saya skip baca kalau adegan Viviene sm Jay.. serasa tdk rela.. biar pun Jay jg sama2 tdk suci.. tp tetep tdk rela kl endingnya Jay dipasangkan Viviene..
goodnovel comment avatar
yuliw
Selalu lolos dr hukuman mati. Dan hanya dihukum 5th. Sisa hidupnya selalu bergelimang harta. Dpt pelindung laki2 yg berwibawa dan bervalue tinggi. Dlu dirian lalu sekarang jay. Lalu Rafael, hanya utk dimanfaatkan dan sekarang ironisnya nasibnya jauh lbh mengenaskan dr viviene.
goodnovel comment avatar
yuliw
Oh ya blm lg kejahatan2 viviene waktu di rumah keluarga selene. Yg nyuri berlian jg lolos, hampir bunuh sylar, hampir bunuh ayah selene jg lolos, bunuh ibu sendiri, selingkuh dgn rafael, kabur dr nikahan. Kejahatan2 saat msh kecil dan remaja. Bersekongkol dgn duke leon.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   640. Seperti itu yang terjadi

    Di tempatnya sekarang, Sylar berdiri menghadap Mona dengan ekspresi yang sulit ditebak. Ruangan itu terasa lebih sunyi dari biasanya, seolah dinding-dinding ikut menahan napas saat nama Viviene kembali disebut.“Ceritakan lagi,” ucap Sylar akhirnya, suaranya tenang namun dingin. “Tentang lelaki yang kau bilang mengikuti Viviene.”Mona menatapnya.Sylar masih berdiri di tempatnya, punggungnya tegak namun bahunya sedikit menegang tanda yang hanya bisa dibaca oleh orang-orang terdekatnya. Mona berdiri di hadapannya, ragu untuk berbicara lagi, namun kegelisahan di dadanya jauh lebih besar daripada rasa takut pada sikap dingin Sylar.“Apa yang sebenarnya kau lihat?” tanya Sylar akhirnya, suaranya rendah dan terkendali, namun ada tekanan yang jelas di se

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   639. Wanita penghibur yang terkenal

    Selene menghela napas perlahan. Ia mengangkat tangannya, menyentuh lengan Dirian gerakan kecil, namun cukup untuk menghentikan amarah yang masih bergejolak di balik mata suaminya.“Aku tahu,” katanya lembut. “Dan aku tahu kau melakukan semua itu bukan karena harga diri atau kekuasaanmu.”Dirian menatapnya, alisnya sedikit berkerut.“Kau melakukannya,” Selene melanjutkan, “karena aku.”Keheningan kembali turun, kali ini berbeda. Tidak menekan, tidak mengancam. Hangat meski rapuh.“Aku tidak ingin kau menahan diri sampai melukai dirimu sendiri,” ujar Selene lagi. “Aku tidak butuh dunia ini tunduk padaku. Aku hanya butuh kau tetap menjadi dirimu.”

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   638. Bukan Dewa

    Ilard menegang. Ia menatap Selene, seolah sedang menimbang sejauh mana ia boleh jujur.“Bukan soal suka atau tidak suka, Yang Mulia,” katanya hati-hati. “Namun fokus yang terpecah membuat pengawasan melemah. Dan saat pengawasan melemah… celah akan muncul.”Selene kembali menoleh ke luar jendela.Di bawah sana, suara protes mulai meredup. Pengawal istana bergerak teratur, membentuk barisan, mendorong para bangsawan itu menjauh dari pintu utama. Tidak ada kekerasan berlebihan hanya ketegasan yang tidak memberi ruang tawar-menawar.Selene tersenyum tipis. Senyum yang tidak mengandung kemenangan, hanya pemahaman.“Dirian tidak pernah bertindak tanpa alasan,” katanya pelan, lebih kepada d

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   637. Kekacauan yang lain.

    Selene menoleh sekali lagi pada Lucien, Jayreth, dan Sylar tatapan penuh permintaan maaf yang tak terucap lalu akhirnya mengalah. Ia tahu, jika ia menunda satu detik saja, Dirian bisa benar-benar kehilangan kendali.Ia pun masuk ke dalam kereta.Pintu tertutup.Kereta mulai bergerak, meninggalkan halaman istana, meninggalkan pesta yang masih diliputi bisik-bisik dan tatapan waspada.Di dalam kereta, Dirian duduk kaku, pandangannya lurus ke depan, rahangnya masih mengeras. Selene duduk di sampingnya dalam diam, tahu bahwa malam ini bukan waktunya untuk banyak kata.Dirian menjadi jauh lebih pendiam dari biasanya.Bukan diam yang dingin, bukan pula diam yang menjauh, melainkan diam yang teng

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   636. Bukan masalah sepele

    Keheningan itu pecah bukan oleh musik, melainkan oleh rasa takut yang menyebar cepat karena semua orang di aula tahu, pada detik itu, Dirian tidak sedang berbicara sebagai seorang tamu pesta.Dirian benar-benar murka.Bukan kemarahan yang meledak dengan teriakan liar melainkan amarah pekat yang menekan udara, membuat setiap orang di aula merasa napas mereka ikut tertahan.Aura itu begitu nyata hingga beberapa bangsawan tanpa sadar mundur setapak, seolah jarak beberapa langkah saja bisa menyelamatkan mereka dari tatapan Duke yang kini membeku.Sylar adalah yang pertama bereaksi saat melihat Selene bergerak.Begitu Selene melangkah cepat dari kelompok bangsawan senior, Sylar langsung meninggalkan posisinya, instingnya bekerja lebih dulu daripada pikirannya. Ia tahu betul raut wajah Dirian itu bukan

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   635. Wanita yang mirip

    Tuan Moreau menatap Mona dengan sorot mata yang berubah bukan lagi tenang seperti sebelumnya, melainkan tajam dan penuh perhitungan.“Di mana kau melihatnya?” tanyanya, suaranya rendah namun tegas.Mona mengangkat wajahnya. Napasnya masih sedikit tersengal, namun matanya jernih yakin. “Di luar,” jawabnya cepat. “Dia sepertinya baru saja keluar. Ayah… aku harus menemuinya.”Ia melangkah maju, berniat melewati Tuan Moreau. Namun suara ayahnya menghentikannya tepat sebelum ia benar-benar melangkah lebih jauh.“Mona,” panggilnya.Langkah Mona terhenti. Ia menoleh, menatap ayahnya.“Apa kau yakin?” tanya Tuan Moreau. “Kau yakin or

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status