ホーム / Romansa / Gadis Simpanan Sang Miliarder / BAB 10. VALIDASI PERASAAN.

共有

BAB 10. VALIDASI PERASAAN.

作者: MARIWINA
last update 公開日: 2026-03-13 21:53:34
Diandra duduk menatap cangkir kopi di depannya, tubuhnya berbalut celana pendek dipadukan dengan tanktop, sebagian rambut keritingnya terurai di depan wajahnya membingkai pesona yang sensual di mata Oom Feliks.

"Ada apa dengan kopi?"

Diandra menggeleng,"Sesuatu mengelitik hatiku, membuatku khawatir."

Oom Feliks mengalihkan pandangannya dari raut wajah yang mempesonanya, ke arah kopi latte.

"Sesuatu?Apakah itu?"

"Sudah berapa lama kita tinggal di hotel?"

"Tiga hari, tiga malam."

"Kalau kita tinga
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 45.GADIS SIMPANAN MILLIARDER.

    Menjelang pagi, Feliks terbangun dari tidurnya yang tidak lelap, meskipun ia telah menumpahkan semua beban dan masalah yang dihadapi pada tubuh Diandra yang menerima keliaran nya dengan pasrah. Feliks melepaskan pelukannya pada pinggang Diandra, bangun menuju ke kulkas kecil meraih botol mineral lalu meneguk sampai habis. Ditatapnya tubuh telanjang Diandra yang terlentang dalam tidur pulasnya penuh kepasrahan , senyum kepuasan,nampak di wajahnya yang cantik . Feliks menarik selimut menutupi tubuh telanjang Diandra, tersenyum mengingat mereka menghabiskan malam itu dengan berganti-ganti posisi.Diambilnya laptop kemudian duduk tegak, matanya intens pada angka -angka yang bermunculan di layar laptop,'Semoga aku menemukan aliran dana Oom Javier,'batinnya, mengetuk-ngetuk meja sambil matanya tetap tertuju pada layar. "Yang...." Feliks mengalihkan matanya dari laptop ke suara manja Diandra. "Tidurlah,aku...." "Semalam kita lepas kendali, sampai kamu lupa pakai pengaman. Ambilkan pil

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 44. "ADA APA DENGANMU, FELIKS?"

    Di basement,pak Tikno sudah menunggu, membuka pintu mobil,"Pulang," ucap Feliks begitu masuk,melonggarkan dasinya, menggulung lengan panjang, Pak Tikno menatap majikannya dari kaca spion, tahu bahwa majikannya sedang kesal,dari gosip yang beredar dikalangan supir ia tahu bahwa majikannya telah difitnah. Ponsel Feliks berdering, dengan malas dilihatnya log panggilan,'Oma' batinnya. Sekejap hasratnya untuk menemui Diandra hilang,"Ke rumah sakit Mitra Sehat!"perintah Feliks. "Tidak jadi ke apartemen?" tanya pak Tikno. "Saya katakan ke rumah sakit! mengapa kamu bilang ke apartemen?" bentak Feliks. "Maaf tuan.." jawab pak Tikno. "Lewat tol!"perintah Feliks membuat pak Tikno sejenak gugup berusaha tetap tenang mengarahkan matanya ke jalan raya yang padat. Feliks mengambil ponselnya, membuka, jempolnya bergulir,"Hallo Oma," sapa Feliks berusaha menekan kemarahannya. "Saya sedang otw ke rumah sakit. Maaf, baru selesai konferensi pers." Kening Feliks berkerut, ekspresi marah n

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 43. LEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN.

    Feliks sedang duduk di sofa menikmati aroma kopi hitam, menyeruput perlahan, memandang tubuh Diandra yang tergeletak di ranjang , tiba-tiba berubah posisi ke samping, meraih guling kadang -kadang bisa beberapa ganti posisi "Kalau tidur selalu bergerak, mencari posisi yang nyaman,"bisik Feliks kemudian tersenyum mengingat kebiasaan Diandra, kakinya yang mulus sering diparkir di paha, di perut Feliks. "Kalau aku lama disini, bisa-bisa ngak kantor," bisiknya lagi ,meneguk kopi sampai habis. Ponselnya berdering, "Ada apa Hafid menelpon, belum waktunya jam kantor,'bisik Feliks. Terdengar suara dari seberang,"Pagi." sapanya. "Mengapa tidak panggil sekuriti?" "Siapapun yang membuat obat di kantor, harus diamankan! Apalagi mereka bawa wartawan." "Apakah dengan kedatangan ku akan menyelesaikan masalah?" "Meredam masalah? Semalam ibu Sabrina nelpon, dengan tuduhan menculik Brandon, kalau menurut mereka aku yang menculik mengapa tidak melaporkan ke polisi?" Feliks menatap Diandra

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 42. DIMANA BRANDON?

    Ponsel dokter Suratman berdering,"Permisi saya terima telpon dari staf rumah sakit." Kening dokter Suratman berkerut, tangannya mengepal kuat,"Katakan peraturan rumah sakit ,pasien masih harus diobservasi." "Siapa yang membocorkan ibu Jelita sudah siuman dan kondisinya sudah stabil." "Dokter Clara?" "Katakan ke dokter Clara, saya akan bertemu dengannya setelah ia selesai praktek." "Baik, siapapun itu tidak berhak menjenguk ibu Jelita." Kening dokter Suratman berkerut, lalu menoleh ke arah ibu Jelita,"Pak Javier dan Sabrina ngotot ingin bertemu dengan ibu." "Laksanakan seperti yang telah dokter perintahkan!" "Mereka katakan mereka ada hak di rumah sakit ini." "Yang punya saham , saya bukan mereka! Aneh, biasanya tidak peduli mengenai kesehatanku tiba-tiba peduli, pasti ada maksud tertentu, memaksa ingin menjenguk dengan alasan haknya sebagai anak!" Dokter kembali menelpon,"Katakan saja ibu Jelita sendiri mengatakan tidak mau diganggu,kalau ngotot ancam akan panggil satpam." F

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 41. SILENT CALL

    "Maaf,aku terlalu liar." "Hum, ada masalah di kantor?" tanya Diandra lalu mendesis, menggeliat geli ketika Feliks membersihkan milik Diandra dengan air dingin. "Tidak." "Mengapa kamu sampai diluar kendali? Obrak sana obrik sini seperti ingin mengeluarkan semua beban yang kamu sebut sampah." Feliks menatap Diandra,ada keraguan di matanya. Diandra bisa membaca yang tersirat di mata Feliks. "Kamu anggap aku apa? Hanya tempat kamu membuang sampah masalahmu dengan mengobrak abrik habis tubuhku?" protes Diandra berusaha merapatkan kakinya. "Oma," "Oma memarahimu?" "Tidak!" "Ahh.. geli," Diandra kembali menggeliat kemudian tangannya meraih tangan Feliks ketika kembali jari Feliks membelai milik Diandra. "Cukup, jangan diterusin, nanti kebablasan." "Kita simpan untuk nanti malam," kata Feliks sambil tersenyum nakal. "Tumpahkan sampah yang masih menyangkut di pikiranmu. Aku hanya mendengarkan,aku tidak punya hak untuk memberi jalan keluar. Feliks merebahkan dirinya di samping Diand

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 40. KEWALAHAN

    Kekacauan terjadi di paviliun,raungan ambulans menghentikan aktivitas mereka, semua saling menatap. "Nyonya tua pingsan," "Nyonya tua lagi sarapan sama tuan muda Feliks," "Di paviliun," Beberapa pelayan meninggalkan pekerjaan mereka, berlari kecil ke paviliun. Di pintu mereka dicegat kepala pelayan,"Kembali ke rumah utama! Kalian tidak diperlukan disini." Perintahnya tegas. Di paviliun Javier dan isterinya , Sabina menatap Feliks yang berjuang menyelamatkan nyawa Omanya. Feliks menelentangkan tubuh Oma di lantai, memberikan napas buatan,ketakutan terlihat di wajahnya tapi berusaha tetap tenang. Merasa usaha nya tidak berhasil, Feliks melakukan kompresi dada, menekan dada oma. "Ia takut kalau Oma kesayangannya meninggal, tempat ia berpegang pasti goyah," ejek Sabina. "Ia kembali pada asalnya,sampah haram yang dipungut Oma." Ujar Javier dengan nada mengejek. Dada Feliks bergetar menahan marah mendengar ocehan kedua orang yang seharusnya prihatin melihat Oma pingsan. Tena

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 22. KELICIKAN DEASY

    Pikiran Oom Feliks yang sedang melayang ketika sedang mencari cinta pertamanya dikejutkan dengan suara pak Tikno. "Tuan, saya akan membersihkan ruang kerja," "Silahkan. Kalau sudah selesai. Tutup pintunya,"kata Oom Feliks, membuka laci meja kerjanya mengambil segompok uang memberikan ke pak Tikno

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 21. MOMEN KELAM DI KEHIDUPAN FELIKS

    Saat memasuki ruang kerjanya,mata Oom Feliks langsung tertuju ke kursi kerjanya, tempat ia dan Diandra memuaskan keinginan liar mereka. Diandra duduk di atas pangkuan Oom Feliks, posisi yang sangat disukai Oom Feliks benar-benar membuatnya kehilangan kewarasan, miliknya bisa masuk ke pusat terdalam

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 19. AKU TAK AKAN MELEPASKANMU(21+)

    Oom Feliks yang merebahkan dirinya di sofa langsung berdiri, Diandra menghambur , mereka saling memeluk. “Aku merindukan daddy.” “Daddy juga sangat merindukanmu.” “Mengapa daddy tidak ke apartemen?” “Katanya ingin melihat kantor daddy,” “Humm.. kantornya indah dan elegan, seperti pemiliknya.”

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 17. ULTIMATUM.

    Oom Feliks meninggalkan ruangan makan, naik tangga, kamarnya terletak di lantai dua, bersebelahan dengan kamar opa dan omanya. Masuk ke dalam kamar yang sudah lama ditinggalkan, aroma wangi pengharum ruangan khas keluarga Kartamihardo menyergap hidung Oom Feliks. Menatap ranjang besar, seprei biru

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status