LOGINKiara Giovanna tak menyangka, hidupnya bisa berubah 180 derajat. Karena kesalahan seorang pria, ia harus kehilangan ayah, dan juga menikah dengan pria yang telah menabrak ayahnya sendiri. Kehidupan pernikahan Kiara jalani tanpa adanya cinta dari suami. Namun siapa sangka, malam itu, pria lain menjerat Kiara dalam malam panas yang sangat menggairahkan. Dan pria itu adalah ayah mertuanya sendiri!
View MorePagi itu, sinar matahari menembus tirai kamar, menyoroti ranjang besar yang masih berantakan sisa malam penuh gairah. Kiara terbangun lebih dulu, hanya mengenakan jubah satin tipis. Di sampingnya, Victor masih terlelap, wajah dinginnya terlihat begitu damai saat tidur.Namun tawa kecil dari lorong memecah keheningan. “Mamaaa…” suara cadel memanggil.Pintu kamar berderit terbuka, menampakkan Kenneth yang menyeret boneka beruangnya, dan Felix yang berlari kecil sambil cekikikan. Keduanya, kembar berusia satu tahun, tampak seperti malaikat kecil yang baru saja turun dari surga.“Sayang-sayang mama sudah bangun, ya?” Kiara segera bangkit, meraih keduanya ke dalam pelukan. Ia menciumi pipi chubby Kenneth dan Felix bergantian, membuat mereka tertawa riuh.Victor bergumam pelan, membuka mata. “Tuhan… aku bahkan belum sempat minum kopi, tapi sudah punya tiga malaikat di kamarku.”Kiara terkekeh. “Malaikat? Lebih mirip duo nakal.”Felix langsung merangkak ke atas ranjang, menindih perut ayahny
Mobil hitam itu melaju menembus jalanan malam, kaca-kaca masih berembun dari panas yang mereka ciptakan sendiri. Kiara bersandar di dada Victor, napasnya masih belum sepenuhnya kembali normal.Namun, Victor tak banyak bicara. Tangannya tetap di setir, wajahnya dingin tapi matanya menyimpan bara yang tak kunjung padam.“Kenapa kau diam?” tanya Kiara lembut, ujung jarinya menggambar garis tipis di pergelangan tangan suaminya.Victor melirik sekilas, lalu menaruh tangannya di paha Kiara—erat, penuh kepemilikan. “Aku masih berusaha waras. Kau membuatku kehilangan kendali, Kiara.”Senyum kecil tersungging di bibir wanita itu. “Bukankah kau menyukainya?”Victor mengerem pelan saat lampu merah menyala. Ia menoleh penuh, wajahnya begitu dekat hingga Kiara bisa merasakan hembusan napasnya. “Aku menyukainya... tapi aku juga benci. Karena aku tahu semua pria di pesta tadi menginginkanmu. Dan aku—aku tidak pernah tahu bisa merasa seposesif ini.”Kiara mengangkat dagunya sedikit, menantang. “Bukan
Langit malam menjingga saat Victor dan Kiara melangkah keluar dari mobil mewah hitam mereka, disambut kilau lampu taman dan alunan musik jazz yang lembut dari dalam mansion bergaya kolonial milik rekan bisnis Victor. Suara tawa halus dan denting gelas sampanye mengisi udara, membawa aroma elegan dari pesta eksklusif itu.Victor tampil dalam setelan jas armani berwarna abu-abu gelap yang membentuk tubuh tegapnya dengan sempurna. Dasi hitamnya rapi, dan sikapnya seperti biasa—tenang, dingin, penuh kuasa. Namun malam ini, tak satu pun mata tertuju padanya.Semua mata memandang wanita di sisinya.Kiara mengenakan gaun hitam panjang berpotongan rendah di dada, dengan belahan tinggi di paha yang menyibak langkahnya. Kain satin yang membungkus tubuhnya memeluk setiap lekuk dengan anggun, seolah diciptakan khusus untuknya. Rambut panjangnya disanggul sebagian, membiarkan beberapa helaian jatuh liar membingkai wajah cantiknya. Bibir merahnya melengkung dalam senyum memikat, dan matanya berkila
Keesokan paginya, cahaya lembut itu memantul di dinding berlapis aksen emas, menciptakan suasana hangat yang kontras dengan udara segar pagi. Aroma kopi yang baru diseduh dari mesin espresso di sudut ruangan bercampur dengan wangi samar parfum Kiara yang selalu memikat.Victor baru saja selesai mandi. Rambutnya masih sedikit basah, tetesan air sesekali jatuh dari ujung-ujungnya saat ia menggosok kepalanya dengan handuk kecil. Ia hanya mengenakan celana panjang linen hitam yang tergantung rendah di pinggulnya, memperlihatkan garis otot perut yang terpahat sempurna. Dengan langkah santai, ia keluar dari kamar mandi, berniat mengambil kemeja dari lemari. Namun, langkahnya terhenti seketika. Ia meneguk salivanya, matanya terkunci pada pemandangan di depannya.Kiara berdiri di dekat cermin besar bergaya art deco, tubuhnya dibalut g-string merah yang begitu menggoda, dengan tali tipis yang nyaris tak terlihat melingkari pinggul rampingnya. Sehelai bra renda senada membingkai lekuk tubuhnya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore