Compartilhar

Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan
Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan
Autor: Just Mommy

Bab 01

Autor: Just Mommy
last update Data de publicação: 2026-09-26 09:13:34

POV Clove

”Apa kamu siap untuk hamil?" tanya pria tampan bertubuh gagah yang sedang duduk di kursi kebesarannya. Dia bahkan tidak menoleh.

Tubuhku meremang mendengar pertanyaan itu. “M-maksud Anda apa ya, Pak?” tanyaku, memberanikan diri.

Dia menghela napas dalam-dalam, lalu menatapku dengan tatapan tajam. “Lahirkan anak untuk saya!”

Jantungku terasa seperti berhenti berdetak selama beberapa detik. Bagaimana bisa seorang Dewangga Clinton Davidson memberikan penawaran segila itu?

"Maaf, Pak. Saya ke sini untuk melamar sebagai chef. Bukan mau menjual diri. Lagipula Anda pasti tahu saya sudah punya suami," jawabku, kikuk tetapi berusaha untuk tegas.

Dia tersenyum sinis. "Suami yang suka selingkuh?" sindirnya tanpa ragu.

Aku menelan saliva. “D-dari mana Anda tahu hal itu?” tanyaku, gugup.

"Jangan banyak bertanya, Nona Love," sahut Pak Dewa, dingin. Ia tak memberiku ruang untuk mengelak.

Rasanya tidak nyaman mendengarnya memanggilku seperti itu. “M-maaf, nama saya Clove, bukan Love,” ralatku.

“Kamu berani mengatur saya?” Pertanyaan itu terdengar seperti ancaman.

Ya, memang harus kuakui, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang berani mengaturnya.

“Baca!” perintahnya sambil melirik suarat perjanjian yang ada di meja, di hadapannya.

Dalam perjanjian itu, aku membaca beberapa pasal tertulis. Termasuk syarat yang baru saja dia sebutkan. Itu adalah syarat rahasia yang menurutku cukup menjebak.

Di sana juga tertulis, jika aku setuju, dia akan membantuku untuk membalas dendam. Juga akan membangun restoran impian menggunakan namaku sendiri.

Pak Dewa mengetukkan jarinya di atas meja. Menatapku tajam bak predator yang membidik mangsanya.

Namun, kalimat selanjutnya, jika aku menolak, aku harus membayar ganti rugi karena telah menyita waktunya. Tentu nilainya tidak sedikit. Satu menit saja bernilai miliyaran!

Dadaku terasa sesak. Saat ini aku sudah menyita waktunya lebih dari satu jam karena tadi aku harus memasak makanan untuk dia cicipi.

Bagaimana mungkin aku bisa membayar kerugian itu?

Sial! Ini bukan pilihan, tetapi paksaan.

Aku berusaha berdalih. “T-tapi, Pak. Di pengumuman yang saya baca, tidak ada persyaratan tentang hal itu. Saya—”

Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, dia sudah menyelak lebih dulu. “Ada syarat khusus, baca!” ucapnya dengan nada dingin.

“Ya, tapi saya tidak tahu syaratnya harus seperti itu,” tegasku, memberanikan diri. Meski saat ini suaraku sudah gemetar ketakutan.

Entah mengapa auranya begitu kuat. Hanya dengan menatapku saja, dia sudah bisa membuat jantungku berdebar tidak karuan.

“Bodoh!” cibirnya.

Astaga, andai aku tidak butuh bantuannya, pasti sudah kumaki-maki, dia. Memangnya aku peramal yang bisa menebak isi pikirannya?

“Kamu melamar 5 kali, bukan?” tanyanya, sambil mengangkat sebelah alisnya.

Aku mengangguk ragu. “Benar, Pak.”

“Sadar, kenapa kamu ditolak?” skak pria itu sampai membuat lidahku kelu.

Aku memang sudah ditolak sebanyak empat kali. Namun, karena tergiur dengan gaji ratusan juta per bulan dan bonus dibuatkan restoran mewah aku pantang menyerah.

Hingga akhirnya, lamaran kelima-ku diterima oleh Asistennya.

Kukira, aku hanya perlu menyajikan masakan yang lezat agar bisa diterima menjadi chef pribadinya. Aku tidak menduga dia akan memberikan syarat tidak masuk akal begitu!

“Memangnya kamu sehebat apa sampai saya harus memberikan bonusnya secara cuma-cuma?!”

Lututku terasa lemas. Benar apa kata orang, pria ini memang sangat tampan dan berwibawa, tetapi mulutnya sangat lantam!

“Saya minta maaf karena sudah keliru, Pak. Jika memang syaratnya seperti itu, saya—”

“Apa maafmu bisa membayar kerugian saya?” tanyanya, dengan tatapan yang semakin menggelap.

Ya, aku tahu, dia rugi waktu. Itu sudah tertulis jelas di surat perjanjian. Tapi ini berlebihan!

Dia berdiri sambil merapikan jasnya, lalu dia melangkah ke arahku. Ia berhenti tepat di sampingku.

“Tandatangani dan serahkan pada Asisten saya!” ucapnya, kemudian berlalu begitu saja, tanpa menunggu jawabanku.

Aku langsung berbalik, berusaha mengejarnya. “Tapi, Pak. Saya tidak bisa menerim—”

Brug!

Dia langsung menutup pintu ruang kerjanya begitu saja. Aku sampai membeku karena daun pintu itu hampir menghantam wajahku.

Tubuhku terkulai lemas. Aku ingin melepaskan diri dari suami bajingan. Namun kenapa harus masuk ke perangkap Konglomerat gila itu!

Aku tidak punya waktu untuk melamun. Aku segera menghampiri mejanya dan mengambil surat perjanjian itu lagi. Aku pun membaca kembali setiap pasal yang ada di sana.

Semua pasalnya memang menguntungkan. Namun kenapa harus ada pasal gila itu? Bagaimana mungkin aku memberinya anak, sementara saat ini aku masih memiliki suami!

“Apa Anda sudah menandatanganinya, Nona?” tanya Liam yang tiba-tiba masuk. Dia adalah Asisten Si Dewa Iblis itu.

Aku menoleh. “Pak! Kenapa sejak awal Anda tidak memberitahu saya tentang syarat gila ini?!” protesku.

“Anda tidak bertanya, kan?” Dia malah balik bertanya.

Bangsat! Ternyata dia sama menyebalkan dengan bosnya.

“Tapi harusnya Anda menjelaskan secara detail pada calon staf yang akan kalian pekerjakan, Pak!” Aku tidak mau kalah.

“Siapa yang butuh pekerjaan? Saya atau Anda? Jika Anda yang butuh, harusnya Anda yang lebih aktif bertanya, bukan?” skak pria itu.

Ya Tuhan, belum bekerja saja, mereka sudah membuatku gila.

“Tapi, Pak. Saya yakin Anda pasti tahu kalau saya sudah punya suami!”

“Ya, makanya saya menolak empat lamaran Anda sebelumnya. Tapi karena Anda terlalu gigih, Pak Dewa memberikan kesempatan,” sahutnya, tanpa dosa.

“Harusnya Anda bersyukur karena beliau sudah berbaik hati mau menerima Anda yang tidak memenuhi kualifikasi ini!” tegasnya.

Sial! Mana ada orang baik hati yang menginginkan anak dari rahim wanita yang masih bersuami?!

“Sekarang tandatangani saja! Jangan lupa Anda juga sudah menandatangani suarat kesepakatan uji coba.

Dalam surat itu tertulis, jika Pak Dewa menyukai masakan Anda, maka Anda siap menerima apa pun syarat yang kami berikan!” tegasnya.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 36

    Reno terperanjat. Kalimat istrinya membuatnya salah tingkah.Namun, seperti biasa, ia tidak akan membiarkan dirinya kalah begitu saja. Taktik manipulatif andalannya langsung dioperasikan untuk membalikkan keadaan."Clove! Tolong ya, jaga bicaramu!" bentak pria itu seraya memasang raut wajah sangat terluka dan tersakiti. "Kenapa kamu terus-terusan fitnah suamimu sendiri sama tuduhan menjijikan itu, sih? Emang kamu gak capek? Itu terus yang dibahas!""Pikir aja pakai otakmu!" Wanita itu tersenyum getir."Kamu yang harusnya berpikir jernih!" balas Reno menggebu-gebu, berpura-pura frustrasi seraya memegangi pangkal hidungnya. "Aku ini berjuang mati-matian untuk kamu! Aku kerja keras sampai kelelahan, tapi balasanmu malah nuduh aku selingkuh terus?!""Kamu sengaja kan melontarkan tuduhan gila ini cuma buat alasan karena gak mau ngelayanin suami?" tuduh pria itu, membalikkan fakta. "Kamu sengaja bik

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 35

    Clove menatap Reno dengan pendar mata yang amat tajam. “Jangan lupa, dia juga numpang di rumah ini!” cibirnya."Aku kan udah pernah bilang sama kamu dari dulu, Mas," lanjut wanita itu, menohok. "Restoran itu bisa sukses besar dan bertahan karena cita rasa masakanku! Bukan cuma karena konten viral dari influencer gak jelas itu!"Clove mengintimidasi Reno."Terbukti sekarang, kan?" cibirnya tanpa ampun. "Mau seviral apa pun promosinya, mau sebanyak apa pun konten yang dia buat, restoran gak akan bisa bertahan kalau masakannya gak enak!"Reno seketika salah tingkah luar biasa. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.Ia tahu betul bahwa Fara sama sekali tidak bisa memasak. Semua klaim keahlian Fara di depan publik selama ini hanyalah kebohongan besar yang ia rancang untuk menaikkan citra selingkuhannya itu. Racikan saus rahasia yang menjadi jiwa dari restoran mereka murni buatan jemari emas Cl

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 34

    Dahi Clove berkerut halus. "Tapi, Pak—""Saya akan buatkan dapur khusus untuk kamu di kantor ini," sela Dewa tak menerima bantahan.Wanita itu terbelalak kaget. "Buat dapur di kantor?""Ya," tegas Dewa seraya melipat kedua tangannya di depan dada. "Saya tidak mau kamu memasak makanan saya menggunakan fasilitas rumah yang sudah dipakai untuk berselingkuh."Raut wajah Dewa berubah makin dingin dan tajam. Tatapannya sarat akan kepuasan tersembunyi saat melihat keterkejutan Clove."Saya jijik kalau harus makan masakan dari alat-alat yang pernah tersentuh oleh manusia kotor seperti calon mantan suamimu," lanjut Dewa tanpa beban.Kalimat menohok itu membuat Clove bungkam. Ia tak menyangka Dewa akan berpikir sampai sejauh itu."Sebelum dapur di kantor ini jadi, kamu tetap harus memasak di penthouse saya," titah Dewa mutlak."Tapi kan penthouse Bapak kosong kalau siang," protes Clove pelan.

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 33

    Clove yang sedang berusaha menenangkan diri dengan minum air langsung tersedak. Air di dalam mulutnya hampir saja tersembur keluar. Uhuk! Uhuk! Ia terbatuk-batuk seraya memegangi dadanya. Wajahnya merah padam karena kaget dan menahan malu. ‘Apa dia gila? Bisa-bisanya dia ngomong gitu seolah lagi bahas cuaca hari ini!’ teriaknya dalam hati. Namun, ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan sang bos. Ia segera mengumpulkan keberanian untuk memberikan perlawanan balik. Wanita itu pun menoleh. "Memangnya sudah berapa wanita yang Bapak hamili sampai bisa yakin seandal itu?" tanyanya tajam. Matanya menatap bosnya penuh tantangan. "Belum ada," jawab Dewa tenang. Pria itu menyilangkan tangannya di depan dada. Wanita itu mengerutkan keningnya. "Lalu kenapa Bapak bisa seyakin itu?" cibir Clove tak mau kalah. "Bicara seperti orang yang paling berpengalaman saja." Dewa menatap wanita itu dengan tatapan pekat yang sangat tenang. Ia menjawab pertanyaan itu tanpa ragu sedikit pun. "Ka

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 32

    Clove terperanjat mendengarnya. Matanya terbelalak tak percaya. "Bapak pikir saya sejahat itu?" protesnya dengan nada meninggi. "Saya masih waras, Pak!" "Siapa tahu," sahut Dewa santai seraya bersedekap dada. "Manusia tidak ada yang bisa ditebak." "Saya ini chef pribadi Anda!" tegas wanita itu, seraya menunjuk dirinya sendiri. "Mana mungkin saya meracuni masakan saya sendiri? Kalau Bapak kenapa-napa, sudah pasti saya yang jadi tersangka utamanya!" Dewa tidak terpengaruh sama sekali oleh protes panjang itu. Pria itu menyandarkan punggungnya kembali dengan santai. "Jangan berdebat," ucapnya dingin. "Saya sudah lapar. Cepat cicipi makanan itu sekarang!" Clove mengembuskan napas kasar. Ia menghentakkan kakinya pelan melampiaskan kekesalan. ‘Bener-bener sinting!’ batinnya, kesal. Tanpa membantah lagi, ia mengambil sendok dan menyuap sedikit makanan ke mulutnya. Ia mengunyahnya cepat lalu menelannya di depan mata Dewa. "Lihat? Saya tidak mati, kan?!" ucap Clove ketus. "Maka

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 31

    Clove menghela napas halus, tak berniat membantah. Bagaimanapun juga, ia sadar telah melakukan kesalahan besar karena kesiangan tadi pagi."Baiklah, Pak Liam. Saya akan naik ke atas," ujar wanita itu pasrah, lalu mengakhiri panggilan.Ia menghampiri salah satu petugas resepsionis yang berdiri anggun di balik meja. "Selamat siang, Mbak. Saya mau mengantarkan makanan untuk Pak Dewa," ucapnya sopan.Resepsionis itu tersenyum sangat ramah. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan keraguan saat menatap Clove."Dengan Nona Clove, ya?" tanya resepsionis itu memastikan. "Silakan, Nona. Kami sudah menerima amanat dari sekretaris beliau."Clove sedikit bingung mendengar keramahan yang luar biasa itu. ‘Eh, kok gampang banget? Kirain bakalan diinterogasi dulu,’ batinnya."Ah, iya, benar. Terima kasih banyak, Mbak."‘Apa mungkin semua staf di gedung ini emang ramah, ya?’ gumam wanita itu, dalam hati, heran. Seraya melangk

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status