Share

621. Seketika

Author: Raisaa
last update Last Updated: 2026-02-20 08:00:37

Viviene menggigil hebat. Bukan semata karena dingin yang merayap dari lantai batu ke tulang-tulangnya, melainkan karena satu demi satu kepingan pemahaman mulai menyatu di benaknya perlahan, menyakitkan, dan tak terelakkan.

Setiap kebingungan yang pernah ia rasakan.
Setiap suara yang terdengar familiar namun terasa janggal.
Setiap momen ragu yang

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   623. Seseorang melindunginya

    Ruang kerja itu cukup sunyi. Api kecil di perapian berderak pelan, menjadi satu-satunya suara yang menemani keheningan. Jay masih berdiri di tempatnya, namun sikapnya kini tidak lagi sekaku sebelumnya. Ada kegelisahan yang jelas terlihat di wajahnya bukan hanya karena tanggung jawab, tetapi karena perasaan yang selama ini ia tekan sendiri.Selene menyandarkan siku di meja, jemarinya saling bertaut. Ia menatap Jay dengan sorot mata yang tajam, namun tidak menghakimi.“Sudah lebih dari tujuh hari,” katanya pelan namun tegas. “Lebih dari tujuh hari juga tanpa kabar. Tanpa pesan. Tanpa jejak.”Jay menunduk sedikit. “Benar, Nyonya.”Selene mengangkat pandangannya, menatap langsung ke arah Jay. “Kau pernah bertemu dengan Rafael?”

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   622. Cinta yang memaafkan.

    Viviene membuka matanya kembali, napasnya tersengal. Air mata masih menggantung di bulu matanya ketika suara langkah kaki terdengar jelas di ruang sempit itu.“Kenapa diam?” Suara lelaki itu terdengar santai, hampir bosan. “Bukankah kau biasanya selalu punya kata-kata tajam, Viviene?”Viviene mengangkat wajahnya perlahan. Matanya merah, tapi tatapannya masih menyimpan sisa-sisa harga diri. “Apa yang kau inginkan dariku…?” suaranya serak. “Uang? Nama? Kekuasaan? Katakan saja. Aku bisa,”Rafael menggerakkan jarinya.Plak.Tamparan itu tidak keras, tapi cukup membuat kepala Viviene terhempas ke samping. Lelaki itu terkekeh pelan. “Lihat?” katanya. “Bahkan sekarang pun ka

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   621. Seketika

    Viviene menggigil hebat. Bukan semata karena dingin yang merayap dari lantai batu ke tulang-tulangnya, melainkan karena satu demi satu kepingan pemahaman mulai menyatu di benaknya perlahan, menyakitkan, dan tak terelakkan.Setiap kebingungan yang pernah ia rasakan.Setiap suara yang terdengar familiar namun terasa janggal.Setiap momen ragu yang ia abaikan karena memilih berpikir bahwa dunia tidak sekejam itu.Semua itu bukan kebetulan.Dadanya terasa sesak. Napasnya tertahan di balik kain yang menutup mulutnya, berubah menjadi isakan tercekik. Matanya memanas, air mata jatuh tanpa bisa ia cegah, mengalir di pipinya lalu menetes ke lantai kotor di bawahnya. Ia ingin berteriak, ingin menyangkal, ingin mengatakan bahwa seseorang pasti mencarinya bahwa i

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   620. Seorang pria yang dia temui

    Sven ragu. “Tapi… Kaisar—”“Kaisar bukan Tuhan,” potong Dirian tajam. “Dan aku belum mati.”Ucapan itu membuat udara di sekitar mereka seolah membeku. Erick dan Sig yang berdiri agak jauh sama-sama menahan napas. Mereka tahu kalimat itu bukan sekadar ungkapan emosional itu adalah pernyataan sikap.Dirian melangkah mendekat ke arah Sven. Tidak ada ancaman dalam sikapnya, namun wibawanya membuat Sven otomatis menundukkan kepala lebih dalam.“Jika kau ingin pulang karena rindu kampung halaman, aku akan mengizinkan,” ujar Dirian pelan. “Tapi jika kau pulang karena takut… maka kau seharusnya tidak pernah menjadi utusanku sejak awal.”Sven menggenggam k

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   619. Berdiri dibelakang siapa

    Jay terdiam.Untuk pertama kalinya sejak masuk ke ruangan itu, ia tidak segera menjawab. Napasnya tertahan sesaat, matanya menunduk lalu kembali terangkat, bertemu langsung dengan sorot mata Selene.“Apa pun alasannya,” katanya akhirnya, suaranya terkendali tapi penuh tekanan, “Viviene dalam bahaya. Dan jika saya diam saja, saya tidak akan memaafkan diri saya sendiri.”Keheningan menyelimuti ruangan.Selene memandang Jay lama, rambut basahnya masih meneteskan air kecil ke lantai marmer. Di hadapannya berdiri seorang pria yang terlalu jujur pada tindakannya, meski terus menyangkal isi hatinya sendiri.Selene terdiam sejenak setelah kalimat terakhir Jay menggantung di udara. Ia menatap pria itu dengan sorot

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   618. Apakah karena perasaanmu?

    Ruangan seketika senyap.Jay tidak langsung bicara. Pandangannya terkunci pada Rena seorang pelayan yang jelas gugup, namun berdiri di sini, di pondok terpencil ini, membawa pesan yang tidak akan dikirim jika keadaannya sepele.“Masuk,” kata Jay akhirnya singkat.Daisy menutup pintu di belakang mereka. Rena melangkah maju satu langkah, lalu menunduk dalam-dalam, seperti yang sudah dilatih bertahun-tahun.“Bicara,” ujar Jay, suaranya rendah namun tegas. “Apa yang Nyonya Mona katakan padamu?”Rena menelan ludah. “Nyonya Mona… sangat khawatir, Sir. Sejak kemarin pagi Lady Viviene tidak kembali. Tidak ada pesan. Tidak ada kabar. Ini pertama kalinya terjadi.”

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status