แชร์

97. PUNCAK KESUKSESAN

ผู้เขียน: Mystique
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-17 21:00:19

Momen pembersihan nama baik dan peluncuran Garansi Bunga Segar 7 Hari di pameran tempo hari menjadi titik balik terbesar bagi sejarah Kirana Flower. Sorak-sorai penonton dan sorot kamera wartawan tidak hanya membersihkan noda fitnah yang disebar Valerie, melainkan melontarkan reputasi toko bunga itu ke tingkat yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Hanya dalam kurun waktu empat puluh delapan jam, efek dari transparansi dan dukungan publik meledak secara masif.

Ponsel dan te
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   101. BENIH CELAH KERENGGANGAN

    Keheningan yang mencekam menyelimuti ruang kerja Kirana Flower. Ketegangan di antara Zayn dan Kirana begitu pekat, seolah pendar biru dari mawar di dalam tabung kaca itu memancarkan rasa dingin yang membekukan atmosfer di sekitar mereka.Zayn melemparkan kartu ucapan bertinta emas itu ke atas meja. Tatapannya yang tajam bergeser merengkuh wajah Kirana yang masih memucat. "Kembalikan bunga ini, Kirana."Kirana tersentak. Kerutan halus tercipta di dahinya. "Apa? Kenapa harus dikembalikan, Zayn? Ini hanya ucapan selamat dari Pak Bara atas kontrak kita.""Ini bukan sekadar ucapan selamat!" nada suara Zayn meninggi, sarat akan proteksi yang menekan. "Mawar biru... kata-kata bersirat di kartu itu... Seorang pengusaha yang baru mengenalmu semalam tidak akan pernah mengirimkan hadiah se-personal ini jika tidak memiliki niat terselubung. Dia sedang mengujimu, Na!"Kirana mendesah berat, memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut. Perasaan lelah atas drama yang tak kunjung usai kembali merayapi

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   100. MAWAR BIRU

    Deru mesin mobil yang halus membelah heningnya jalanan ibu kota di larut malam. Kirana masih belum bisa menghentikan senyum bahagia yang mengembang di bibirnya. Di sampingnya, Zayn mengemudikan kendaraan dengan tenang, sesekali melirik wanita di sebelahnya dengan tatapan penuh kehangatan, meski jauh di dalam benaknya, bayangan tatapan dingin Bara Mahendra masih menancap kuat.Zayn memutar kemudi, membawa mobil mereka berbelok ke arah sebuah bukit kecil di pinggiran kota, area rooftop view terbuka yang sepi dan menyajikan pemandangan gemerlap lampu kota dari ketinggian."Zayn? Kita tidak langsung pulang?" tanya Kirana lembut, menoleh penasaran.Zayn mematikan mesin mobil, lalu berbalik menatap Kirana sepenuhnya. "Aku ingin merayakan malam kebahagiaanmu tanpa ada gangguan siapa pun, Na."Zayn keluar, membukakan pintu untuk Kirana, lalu menuntunnya berdiri di tepi pagar pembatas. Angin malam meraba lembut kulit mereka, membawa kedamaian yang sudah lama tidak mereka rasakan. Zayn merogoh

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   99. PRIVAT DOOR

    "Na, ingat ya..." Zayn menahan jemari Kirana tepat di depan daun pintu ruang privat. Tatapannya dalam dan sarat kecemasan. "Kalau ada hal sekecil apa pun yang bikin kamu tidak nyaman, langsung keluar. Aku menunggu tepat di luar sini."Kirana terkekeh pelan, menatap kekasihnya dengan binar terhibur. "Zayn, aku ini mau tanda tangan kontrak bisnis, bukan mau masuk ke sarang penjahat.""Tetap saja," gumam Zayn seraya meremas lembut jemari Kirana. "Aku tidak tenang. Pokoknya kamu harus tetap waspada.""Iya, Zayn... tenang saja." Kirana mengusap punggung tangan Zayn menenangkan, lalu melangkah masuk.Bruk.Pintu kayu jati berukir tebal itu tertutup rapat dengan dentuman halus, secara instan mengisolasi Kirana dari riuh rendah suasana luar restoran.Suasana di dalam ruangan privat itu terasa mengintimidasi. Pencahayaan temaram dari lampu gantung kristal memantulkan kilau elegan di atas meja makan panjang berbahan marmer hitam. Keheningan yang menyelimuti ruangan terasa begitu pekat dan ekskl

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   98. FIRASAT BURUK

    "Kami menyetujui penawarannya. Kirana dan saya akan menemui pimpinan Anda secara langsung nanti malam." Suara Zayn bergaung dingin dan penuh wibawa, memotong keheningan di dalam toko. Kakinya yang tegap maju dua langkah, langsung mengambil posisi pasang badan di samping Kirana. Tatapan matanya yang tajam mengunci perwakilan berjas itu tanpa rasa ragu sedikit pun. Pria berjas rapi itu tidak menunjukkan keterkejutan. Ia hanya mengulas senyum tipis yang amat formal, lalu menggelengkan kepalanya perlahan. "Mohon maaf yang sebesar-besarnya, Pak Zayn," jawab pria berjas itu dengan nada suara yang datar namun tegas. "Petunjuk dari pimpinan besar kami sangat jelas dan tidak dapat diganggu gugat. Beliau hanya ingin berbicara empat mata dengan Mbak Kirana secara pribadi. Jika ada pihak ketiga, siapa pun itu, yang ikut campur dalam ruangan, maka seluruh penawaran kerja sama ini dianggap gugur secara otomatis." Dahi Zayn berkerut dalam. "Syarat semacam itu sama sekali tidak profesional unt

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   97. PUNCAK KESUKSESAN

    Momen pembersihan nama baik dan peluncuran Garansi Bunga Segar 7 Hari di pameran tempo hari menjadi titik balik terbesar bagi sejarah Kirana Flower. Sorak-sorai penonton dan sorot kamera wartawan tidak hanya membersihkan noda fitnah yang disebar Valerie, melainkan melontarkan reputasi toko bunga itu ke tingkat yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.Hanya dalam kurun waktu empat puluh delapan jam, efek dari transparansi dan dukungan publik meledak secara masif.Ponsel dan telepon genggam toko tak berhenti berdering. Pesanan yang sempat dibatalkan secara sepihak oleh para klien VIP dan pengusaha ibu kota kini berbondong-bondong kembali. Banyak dari mereka melayangkan permohonan maaf resmi secara tertulis, merasa bersalah telah termakan oleh berita bodong dan ulasan palsu. Kirana Flower tidak sekadar pulih, toko itu kini kebanjiran pesanan hingga daftar antrean mengular panjang.Di dalam toko yang kini kembali riuh oleh keharuman mawar segar dan kesibukan pa

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   96. USAHA UNTUK BANGKIT

    Firasat buruk dan ketakutan akan bayang-bayang masa lalu tidak boleh melumpuhkan langkah Kirana. Pagi itu, sinar matahari memancar hangat menerobos dinding kaca Kirana Flower. Kirana berdiri di tengah ruangan, memandang sekeliling tokonya yang masih lengang. Kali ini tidak ada lagi tatapan putus asa di matanya. Sorot matanya kini memancarkan semangat yang membara.Meskipun hatinya masih berdesir cemas setiap kali mengingat siluet mobil hitam kemarin, Kirana sadar bahwa cara terbaik untuk melawan balik teror buruk di tokonya adalah dengan membuktikan integritas dirinya."Kita tidak boleh membiarkan mereka menang hanya karena kita diam, Na," ujar Zayn tegas saat melangkah masuk membawa tablet di tangannya. Raut wajahnya kini penuh dengan tekad seorang pemimpin yang siap bertempur. "Tim hukum dan PR dari Nugraha Group sudah aku siapkan. Hari ini, kita balikkan keadaan."Kirana mengangguk setuju. Kepalanya terangkat tegak, siap menyongsong strategi penyelamata

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status