공유

146. Suar Merah Jambu.

작가: Raisaa
last update 게시일: 2026-05-30 08:00:42

Beberapa saat sebelumnya,

Siera duduk diam di balkon lantai atas sambil memandang jauh ke arah langit ibu kota, rasa gelisah yang sejak tadi memenuhi dadanya.

Rasanya sudah cukup lama sejak Dregory pergi menuju istana kekaisaran.

Jika menghitung waktu perjalanan, seharusnya sekarang pria itu sudah tiba di sana sejak lama.

Karena itulah suasananya terasa semakin tidak tenang. Apa yang membuat semuanya begitu lama? Apakah para kepala keluarga terlambat datang? Atau s

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
selalu "sesuatu" kl ada Dior Sierra
goodnovel comment avatar
Ambar Tanti
tegang...ayo tambah bab nya..jangan 1 bab sprt kmrn..
goodnovel comment avatar
Bundanya Khaliza
nanti Kalo menang minta Sierra jadi duchess mu ya dior
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   468. Sidang.

    Kaisar tidak segera menjawab, bukan hanya karena ia tidak memiliki jawaban. Ia sedang melihat sesuatu yang jauh lebih buruk.Di belakang Dior, beberapa prajurit mulai membuka barisan. Satu per satu orang yang selama ini hanya dikenal dari laporan perang dibawa masuk ke halaman istana dengan tangan terikat. Mereka bukan prajurit biasa.Mereka adalah para raja. Para penguasa kerajaan yang selama berbulan-bulan disebut sebagai pemberontak dan musuh Kekaisaran. Beberapa di antaranya bahkan merupakan orang-orang yang selama ini diyakini telah melarikan diri setelah pasukan mereka dihancurkan.Tetapi sekarang mereka berada di sana, hidup, ditangkap dan berdiri di hadapan seluruh Kekaisaran. Bisikan langsung menyebar di antara para bangsawan."Mustahil...""Dia menangkap mereka semua?""Bagaimana mungkin?"Namun suara-suara itu segera berubah ketika seseorang melihat satu sosok lain di antara para tawanan. Seorang lelaki dengan pakaian yang sudah kotor dan wajah yang tampak jauh lebih lelah

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   467. Kepantasan menjadi seorangg kaisar.

    Siera membelalak ketika mendengar suara dari gerobak. Ia langsung mengenalinya.Dior.Air matanya jatuh, sementara Yelian ikut terdiam. Seluruh halaman istana mendadak sunyi. Para bangsawan, prajurit, bahkan rakyat di luar gerbang berhenti bersorak. Kaisar pun menatap gerobak dengan wajah yang sulit dibaca.Tak lama kemudian, jerami di atas gerobak bergerak. Dior perlahan bangkit. Rambutnya berantakan, tubuhnya penuh luka, dan pakaiannya kotor, tetapi tatapan merahnya tetap dingin seperti biasa.Dior turun dari gerobak dan berjalan menuju Kaisar. Ia berhenti beberapa langkah di hadapannya, lalu menundukkan kepala sedikit. Bukan karena hormat, melainkan sekadar formalitas."Salam, Paman."Kaisar masih tidak menjawab. Dior mengangkat wajahnya kembali."Aku kembali."Siera menutup mulutnya, menahan tangis. Setelah berhari-hari mendengar bahwa Dior telah mati, kini lelaki itu benar-benar berdiri di hadapannya. Hidup, meski terluka dan penuh darah.Yelian hanya diam di sampingnya. Siera ak

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   466. Berharap aku mati.

    Siera terus menatap Dregory saat ayahnya melewatinya. Dari jarak dekat, ia bisa melihat wajah lelaki itu yang tampak lelah. Zirahnya terlihat kusam, dan serpihan salju masih menempel di mantel tebalnya.Namun Dregory tidak menoleh kepada Siera. Tatapannya tetap lurus ke depan, seolah tidak melihat siapa pun. Siera merasa aneh karena ia yakin ayahnya pasti menyadari keberadaannya. Jika Dregory tidak menoleh, berarti ia memang sengaja melakukannya.Jantung Siera kembali berdebar. Dregory kemudian berjalan bersama Erick menuju Kaisar dan Ratu. Sorakan rakyat perlahan mereda ketika keduanya berhenti di halaman istana.Kaisar berdiri dengan senyum lebar, tetapi Siera tidak menyukainya. Setelah semua yang terjadi dalam perang, senyum itu terasa tidak pantas baginya.Di samping Kaisar, Ratu berdiri dengan tenang. Para bangsawan pun mulai diam ketika Erick melangkah maju dan berlutut di hadapan Kaisar."Yang Mulia."Dregory ikut berlutut setelahnya.Hampir bersamaan, seluruh pasukan ikut berl

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   465. Kembali.

    Siera masih mengingat perkataan Roseth beberapa saat yang lalu. Wanita itu begitu yakin bahwa Grand Duke Rurich tidak akan pernah kembali hidup-hidup, Roseth tetap menunjukkan senyum penuh keyakinan seolah-olah kenyataan sudah berada sepenuhnya di pihaknya.Namun kali ini, Siera justru tersenyum. Ia menoleh kepada Roseth yang masih berdiri tidak jauh darinya."Kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi."Roseth menatapnya. Senyum di wajah wanita itu perlahan melebar, tetapi bukan karena ia setuju. Ada sesuatu yang hampir menyerupai rasa geli di matanya."Sepertinya sekarang kau tidak punya banyak pilihan lain."Siera mengernyit."Apa maksudmu?"Roseth mengangkat bahu ringan. "Kau bisa saja menikahi Putra Mahkota lagi."Siera terdiam sesaat sebelum terkekeh kecil. Entah karena ucapan itu terdengar begitu tidak masuk akal baginya atau karena ia benar-benar tidak menyangka Roseth masih menganggap kemungkinan tersebut ada."Aku tidak akan menikah dengannya."Roseth mengangkat alis."Pert

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   464. Tidak kembali hidup-hidup.

    Hari berikutnya,Perjalanan menuju istana terasa jauh lebih berat daripada yang Siera bayangkan. Sejak kereta meninggalkan Kastil Elvorn dan memasuki jalan utama menuju pusat ibu kota, Siera hampir tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya duduk di dekat jendela sambil memandangi kota yang perlahan berubah semakin ramai di hadapan matanya.Namun semakin dekat mereka menuju istana, semakin aneh perasaan yang muncul di dalam dirinya. Kota itu tidak terlihat seperti sebuah ibu kota yang baru saja menerima kabar kekalahan perang.Jalan-jalan utama dihiasi dengan kain-kain mahal dan bendera Kekaisaran. Lambang kerajaan berkibar di antara bangunan-bangunan besar, sementara bunga-bunga segar dipasang di sepanjang jalan menuju istana. Para pelayan kota bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk memastikan semuanya terlihat sempurna.Begitu megah dan begitu indah, membuat Siera memandangi semua itu dalam diam. Seolah seluruh ibu kota sedang mempersiapkan perayaan besar. Seolah pasukan Kekaisaran

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   463. Menyambut kepulangan.

    Hari-hari berlalu tanpa perubahan. Siera lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kastil karena tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Bahkan Elois tidak berhasil mendapatkan kabar dari Rurich.Pagi itu, Siera duduk di dekat jendela ketika Yelian masuk ke kamarnya. Kakaknya berhenti beberapa langkah darinya dan memandang Siera dalam diam."Mau sampai kapan kau seperti ini?"Siera akhirnya menoleh."Seperti ini bagaimana maksudmu?"Yelian menghela napas pelan."Kau mengurung diri."Siera mengerutkan kening."Aku tidak mengurung diri.""Kalau begitu, apa yang kau lakukan selama beberapa hari terakhir?""Aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan."Yelian menatapnya dan Siera kemudian mengalihkan pandangan kembali ke luar jendela."Aku sudah mencoba mencari informasi.""Aku sudah bertanya kepada orang-orang yang mungkin tahu.""Dan hasilnya tetap sama."Ia tersenyum tipis, tetapi tidak ada kegembiraan di sana."Jadi sekarang aku harus melakukan apa?"Yelian terdiam beberapa saat.

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   32. Aku harus membuktikan diri.

    Siera meneguk ludahnya kasar. Tenggorokannya terasa kering, sementara tatapan Dregory tetap menekannya. Sorot mata itu tajam, lebih dalam dari sekadar rasa ingin tahu.“Jawablah!”Jari-jari Siera langsung menggenggam erat di balik lipatan gaunnya. Kuku-kukunya menekan telapak tangan

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   5. Kabur sebelum dibunuh!

    Siera meneguk ludah. Ia memang merasa malu karena tertangkap basah, namun ia tetap berdiri tenang, berusaha tidak menunjukkan kegelisahannya.“Maaf… saya tidak bermaksud mendengar pembicaraan Anda berdua.” Siera membungkuk, menjaga sopan santunnya.Saat ia mengangkat kepala, ia bisa melihat pandanga

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   4. Pernikahan atau pembunuhan

    Siera tahu bukan hanya Erick, Dregory, dan semua orang yang berada di ruangan itu tertegun mendengar ucapan Siera yang tiba-tiba.“Apa… yang kau katakan?” suara Erick terdengar tertahan, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia bahkan bangkit dari posisinya.Siera sempat menoleh

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   3. Bagaimana jika batal menikah?

    Suara ketukan pintu membuat Siera tersentak. Ia menoleh ke arah pintu ketika daun pintu terbuka perlahan, dan seorang gadis masuk dengan langkah hati-hati.“Nona…”Siera menatapnya.“Mia…”Wajah Mia terlihat lega, bahkan sedikit senang. “Yang Mulia Duke benar… Anda sudah bangun.”Siera menatap gadis

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status