ANMELDENMerasa jijik ....Saat mendengar kata itu, hati Kiana tiba-tiba terasa pedih.Tristan membencinya. Sebenarnya, dia sudah tahu hal itu di saat dia dengan tegas menceraikannya."Aku barusan melihat putri walikota. Sepertinya dia juga mencarimu.""Hm.""Nggak pergi menyapanya?""Pergilah kalau kamu ingin menyapanya. Nggak perlu menyeretku ikut bersamamu.""Kenapa aku harus menyapanya? Yang pacaran dengannya dan mau menikah dengannya bukanlah aku!"Kiana tanpa sadar mengerutkan bibirnya. Dia ... sudah punya calon pasangan ...."Kali ini, aku akan lebih berhati-hati.""Pernikahan memang harus dilakukan dengan hati-hati.""Aku nggak mau membuang waktuku untuk orang yang nggak cocok dan nggak layak.""Aku merasa Nona Stella sangat cocok denganmu.""Jangan sampai aku membuat keputusan yang salah lagi.""Apa yang kamu bicarakan? Kenapa aku nggak mengerti?""Nggak apa-apa. Ada orang yang bakal mengerti."Tepat di saat itu, Wilson kembali dengan segelas air."Ayah, kamu mengambil tempat dudukku!"
"Kamu pernah bertemu denganku?" tanya Kiana."Aku pernah melihatmu dari CCTV.""CCTV di rumah Luis?"Mata Wilson berkedip. "Ya."Kiana menyipitkan matanya. "Kamu mencuri CCTV rumahnya!""Kata 'mencuri' nggak tepat. Aku hanya 'meretas' laptopnya.""Jadi, kamu melihatku?""Dan juga perilakumu yang nggak senonoh."Kiana mendadak ingin muntah darah. Bagaimana Tristan mengajari putranya?"Jangan berpikir yang nggak-nggak. Sudah kubilang aku hanya meretas laptopnya."Pikiran Kiana memang sudah ke mana-mana, tetapi itu juga tidak sepenuhnya salah."Kamu masih kecil. Kamu seharusnya membangun pandangan hidup, nilai-nilai, dan pandangan masyarakat yang benar ....""Apa kamu ibuku?"Mata Kiana tiba-tiba membelalak. Bagaimana anak ini bisa tahu? Apa dia telah terbongkar? Oh tidak. Dia harus bagaimana menghadapi anak ini? Dia benar-benar tidak siap!"Kamu bukan ibuku, jadi apa hakmu untuk mengguruiku!" kata Wilson sambil memutar bola matanya ke arah Kiana.Kiana tertegun sejenak, lalu tersadar dar
Sembari berlari, Kiana menoleh ke belakang dan melihat tiga pengawal mengejarnya. Untungnya, mereka tidak berani membuat keributan besar, jadi mereka sudah tertinggal jauh di belakang.Lift telah berada tepat di depannya. Tepat di saat Kiana hendak menghela napas lega, dua pengawal tiba-tiba muncul lagi dari sisi lain koridor.Dia berhenti dan melihat sekeliling, lalu berbelok ke koridor lain.Koridor itu seharusnya mengarah ke tangga, jadi dia pun berlari ke sana. Namun, dia menyadari bahwa itu jalan buntu. Dia mencoba berbalik, tetapi ketiga pengawalnya sudah menyusul.Kiana menarik napas dalam-dalam. Sebelum pengawal itu sempat bergerak, dia sudah meluncurkan tendangan.Meskipun Kiana terampil, dia tidak bisa mengalahkan tiga pria bertubuh kekar itu. Namun, dia lincah dan cerdik. Dia melakukan beberapa tipuan, mempermainkan tiga pria itu sampai mereka marah, lalu meninju hidung salah satu pengawal dengan sekuat tenaga, hingga berdarah.Ketiganya tertegun sejenak, lalu menerkam Kiana
"Dia punya banyak dialog karena dia adalah aktris utama. Sebagai aktris utama, dia harus menghafal semua dialognya. Itu adalah hal yang wajar.""Kamu hanya punya beberapa baris dialog saja?""Karena aku hanya seorang aktris figuran. Meski aku hanya aktris figuran, aku melakukan pekerjaanku dengan serius. Aku bukan hanya mengingat dialogku sendiri, tapi juga mengingat dialognya.""Terus, sutradara memarahimu?""Sutradara memperlakukan orang secara berbeda berdasarkan status mereka. Sutradara nggak berani menyinggungnya, jadi satu-satunya cara dia mengingatkannya adalah dengan memarahiku.""Tapi saat masalah ini menjadi kehebohan besar dan semua orang menyuruh sutradara untuk menjelaskan, dia mengunggah pesan yang menyatakan: [Dia hanya punya beberapa baris dialog saja, tapi nggak bisa mengingatnya. Aku nggak tahu apa pemeran ini punya masalah dengan otaknya atau sikapnya yang bermasalah.]"Sutradara takut pada Nia, jadi dia mengatakannya secara samar, tapi itu jelas merujuk Nia."Kiana
Doris masih terus berbicara, seolah masih sangat kesal."Itulah alasannya. Aku nggak ingin mengatakannya waktu itu karena ingin menjaga harga diri kami berdua, tapi nyatanya itu nggak perlu. Orang sombong nggak akan mengakui kesalahannya sendiri. Dia bahkan mungkin memfitnah orang yang nggak bersalah."Kiana mengerutkan kening. Nia telah menceritakan hal ini padanya. Jelas sekali Doris-lah yang merayu Jordi waktu itu, lalu menggunakan koneksi Jordi untuk secara paksa masuk ke tim produksi Nia. Waktu itu, Doris tidak bisa menghafal dialognya dan Nia mengingatkannya. Namun, Doris malah mempermalukannya karena dia tidak mampu menjaga hati suaminya sendiri. Nia sangat marah dan menamparnya.Setelah Doris selesai berbicara, semua orang mengkritik Nia. Mereka mengatakan Nia telah menindas orang dengan mengandalkan pengaruhnya. Sikapnya di dalam industri hiburan sangatlah semena-mena."Di depan begitu banyak orang dari kru, Nia seharusnya bisa menduga kalau dirinya akan difoto, tapi dia tetap
Mendengar itu, Kiana berhenti dan berbalik. Dia baru menyadari bahwa selebriti wanita yang dikelilingi orang-orang itu adalah Doris Lukman.Wartawan ini sangat berani. Pertanyaannya sangat tajam. Semua orang langsung terdiam dan menunggu jawaban Doris.Doris bertubuh tinggi dan punya aura yang lembut serta elegan. Dia adalah aktris utama yang diakui di industri hiburan.Dalam beberapa tahun terakhir ini, popularitasnya sangat luar biasa. Dari seorang aktris kecil yang telah berkecimpung di industri film dan televisi selama lebih dari satu dekade, tanpa pernah memainkan peran utama atau bahkan peran penting dalam sebuah produksi, dia tidak populer dan hanya punya sedikit penggemar. Namun hanya dalam sekejap, dia mulai berpartisipasi dalam produksi beranggaran besar, mengambil peran utama, dan bahkan memenangkan penghargaan Aktris Terbaik yang bergengsi untuk peran utama pertamanya.Kampanye pemasarannya begitu luas hingga terasa berlebihan dan popularitasnya meroket. Karena 'dikemas' ol
Rachel jelas-jelas marah dengan kata-kata yang diucapkan Yovan barusan. Bahkan, dia sampai tidak bisa memegang piringnya dengan benar."Kiana, ayo dimakan mi-nya," kata Yovan dengan nada menyanjung.Wajah Kiana masih tetap dingin. "Kamu pergi saja.""Kiana…""Aku nggak percaya sedikit pun alasan yan
Setelah mabuk mereda, Kiana mengalami sakit kepala yang hebat.Kiana menggelengkan kepalanya beberapa kali dan akhirnya terbangun. Saat membuka matanya, dia mendapati dirinya terbaring di ranjang besar di hotel, tetapi seluruh tubuhnya terikat...Dia terkejut dan berjuang untuk bangun, tetapi tangan
"Apa?""Dia pemabuk."Ayahnya tertegun.Kiana sudah agak mabuk. Dia tahu persis di mana dia berada. Setelah menghabiskan minumannya, dia pun membayar tagihan dan bersiap pergi. Namun di saat mau pergi, dia menabrak seorang pria mabuk. Dia memelototi pria itu dan melanjutkan perjalanannya."Eits, gad
Melihat nama yang di layar ponsel, Yovan jelas sedikit panik.Yovan mencoba beberapa kali untuk menutup telepon, tetapi mungkin karena takut Kiana curiga, jadi dia pun menekan tombol jawab dan buru-buru meminta Rachel turun dari tempat tidur.Saat panggilan video tersambung, Kiana melihat Rachel tel







