Share

148. Mawar

Author: Raisaa
last update publish date: 2026-05-30 10:00:57

Seluruh aula membeku dalam keheningan yang terasa menyesakkan.

Tidak ada seorang pun yang berbicara setelah ucapan Isaac tadi. Bahkan suara dentingan senjata dan langkah kaki pasukan dari luar kastel terdengar jauh lebih samar dibanding ketegangan yang sekarang memenuhi ruangan itu.

Karena sekarang mereka semua benar-benar memahami satu hal yang sama. Ini bukan lagi sekadar perburuan mawar dan bukan lagi permainan politik antarbangsawan. Melainkan perang terbuka antara keluarga

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
kereeeennnnn.... skip dl bsk biar banyak sekalian bacanya....biar WOWWW.....tapiiii mana bisaaaaa hiks hiks...selalu menunggu
goodnovel comment avatar
gina nurwulan
tegang pisan , bikin penasaran Dior sierra dan duke elvron
goodnovel comment avatar
Chicicuwit
gak sabar nunggu update nya nanti malam. semangat thor
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   259. Tidak kembali hanya karena takut.

    Sesaat Alexis hanya terdiam. Lalu, tanpa bisa ditahan lagi, ia terbahak-bahak hingga tubuhnya sedikit membungkuk."Hahaha! Astaga! Aku baru pertama kali melihatmu semarah ini."Dior mendecakkan lidah pelan."Kau memang mencari mati."Alexis mengusap sudut matanya yang mulai berair karena terlalu banyak tertawa."Tenang saja. Aku hanya menggodamu. Memangnya kau pikir aku benar-benar akan merebut perempuan yang bahkan belum tentu mau melihat wajahku?"Dior tidak menjawab.Tatapannya kembali lurus ke depan. Namun rahangnya masih mengeras. Melihat reaksi itu, Alexis hanya bisa menggeleng pelan sambil tersenyum tipis....Sementara itu, di penginapan tempat Siera bermalam, Mia akhirnya kembali bersama Elton. Di belakang mereka berjalan seorang pria tua bertubuh kurus dengan rambut yang mulai memutih. Wajahnya dipenuhi garis-garis usia, tetapi sorot matanya terlihat begitu teduh. Begitu memasuki ruangan, pria itu langsung membungkukkan badan dengan sopan kepada Siera."Salam, Nona," ucapnya

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   258. Dia bisa melakukan apapun.

    Kereta terus melaju dengan kecepatan yang sama, membelah jalan panjang menuju wilayah tenggara. Langit masih diselimuti awan kelabu, sementara embusan angin di atas atap gerbong terasa semakin dingin seiring berjalannya waktu. Dior tetap duduk di tempatnya dengan pandangan lurus ke depan, seolah apa pun yang berada di sekitarnya tidak lagi menarik perhatiannya.Alexis, yang sejak tadi lebih banyak berbicara sendiri, akhirnya kembali memecah keheningan."Saat kita sampai nanti," katanya sambil meregangkan kedua lengannya, "kita harus mencari kuda. Naik kereta seperti ini terlalu menghabiskan waktu."Dior tidak memberikan tanggapan. Ia bahkan tidak menoleh.Alexis hanya menghembuskan napas pelan. Ia sudah terbiasa dengan sikap sahabatnya itu. Berbicara dengan Dior selalu terasa seperti berbicara kepada tembok. Jika beruntung, ia akan mendapat satu jawaban singkat. Jika tidak, yang ia dapatkan hanyalah keheningan.Beberapa saat kemudian, Alexis kembali menoleh ke arah Dior. Sudut bibirny

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   257. Harga wanita yang dikejar.

    Isacc terdiam sesaat. Jemarinya yang menggenggam tali kekang perlahan mengencang, sementara tatapannya tetap tertuju kepada Dregory. Selama bertahun-tahun mengabdi di bawah Duke Elvorn, ia memahami betul makna di balik setiap perintah yang keluar dari mulut atasannya. Dregory tidak memerintahkannya untuk menangkap siapa pun. Ia juga tidak meminta pelaku dibawa hidup-hidup ke hadapannya. Yang diinginkannya hanya satu.Hancurkan. Satu kata yang sederhana, tetapi cukup untuk menentukan nasib siapa pun yang berada di balik penyebaran berita itu.Isacc menarik napas dalam."Baik, Yang Mulia."Tatapan Dregory kembali lurus ke jalan yang membentang di hadapan mereka. Hujan masih turun tanpa ampun, membasahi jalanan yang mulai berubah menjadi lumpur, tetapi tidak sedikit pun mengurangi ketegasan sorot matanya."Kalau ada yang menghalangimu," ucapnya pelan tanpa menoleh, "singkirkan."Tidak ada penjelasan tambahan. Tidak ada batasan. Isacc pun tidak memerlukannya. Ia sudah mengerti maksud dar

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   256. Siapapun dibalik semua itu.

    Mia masih memegang surat kabar itu dengan kedua tangannya. Pandangannya belum juga lepas dari angka hadiah yang tercetak besar di bagian bawah halaman. Semakin lama ia membaca, semakin jelas perubahan yang tampak di wajahnya.Perlahan ia mengangkat kepalanya dan menatap Siera."Nona..." Suaranya terdengar pelan. "Ini bukan Duke."Siera yang sejak tadi berdiri di dekat jendela menoleh. Tatapannya tenang, seolah ia sudah lebih dulu sampai pada kesimpulan yang sama."Menurutmu juga begitu?"Mia mengangguk tanpa sedikit pun keraguan."Saya sudah lama melayani Yang Mulia Duke. Beliau mungkin tidak pandai mengungkapkan perasaannya. Mungkin juga beliau terlihat dingin kepada siapa pun."Siera menatapnya, entah itu penghiburan untuk dirinya atau memang adalah sesuatu yang memang nyata."Tetapi..." Mia kembali melihat angka hadiah itu. "Beliau tidak akan menghitung uang jika menyangkut keselamatan Anda."Ruangan kembali dipenuhi keheningan. Suara hujan yang menghantam jendela menjadi satu-satu

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   255. Harga seorang putri.

    Ucapan anak kecil itu membuat ruangan yang semula dipenuhi suara hujan mendadak sunyi.Siera yang masih berdiri di dekat jendela perlahan mengangkat kepalanya. Sementara itu, Mia yang berada di depan pintu refleks memandang surat kabar yang masih berada di tangan anak tersebut."Apa maksudmu?" tanya Mia dengan nada tidak percaya.Anak itu tampak sama bingungnya. Ia menurunkan pandangannya ke surat kabar, kemudian kembali melihat wajah Siera. Berkali-kali ia membandingkan keduanya hingga akhirnya dengan ragu ia menunjuk surat kabar yang ada ditangan Mia."Nyonya... lihat saja sendiri."Mia segera mengambilnya. Begitu halaman pertama terbuka, napasnya langsung tertahan. Matanya membelalak lebar."Nona..." Suara Mia bergetar pelan.Siera berjalan mendekat. Ia menerima surat kabar itu dari tangan Mia tanpa tergesa-gesa. Namun begitu pandangannya jatuh pada halaman depan, tubuhnya ikut membeku.Di sana terpampang sebuah ilustrasi wajahnya yang digambar dengan sangat jelas.Meskipun bukan l

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   254. Surat kabar.

    Siera ikut mengalihkan pandangannya ke luar, ia juga memikirkan pelabuhan yang merupakan tujuan berikutnya. Jika mereka berhasil menaiki kapal itu, perjalanan menuju Dandelion akan berlanjut tanpa hambatan.Namun jika terlambat, mereka harus menunggu kapal berikutnya. Dan itu berarti hampir satu bulan terjebak di kota pelabuhan.Siera mengembuskan napas perlahan."Mudah-mudahan badai ini hanya sebentar."Mia mengangguk cepat."Semoga saja."Di luar sana, petir kembali menyambar langit, disusul dentuman guntur yang mengguncang seluruh bangunan penginapan. Hujan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Sementara tanpa diketahui oleh keduanya, di tempat yang sangat jauh dari kota kecil itu beberapa orang telah memulai perjalanan menuju arah yang sama.Suara hujan masih menggema di seluruh bangunan penginapan. Air yang turun tanpa henti menghantam atap kayu, menciptakan irama yang memenuhi setiap sudut ruangan. Sesekali kilatan petir menerangi langit kelabu, disusul gemuruh guntur yan

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   159. Permainan satu malam

    Di tengah kekacauan yang menyelimuti Kastel Elvorn, kedua belah pihak akhirnya kembali saling berhadapan.Namun ketegangan justru terasa jauh lebih besar dibanding sebelumnya.Di halaman utama kastel, Kaisar berdiri di depan pasukannya dengan wajah yang mulai kehilangan kesaba

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   158. Pengalihan

    Suara itu terdengar rendah dan berbahaya.Mia menegakkan punggungnya meskipun wajahnya terlihat pucat. Jantungnya berdegup sangat kencang, tetapi ia tidak menundukkan kepala.

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   156. Strategi

    Alexis, Jax, dan Enel hampir tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar ucapan Dior. Ketiganya masih berusaha mencerna apakah pria di hadapan mereka benar-benar serius atau hanya sedang mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal seperti biasanya.Sayangnya, mereka mengenal Dior dengan cukup baik. I

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   155. Mawar Elvorn Bersamaku

    Jax langsung menahan napas. Enel yang berdiri di sampingnya bahkan memilih menatap tanah, seolah tidak ingin ikut terseret dalam percakapan berbahaya itu.Sementara Alexis tetap berdiri santai dengan kedua tangan terlipat di depan dada, seakan ia tidak baru saja mengatakan sesuatu yang cukup membua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status