Beranda / Mafia / Gadis Tawanan Tuan Mafia / Bab 6. Bukti Pertama

Share

Bab 6. Bukti Pertama

Penulis: RKamila
last update Tanggal publikasi: 2026-05-13 18:02:14

“A—apa? Bekerja? Bekerja apa?” Alena bertanya-tanya.

Kieran menatap datar ke arah Alena, kesal karena masih harus menjelaskan. Ia kemudian mengedikkan kepala ke arah Jaxon dan memberi perintah, “Jax, jelaskan!”

Jaxon menyalakan laptop dan membuka map hitam itu di depan Alena, memintanya untuk mempelajari perintah yang ada di dalam map.

Nama-nama orang penting, serta jabatan mereka perlu dicek ulang dengan benar. Karena itu salah satu rahasia perusahaan Kieran, semua terperinci secara lengkap.

“Jika ada salah sedikit saja, maka bersiaplah untuk menanggung akibatnya!” terang Kieran.

Alena hanya melirik sedikit kearah Kieran yang tampak sedang mengetik laptopnya, Alena juga menatap Jaxon dengan eskpresi bertanya-tanya.

Setelah Jaxon menjelaskan secara detail, barulah ia meninggalkan Alena beserta bos Kieran untuk kembali bekerja di meja luar. Tugasnya hanya memantau keadaan luar maupun di dalam perusahaan, melalui CCTV yang tersambung ke laptop.

Entah mengapa Alena menjadi canggung. Tangannya gemetar untuk menyentuh laptop bagus dengan merk terbaru itu.

Ia takut jika sampai alat-alat itu lecet sedikit saja, maka akan habislah riwayatnya.

‘Sepertinya ini memang tugas rahasia,’ kata Alena didalam hati.

Netranya melirik Kieran untuk beberapa kali, ia tak menyangka akan ditempatkan bersama monster itu di satu ruangan yang sama. Bahkan pikiran kotornya tadi membuat Alena merasa malu dan sangat tidak pantas.

Saat hendak memulai pekerjaan, tangan Alena kembali bergetar hanya untuk menyentuh tombol keyboard.

Kieran sesekali melirik kearah Alena dengan sorot mata yang tajam, hingga Alena ketakutan untuk memulai pekerjaannya.

“Cepat kerja! Jangan sampai merugikanku!” pekik Kieran.

Alena tersentak membuat dadanya berdetak dengan cepat, ia gugup untuk memulai pekerjaannya bahkan menggigit bibirnya.

‘Tenang Alena tenang! Ini hanya hal kecil. Buktikan jika kamu bisa!’ batinnya menyemangati diri sendiri.

Alena mengatur napas, menarik panjang dan membuangnya secara pelan berkali-kali. Untuk menenangkan dirinya sendiri. Kali ini ia mencoba fokus walau ketakutannya masih menyelimuti.

Tidak seperti di rumahnya sendiri. Alena bisa bebas melakukan pencurian data kapanpun ia mau.

Namun, di sini sangat berbeda. Jika sampai ia tidak menurut, maka nyawanya lah yang menjadi jaminan.

Setelah beberapa menit Alena mulai bisa menyeimbangkan rasa takutnya. Jari jemarinya sudah tidak gemetar lagi untuk mengetik.

Kini ia berusaha membiasakan diri dengan tugas yang ia kerjakan. Walau harus dibayar dengan nyawa jika ia tidak menurut.

Kieran melirik Alena sesekali. Ia bisa melihat bahwa Alena sudah mengerti pekerjaannya. Tidak lagi merepotkan dirinya.

Apalagi jika sampai ia mencoba kabur kembali. Maka Kieran tak segan-segan untuk membunuh satu nyawa yang tidak berharga itu.

Alena semakin lihai memainkan jari jemarinya di atas papan keyboard, tapi ia harus tetap menutupi rahasia bahwa dirinya adalah The Ghost Auditor selama ini. Jangan sampai monster itu mengetahui bakatnya.

Beberapa jam sudah berlalu.

‘Firewall Kementrian Keuangan?!’ pekiknya dalam hati.

Sesekali Kieran melirik kearah Alena, melihat wajahnya yang kadang tenang dan tegang. Membuatnya merasa tidak nyaman, karena baru hari inilah ada orang lain yang bekerja satu ruangan dengannya.

Ia melakukan itu supaya tidak rugi, jika Alena berusaha kabur kembali.

Kieran menarik napas panjang dengan kesal, ia memperingatkan Alena.

“Ingat, aku tidak suka barang yang sudah aku beli ternyata tidak berguna!” sentak Kieran.

Membuat Alena kembali gugup dan gemetar, akibat mendengar suara Kieran yang pelan tapi seakan terasa menggelegar. Tapi Alena juga dibuat penasaran dengan berkas yang ia temukan.

Sorot netranya tertuju pada layar laptop, selama 6 menit. Tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun, hingga Alena menelan air ludahnya dengan pahit dan terasa berat. Ia masih saja terpaku di tempat dan diliputi rasa tanda tanya yang besar.

‘Rekening atas nama Eleanor Volkov?’ batin Alena.

Alena melirik kearah Kieran, ia takut ekspresinya akan membuat Kieran kembali tidak nyaman.

Sementara isi berkasnya ada 14 rekening bayangan.

Alena membukanya satu-persatu, tak boleh ada yang terlewat sedikitpun. Disana terdapat dana donasi masuk, sedangkan 2 jam kemudian dana tersebut keluar, ke crypto wallet yang ternyata terhubung ke kasino Viktor Kane.

Matanya menyorot tajam, tanpa berkedip sedikitpun. Alena menghubungkan flashdisk. Mengklik drag, lalu drop, lalu mengcopy.

Ia tak menyangka bahwa selama ini keluarga Volkov bermain di belakang. Alena mencari tahu lebih detail data tersebut.

‘Kenapa bisa terhubung dengan Syndicate Viktor Kane? Mereka kan yang menguasai dunia bawah.’

Alena sedikit mengetahui bahwa Viktor Kane adalah mafia yang tak kalah kejam dari Kieran Voss, bahkan separuh saham dan asetnya didapat dari cara kotor. Hasil judi dan juga gerbong narkoba yang handal.

‘Ini pasti ada rahasia besar antara Ayah dan Viktor Kane!’ ucapnya dalam hati.

Setelah memakan waktu yang cukup lama, baru lah Alena mengetahui bahwa keluarganya bekerja sama dengan Viktor Kane. Untuk menggelapkan dan mencuci uang, dengan menggunakan Yayasan amal foundation milik Ibunya sebagai alasan yang ditutup dari publik.

Alena tak menyangka bahwa keluarganya sangat licik, bahkan Eleanor yang ia sayangi berhasil menipu semua orang dengan mulut manisnya.

Ia menyimpan bukti data-data itu ketempat yang akan di laptopnya, kini Ia bertekad untuk mencari info dan bukti lebih banyak supaya bisa menjatuhkan keluarganya dan membalaskan dendam yang membara.

Alena akan mencari lebih dalam lagi data tentang Viktor Kane, ia yakin bahwa mafia itu lebih mempunyai lebih banyak data tentang keluarganya selama ini.

“Tunggu saja pembalasanku!”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 233. Pria Di Balik Nama Adrian Sorell

    Air mata Alena jatuh. “Aku tidak ingin meninggalkanmu,”“Kalau begitu jangan pergi sendirian,” pinta Kieran. “Aku tidak bisa membiarkanmu untuk terus mempertaruhkan nyawamu untukku,” kata Alena. Kieran tersenyum tipis, tetapi kesedihan masih tertinggal di matanya. “Sayang, aku tidak mempertaruhkan nyawaku untukmu,” ia mengusap pipi Alena. “Aku mempertaruhkan semuanya untuk keluarga kita,”Alena memeluknya dan Kieran juga langsung membalas pelukan itu, menyandarkan dagunya di kepala istrinya.Mereka berdiam cukup lama, membiarkan keheningan meredakan luka yang tidak bisa disembuhkan dengan kata-kata.Kemudian Alena berbisik. “Aku akan pergi ke tempat itu,”Tubuh Kieran menegang.“Tapi aku tidak akan pergi sendiri,” Alena mengangkat wajahnya. “Aku ingin kamu bersamaku,”Kieran menatapnya. “Benarkah?”Alena mengangguk. “Aku tidak mau lagi menghadapi rahasia keluargaku dengan berbohong kepada suamiku sendiri,”Kieran memejamkan mata sejenak, lalu mencium keningnya. “Kalau begitu, kita

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 232. Nama yang Merenggut Ketenangan

    Asap mulai memenuhi gudang, sementara Kieran berdiri di hadapannya dengan rahang mengeras. Namun, untuk beberapa detik, Alena seolah tidak lagi mendengar apa pun.Adrian Sorell, nama yang beberapa kali disebut oleh Selena. Nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya, nama yang kini diklaim sebagai identitas dari ayah biologisnya.Tetapi bagaimana mungkin?Adrian Volkov adalah kakaknya, lelaki yang tumbuh bersamanya dan pernah menggenggam tangannya ketika mereka masih kecil, yang kini berdiri beberapa langkah darinya dengan wajah penuh dengan kebingungan.Sementara Adrian Sorell adalah nama seorang pria yang konon mengetahui rahasia kelahirannya. Dua nama, dua orang yang berbeda dan satu kebenaran yang sengaja disembunyikan.“Alena!” Kieran menggenggam bahunya. “Kita harus keluar sekarang!”Alena mengangkat wajah..“Apa kamu mengenal nama itu?”Kieran terdiam sesaat. “Sepertinya aku pernah mendengarnya!”“Dari siapa?” tanya Alena. “Dari seseorang di masa laluku,” kata Kieran. “Siapa, Kie

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 231. Siapa Ayah Biologis Alena?

    “Bukan nama yang penting,” jawab Ethan. “Lalu apa?” tanya Alena. “Wajahnya!” Ethan menekan sesuatu.Layar besar di belakangnya pun menyala, ada sebuah rekaman lama yang muncul. Gambarnya tampak buram, seorang perempuan muda berdiri di depan sebuah mobil.Di tangannya ada bayi dan bayi itu diserahkan kepada seorang pria, pria itu… adalah Richard.Alena menutup mulut. “T– ttidak…!”Kieran menggenggam tangannya. “Alena,”Perempuan dalam rekaman pun menoleh dan wajahnya terlihat sangat jelas.Alena membeku. “Selena…?”Selena muda menatap Richard. “Aku titipkan dia kepadamu,”Richard menjawab dalam rekaman. “Aku akan menjaganya,”“Jangan biarkan mereka menemukannya!” pinta Selena. “Aku janji,” jawab Richard. Rekaman pun nerhenti dan Alena langsung menatap Selena yang kini sedang berdiri beberapa meter di belakangnya.“J– jjadi…?” suaranya hampir tidak terdengar.“Akulah bayi itu?”Selena mengangguk, air mata mengalir di wajahnya. “Ya,”Alena mundur. “Kenapa?”“Karena saat itu mereka se

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 230. Orang yang Menjagaku

    “Bukan ketika Soren berkhianat,” Ethan tersenyum pahit. “Dan bukan ketika Raven muncul!”Ia menatap Alena. “Semua itu hanya akibat,”“Lalu… apa penyebabnya?” tanya Alena. Ethan menunjuk Richard.“Dimulai dari ayahmu sendiri!”Richard memejamkan mata.Alena menatap ayahnya. “Ayah?”Richard tidak menjawab.Ethan kembali melanjutkan. “Richard membuat satu keputusan puluhan tahun yang lalu,”“Apa?” tanya Alena. “Dia menyelamatkan seorang anak,” jawab Ethan. Alena mengerutkan keningnya. “Anak siapa?”Ethan menatapnya. “Anak itu…. adalah kamu!”Hening! “Dan demi menyelamatkanmu…,” Ethan menatap Eleanor. “...dia menghancurkan hidup banyak orang!”Eleanor menangis. “Jangan!”Ethan tersenyum getir. “Sudah waktunya dia tahu!”Alena melangkah maju. “Apa yang Ayah lakukan?”Richard akhirnya membuka mata. “Alena... jangan dengarkan dia,”“Kenapa?” tanya Alena. “Karena kalau kamu mengetahui semuanya…,”Richard menatap putrinya dengan mata penuh kesedihan. “...kamu akan membenciku seperti dulu!”

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 229. Sebelum Tengah Malam

    Di luar gudang, puluhan mobil hitam mulai berdatangan dan untuk pertama kalinya. Seluruh kekuatan lama Volkov berkumpul di satu tempat.Jam di dinding menunjukkan pukul sebelas lewat dua puluh, tinggal empat puluh menit.Hanya empat puluh menit sebelum tengah malam.Alena berdiri di depan cermin tua, mengenakan jaket hitam sederhana. Wajahnya terlihat pucat, tetapi sorot matanya telah berubah.Tidak ada lagi gadis yang hanya menunggu seseorang datang untuk menyelamatkannya. Karena malam ini, ia akan datang sendiri. Atau setidaknya, begitulah yang harus mereka pikirkan.Kieran berdiri di belakang Alena untuk memastikan tekad Alena. “Masih ada waktu untuk membatalkan ini!”Alena menatap pantulan mereka. “Tidak!”“Kita bisa mencari jalan yang lain,” sahut Kieran. “Aku sudah kehilangan terlalu banyak waktu,” jawab Alena. Kieran terdiam dan Alena berbalik menatapnya. “Aku kehilangan Ibu, Ayah, Adrian karena kesalahanku yang menyeret mereka!” ia menarik napas. “Sekarang mereka ada di dep

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 228. Rahasia yang Dikubur Hidup-Hidup

    Suasana menjadi semakin berat, Alena berjalan menuju jendela. Di luar, mobil-mobil hitam masih terparkir.Namun para penyerang tadi sudah menghilang, seolah mereka hanya datang untuk memastikan sesuatu.“Mereka sengaja memperlihatkan foto ini kepadaku?” Alena bertanya-tanya. Kieran berdiri di sampingnya. “Ya,”“Berarti mereka ingin aku mencari Ethan?” tanya Alena kembali. “Dan mungkin mereka ingin kita pergi ke tempat tertentu,” jawab Kieran. Alena menatapnya. “Kamu pikir ini jebakan?”“Pasti!” jawab Kieran percaya diri. “Kalau begitu kenapa mereka menunjukkan orang yang selama ini dianggap mati?” tanya Alena. Kieran tidak menjawab. Selena yang menjawab. “Karena Ethan memiliki sesuatu,”“Apa?” tanya Alena. “Bukti terakhir!” jawab Selena dengan serius. Alena mengerutkan keningnya. “Bukti apa?”Selena mendekat. “Bukti yang bisa membebaskan Richard,”Alena terdiam dan jantungnya berdegup lebih cepat. “Dan menyelamatkan Ibu?”“Ya!” jawab Selena. “Juga Adrian?” tanya Alena. “Ya,”

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 5. Malam Pertama di Penthouse

    “Ugh! Sialan!”Alena mendengus kesal setelah sudah berada di kamarnya sendirian. Rencana melarikan dirinya gagal. Tidak di rumah, tidak juga di penthouse mafia ini, ia tidak pernah berhasil lepas dari cengkraman mereka.Tak merasa mengantuk, Alena memutuskan untuk membuka map hitam yang dilempar K

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 4. Tidak Ada Jalan Keluar

    “Ayo, aku antar ke kamarmu!” kata Jaxon. Alena hanya menunduk pelan, berjalan tertatih mengikuti arah Jaxon. Sebelum itu Jaxon memotong kabel yang mengikat tangan Alena terlebih dahulu, terlihat tangannya sudah terluka parah akibat ikatan yang terlalu kencang. Jaxon lalu memberinya handuk dengan

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 3. Di Penthouse

    Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 2. Percobaan Kabur

    “Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status