로그인“Biarkan dia menjadi ibu bagi anaknya,”William memandang ibunya dari kejauhan.“Biarkan dia mencintai dan dicintai,” suara Sergei menjadi lebih pelan. “Karena satu-satunya hal yang gagal kulindungi dalam hidupku adalah keluargaku,”Gudang itu sunyi, bahkan sangat sunyi dan Alena menangis bukan karena takut. Tetapi karena untuk pertama kalinya ia benar-benar memahami ayahnya.Richard tidak menyembunyikan semua ini demi kekuasaan, tapi Richard hanya ingin putrinya hidup bahagia.Kieran memeluk Alena.Alena bersandar di dada suaminya. "Kieran…?""Ya,” jawab Kieran. "Aku ingin pulang,” pinta Alena. Kieran mengusap rambutnya.."Kita akan segera pulang,”"Tidak ada Volkov?” tanya Alena. "Ya,” jawab Kieran. "Tidak ada perang?” tanya Alena kembali. "Ya, sayang,” jawab Kieran. "Hanya kita dan William?” tanya Alena. Kieran tersenyum kecil. "Hanya kita,”Namun Sergei menggeleng pelan. "Sayangnya…,”Semua menoleh.Sergei memandang Alena. "Kalian tidak bisa pulang!”Tatapan Kieran langsung
Gabriel menggeleng. “Tidak semudah itu,” “Kalau kamu menyentuh William…,” kata Kieran. “Dia tidak akan kusentuh!” Gabriel langsung memotong dan menunjuk William. “Karena anak itu bukan tujuanku!” Alena mengerutkan keningnya. “Lalu apa tujuanmu sebenarnya?” Gabriel menatapnya. “Kamu!” Alena melangkah maju. “Aku sudah di sini!” “Belum!” Gabriel tersenyum. “Aku ingin sesuatu yang lebih!” “Apa?” tanya Alena. “Nama Volkov,” jawab Gabriel. Alena terdiam. Gabriel kembali melanjutkan. “Di depan semua orang,” “Kamu ingin aku mengakui diriku sebagai Volkov?” tanya Alena. “Bukan sekadar mengakui!” Gabriel mendekat. “Aku ingin kamu mengambil kembali jaringan itu!” Alena menatapnya tajam. “Untuk apa?” “Karena orang yang sebenarnya berada di belakang R-09 membutuhkan pewaris,” kata Gabriel. Alena merasakan jantungnya berdegup keras. “S– ssiapa?” Gabriel tersenyum. “Sebentar lagi kamu akan bertemu dengannya,” Tiba-tiba pintu besar gudang terbuka, ada seseorang
Hujan turun semakin deras, Alena berdiri di depan pintu ruangan rahasia, menatap Kieran yang baru saja menerima ancaman tentang William.Tangannya dingin, tapi kali ini bukan karena ketakutan melainkan karena amarah.“Tempat pertama kita bertemu…?” gumam Alena.Kieran mengangguk dan menatapnya. “Gudang lama,”Alena mengangguk.Tempat itu adalah tempat yang menyimpan awal dari segala sesuatu, tempat Kieran dulu muncul sebagai lelaki yang dingin, berbahaya, dan sulit ditebak.Tempat Alena pertama kali melihat sisi lain dirinya dan sekarang, William dibawa ke sana.“Kita berangkat sekarang,” kata Kieran.Eleanor segera menghentikannya. “Tidak!”Kieran menoleh. “Eleanor?”“Kalian tidak boleh datang dengan cara yang mereka inginkan!” kata Eleanor. Alena menatap ibunya. “Mereka membawa William, Ma,”“Aku tahu,” jawab Eleanor m“Bagaimana Mama bisa menyuruhku untuk diam?” pekik Alena. “Aku tidak menyuruhmu diam,” Eleanor menggenggam bahu putrinya. “Aku hanya menyuruhmu untuk berpikir!”Ale
Damar membantu menahan pintu.Samuel yang memeriksa Leonard. “Dia masih sadar!”Kieran langsung menatap Anton. “Apa ada jalan keluar?”“Ada!” jawab Anton. “Bawa kami sekarang!” pinta Kieran. Lalu Anton membuka panel kecil yang ada di dinding, ternyata di baliknya terdapat sebuah lorong sempit. “Kita lewat sini... cepat!”Mereka segera bergerak, Kieran berjalan di belakang Alena. Tangannya tidak pernah melepaskan tangan istrinya.Di tengah lorong yang gelap itu, Alena berbisik. “Kieran?”“Ya?” jawab Kieran. “Kalau ternyata Anton berbohong… bagaimana?” tanya Alena. “Kita akan menghadapinya!” kaya Kieran. “Kalau semua orang juga berbohong?” tanya Alena. Kieran menatapnya. “Aku tidak akan meninggalkan mu,”Alena menelan air matanya. “Bagaimana kamu bisa sangat yakin?”“Karena aku tidak perlu menyembunyikan apa pun darimu!” Kieran berhenti sebentar. "Kalau aku salah, aku akan mengatakannya!”Alena tersenyum tipis. “Dan kalau aku takut?”Kieran menggenggam tangannya. “Aku akan tetap a
Eleanor menatap Kieran..“Karena itulah Richard mempercayaimu,”Kieran terdiam.“Dia tahu siapa dirimu sebelum Alena menikah denganmu,” Alena langsung menoleh. “Mama?”Eleanor tersenyum tipis. “Richard tahu Kieran pernah hidup dalam dunia yang tidak bisa disentuh oleh hukum,” Alena menatap suaminya.Kieran tidak membantah.“Ayahmu pernah mengatakan satu hal kepadaku,” kata Eleanor. “Apa?” tanya Alena. Eleanor menatap Kieran. “Kalau suatu hari Alena jatuh ke dalam kegelapan, hanya lelaki yang tahu rasanya menjadi monster yang bisa menariknya kembali,”Mata Kieran melembut.Alena menggenggam tangannya lebih erat.“Papa memilihmu?”“Bukan,” jawab Kieran.Eleanor menggeleng. “Richard hanya berharap,”Alena tersenyum melalui air mata..“Dan ternyata harapannya benar? Maka dari itu aku dijual pada Kieran?”Kieran menatap Alena, tidak ada kata yang keluar. Namun tatapan mereka cukup untuk mengatakan. Tiba-tiba Leonard mengerang.Semua menoleh.Alena berlutut di sampingnya. “Leonard?”Pria
Leonard terdiam kemudian menjawab. “Karena aku baru tahu siapa yang sebenarnya berada di balik semua ini,”“Siapa?” tanya Alena. Leonard menatap Alena. “Orang yang selama ini kamu pikir sudah tidak mungkin kembali,”Alena merasakan dadanya sesak. “Siapa?”Leonard membuka mulut, tapi sebelum ia menjawab tiba-tiba saja. DOR!Tubuh Leonard tersentak dan sebuah peluru menembus bahunya lalu ia jatuh.“Leonard!” Alena berlari hendak menghampirinya.Kieran menahannya. “Jangan!”Dari atas terdengar suara langkah kaki yang cukup banyak, kemudian sebuah suara perempuan terdengar dari balik kegelapan.Suara yang sangat dikenali Alena, suara yang pernah ia dengar ketika masih kecil.“Alena…,”Tubuh Alena membeku dan air matanya langsung jatuh.Suara itu kembali terdengar. “Anakku!”Alena menatap ke arah tangga dan dari balik bayangan, seseorang mulai turun perlahan. Seseorang yang selama ini ia kira tidak akan pernah bisa berdiri di hadapannya lagi.“Anakku…,”Alena tidak bergerak, karena suara
“Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax
"Senyum, Alena! semua ini demi keluarga kita!" bentak Richard volkov, matanya membidik kasar putrinya. Suara itu menusuk lebih dalam dari angin malam yang menyusup lewat celah seng. Alena berdiri kaku di tengah Gudang Tua pinggir Pelabuhan kota Novara City. Alena mendengus geli mendengar ucapan R
“Ayo, aku antar ke kamarmu!” kata Jaxon. Alena hanya menunduk pelan, berjalan tertatih mengikuti arah Jaxon. Sebelum itu Jaxon memotong kabel yang mengikat tangan Alena terlebih dahulu, terlihat tangannya sudah terluka parah akibat ikatan yang terlalu kencang. Jaxon lalu memberinya handuk dengan
Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya







