공유

Bab 64. Keserakahan

작가: SILAN
last update 게시일: 2026-07-21 12:22:44

Di sisi lain.

Daniel mengirim pesan pada anak buahnya untuk mencari keberadaan Adrian terlebih dahulu sebelum ia melacak kembali keberadaan Megan. Jari-jarinya bergerak cepat di layar ponsel, singkat, jelas, tanpa jejak yang bisa dilacak.

Saat ini ia tidak bisa gegabah.

Andrew mengawasinya. Setiap gerakan, setiap kedipan mata, setiap tarikan nafas, semuanya diamati. Sedikit kesalahan bisa membuat mereka menghabisi nyawa Megan lebih cepat dari dugaan.

Daniel menaruh ponselnya di atas meja dengan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 83. Pertarungan

    Megan masih berusaha melepaskan ikatan Adrian ketika suara langkah kaki mulai terdengar dari balik kepulan asap. Suara itu semakin dekat, bercampur dengan suara api yang menjilat sisa-sisa kayu di sekitar mereka. Ia menoleh panik, lalu kembali fokus pada tali di tangan adiknya."Adrian, bertahan sebentar lagi. Aku akan membawamu keluar dari sini." Suara Megan panik, tetapi tangannya tetap bergerak cepat meskipun jari-jarinya gemetar. Ia tidak peduli pada luka kecil di telapak tangannya akibat serpihan kaca. Yang ada di pikirannya hanya satu, membawa Adrian keluar hidup-hidup."Aku... baik-baik saja. Jangan khawatir." Adrian mencoba tersenyum, tetapi wajahnya yang pucat justru membuat Megan semakin cemas. Tubuhnya masih lemah, ditambah ledakan barusan membuat nafasnya semakin berat.Daniel segera berjongkok di depan mereka. "Sudah. Ikatannya terlepas. Sekarang kita pergi." Nada suaranya terdengar tegas, nyaris tanpa emosi, tetapi tatapan matanya terus memperhatikan keadaan Adrian dan M

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 82. Menyerahkan stempel

    Megan memejamkan mata. Setidaknya satu hal yang paling ia takutkan belum terjadi. Adrian masih hidup. Namun cara Sierra mengatakannya membuat Megan tahu bahwa keselamatan Adrian hanya bergantung pada keputusan yang akan ia ambil.Tidak berselang lama, pesan singkat dari Sierra masuk."Datanglah ke gudang lama keluarga Bosch. Satu jam. Sendirian."Megan menatap layar ponselnya dengan nafas berat. Tidak ada lagi suara Sierra, tetapi ancaman wanita itu masih terasa jelas di kepalanya. Daniel mengambil napas panjang sebelum memandang Megan."Aku akan pergi." Megan berbicara dengan suara pelan, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia tidak peduli seberapa berbahayanya tempat tersebut. Tidak peduli berapa banyak orang yang mungkin menunggunya. Selama Adrian berada di sana, ia akan datang."Tidak." Jawaban Daniel terdengar tegas. Tatapannya langsung berubah keras ketika melihat Megan mulai membuka tasnya."Daniel...""Kau tidak akan pergi sendirian."Daniel menggenggam pergelangan tangan Megan,

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 81. Misi penyelamatan

    Adrian terus meronta, tetapi semakin ia berusaha melepaskan diri, semakin kuat tali itu menekan pergelangan tangannya. Nafasnya memburu, tubuhnya terasa lemah setelah obat bius yang Sierra berikan masih meninggalkan efek."Sial..." gumamnya sambil menundukkan kepala. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum dirinya dibawa ke tempat itu. Namun ingatannya masih dipenuhi potongan-potongan samar, terakhir kali yang ia ingat, anak buah Daniel menemaninya saat proses keluar dari rumah sakit.Dan sekarang, ia justru berada di tangan Sierra sebagai tawanan, Adrian yakin kalau wanita licik itu pasti mengincar Megan."Tidak akan aku biarkan kau menyakiti Megan," geram Adrian.Tiba-tiba terdengar suara langkah dari balik pintu.Adrian langsung mengangkat kepala. "Sierra?"Tidak ada jawaban.Pintu besi itu terbuka perlahan. Namun bukan Sierra yang muncul. Seorang pria masuk membawa sebuah nampan berisi makanan dan sebotol air. Ia meletakkannya di meja kecil di samping Adrian tanpa mengucapka

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 80. Adrian dalam bahaya

    "Sierra bergerak, dia menculik Adrian."Kalimat Daniel terdengar sederhana, tetapi dampaknya seperti menghantam dada Megan dengan keras. Untuk beberapa detik, ia hanya berdiri diam, seolah otaknya menolak memahami apa yang baru saja didengarnya."Apa?" suara Megan akhirnya keluar, nyaris berbisik. "Apa maksudmu menculik Adrian?"Daniel langsung meraih pergelangan tangannya. "Kita pergi sekarang. Orangku kehilangan jejaknya beberapa menit lalu. Sierra menggunakan orang lain untuk membawa Adrian keluar dari rumah sakit. Mereka memutus semua kamera di lantai tempat adikmu dirawat."Megan menarik tangannya dengan panik. "Kau bilang orangmu mengawasi Adrian. Lalu bagaimana mereka bisa membiarkannya diculik?"Daniel menatapnya tajam. "Karena ini bukan serangan biasa. Mereka sudah merencanakannya."Megan terdiam. Dadanya terasa sesak. Semua ketakutan yang selama dua bulan terakhir ia tahan akhirnya pecah dalam satu waktu. Ia pernah kehilangan kedua orang tuanya. Ia hampir kehilangan Adrian b

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 79. Membuka fakta

    Konferensi pers dilakukan dengan banyak sekali menghadirkan wartawan, sepertinya Andrew ingin semua orang tau kalau hari ini adalah waktunya ia bersinar kembali. Namun, harapannya itu mulai meragukan bahkan untuk dirinya sendiri setelah melihat Megan sudah berdiri di dekatnya, di depan semua wartawan yang Andrew undang. Bahkan, anak buahnya tidak bisa menghentikan Megan saat ini."Perkenalkan," suara Megan bergema di seluruh ruangan, jelas dan tegas. "Aku adalah putri sulung Giorgino Cornelius."Bisik-bisik mulai terdengar di antara para wartawan. Beberapa mulai mengangkat mikrofon lebih tinggi, bersiap menangkap setiap kata yang akan keluar dari mulut perempuan ini."Belasan tahun lalu, setelah pembantaian yang terjadi pada keluargaku, aku dan adikku, Adrian Cornelius, masih hidup. "Kalimat itu melayang di udara seperti bom yang siap meledak. Ruangan mendadak hening, lalu kembali dipenuhi bisik-bisik yang semakin keras."Belasan tahun aku dan adikku hidup di luar tanpa menggunakan

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 78. 1 hari sebelumnya

    Semua orang melihat ke sumber suara, yang tidak lain adalah Megan.Perempuan itu melangkah maju dari antara kerumunan, membawa sebuah kotak kayu dalam dekapannya. Kotak tua dengan ukiran rumit yang terlihat antik, seperti sesuatu yang disimpan selama bertahun-tahun di tempat tersembunyi, menunggu saat yang tepat untuk muncul.Megan berjalan dengan langkah mantap menuju panggung. Lampu-lampu sorot mulai bergeser, meninggalkan Andrew yang pucat dan beralih ke arahnya. Semua wartawan, semua kamera, semua mata di ruangan itu kini terfokus pada satu orang.Megan Cornelius.Sebelum Megan melihat para wartawan, ia melihat lebih dulu ke arah Andrew. Bibirnya melengkung membentuk seringai puas, senyum yang mengatakan bahwa kemenangan ada di tangannya.1 hari sebelumnya."Kau masih terlihat tenang, saat Andrew berhasil mengambil stempel itu?" suara Megan naik satu oktaf lebih tinggi.Daniel menoleh, ia baru saja keluar dari ruangan bersama seorang pria, tampak baru saja membicarakan sesuatu yan

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 7. Daniel menjebaknya?

    Semalaman, Megan tidak benar-benar tidur. Ia hanya memejamkan mata… tanpa pernah benar-benar beristirahat.Langit di luar jendela perlahan berubah dari hitam pekat, menjadi abu-abu muram, lalu disusupi cahaya pagi yang dingin. Namun di dalam kepalanya… semuanya tetap gelap.Daniel.Nama itu berputa

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 6. Pemaksaan

    Dengan sorot mata tajam penuh perlawanan, Megan menatap Daniel.“Lepaskan,” desisnya dingin.Senyum tipis terangkat di bibir Daniel, bukan karena patuh, tapi karena tertarik. Ia berjongkok santai, membuka ikatan di kaki Megan satu per satu.“Aku akan melepaskanmu,” ucapnya ringan, “tapi berjanjilah

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 5. “Tak ada jalan kabur

    Seorang pria. Berjalan dengan tenang. Tidak terburu-buru. Tidak panik.Namun jelas, mengikutinya.Darah Megan langsung berdesir dingin, panik. Sial! Apakah ia ketahuan?Tanpa pikir panjang, ia berbalik dan mempercepat langkahnya. Dari cepat… menjadi lari.Sepatu botnya menghantam aspal kasar, nafa

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 4. Apa aku ketahuan?

    Kata-kata pria itu terus berputar di kepala Megan.Bekerja denganku.Bukan ancaman biasa. Bukan pula sekadar tawaran. Ada sesuatu di balik nada suaranya, sesuatu yang membuat bulu kuduk Megan berdiri.Kenapa dia tidak melaporkannya?Kenapa justru… menginginkannya?Siapa sebenarnya pria itu?“Megan.

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status