Share

Bab 27

Author: Lalapoo
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-18 17:36:28

Helena mengangguk pelan. Ia tidak terkejut jika Adriel mengenalnya. Rumor mengenai pernikahannya dengan Marquess Laurent pasti sudah menyebar ke seluruh ibu kota.

Tapi tatapan sang pangeran membuatnya merasa seolah ada sesuatu yang sedang dipikirkannya. Sesuatu yang tidak diucapkan.

"Sekali lagi saya minta maaf atas kejadian ini."

Adriel menunjuk cadar yang rusak di tangannya.

"Sepertinya keluarga kekaisaran berutang satu cadar kepada Anda."

"Itu tidak perlu, Yang Mulia."

"Saya rasa itu perlu."
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 67

    Kemudian ia merasakan tarikan napas yang berat, sedikit lebih dalam dari biasanya yang memecah keheningan.Satu kata tak terucap. Tapi Helena tahu. Sebelum kakinya sempat melangkah, tangan yang mencengkeram pinggangnya bergerak dengan kecepatan yang mengejutkan.Ia didorong.Punggung Helena menabrak kasur. Kain sprei yang dingin menyentuh kulitnya yang masih hangat, kontras yang membuat tubuhnya tersentak. Sebelum ia sempat memproses apa yang terjadi, berat tubuh yang besar sudah menindihnya."Suamiku—"Kata-katanya tertelan.Bibirnya disergap, mengeksplorasi setiap sudut dengan keserakahan yang tak memberi ruang untuk bernapas. Helena tak bisa melihat wajah yang ada di atasnya, hanya gelap, hanya siluet, hanya kehangatan yang menelan seluruh panca inderanya.Tangannya bergerak refleksif ke dada bidang di atasnya. Jari-jarinya mencengkeram kain kemeja, menarik, mencoba menemukan pegangan di tengah badai sensasi.Kemudian suara robekan. Kain sutra yang tipis tak mampu bertahan. Gaun ti

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 66

    Helena tidak segera menjawab.Ia hanya menatap Rose dengan tenang, tanpa sedikit pun menunjukkan kemarahan ataupun rasa kecewa. Sikap itu justru membuat senyum penuh kemenangan di wajah Rose perlahan kehilangan maknanya. Wanita itu tampak menunggu Helena membantah, atau setidaknya menunjukkan luka atas setiap kata yang baru saja ia ucapkan.Namun yang muncul hanyalah keheningan. Beberapa saat kemudian, Helena menghela napas pelan."Saya memang dihukum." Nada suaranya terdengar datar, seolah sedang menyampaikan sebuah kenyataan yang telah ia terima. "Itu sesuatu yang tidak saya bantah."Tatapannya tetap tertuju pada Rose."Namun pada hari yang sama, suami saya juga menenangkan saya."Untuk pertama kalinya, senyum Rose sedikit goyah. Helena melanjutkan ucapannya dengan tenang, tanpa meninggikan suara sedikit pun."Beliau mengatakan bahwa bagaimanapun hubungan dengan keluarga anda adalah sesuatu yang tidak bisa dirusak dan saya harus selalu bersikap baik pada Anda."Kalimat itu membuat R

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 65

    Entah mengapa, ucapan Rion terus terngiang di benak Helena bahkan setelah pria itu selesai berbicara. Kalimat-kalimatnya terdengar sederhana, tetapi seolah menyimpan makna lain yang tidak ia ucapkan secara langsung. Rasanya seperti sebuah peringatan, namun di saat yang sama juga terdengar seperti seseorang yang sedang berusaha melindunginya dengan cara yang paling halus.Helena tidak benar-benar mengerti apa yang dimaksud Rion. Namun satu hal yang ia sadari, adik ipar itu tidak pernah sekalipun memaksanya mencari jawaban. Rion selalu memintanya menunggu, seolah percaya bahwa waktulah yang akan menjelaskan semuanya.Rion menghela napas pelan dan berkata, "Tidak perlu terlalu dipikirkan, Kakak Ipar. Untuk sekarang, lebih baik Anda fokus memulihkan kesehatan."Helena menganggukkan kepalanya pelan."Tentu saja."Rion hanya membalas dengan anggukan kecil. Keheningan kembali memenuhi ruangan. Helena sebenarnya ingin mengakhiri percakapan itu, tetapi ada satu pertanyaan yang sejak tadi terus

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 64

    Helena masih memegang surat itu cukup lama. Tatapannya tidak pernah benar-benar lepas dari tulisan tangan Rezef, tetapi pikirannya justru semakin dipenuhi kebingungan. Ia ingin mempercayai setiap kata yang ditulis suaminya, namun kejadian hari ini membuatnya sulit mengabaikan kenyataan.Apa sebenarnya alasan Rezef melakukan semua ini?Ia menghembuskan napas panjang, lalu melipat surat itu dengan hati-hati sebelum meletakkannya kembali di atas nakas.Dorote yang sejak tadi berdiri tidak jauh darinya akhirnya melangkah mendekat. Pelayan itu membawa selimut tebal di kedua tangannya. Wajahnya masih menyiratkan kekhawatiran, terlebih setelah dokter mengatakan tubuh Helena membutuhkan banyak istirahat."Nyonya," ucap Dorote lembut sambil membentangkan selimut, "lebih baik Anda berbaring. Tubuh Anda belum benar-benar pulih."Helena menggeleng pelan."Aku rasa... aku harus menunggu."Dorote menghentikan gerakannya dan menatap Helena dengan bingung."Suami saya mengatakan bahwa kami akan berte

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 63

    Helena menundukkan pandangannya. Jemarinya saling menggenggam di atas pangkuan, sementara senyum tipis yang muncul di bibirnya sama sekali tidak mengandung kebahagiaan."Saya bahkan tidak melakukan apa-apa."Suaranya pelan, hampir seperti sedang berbicara kepada dirinya sendiri."Saya hanya mengatakan bahwa Lady Rose adalah orang luar dan seharusnya tidak ikut campur dalam urusan keluarga Laurent."Ia terdiam sejenak sebelum kembali melanjutkan."Tetapi hanya karena kalimat itu... saya dikurung di ruang hukuman selama berjam-jam."Helena mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya bertemu dengan mata Rion, tetapi kali ini tidak ada kemarahan di sana.Hanya rasa lelah."Kalau begitu..." Ia tersenyum tipis. "Sepertinya saya mulai mengerti."Rion masih diam.Helena menarik napas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya."Lady Rose benar-benar seseorang yang tidak boleh dibuat tersinggung."Keheningan memenuhi ruangan. Beberapa saat kemudian, Helena kembali berkata dengan suara yang jauh lebih

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 62

    Menjelang sore, kesunyian yang sejak tadi menyelimuti ruang hukuman akhirnya terusik.Dari balik pintu besi terdengar derap langkah yang terburu-buru menyusuri lorong batu. Suaranya semakin lama semakin dekat, diiringi gema sepatu yang memantul di dinding-dinding dingin bawah tanah.Helena yang sejak tadi hanya terduduk bersandar di dinding perlahan mengangkat kepalanya.Ia sudah terlalu lama berada di ruangan itu hingga tubuhnya mulai terasa kaku. Cahaya matahari yang semula masuk melalui jendela kecil kini berubah menjadi semburat jingga, menandakan berjam-jam telah berlalu sejak dirinya dibawa ke tempat itu.Belum sempat ia menebak siapa yang datang, sebuah suara keras menggema di sepanjang lorong."Apa maksud semua ini?" Suara itu begitu tegas hingga membuat seluruh lorong mendadak sunyi.Helena langsung mengenalinya.Rion.Beberapa penjaga yang berjaga di depan ruang hukuman tampak gugup. Salah seorang di antaranya buru-buru membungkukkan badan."Tu-Tuan Rion...""Aku bertanya."

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 23

    Helena mengerjap pelan. Untuk beberapa saat ia hanya menatap Rion, merasa seolah baru saja salah mendengar apa yang dikatakan pria itu."Aku sudah menikah."Sulit dipercaya.Sejak tiba di Kastel Laurent, ia belum pernah sekalipun mendengar keberadaan seorang istri Rion. Tidak ada potret seorang wan

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 12

    Pertanyaan itu belum sempat bergema sepenuhnya di ruangan itu ketika pria itu bergerak.Tanpa satu kata pun, pria bertubuh tinggi besar itu membungkam bibir Helena. Ia tidak menciumnya dengan lembut, ia menyerang. Itu adalah ciuman yang lapar, dominan, dan penuh tuntutan, seolah ia sedang menandai

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 10

    Hening.Permintaan Helena untuk "kelembutan" tidak dijawab dengan kata-kata. Tidak ada janji, tidak ada bantahan. Hanya ada keheningan yang mencekam, yang justru membuat detak jantung Helena berpacu lebih liar.Namun, keheningan itu pecah oleh satu suara.Hhh...Sebuah embusan napas berat, panas, d

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 7

    Helena akhirnya tersadar dari kebingungan yang sempat menguasai dirinya.Dengan cepat ia mengangkat kedua tangannya lalu mendorong dada Rion hingga pria itu mundur satu langkah. Jarak yang tercipta membuatnya bisa bernapas lebih lega.Dadanya naik turun menahan emosi yang sejak tadi berusaha ia tek

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status