Share

Bab 48. Memendam

Penulis: RKamila
last update Tanggal publikasi: 2026-07-05 18:21:33

Kieran tidak menjawab. Ia hanya mengangguk.

"Aku lelah," lanjut Alena. "Karena setiap kali ada kebaikan, aku langsung mencari harganya karena aku tidak percaya ada yang gratis!”

Alena mengusap air matanya. "Dan aku lebih lelah…,” Alena berhenti berbicara.

"Apa?" tanya Kieran pelan.

"Aku paling lelah karena aku mulai suka caramu menyeduh coklat," bisik Alena. "Aku juga takut, takut kalau besok kamu akan berhenti!"

Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Alena tanpa filter dan tanpa rencana
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 129. Kekompakan Warga Desa

    Jam 11.00. Di kantor Pengadilan, Pak Arman sang pengacara masih berada di sana untuk mengecek berkas, AC dinyalakan sangat dingin tapi mampu membuat dahinya basah.Pak Arman segera menghubungi Kieran untuk membicarakan hal ini, tak berselang lama Kieran mengangkat telpon dan Pak Arman mulai berdiskusi. Pak Arman sedang membuka halaman pertama berkas dari masalah William dan membacanya dengan pelan. "1. Majelis tingkat pertama rupanya telah salah menerapkan hukum, ternyata tergugat tidak memiliki akta nikah dengan Penggugat, sehingga status anak sangat diragukan,”"2. Dilampirkan sebuah bukti baru yaitu, Akta Kelahiran William Voss di kolom Nama Ayah ternyata kosong,” “3. Pemohon yang mengajukan banding adalah kakek kandung dari garis keturunan Ayah, tentu memiliki kapasitas finansial dan moral yang lebih tinggi,”Alena menutup matanya. "I– iitu... itu adalah akta yang aku buat dari 5 tahun yang lalu, sewaktu aku kabur dan aku takut kalau nama Kieran dicantumkan, mereka bisa melacak

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 128. Surat Coklat yang Datang Lagi

    "Saya yang membuat Alena kabur karena tidak bisa melindunginya dengan baik, hingga kalian mengira Alena yang rusak karena membesarkan anak seorang diri tanpa Ayah!" Mendengar ucapan Kieran tersebut, Alena menunduk dan air matanya jatuh."Tapi 7 hari ini saya lihat sendiri, saya lihat dia berjualan dari jam 5 pagi dan melihat cara dia menyuap anak saya walaupun dia sedang lelah! Saya juga melihat dia menolak 10 Miliar demi anaknya!” ucap Kieran panjang lebar. Kieran berhenti lalu menatap Alena. "Dan saya lihat kalian yang kemarin melempar batu, hari ini malah bersama-sama untuk menjaga pagar,"Bu Yein menangis karena terharu sekaligus iba kepada Alena. Kieran merogoh sesuatu dari sakunya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil, bukan sebuah berlian. Tetapi cincin perak polos yang ia beli di pasar desa. "Alena Voss," kata Kieran suaranya pecah. "Aku hanya punya nama yang sudah jelek sejak kamu meninggalkan ku,”Warga menahan napas."Tapi aku punya waktu selama 24 jam, 7 hari dan seumu

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 127. Lamaran Di Tengah Desa

    Malamnya kondisi ruko sudah ditutup lebih cepat dari biasanya, karena Alena terlalu lelah dan ingin menghabiskan waktu bersama William. Di dalam rumah mereka bertiga, berada di kasur yang sama. "14 hari... baru hari pertama, tapi kita sudah menang 1 babak!" ucap Kieran. Alena bersandar. "Aku lelah, Kieran," "Tidurlah! Aku akan jaga,” kata Kieran lembut. William berada di tengah, sembari menggenggam tangan Mama dan Papanya yang kini sudah lengkap. Tak ada hinaan yang akan William dengar lagi tentang Papanya. Di laci, cincin itu masih ada. Di luar, mobil polisi masih terparkir untuk berjaga. Sedangkan Wilhelm sedang duduk sendiri, dengan menatap berkas banding yang belum tentu menang itu. Berita yang kini sedang trending adalah. "Pengusaha kota Novara City telah dilaporkan polisi, saham Voss Group anjlok!” Banyak pula netizen yang berkomentar untuk mendukung William. "Akhirnya keadilan!""Salut sama Bu Alena! Kuat sekali!”“ Dasar Wilhelm tua bangka!"Di gudang kosong, kini ha

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 126. Keputusan Sidang

    Hakim Ratna menatap tajam. "Duduk! Kami yang putuskan untuk sah atau tidaknya!"Beliau lalu membuka map tebal, isinya sekitar 40 halaman. "Yang Mulia, izinkan saya membacakan kronologi," kata Pak Hendra dari kursi pengawas. Lalu Pak Hendra membacanya pelan dan tegas satu-persatu. "...jam 21.47, korban William Voss telah diculik dari kediamannya sendiri…,""...pelaku mengaku disuruh oleh Tuan Viktor, komplotan Mafia yang baru saja keluar dari penjara…,""...Tuan Viktor mengaku telah menerima perintah dan dana dari Tuan Wilhelm Voss…,”"...tujuan penculikannya adalah untuk memaksa Tergugat supaya segera menandatangani surat pelepasan hak asuh…,”Setiap kalimat yang keluar dari mulut Pak Hendra, membuat ruang sidang semakin hening. Di barisan warga, Bu Ketua Desa menutup mulutnya dan menangis. "Ya Ampun tega sekali,"Jam 09.30. Saksi pertama ditugaskan Hakim untuk maju, yaitu Bu Yein. Tangannya gemetar sembari memegang jimat sebagai tanda perlindungannya. "Yang Mulia... saya yang ja

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 125. Sidang Luar Biasa

    Jam 04.00. Wilhelm sudah sampai ke rumah sakit besar di daerah sana, William langsung dilarikan ke ruang UGD dengan selang infus dan selang oksigen. Wilhelm sedang duduk di luar dengan cemas, jasnya kotor dengan lumpur. Disusul Kieran yang datang 10 menit kemudian, tapi ia malah dihalau satpam. "Pak, itu cucunya Bapak," kata perawat. "Tapi ibunya mana?" Wilhelm diam. "Ibunya... sedang dalam perjalanan!”Kieran tidak lagi memperdulikan siapapun, ia memilih untuk menerobos para satpam yang menghadang. "Alena di mana!?” Wilhelm berdiri. "Dia aman! Di tempatku,"Kieran ingin maju untuk sedikit lebih dekat, tapi 2 orang bodyguard menahannya. Wilhelm mendekat dan berbisik ke telinga Kieran, hanya mereka berdua yang mendengar. "Kamu menang di pengadilan besok! Aku tahu karena pengawas sudah tahu bahwa aku yang menyusun rencana untuk menculik!”Kieran membeku. "Tapi," lanjut Wilhelm. "Kalau kamu mau anak itu hidup, kamu yang antar Alena padaku! 14 hari dengan tanda tangan maka setelah

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 124. Penyusupan.

    Jam 01.00 tengah malam. Kentongan Desa dipukul dengan sangat keras, hingga membangunkan seluruh warga desa. "Warga! William di culik!" teriak warga. 147 orang keluar rumah dengan memakai sandal dan membawa senter, bahkan ada juga yang membawa benda tajam untuk berjaga-jaga. Bu Ketua desa hanya menangis. "Ini salah kita! Kita kemarin yang ikut menyebarkan fitnah, sekarang Tuhan sedang hukum kita!”Pak Ketua desa memerintah. "Cari! Sampai ketemu! Itu adalah anak kita semua!"Kieran memilih untuk menyetir sendiri dengan darah yang mengalir di pelipis matanya, ia tidak melapor ke kantor polisi lebih dulu. Ia akan mencarinya ke kebun tebu, dimana arah video yang ia lihat tadi. "Tuan, Kakek Wilhelm ada di sana dengan dua orang bodyguardnya!” telpon Jaxon. "Biarkan! Aku cuma butuh waktu 10 menit untuk menemukan mereka!” jawab Kieran. Jam 02.30. Di gudang sedang hujan deras, bahkan atapnya bocor menetes ke kepala William.Ada serpihan gelas kaca yang berada di dekat Alena, dalam diam i

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 4. Tidak Ada Jalan Keluar

    “Ayo, aku antar ke kamarmu!” kata Jaxon. Alena hanya menunduk pelan, berjalan tertatih mengikuti arah Jaxon. Sebelum itu Jaxon memotong kabel yang mengikat tangan Alena terlebih dahulu, terlihat tangannya sudah terluka parah akibat ikatan yang terlalu kencang. Jaxon lalu memberinya handuk dengan

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 3. Di Penthouse

    Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 2. Percobaan Kabur

    “Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 1. Transaksi Berhasil

    "Senyum, Alena! semua ini demi keluarga kita!" bentak Richard volkov, matanya membidik kasar putrinya. Suara itu menusuk lebih dalam dari angin malam yang menyusup lewat celah seng. Alena berdiri kaku di tengah Gudang Tua pinggir Pelabuhan kota Novara City. Alena mendengus geli mendengar ucapan R

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status