หน้าหลัก / Romansa / Gadis Simpanan Sang Miliarder / BAB 4. “KENALKAN AKU ELVIRA, ASISTEN PRIBADIMU.”

แชร์

BAB 4. “KENALKAN AKU ELVIRA, ASISTEN PRIBADIMU.”

ผู้เขียน: MARIWINA
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-27 21:51:32

Kembali ke kamar tidurnya, Diandra tidak mampu tidur. Kejadian di ruang tamu menayang indah di pelupuk matanya , dipejamkan matanya kuat-kuat malah frekwensinya semakin tinggi.

“Aku bisa gila.”Bisik Diandra, berbaring ke kanan, ke kiri , terlentang bahkan tertelungkup , lalu kembali berbaring terlentang, meraih bantal menutup mukanya dengan bantal. Tanpa Diandra sadar akhirnya ia bisa tertidur.

Pintu kamar diketuk dari luar semula perlahan akhirnya ketukan semakin keras, disertai teriakan asisten rumah tangga  tante Deasy,”Non, bangun, sudah siang!”

Diandra terkaget-kaget, langsung meloncat dari tempat tidur,”Iya, aku mau mandi.” Kemudian berlari kecil ke kamar mandi.

“Wah gawat, tayangan semalam membuat aku sulit tidur, “ bisik Diandra melepaskan seluruh bajunya langsung berdiri di bawah shower, mandi seadanya, menyambar handuk , mengeringkan tubuhnya sambil berjalan keluar kamar mandi. Seragam sekolah sudah terhampir di kursi, disabetnya , memakainya dengan tergesa-gesa, menyisir rambutnya yang ikal, memoles wajahnya dengan pelembab lalu memberi sentuhan bedak tipis di wajahnya yang cantik.

Setelah mematutkan dirinya, Diandra keluar kamar ditatap bibi dengan wajah sumringah,” Sudah jam delapan lebih, non terlambat deh ke sekolah, pintu pagarnya sudah ditutup.”

“Apa, sudah jam delapan lebih, mengapa bibi tidak membangunkan…”

“Sudah saya ketuk, dari pelan sampai digedor. Kalau saya tidak gedor non tidak bangun.”

“Ishh!”gerutu Diandra, “Tante Deasy pasti marah kalau aku tidak sekolah.”

Bibi ingin menjawabnya, ditundanya karena terdengar langkah sepatu bertumit tinggi memasuki ruang tamu. Refleks bibi dan Diandra menoleh ke ruang tamu.”Selamat pagi, hari ini hari baik.”

“Selamat pagi mbak Elvira, tumben datang pagi-pagi.”

Wanita tinggi semampai, dengan potonan rambut bodol gaya Pixie cut,  menuju ke arah Diandra yang menatapnya dengan tatapan penuh kekaguman karena disamping cantik ada aura hangat di wajahnya yang bulat.

“Diandra?”Tanya wanita itu  sambil menatap Diandra yang masih terkagum-kagum.

Diandra hanya mengangguk.

“Perkenalkan, saya Elvira. Saya akan menjadi asisten pribadimu.” Katanya sambil mengulurkan tangannya.

“Asisten pribadi?”Tanya Diandra, lalu menyambut tangan yang terulur ke arahnya.

“Yeah! Kamu ada, aku ada. Aku adalah bayanganmu.”

Diandra melihat jari lentik Asisten pribadinya, dijari manisnya bertengger cincin berlian solitaire kecil, jempolnya ada cincin putih. Diandra tersenyum , membatin,’Jempol kok dipakaikan cincin.”

“Oh ya,” Kata Elvira, membuka tas selempangnya , mengeluarkan kotak diserahkan ke Diandra.

“Ini hape untukmu. Hapemu sudah ketinggalan jaman. Dibuang saja!”

“Mbak kasih hape ini buat saya?”Tanya Diandra hanya menatap hape yang dipegang Elvira.

“Mana mungkin saya bisa beli, harganya selangit. Ini pemberian Oom Feliks untukmu. Semalam dia telepon suruh saya beli dan bawakan pagi  ini. Nih, ambil jangan bengong saja!”

Diandra mengambil kotak  hape yang disodorkan Elvira, mencium kotak hape, membaca mereknya. Merek terkenal dan fitur terbaru,”Terima kasih mbak Elvira.”

“Hai, ucapan terima kasihmu nanti kamu sampaikan ke Oom Feliks.”

“Oya bik, tante Deasy sudah bangun?”

“Belum mbak, masih di kamar.”

“Bangunin, aku…Oh ya, dik Diandra kamu tidak sekolah hari ini. Pagi ini kita harus berkemas pindah…”

“Saya terlambat bangun. Kita pindahan sekarang mbak?”

“Kamu tahu kita akan pindah ke apartemen milik Oom Feliks?”

“Hum, semalam Oom bilang aku akan tinggal di apartemen. Sebenarnya aku lebih senang tinggal di sini.”

“Hush! Kamu jangan lawan Oom Feliks, turuti apa maunya, kamu akan diservis baik-baik. Apa saja permintaanmu pasti dipenuhi.”

“Bik, apa menu sarapan pagi ini?Aku belum sarapan.”

“Ada roti, omelet dan  nasi goreng”

“Dik Diandra kamu sudah sarapan?”

“Belum.Non Diandra bangunnya kesiangan, sudah terlambat ke sekolah.”

“Aku hari ini mbolos ya mbak.”

“Boleh dikatakan demikian. Kalau urusan pindahanmu selesai kamu baru bisa masuk.”Kata Elvira sambil menuju meja makan, diikuti bibik mengambil piring tambahan untuk Elvira.

“Katanya Oom Feliks saya dipindahkan ke sekolah yang bergengsi.”Tanya Diandra.

“Hum.”

“Mbak, apakah saya harus pindah ke apartemen?”

“Kamu harus jauh dari tempat tinggal lamamu karenanya kamu juga harus pindah sekolah.Mbak tidak tahu mengapa, itu instruksi Oom Feliks dan tante Deasy.”

“Saya tinggal di apartemen tidak sendiri?”

“Mbak akan menemanimu.”

“Selamat pagi.”Terdengar suara tante Deasy dan Oom Feliks keluar dari kamar,disambut Elvira dengan tersenyum.

“Wah, tante dan Oom terlihat segar.”

“Bi, tolong buatkan kopi hitam dua,  buat tuan Feliks dan saya.”

“Diandra, kamu sudah kenalan dengan asitern pribadimu?”Tanya tante Deasy.

“Sudah tante, katanya pagi ini saya akan pindah ke apartemen.”

“Vira, apakah apartemenku sudah steril?”

“Sudah Oom.Pokoknya beres, Diandra tinggal masuk bawa koper saja.”

“Saya.. tidak punya koper. Saya.. hanya bawa tas ransel.”

Mendengar ucapan Diandra, tante Deasy, Oom Feliks dan Elvira tertawa terbahak-bahak.

“Dik Diandra, berarti kamu minta dibelikan koper?” Tanya Elvira dengan nada menggoda.

“Oh.. tidak… tidak!”Seru Diandra sambil menggoyangkan kedua tangannya sebagai  isyarat  menolak  ucapan Elvira.

“Kamu sudah tahu kok bertanya. Belikan Diandra koper,”ujar Oom Feliks.

“Maaf Oom….”

“Sudah! Diandra kamu tinggalkan semua baju lamamu. Baju yang kemarin dibeli itu yang kamu bawa.Lihat tuh seragam sekolahmu sudah kusam, “Ujar tante Deasy.

“Vira, disamping beli koper, belikan Diandra baju rumahan. Jangan yang murahan, beli yang bermerek,”

“Beres Oom!”

“Kartu yang Oom kasih masih cukup saldonya?”

“Boleh ditambah lagi Oom?”Tanya Elvira sambil mengerling manja.

“Nanti Oom transfer.”

Diandra memandang Oom Feliks , tante Deasy dan Elvira yang terlihat berbicara tanpa beban. Ada keceriaan, tidak seperti  di rumahnya. ‘Mama kalau tidak mabok, marah-marah, uring-uringan dan selalu berbicara dengan nada keras bahkan ancaman,kata-kata ,”Kau seharusnya tidak dilahirkan! Keinginan dan cita-citaku berantakan! “ Itu selalu keluar dari mulut mama. Apakah aku minta dilahirkan? Kalau mama tidak menginginkanku menapa tidak gugurkan saja kandungannya. Mama telah menciptakan neraka kecil di hidupku.’Batin Diandra, tidak sengaja air matanya menetes ke pipinya.

“Diandra?”

“Oh..maaf.”

“Kamu menangis?”Tanya tante Deasy.

“Saya ingat mama…”

“Kamu mau kembali ke rumah mamamu?”Tanya tante Deasy , menahan napas dengan harapan Diandra menolak kembali ke rumahnya.

“Tidak tante.Saya tidak mau kembali ke rumah.Jika saya ikut tante, bisakah setelah tamat SMA saya kuliah?”

“Mengapa tidak?! Bukankah kamu ingin jadi designer perhiasan?" Kata  Oom Feliks.

“Iya Oom, saya ingin jadi designer perhiasan.”

"Apakah itu keinginan mamamu?”Tanya tante Deasy.

“Tidak tante, mama tidak pernah tanya apa cita-cita atau keinginanku.Diandra pernah melihat kertas desain perhiasan yang mama buat, lalu mama robek. Diandra ambil, menurut Diandra keren banget kalau bisa membuat desain perhiasan, apalagi jika desain itu menjadi perhiasan betulan.”

“Apakah mamamu seorang designer perhiasan?”Tanya Elvira.

Diandra menggelengkan kepalanya.

“Lalu mengapa mamamu…”

“Elvira jangan kamu mendesak ingin mengetahui apa pekerjaan mamanya Diandra.”

“Mamaku pengangguran, tidak bekerja.”

“Ayahmu?”

“Elvira cukup!”Teriak tante Deasy.

“Oh, maaf. Sebagai asisten rpibadinya aku harus mengetahui latar belakang…”

“Cukup kamu mendampinginya, mengajarnya dan memenuhi semua kebutuhannya.”Tegas Oom Feliks menatap tajam Elvira yang langsung diam, membungkukkan badannya tanda menerima perintah Oom Feliks.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 7. "APAKAH AKU SUDAH DEWASA?"

    Dua tahun di Jerman, Diandra berusaha menyimpan luka di hatinya, luka meninggalkan mamanya yang tidak peduli dirinya setelah tiga tahun meninggalkan rumah. Tidak pernah mamanya mencarinya atau sekedar menanyakan dirinya ke tante Deasy ,'Aku anak yang tidak diharapkan kehadirannya.Kalau aku tidak diharapkan mengapa aku dilahirkan?' batinnya. Kebaikan tante Deasy yang awalnya dikira kebaikan dari balik hatinya yang tulus menolongnya ternyata terbuka kedoknya.Diandra merasa terjebak di tempat yang salah. Tante Deasy adalah arsitek yang handal membuka pintu kelamnya menjadikan Diandra gadis muda merasa aman , tidak curiga dengan kepalsuan tante Deasy yang penuh pesona dan status sosialnya di kalangan elite.Tepat dihari ulang tahun ke tujuh belas, kepalsuan tante Deasy terkuak.Kepingan luka masa lampaunya merayap kembali kedalam mimpi-mimpi buruknya.Ulang tahun ke tujuh belas.“Sebelum meniup lilin sebaiknya make a wish dulu,” Ucap mbak Elvira.Diandra menunduk mengangkat kedua tanga

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 6. MENCINTAI DAN DICINTAI.

    Lima tahun kemudian. Diandra berdiri tegak di tengah kerumunan orang yang berseliweran di bandara, rambut panjang yang hitam dibiarkan terurai di punggung, fitur tubuh yang menawan beralaskan kulitnya putih dipadukan dress ungu panjang semakin nampak mempesona.Diandra telah bermetamorfosis dari gadis remaja polos yang tidak pernah merasakan kasih sayang menjadi remaja matang diusianya ke dua puluh, matang secara ekonomi, matang dalam berpikir serta matang secara biologis karena telah melakukan banyak hal yang biasanya dilakukan orang dewasa.Kasih sayang yang tidak pernah didapat dari mamanya, diperoleh dari Feliks yang dipanggilnya daddy. Tidak saja kasih sayang, curahan cinta dianggap Diandra bonus yang menjadi haknya sebagai manusia yang mendambakan kasih sayang yang sulit didapatkan, diperolehnya melampaui kasih sayang satu kesatuan penuh gairah cinta. Wajahnya terlihat lelah karena perjalanan yang panjang dari Jerman kembali ke Indonesia. Sudah dua tahun ia pergi ke Jerman

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 5. "WAKTUMU BELUM TIBA."

    “Wouww, tinggi banget!”Teriak Diandra begitu melihat bangunan apartemen yang terbentang di hadapan mereka ketika memasuki halaman bangunan bertingkat yang menjulang tinggi ke angkasa.“Mbak Elvi, ini namanya apartemen? Di sini kita tinggal? Kakiku bisa pegal kalau kita tinggal di atas.” Seru Diandra melihat dari balik kaca mobil.“Kamu tidak perlu naik tangga, ada lift.”“Aku sering dengar ,katanya berbentuk kotak yang bisa naik turun jika kita pencet tombolnya.”“Humm..”“Kita tinggal di lantai berapa?”“Lantai dua puluh lima.”“Apa? Wah..kita bisa melihat seluruh kota Jakarta?”“Humm..”Elvira turun dari mobil, “Ambil koper yang kecil. Yang besar biar pak Tikno yang bawa.”Perintah Elvira, lalu melenggang menuju ke lobbi apartemen, diikuti Diandra dari belakang, matanya menjelajah melihat sekitarnya, terasa indah dan menyenangkan.“Diandra kamu tunggu di sin!,” seru Elvira lalu menuju ke sebuah ruangan kecil bercakap-cakap dengan seorang pria yang menyambutnya dengan hormat.“Ayo, ki

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 4. “KENALKAN AKU ELVIRA, ASISTEN PRIBADIMU.”

    Kembali ke kamar tidurnya, Diandra tidak mampu tidur. Kejadian di ruang tamu menayang indah di pelupuk matanya , dipejamkan matanya kuat-kuat malah frekwensinya semakin tinggi.“Aku bisa gila.”Bisik Diandra, berbaring ke kanan, ke kiri , terlentang bahkan tertelungkup , lalu kembali berbaring terlentang, meraih bantal menutup mukanya dengan bantal. Tanpa Diandra sadar akhirnya ia bisa tertidur.Pintu kamar diketuk dari luar semula perlahan akhirnya ketukan semakin keras, disertai teriakan asisten rumah tangga tante Deasy,”Non, bangun, sudah siang!”Diandra terkaget-kaget, langsung meloncat dari tempat tidur,”Iya, aku mau mandi.” Kemudian berlari kecil ke kamar mandi.“Wah gawat, tayangan semalam membuat aku sulit tidur, “ bisik Diandra melepaskan seluruh bajunya langsung berdiri di bawah shower, mandi seadanya, menyambar handuk , mengeringkan tubuhnya sambil berjalan keluar kamar mandi. Seragam sekolah sudah terhampir di kursi, disabetnya , memakainya dengan tergesa-gesa, menyisir ra

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 3. PERSAHABATAN ANEH?

    "Bagaimana? Kamu suka steak nya?" tanya pria paruh baya sambil menatap Diandra memasukkan irisan steak ke mulut nya. "Hmm... enak. Diandra baru pertama makan daging sapi yang lumer di mulut," Tante Dessy dan pria paruh baya tersenyum melihat gaya Diandra , menurut mereka lucu melihat ekspresi wajahnya menguyah steak lalu dengan pisau meraih kentang goreng memasukkan ke mulutnya. "Pelan-pelan makannya, jangan tergesa-gesa," ucap Tante Dessy. "Diandra,kamu tetap akan stay di rumahnya Deasy?" tanya pria paruh baya sambil menatap Diandra lekat -lekat seakan tatapan matanya ingin menembus pikiran Diandra. "Maksud oom saya tinggal di rumahnya Tante Deasy?" Bukannya menjawab malah balik bertanya. "Hummm.. begitulah!" Diandra menoleh ke arah tante Deasy. "Mengapa kamu melihat ke tante?"Tanya tante Deasy. "Diandra tidak bisa jawab sebelum mendapatkan ijin dari Tante Deasy." "Hai, hai, bukankah kamu sudah tinggal di rumahnya tante?" "Saya tinggal selama lamanya atau hanya sementara

  • Gadis Simpanan Sang Miliarder   BAB 2. SIAPAKAH PRIA ITU?

    Tinggal di rumah tante Deasy , Diandra benar-benar dimanjakan. Pagi hari biasanya menyiapkan sarapan untuk dirinya, tidak berlaku sejak Diandra diterima di rumah tante Deasy. Diandra tinggal di rumah induk yang besar dan mewah, tidak seperti di rumahnya , rumah subsidi yang hanya terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, dapur dan ruang makan jadi satu. Tidak ada perabot mewah semuanya sederhana bahkan kusam seperti penghuninya yang setiap hari berseteru.“Ndra. Pulang sekolah nanti tante jemput kamu.”“Tante akan kembalikanku ke rumah mama?”“Tidak sayang, semalam tante telepon mamamu, rupanya mamamu mabok. Tadi pagi tante telepon mengatakan kamu tinggal sama tante.”“Apa jawaban mama?”“Terserah maumu, katanya mamamu ia tidak peduli mengenai dirimu.”“Tante,saya juga tidak ingin kembali ke rumah. Setiap hari mama memarahiku tanpa Diandra tidak tahu apa salahku.”“Hum… mamamu banyak menyimpan luka.”“Mengapa tidak diobati lukanya, malah mau menyebarkan lukanya ke Diandra?”“Sudahla

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status