LOGIN
Alena menggenggam tangannya. “Ayah membuat kesalahan! Aku juga pernah salah mengambil keputusan! Kita tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, tetapi kita masih bisa memilih apa yang akan kita lakukan setelah ini,”Eleanor mengusap air matanya dan Adrian menunduk, menyembunyikan kelegaan yang sejak tadi sulit untuk ia ungkapkan.Mereka tidak kembali menjadi keluarga yang sama seperti sebelum kehancuran itu. Terlalu banyak luka, kehilangan dan tahun-tahun yang tidak mungkin dikembalikan.Namun, mereka akhirnya bisa duduk bersama tanpa ketakutan bahwa seseorang akan datang merenggut mereka lagi.Di luar gedung, Kieran menunggu Alena bersama William. Ketika perempuan itu keluar, William langsung berlari menghampirinya.“Mama! Papa bilang kita boleh pulang!” panggil William. Alena tertawa kecil sambil mengangkat putranya ke dalam pelukan. “Iya, Sayang? Kita pulang,”Kieran menyambut mereka dengan senyum lembut, tidak ada pengawal yang memenuhi halaman, tidak ada ancaman yang harus mer
Ternyata, orang-orang yang menyimpan rahasia itu justru mengetahui setiap kebiasaan, setiap kelemahan dan setiap nama yang mereka cintai.“Jadi, siapa yang sebenarnya berada di balik semuanya?” desak Alena. Richard menatap putrinya dengan mata yang berkaca-kaca, baru lah ia mengungkapkan sebuah kebenarannya. “Ethan memimpin operasi itu, tetapi dia bukan orang yang pertama kali mengusulkan penghancuran Volkov! Ada pihak yang membiayai jaringan Viktor, memanipulasi bukti, dan memanfaatkan perselisihan di antara orang-orang kita! Ethan mengira dia akan mendapatkan kekuasaan penuh setelah Richard jatuh,” jawab Richard dengan rinci. “Siapa pihak itu, Ayah?” tanya Alena. Richard menggeleng perlahan. “Dulu aku tidak memiliki bukti yang cukup! Tetapi berkas yang kamu kirimkan telah mengubah semuanya!”Ia meminta salah satu petugas, untuk mengambil dokumen tambahan dari ruang penyimpanan. Beberapa menit kemudian, sebuah map berisi catatan transaksi, rekaman komunikasi dan surat perintah p
Pintu lorong kembali terbuka, dua petugas bersenjata memasuki ruangan bersama anak buah Kieran. Ethan kehilangan kesempatan untuk melarikan diri, sementara Selena perlahan menurunkan pistolnya dan menyerahkannya kepada salah satu petugas.William memeluk leher Alena, menyembunyikan wajahnya di bahu sang ibu.“Mama, kita pulang sekarang?”Alena mencium rambut putranya, berusaha menahan air mata yang kembali menggenang.“Iya, Sayang! Kita pulang,”Namun, saat ia melangkah melewati Ethan, lelaki itu tiba-tiba bersuara. “Alena, kalau kamu ingin tahu siapa yang benar-benar menghancurkan keluargamu, jangan berhenti pada diriku!”Alena menoleh.Ethan tersenyum pahit, lalu melirik layar ponsel di tangan Alena. “Orang yang menandatangani dokumen itu masih hidup! Dan dia bukan musuh yang bersembunyi di luar sana,”Ia menatap Alena tepat di mata. “Dia adalah orang yang akan menyambutmu ketika kamu pulang!”Di luar bangunan, hujan mulai mereda. Alena berdiri di samping mobil dengan William dalam
“Ini bukti bahwa kamu sendiri yang mengesahkan program R-09,” kata Ethan. “Richard ingin menyembunyikanmu dari musuh-musuhnya! Aku yang memastikan kamu tetap hidup! Tetapi ketika seluruh jaringan runtuh, dia membiarkan orang lain menanggung akibatnya!”Alena menatap dokumen itu, lalu kembali menatap Ethan. “Kalau kamu memang melindungiku, mengapa keluargaku dipenjara? Mengapa Ibu harus hidup dalam persembunyian? Mengapa Adrian harus kehilangan masa depannya? Dan mengapa William sekarang berada di ruangan ini dengan tangan terikat?”Ethan tidak langsung menjawab, keheningan itu justru menjadi jawaban yang paling mengerikan.“Karena perlindungan selalu membutuhkan harga,” ujar Ethan akhirnya.“Tidak!” Alena menggeleng, suaranya bergetar oleh amarah. “Itu alasan yang digunakan orang-orang sepertimu untuk membenarkan setiap kejahatan! Kamu menyebutnya perlindungan ketika orang lain kehilangan kebebasan? Kamu menyebutnya pengorbanan ketika orang lain harus membayar kesalahanmu!”Ethan meng
Di belakangnya, pintu baja mulai terbuka.Dari balik pintu itu terdengar suara seorang pria yang selama ini dianggap telah mati.“Jangan biarkan dia membawa William keluar,” katanya. “Kali ini, kita harus menyelesaikan apa yang dimulai dua puluh tujuh tahun yang lalu!”Selena memandang William, kemudian menutup panggilan tanpa menjawab pertanyaan Alena. Di layar kamera, mobil Kieran mulai terlihat mendekati gerbang.Perang keluarga Volkov akhirnya memasuki babak terakhir dan kali ini, Alena tidak hanya akan menemukan siapa yang mengkhianati keluarganya, tetapi juga siapa yang sejak awal menjadikan hidupnya sebagai bagian dari sebuah rencana.Deru mobil Kieran berhenti tepat di depan gerbang besi ruang arsip bawah tanah keluarga Volkov, hujan mengguyur kaca depan tanpa ampun.Sementara puluhan pria bersenjata mulai bermunculan dari balik bangunan tua, mereka tidak lagi bersembunyi. Malam ini, ada seseorang yang dengan sengaja membuka seluruh kartu untuk memaksa Alena datang dan menyak
Alena merasa lututnya hampir kehilangan kekuatan karena ia mengenali goresan kecil di bagian pengait, bekas yang muncul ketika William pernah terjatuh saat bermain di halaman rumah.“Mereka benar-benar membawanya,” bisik Alena. Kieran berdiri di sampingnya, wajahnya berubah dingin ketika melihat gelang itu. Tetapi sebelum ia sempat berkata apa-apa, ponsel di dalam tas itu menyala.Sebuah panggilan masuk.Alena langsung mengangkatnya. “Kalau kamu ingin anakmu tetap bernapas dengan tenang, berhentilah mengejar orang-orangku!”Suara pria di seberang terdengar berat dan tenang, seolah ia sedang membicarakan urusan bisnis biasa.“Di mana William?” desak Alena.“Tempat yang tidak bisa kamu jangkau sebelum waktumu habis!” kata pria itu.“Kalau kamu sampai menyentuhnya!” pekik Alena. “Kamu akan melakukan apa, Alena Volkov?” pria itu tertawa pendek. “Menghidupkan kembali nama keluargamu? Merebut perusahaan yang sudah hancur? Atau meminta suamimu menjadi monster lagi?”Alena menutup mata seje
“A—apa? Bekerja? Bekerja apa?” Alena bertanya-tanya. Kieran menatap datar ke arah Alena, kesal karena masih harus menjelaskan. Ia kemudian mengedikkan kepala ke arah Jaxon dan memberi perintah, “Jax, jelaskan!” Jaxon menyalakan laptop dan membuka map hitam itu di depan Alena, memintanya untuk mem
“Ayo, aku antar ke kamarmu!” kata Jaxon. Alena hanya menunduk pelan, berjalan tertatih mengikuti arah Jaxon. Sebelum itu Jaxon memotong kabel yang mengikat tangan Alena terlebih dahulu, terlihat tangannya sudah terluka parah akibat ikatan yang terlalu kencang. Jaxon lalu memberinya handuk dengan
Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya
“Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax







