แชร์

BAB 5. "WAKTUMU BELUM TIBA."

ผู้เขียน: MARIWINA
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-28 15:01:14

“Wouww, tinggi banget!”Teriak Diandra begitu melihat bangunan apartemen yang terbentang di hadapan mereka ketika memasuki halaman bangunan bertingkat yang menjulang tinggi ke angkasa.

“Mbak Elvi, ini namanya apartemen? Di sini kita tinggal? Kakiku bisa pegal kalau kita tinggal di atas.” Seru Diandra melihat dari balik kaca mobil.

“Kamu tidak perlu naik tangga, ada lift.”

“Aku sering dengar ,katanya berbentuk kotak yang bisa naik turun jika kita pencet tombolnya.”

“Humm..”

“Kita tinggal di lantai berapa?”

“Lantai dua puluh lima.”

“Apa? Wah..kita bisa melihat seluruh kota ?”

“Humm.."

Elvira turun dari mobil, “Ambil koper yang kecil. Yang besar biar pak Tikno yang bawa.”Perintah Elvira, lalu melenggang menuju ke lobbi apartemen, diikuti Diandra dari belakang, matanya menjelajah melihat sekitarnya, terasa indah dan menyenangkan.

“Diandra kamu tunggu di sin!,” seru Elvira lalu menuju ke sebuah ruangan kecil bercakap-cakap dengan seorang pria yang menyambutnya dengan hormat.

“Ayo, kita ke atas!”

“Ke atas, kemana?”

“Issh! Ke kamar kita.”

Pak Tikno mendorong dua koper, di atas salah satu koper bertengger tas kanvas, berdiri di depan pintu menekan tombol, pintu terbuka.

“Ayo masuk!”Teriak Elvira.

Ragu-ragu Diandra masuk, diikuti Elvira terakhir pak Tikno yang sibuk memasukkan koper ke dalam lift.

Pintu tertutup. Pak Tikno menekan tombol, Diandra memperhatikan setiap gerakan pak Tikno, memencet angka 25, sesuatu yang asing di telinganya mendengung kecil ada sedikit gerakan, sekian detik menunggu pintu terbuka.

Pak Tikno keluar duluan, diikuti Elvira. Diandra memandang sekeliling , “Mbak ini yang namanya lift?”

“Iya, cepat keluar!”

Mereka melewati beberapa kamar, terakhir Elvira berhenti, memasukkan kartu memencet beberapa angka, pintu terbuka. Seketika lampu menyala di seluruh kamar.

Diandra melihat ke seluruh ruangan, takjub melihatnya , tanpa disadari mulutnya menganga memamerkan keterkejutannya,”Wooww… aku tinggal di sini?”

“Hum…, kamu suka?” Terdengar suara bariton di telinga Diandra, dua tangan melingkar di pinggangnya.

Diandra melihat ke bawah ingin melihat tangan siapa yang memeluknya,’Beraninya pak Tikno memelukku?’ batinnya, dengan keras melepaskan kedua tangan yang melingkar di pinggangnya, membalikkan tubuhnya.

Betapa kagetnya Diandra, bukan pak Tikno yang sudah tidak ada wujudnya di dalam kamar apartemen, malah Oom Feliks yang menatapnya dengan tersenyum.

“Ohh… Oom Feliks.”

“Kamu kira siapa yang memelukmu?”Tanya Oom Feliks.

“Aku kira ..mmm… pak Tikno.”

Elvira dan Oom Feliks tertawa terbahak-bahak,”Diandra kamu menggemaskan!”Seru Oom Feliks menatap Diandra sambil memainkan sebelah matanya.

“Dia sangat polos, mudah masuk perangkap.”Ujar Elvira melihat Diandra lewat bahu Oom Feliks.  Diandra yang tidak mengerti perkataan Elvira ,Diandra menatap Oom Feliks ,melihat ekspresi Oom Feliks yang secepat kilat berubah dari marah kemudian tersenyum manis ke arah Diandra.

“Dia cemburu, kamu ingin dia lebih cemburu?”Bisik Oom Feliks di telinga Diandra.

Diandra merasakan perutnya tegang, dadanya berdegub kencang, tapi memaksakan dirinya menengadahkan kepalanya ke arah Oom Feliks yang berdiri menjulang di depannya.

“Peluk dan cium aku," bisik Oom Feliks

“Apa?” Diandra refleks bertanya, menatap Oom Feliks yan menahan senyum.

“Kamu suka hadiah yang Oom berikan? Humm.. apartemen ini milikmu. Bukankah kamu suka tinggal di sini?”

Diandra mengangguk kepalanya .

“Apa yang harus dilakukan seseorang jika mendapatkan surprise atau hadiah?” Bisik Oom Feliks sambil mendekatkan tubuhnya ke Diandra.

“Terimakasih”

“That is what I need.” A big hug and warm kiss?”

Diandra bengong. ‘Apa yang dia katakan?’batinnya.

“Sebagai ucapan terima kasih atas semua yang diberikan kepadamu ,Oom Feliks minta dipeluk dan dicium.” Ujar Elvira , ada senyum sinis di ujung bibirnya.

“A….paa?”Bisik Diandra keras dengan ekspresi tidak percaya.

"Oom Feliks itu sekarang your sugar daddy." Kata Elvira dengan ekspresi sinis.

"Sugar daddy?" Bisik Diandra.

“Yeah , my baby.”

Keheningan menyelimuti kamar apartemen, sesuatu merayap di hati Diandra, sesuatu yang diimpikan atau diinginkan semula hanya tinggal mimpi, ternyata yang dinginkan dan diimpikan sungguh-sunguh datang dan terwujud.

’Ini buah dari kesabaranku menghadapi mama dan ketangguhanku untuk keluar dari neraka kecil. Aku menemukan surga dari seorang yang ingin aku memanggilnya ayah.. daddy, aku bisa melewati proses yang lama, pengorbanan dan sakit hati,’batin Diandra.

“Diandra?” Suara bariton memecah kesunyian.

Diandra mundur sedikit, matanya bersinar, kemudian berbisik dengan kata yang sangat berarti dalam hidupnya.

“Daddy….”

Oom Feliks tersenyum, mencium dahi Diandra dan berkata lembut,”My sweet baby.”

****

Setahun kemudian.

Setelah tamat SMP, Diandra pindah dari Surabaya ke Jakarta, tinggal di apartemen yang disewa Feliks selama tiga tahun. Ia tumbuh gadis SMA  yang cantik  dan primadona di sekolahnya. Beberapa siswa laki-laki ingin mendekatinya perlahan-lahan mundur mendengar gosip yang beredar bahwa dia mainan seorang miliarder.

Malam itu. Diandra duduk di karpet, melukis sesuatu ,alisnya berkerut penuh konsentrasi, menatap berkali-kali kertas yang berisi lukisan yang baru dibuatnya, Elvira pergi sebentar membeli sesuatu. Melihat Oom Feliks masuk, Diandra menatap dengan wajah bersinar, senyum menghiasi bibirnya yang membuat Oom Feliks langsung meleleh.

“Hai. Daddy! Mau lihat lukisanku?”

Diandra mengangkat kertas gambar yang dia buat, gambar Oom Feliks dan Diandra,jelas nampak seperti diri Oom Feliks yang tersenyum dan Diandra dengan rambutnya yang terurai tersenyum manis menatap ke suatu arah.

“Bagaimana?Daddy suka?” Tanya Diandra dengan senyum yang membuat Oom Feliks sulit melupakannya, serasa ingin melumat bibir tipis kemerahan yang terus memamerkan senyum.

“Wow. Amazing.”

“Daddy suka?Baca kata-kata yang aku tulis di bawahnya.”

“Cuma daddy dan aku, selamanya.” Bisik Oom Feliks.

“Yeah, hanya daddy dan aku, tidak boleh ada orang ketiga. Mbak Elvira..mmm..aku tidak ingin dia selalu membayangiku.Katanya aku dan dia, satu, dimana aku ada ,dia ada.” Ucap Diandra dengan nada posesif.

“Dia katakan demikian?”

“Humm…”

“Nanti kalau kamu tamat SMA, Elvira tidak lagi asisten pribadimu. Baby sudah dewasa, bisa mengetahui betapa indah dan nikmatnya dunia jika diisi hanya oleh kita berdua.”

“Ihh, daddy lebay amat. Dunia mah isinya banyak manusia, yang lain ditaruh di mana?”

“Kita singkirkan!”

Diandra tertawa terkikik, ditatap oleh Oom Feliks dengan gemas,’Dia semakin membuatku lumer,’batinnya.

“Daddy…”

“Apakah tante Deasy istri Oom ? “

Oom Feliks menempelkan dahinya ke dahi Diandra, bernapas berat,suaranya rendah,menjawab dengan pasti,”Bukankah sudah saya katakan, kami bersahabat.”

“Aku ingin jadi sahabat daddy.”

“Daddy ingin kita lebih dari sahabat.”

“Apakah daddy punya istri dan anak?”

“Perlukah daddy jawab? Baby….”

Diandra menatap Oom Feliks yang memanggilnya dengan suara lembut, meraih kepala Diandra, mengusap bibir Diandra,”Bibirmu cantik,”

Diandra tersenyum manis dengan gerakan mempermainkan bibirnya, " Apakah bibirmu semanis senyummu?”

“Daddy mau …”

“Daddy ingin melumat bibirmu.”

Diandra intens menatap Oom Feliks , jantungnya berdebar kencang, tenggorokannya terasa kering, refleks dipejamkan matanya, bibir Oom Feliks sudah mendarat di bibir Diandra, melumatnya perlahan dan entah mengapa Diandra membalasnya. Mereka berciuman saling membagi saliva, memainkan lidah.

"Bibirmu manis.." bisik Oom Feliks melepaskan ciumannya menataqp Diandra yang baru merasakan nikmat setelah bibir mereka berpagut.

'Apakah aku mimpi?’batin Diandra.

Bayangan setahun yang lalu di rumah induk kembali tertayang di pelupuk mata Diandra, ketika Oom Feliks dan tante Deasy bergumul di karpet kemudian di kamar tidur. Teringat perkataan Elvira ketika Diandra dengan gembira memanggil Oom Feliks dengan Daddy dan Oom Feliks memanggilnya dengan my baby.

“Mbak, serasa aku punya papa,”

“Papa yang kamu maksud tidak seperti yang ada di pikiranmu. Papa yang ada di pikiran daddymu itu lain,”

“Daddy memanggilku, baby.”

“Sugar daddy and sugar baby.”

“Mengapa?Tidak masalah kan.Kami memang papa dan anak yang manis.”

Elvira tertawa terkekeh-kekeh,”Mengapa aku harus menjagamu dua puluh empat jam? Mengapa kamu harus belajar bahasa Inggris dan Perancis?Mengapa kamu harus belajar menjadi wanita berkelas?Agar kamu tetap steril, tidak tersentuh oleh pria lain dan kamu bisa dibanggakan dalam lingkungan sosial your sugar daddy!”

Sejak itu Diandra berusaha mengetahui apa yang dikatakan sugar daddy, bertanya kepada teman sebangkunya dan dijawab sinis,”Kamu punya sugar daddy?”

Tidak puas dicarinya di intenet, dibacanya novel yang menceritakan tentang sugar daddy,akhirnya Diandra paham.

“Ternyata semua kemewahan yang diberikan kepadaku ada maksudnya, apakah aku menolak atau mempertahankanya. Aku sudah aman dan nyaman dengan segala kemewahan yang aku dapatkan, tentunya puncaknya adalah penyerahan diri.” Bisiknya waktu itu.

"Baby...?"

Diandra tersengat mendengar panggilan mesra penuh hasrat kemudian melepaskan pelukan  menatap Oom Feliks dengan tatapan sayu,menggigit bibir bawahnya,"Daddy aku ingin ....."

"Hum...?"

"Aku ingin lebih....

"Waktumu belum tiba."Terdengar suara parau Oom Feliks  yang melepaskan pelukannya, 

'Aku harus meninggalkannya sebelum atmosfer intim merasuk pikiranku,'batin Oom Feliksmeninggalkan Diandra menatap  bingung  Oom Feliks.

'Ia yang memulai, ia mengakhirinya dengan tidak sopan. " Gerutu Diandra.

Diandra menunduk , meremas ujung bajunya ada rasa kesal ditolak mentah-mentah,'Aku ingin merasakan seperti apa rasanya dua manusia yang berpelukan tanpa busana, pasti menyenangkan...'Batin Diandra.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 133. CHERRISH EVERY MOMENTS.

    Diandra serius menatap sketsa, rambutnya yang ikal sebagian terjuntai ke depan sebagian diikat terjuntai di bahunya. Tali satu daster pendek keluar dari bahunya, memamerkan kedua bukit kembar nya yang montok. "Dia tambah montok," bisik Feliks mengalihkan matanya dari laptop ke Diandra yang sedang sibuk di meja gambar membuat sketsa kalung pesanan salah satu konglomerat.Selama ini Feliks hanya mampu memandang tubuh indah Diandra, terutama kedua bukit kembarnya yang berisi ASI semakin membesar dan padat. Dipandangnya paha mulus , putih dibalik daster pendek terlihat menggiurkan di mata Feliks .Feliks memejamkan mata untuk beberapa saat, ingin merekam dalam benaknya lalu membuka matanya kembali menatap Diandra, entah merasakan ada yang menatapnya,Diandra menoleh ke arah Feliks tersenyum kecil. Diandra menggerakkan bibir nya,'Mengapa menatap ku?' tanyanya. "Kamu cantik." bisik Feliks menahan hasratnya. Diandra melepaskan pensil nya, menurunkan tali dasternya ,menampakkan sebag

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 132. KEMBALI KE PENTHOUSE

    Saatnya pulang ke rumah setelah seminggu di rumah sakit ibu dan anak. Kedatangan Diandra bersama Fedra Aurora Kartamihardo disambut meriah di penthouse. Rieke dan Hafid dibantu mbak Kinasih mengatur kesemuanya dari dekor sampai menu makanan. Mama Fiona dan papa Feliknor datang dari Dubai membawa boneka lucu, demikian juga Opa Jayden, oma Jessika ,oom Farrel dan tante Faye membawa anak -anak mereka. Penthouse penuh dengan gelak tawa jerit gembira anak -anak ketika Feliks membagi angpao,amplop merah berisi uang yang diberikan sebagai hadiah atas kelahiran bayi perempuan yang sangat didambakan oleh Feliks Semua yang menerima angpao menjerit kecil ketika mengintip isi angpao.. Rieke,Hafid berbisik -bisik ketika mengintip isi angpao. Diandra tersenyum ketika Rieke mengulurkan tangannya meminta angpao. Tidak lama angpao ditangan Hafid beralih ke dalam tas Rieke. Dengan gerakan bibir, Rieke menyatakan,'menabung persiapan nikah.'Diandra tersenyum kecil sambil mengacungkan jempol nya.

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 131. THE UNEXPECTED GUEST.

    Suatu kebahagiaan bagi Diandra ,Feliks mengantarnya ke rumah sakit untuk pemeriksaan usia kehamilan Diandra. Sewaktu mengandung baby boy setiap kontrol kehamilan dan tinggal sendiri di Jerman dalam cuaca dingin juga sewaktu berjuang melahirkan tidak ada yang menemaninya. Untung nya keramahan dan perhatian dokter serta perawat menghibur hatinya karena mereka tahu Diandra adalah seorang ibu tunggal. Bukan saja perhatian beberapa perawat bergantian memberi hadiah pakaian bayi buat baby boy setiap pergantian musim . Ditatapnya Feliks ketika dokter menyatakan bahwa Diandra positif hamil , kebahagiaan nampak di wajah nya, tidak ada aura dingin datar dan arogan wajah penuh kebahagiaan terpancar di wajahnya menambah ketampanannya. "Dari hasil USG, istri bapak hamil memasuki minggu kedua belas. Anak pertama?" tanya dokter muda yang menangani Diandra. "Anak kedua," "Hum.. para suami biasanya mengantar isterinya untuk kehamilan pertama, ternyata bapak masih setia mengantar untuk mengecek keh

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 130. HAMIL ANAK KEDUA.

    Sinar mentari pagi menerobos tirai jendela kamar tidur utama di penthouse, Diandra yang tertidur pulas merasakan sesuatu menerpa wajahnya, "Oh aku ketiduran," bisiknya. Tangannya meraih ,mencari tubuh yang semalam membuatnya liar tak mampu mengendalikan dirinya pada fantasi liar mereka. Merasa bahwa tubuh yang dicarinya tidak ada, Diandra berbalik,"Ia sudah bangun?" bisiknya mencari ponselnya,"Apa? sudah jam sepuluh lewat?" Dihubunginya asisten RT,"Bapak sudah sarapan?" tanyanya. "Oh. Sudah ke kantor? Mmm... baik., terimakasih mbak Astri." Dengan menggerutu dihubunginya nomor, tertera,my cherish,Mengapa kamu tidak bangunin aku?" Feliks yang sedang mempelajari beberapa berkas untuk ditandatangani, meraih ponselnya yang berdering, membaca log panggilan senyum terukir di bibirnya. Diandra:["Mengapa kamu tidak bangunin aku?"] Feliks:["Nelpon itu yang sopan, bilang selamat pagi babe, langsung nyap nyap ."] Diandra:["Aku kaget, ternyata tidurku lama banget."] Feliks:["Aku tidak sa

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 129. "TUAN....,PUASKAN AKU,"(+21)

    Melihat Diandra berbaring di sofa cinta warna putih,kontras dengan tubuhnya berbalut bra dan cd merah maroon dengan pose menggoda mengangkat salah satu kaki jenjangnya membuat Feliks langsung kalap mata melihat pose yang menggiurkan . Dada Feliks bergejolak , jantung nya berdebar kencang tidak dapat berpikir jernih melihat pemandangan yang menggugah hasratnya ditambah lagi suara serak Diandra penuh hasrat. "Tuan... puaskan aku...hhh..." Lidah, bibir, jemari mereka membelai, menghisap , merayap mencari titik nikmat ingin saling memberi kenikmatan menimbulkan desahan, erangan, gumaman disertai nafas memburu kenikmatan yang selalu mereka dambakan. Sofa cinta membantu mereka menentukan posisi favorit . Diandra paling suka berada di tengah kursi menurutnya sangat menantang melakukan berbagai pose sensual dalam mengejar puncak kenikmatan . Setelah puas bermain-main di sofa cinta tanpa melepaskan miliknya Feliks menggendong Diandra masuk ke kamar tidur meneruskan permainan cinta mereka

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 128. KE RUMAH BESAR.

    Jam tujuh malam , Feliks menjemput Diandra ,"Apakah aku harus pakai gaun?" "Tidak, cukup pakai baju keluar yang biasa saja." "Babe betul tidak ada pertemuan keluarga?" "Tidak, hanya kita berdua seperti yang aku katakan di telepon tadi " "Bisakah aku mewujudkan harapan mu?" tanya Diandra dengan nada rendah,ada rasa tidak percaya diri. "Kamu bisa. Kamu pernah membelaku ketika keluarga toxic menghinaku.. Diandra tidak mengatakan apa-apa, mengikuti saja apa yang telah diputuskan Feliks, sambil Feliks mandi, Diandra mempersiapkan dirinya, memakai makeup tipis, baju panjang dengan tali satu lalu membalutnya dengan cardigan tipis menambah keindahan leher dan bahunya, mengikat rambut ikalnya dengan gelang mutiara kecil. Setelahnya, Diandra mematutkan dirinya di cermin, " Kesan pertama sebagai istri Feliks aku harus tampil memukau di hadapan para staf rumah besar,"bisiknya lirih. Feliks keluar dari kamar mandi melihat istrinya sedang mematutkan dirinya sejenak terpesona menatap Diandra

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 7. "APAKAH AKU SUDAH DEWASA?"

    Dua tahun di Jerman, Diandra berusaha menyimpan luka di hatinya, luka meninggalkan mamanya yang tidak peduli dirinya setelah tiga tahun meninggalkan rumah. Tidak pernah mamanya mencarinya atau sekedar menanyakan dirinya ke tante Deasy ,'Aku anak yang tidak diharapkan kehadirannya.Kalau aku tidak dih

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 6. MENCINTAI DAN DICINTAI.

    Dua tahun kemudian. Diandra berdiri tegak di tengah kerumunan orang yang berseliweran di bandara Soetta,rambut panjang yang hitam dibiarkan terurai di punggung, fitur tubuh yang menawan beralaskan kulitnya putih dipadukan dress ungu panjang semakin nampak mempesona.Diandra telah bermetamorfosis da

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 2. SIAPAKAH PRIA ITU?

    Tinggal di rumah tante Deasy , Diandra benar-benar dimanjakan. Pagi hari biasanya menyiapkan sarapan untuk dirinya, tidak berlaku sejak Diandra diterima di rumah tante Deasy. Diandra tinggal di rumah induk yang besar dan mewah, tidak seperti di rumahnya , rumah subsidi yang hanya terdiri dari dua ka

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   Bab 1. SIAPAKAH AYAHKU?

    Pertanyaan itu selalu menggelayut di pikiran Diandra. Mengapa aku dilahirkan? Mengapa mama membenciku, apakah salahku ?Setiap aku berbuat kesalahan segala sumpah serapah keluar dari mulut mama. Tiada hari tanpa ada cinta, tak ada senyum yang ada hanyalah muka datar, dingin ,bibir tipis mengurat kua

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status