แชร์

Bab 35. Akibat

ผู้เขียน: RKamila
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-02 15:20:56

Jam 05.30 Kieran belum juga keluar dari ruang kerjanya. Di meja, pecahan botol wisky masih ada, darah dari kuku jarinya kembali menetes ke laporan Alena.

Tok! Tok!

Jaxon masuk, matanya langsung tertuju pada pecahan kaca. Ia melihat Kieran yang masih memakai kemeja kusut semalam. "Tuan, ada mata-mata menunggu di bawah katanya ada pergerakan dari selatan!”

"Katakan padanya aku turun 10 menit lagi," suara Kieran datar, terlalu datar.

Jaxon ragu. "Tuan... tanganmu—,"

"Keluar!” pekik Kieran.

Jax
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 133. Hari Damai

    Kemudian Wilhelm berdiri dan berjalan ke arah Kieran, ia berhenti di jarak 1 meter untuk menjaga jarak hukum. "Kamu menang," kata Wilhelm. "Jaga dia baik-baik! Kalau kamu sakiti dia... Walaupun aku dari kubur pun akan datang!”Kieran mengangguk. "Saya janji,"Wilhelm mengelus kepala William dengan lembut sekali. "Pintar ya, Nak!" William memandangnya dengan rasa takut. Lalu Wilhelm pergi diantar dengan 2 orang sipir, untuk kembali ke rutan.Jam 17.00. Di ruko Rajut Asri, tidak ada pesta lagi seperti sebelumnya yang ada hanya lampu teplok. Nasi hangat dan mereka bertiga, keluarga baru yang sangat bahagia. William tidur dengan memeluk akta barunya. Alena bersandar di bahu Kieran. "Selesai, Kieran?" Kieran mengusap rambut Alena dengan pelan. "Belum! Masih ada kasasi, tapi... kita menang hari ini!”Di TV, sebuah berita kembali muncul di layar bahwa. “Wilhelm kalah banding, saham Voss Group kembali stabil!” Komentar terakhir di bawah berita, dari akun @WVoss72 menunjukkan. "Aku kal

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 132. Keputusan Sidang

    Wilhelm duduk di kursi roda, dii sampingnya ada Dr. Eliza Braun. Menggunakan jas berwarna putih dan membawa map tebal bertuliskan PSYCHOLOGICAL ASSESSMENT CONFIDENTIAL. Di bangku termohon sudah ada Kieran dan Alena yang sedang menggendong William, di belakang mereka sudah ada Pak Arman dan 3 orang pengacara yang sudah pro Di barisan kursi yang paling belakang, ada sekitar 20 warga desa. Salah satu dari mereka ada yang membawa flashdisk, isinya adalah 500 video bukti. Jam 09.00 pagi para hakim telah memasuki area sidang dan persidangan akan segera dimulai. Hakim Ketua mengetok palu. "Saksi ahli, silakan,”Dr. Eliza maju terlebih dahulu dan melakukan sumpah sesuai alur hukum yang seharusnya, dalam bahasa luar negeri yang diterjemahkan."Yang Mulia! Saya telah mengobservasi William Voss selama 6 jam di kediamannya!” terang Dr. Eliza. "Temuan saya menyatakan bahwa anak tersebut secara kognitif normal, dan mempunyai IQ di atas rata-rata emosionalnya juga stabil,”Leonard langsung berdi

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 131. Ahli Dari Kota Novara City

    Mereka membiarkan Dr. Eliza masuk untuk melihat dengan jelas, bagaimana cara mereka untuk mengajarkan William dengan sangat baik. Dr. Eliza duduk selama 2 jam di dekat William. "Nak, kamu suka di sini?" "Suka! Ada Papa dan Mama! Ada Bu Yein yang selalu membawakan bubur,""William suka main di mana?" tanya Dr. Eliza guna meledak"Di teras! Sama temen-temen dan Papa membuatkan ayunan untukku,” jawab akanDr. Eliza mencatat setiap kata yang diucapkan William dengan wajah datar, dan keringat bercucuranSebelum pulang, Dr. Eliza berbisik pada Alena. "Bu, anak Ibu sehat! Secara psikis dia lebih aman disini,”Alena kaget. "Lalu kenapa Ibu disewa?" Dr. Eliza hanya tersenyum tipis. "Karena saya dibayar untuk jujur! Tapi laporan saya... bisa diedit,”Alena hanya diam, kemudian Dr. Eliza pergi. Malam harinya HP Kieran berdering, ada nomor yang memanggil dari kota Novara City. Kemudian Kieran mengangkatnya. "Kieran,” Panggil Wilhelm dengan suara yang lelah. "Apa lagi, Kek?" jawab Kieran k

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 130. Pernikahan Sederhana

    Ada 147 warga yang ikut, bahkan mereka berjalan kaki ke balai nikah dengan jarak 1 kilometer. Sebagian dari mereka ada yang membawa bunga. Di depan balai nikah, beberapa wartawan sudah menunggu. Kieran menggandeng tangan Alena. "Kita tidak lari! Kita menikah!”Alena mengangguk dengan senyuman bahagia, karena ini adalah momen yang paling ia tunggu-tunggu sedari dulu. Penghulu memulai acara dengan kode menatap mata Kieran dan Alena. "Bapak Kieran Voss, terima nikahnya Alena Voss dengan mas kawin cincin perak dibayar tu… nai?""Saya terima…,” jawab Kieran lantang.“Sah!” sorak para warga yang hadir. Kemudian ruangan penuh dengan tepuk tangan, bahkan tangis para warga yang ikut terharu menyaksikan perjalanan kisah cinta mereka. William lari memeluk kaki mereka berdua. "Yeyy! Sekarang kita keluarga beneran!"Dari kejauhan, ada sebuah mobil berwarna hitam. Di dalam mobil itu ada Leonard Strauss yang sedang memotret, ia diam-diam mengintai gerak-gerik Alena. Lalu ia mengirimnya ke Wilh

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 129. Kekompakan Warga Desa

    Jam 11.00. Di kantor Pengadilan, Pak Arman sang pengacara masih berada di sana untuk mengecek berkas, AC dinyalakan sangat dingin tapi mampu membuat dahinya basah.Pak Arman segera menghubungi Kieran untuk membicarakan hal ini, tak berselang lama Kieran mengangkat telpon dan Pak Arman mulai berdiskusi. Pak Arman sedang membuka halaman pertama berkas dari masalah William dan membacanya dengan pelan. "1. Majelis tingkat pertama rupanya telah salah menerapkan hukum, ternyata tergugat tidak memiliki akta nikah dengan Penggugat, sehingga status anak sangat diragukan,”"2. Dilampirkan sebuah bukti baru yaitu, Akta Kelahiran William Voss di kolom Nama Ayah ternyata kosong,” “3. Pemohon yang mengajukan banding adalah kakek kandung dari garis keturunan Ayah, tentu memiliki kapasitas finansial dan moral yang lebih tinggi,”Alena menutup matanya. "I– iitu... itu adalah akta yang aku buat dari 5 tahun yang lalu, sewaktu aku kabur dan aku takut kalau nama Kieran dicantumkan, mereka bisa melacak

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 128. Surat Coklat yang Datang Lagi

    "Saya yang membuat Alena kabur karena tidak bisa melindunginya dengan baik, hingga kalian mengira Alena yang rusak karena membesarkan anak seorang diri tanpa Ayah!" Mendengar ucapan Kieran tersebut, Alena menunduk dan air matanya jatuh."Tapi 7 hari ini saya lihat sendiri, saya lihat dia berjualan dari jam 5 pagi dan melihat cara dia menyuap anak saya walaupun dia sedang lelah! Saya juga melihat dia menolak 10 Miliar demi anaknya!” ucap Kieran panjang lebar. Kieran berhenti lalu menatap Alena. "Dan saya lihat kalian yang kemarin melempar batu, hari ini malah bersama-sama untuk menjaga pagar,"Bu Yein menangis karena terharu sekaligus iba kepada Alena. Kieran merogoh sesuatu dari sakunya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil, bukan sebuah berlian. Tetapi cincin perak polos yang ia beli di pasar desa. "Alena Voss," kata Kieran suaranya pecah. "Aku hanya punya nama yang sudah jelek sejak kamu meninggalkan ku,”Warga menahan napas."Tapi aku punya waktu selama 24 jam, 7 hari dan seumu

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 6. Bukti Pertama

    “A—apa? Bekerja? Bekerja apa?” Alena bertanya-tanya. Kieran menatap datar ke arah Alena, kesal karena masih harus menjelaskan. Ia kemudian mengedikkan kepala ke arah Jaxon dan memberi perintah, “Jax, jelaskan!” Jaxon menyalakan laptop dan membuka map hitam itu di depan Alena, memintanya untuk mem

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 5. Malam Pertama di Penthouse

    “Ugh! Sialan!”Alena mendengus kesal setelah sudah berada di kamarnya sendirian. Rencana melarikan dirinya gagal. Tidak di rumah, tidak juga di penthouse mafia ini, ia tidak pernah berhasil lepas dari cengkraman mereka.Tak merasa mengantuk, Alena memutuskan untuk membuka map hitam yang dilempar K

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 2. Percobaan Kabur

    “Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 1. Transaksi Berhasil

    "Senyum, Alena! semua ini demi keluarga kita!" bentak Richard volkov, matanya membidik kasar putrinya. Suara itu menusuk lebih dalam dari angin malam yang menyusup lewat celah seng. Alena berdiri kaku di tengah Gudang Tua pinggir Pelabuhan kota Novara City. Alena mendengus geli mendengar ucapan R

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status