مشاركة

146. Suar Merah Jambu.

مؤلف: Raisaa
last update تاريخ النشر: 2026-05-30 08:00:42

Beberapa saat sebelumnya,

Siera duduk diam di balkon lantai atas sambil memandang jauh ke arah langit ibu kota, rasa gelisah yang sejak tadi memenuhi dadanya.

Rasanya sudah cukup lama sejak Dregory pergi menuju istana kekaisaran.

Jika menghitung waktu perjalanan, seharusnya sekarang pria itu sudah tiba di sana sejak lama.

Karena itulah suasananya terasa semakin tidak tenang. Apa yang membuat semuanya begitu lama? Apakah para kepala keluarga terlambat datang? Atau s

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (3)
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
selalu "sesuatu" kl ada Dior Sierra
goodnovel comment avatar
Ambar Tanti
tegang...ayo tambah bab nya..jangan 1 bab sprt kmrn..
goodnovel comment avatar
Bundanya Khaliza
nanti Kalo menang minta Sierra jadi duchess mu ya dior
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   256. Siapapun dibalik semua itu.

    Mia masih memegang surat kabar itu dengan kedua tangannya. Pandangannya belum juga lepas dari angka hadiah yang tercetak besar di bagian bawah halaman. Semakin lama ia membaca, semakin jelas perubahan yang tampak di wajahnya.Perlahan ia mengangkat kepalanya dan menatap Siera."Nona..." Suaranya terdengar pelan. "Ini bukan Duke."Siera yang sejak tadi berdiri di dekat jendela menoleh. Tatapannya tenang, seolah ia sudah lebih dulu sampai pada kesimpulan yang sama."Menurutmu juga begitu?"Mia mengangguk tanpa sedikit pun keraguan."Saya sudah lama melayani Yang Mulia Duke. Beliau mungkin tidak pandai mengungkapkan perasaannya. Mungkin juga beliau terlihat dingin kepada siapa pun."Siera menatapnya, entah itu penghiburan untuk dirinya atau memang adalah sesuatu yang memang nyata."Tetapi..." Mia kembali melihat angka hadiah itu. "Beliau tidak akan menghitung uang jika menyangkut keselamatan Anda."Ruangan kembali dipenuhi keheningan. Suara hujan yang menghantam jendela menjadi satu-satu

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   255. Harga seorang putri.

    Ucapan anak kecil itu membuat ruangan yang semula dipenuhi suara hujan mendadak sunyi.Siera yang masih berdiri di dekat jendela perlahan mengangkat kepalanya. Sementara itu, Mia yang berada di depan pintu refleks memandang surat kabar yang masih berada di tangan anak tersebut."Apa maksudmu?" tanya Mia dengan nada tidak percaya.Anak itu tampak sama bingungnya. Ia menurunkan pandangannya ke surat kabar, kemudian kembali melihat wajah Siera. Berkali-kali ia membandingkan keduanya hingga akhirnya dengan ragu ia menunjuk surat kabar yang ada ditangan Mia."Nyonya... lihat saja sendiri."Mia segera mengambilnya. Begitu halaman pertama terbuka, napasnya langsung tertahan. Matanya membelalak lebar."Nona..." Suara Mia bergetar pelan.Siera berjalan mendekat. Ia menerima surat kabar itu dari tangan Mia tanpa tergesa-gesa. Namun begitu pandangannya jatuh pada halaman depan, tubuhnya ikut membeku.Di sana terpampang sebuah ilustrasi wajahnya yang digambar dengan sangat jelas.Meskipun bukan l

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   254. Surat kabar.

    Siera ikut mengalihkan pandangannya ke luar, ia juga memikirkan pelabuhan yang merupakan tujuan berikutnya. Jika mereka berhasil menaiki kapal itu, perjalanan menuju Dandelion akan berlanjut tanpa hambatan.Namun jika terlambat, mereka harus menunggu kapal berikutnya. Dan itu berarti hampir satu bulan terjebak di kota pelabuhan.Siera mengembuskan napas perlahan."Mudah-mudahan badai ini hanya sebentar."Mia mengangguk cepat."Semoga saja."Di luar sana, petir kembali menyambar langit, disusul dentuman guntur yang mengguncang seluruh bangunan penginapan. Hujan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Sementara tanpa diketahui oleh keduanya, di tempat yang sangat jauh dari kota kecil itu beberapa orang telah memulai perjalanan menuju arah yang sama.Suara hujan masih menggema di seluruh bangunan penginapan. Air yang turun tanpa henti menghantam atap kayu, menciptakan irama yang memenuhi setiap sudut ruangan. Sesekali kilatan petir menerangi langit kelabu, disusul gemuruh guntur yan

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   253. Badai

    Erick tidak segera bereaksi. Wajahnya tetap tenang, tetapi sorot matanya berubah semakin tajam. Laporan yang baru saja ia dengar terus berputar di kepalanya, seolah sedang menyusun kepingan-kepingan yang selama ini belum menemukan tempatnya.Beberapa saat kemudian, bibirnya akhirnya bergerak."Dari mana kau mendapatkan informasi itu?"Nada suaranya datar, tetapi cukup membuat pengawal itu menelan ludah sebelum menjawab."Segera setelah Yang Mulia Grand Duke Muda meninggalkan istana, kami membuntutinya dari kejauhan. Beliau menuju sebuah guild informasi di pusat ibu kota. Kami tidak berani mendekat karena khawatir keberadaan kami disadari, tetapi kami berhasil mendengar sebagian percakapannya dengan ketua guild."Erick mengernyit pelan."Guild?""Benar, Yang Mulia."Pengawal itu mengangguk mantap."Ketua guild itulah yang menyebut keberadaan Lady Elvorn."Keheningan kembali menyelimuti lorong. Erick tidak memotong penjelasan itu sedikit pun. Ia hanya menunggu, membiarkan pengawalnya me

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   252. Jangan Sampai terlambat.

    Keheningan memenuhi ruangan.Tidak seorang pun membuka suara setelah ucapan Rex barusan. Para anggota guild hanya saling berpandangan dengan wajah yang sulit diartikan. Mereka datang dengan keyakinan Duke Elvorn akan memaksa Rex membuka mulut, atau paling tidak menghancurkan guild ini bila informasi yang diinginkannya tidak diberikan.Namun Duke itu hanya berdiri diam.Tatapan mata birunya tetap tertuju pada Rex selama beberapa saat, begitu tajam hingga membuat udara di ruangan terasa semakin berat. Tidak ada kemarahan yang diluapkan, tidak ada ancaman yang keluar dari bibirnya. Baru setelah beberapa saat, Dregory memalingkan wajahnya."Hugo."Lelaki yang dipanggil segera melangkah maju. "Yang Mulia.""Berikan uangnya."Hugo sempat terdiam."Seratus juta gold."Kalimat itu membuat beberapa orang yang berdiri di dekat pintu spontan mengangkat kepala. Bahkan Felix menoleh sekilas kepada Dregory, seolah memastikan dirinya tidak salah dengar.Duke Elvorn sudah melangkah lebih dulu. Ia ti

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   251. Satu kata.

    Brugh!Suara pukulan menggema di dalam ruangan guild. Tubuh Rex terhuyung beberapa langkah ke belakang sebelum berhasil menahan keseimbangannya. Sudut bibirnya robek dan darah segar langsung mengalir tipis hingga ke dagunya.Ia mengangkat tangan, mengusap darah itu dengan punggung telapak tangannya, lalu menggerakkan rahangnya perlahan. Rasa nyeri menjalar hingga ke pelipisnya, membuatnya meringis pelan sebelum akhirnya menghela napas panjang."Sebenarnya... apa yang sedang terjadi sekarang?" gumamnya sambil terkekeh lirih, seolah pukulan barusan bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan.Felix menatapnya tanpa belas kasihan. Tatapan jenderal itu begitu dingin hingga membuat beberapa anggota guild yang sejak tadi memperhatikan dari kejauhan memilih menundukkan kepala."Kau benar-benar terlalu banyak bicara," ucapnya datar. "Kalau memang tahu sesuatu, katakan saja informasinya."Alih-alih menjawab, Rex justru mengangkat kepalanya dan mengalihkan pandangan melewati bahu Felix. Senyum tip

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   28. Seorang ksatria berkuda

    Siera menatap Ernest lebih lama dari biasanya. Tatapan itu tidak lagi sekadar dingin atau penuh penolakan seperti sebelumnya, melainkan campuran antara lelah, jengah, dan kesadaran yang perlahan mulai terbentuk di dalam dirinya.

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   27. Cara bersikap lebih manis.

    Siera menatap punggung Dregory yang perlahan menghilang di balik pintu ruang makan. Begitu langkah itu benar-benar tak lagi terdengar, suasana ruangan langsung jatuh ke dalam keheningan yang dingin dan berat.Tidak ada lagi tekanan tatapan ayahnya, tidak ada lagi udara yang terasa me

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   26. Jadilah lebih berguna.

    Pagi itu cerah, namun tubuh Siera terasa pegal seolah ia tidak benar-benar beristirahat semalaman. Matanya berat, kelopak matanya sembab, dan lingkar hitam di bawah matanya tidak bisa disembunyikan.Mia sudah berusaha menutupinya dengan daun teh yang diolesi minyak zaitun, ditempelkan pela

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   25. Tidak bisa menyerah

    Suara Erick terdengar jauh lebih lembut dari biasanya. Tidak ada nada dingin yang tajam, tidak pula kemarahan yang terbuka. Justru ketenangan itu terasa menekan, seolah ia sudah yakin bahwa semua akan berjalan sesuai kehendaknya.Siera hanya menatapnya tanpa menjawab. Ia tidak ingin membuk

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status