Home / Mafia / Gadis Tawanan Tuan Mafia / Bab 207. Suara yang Selama Ini Dirindukan

Share

Bab 207. Suara yang Selama Ini Dirindukan

Author: RKamila
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-27 13:54:48

Leonard terdiam kemudian menjawab. “Karena aku baru tahu siapa yang sebenarnya berada di balik semua ini,”

“Siapa?” tanya Alena.

Leonard menatap Alena. “Orang yang selama ini kamu pikir sudah tidak mungkin kembali,”

Alena merasakan dadanya sesak. “Siapa?”

Leonard membuka mulut, tapi sebelum ia menjawab tiba-tiba saja.

DOR!

Tubuh Leonard tersentak dan sebuah peluru menembus bahunya lalu ia jatuh.

“Leonard!” Alena berlari hendak menghampirinya.

Kieran menahannya. “Jangan!”

Dari atas terdengar s
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 210. Tempat Pertama Kita Bertemu

    Hujan turun semakin deras, Alena berdiri di depan pintu ruangan rahasia, menatap Kieran yang baru saja menerima ancaman tentang William.Tangannya dingin, tapi kali ini bukan karena ketakutan melainkan karena amarah.“Tempat pertama kita bertemu…?” gumam Alena.Kieran mengangguk dan menatapnya. “Gudang lama,”Alena mengangguk.Tempat itu adalah tempat yang menyimpan awal dari segala sesuatu, tempat Kieran dulu muncul sebagai lelaki yang dingin, berbahaya, dan sulit ditebak.Tempat Alena pertama kali melihat sisi lain dirinya dan sekarang, William dibawa ke sana.“Kita berangkat sekarang,” kata Kieran.Eleanor segera menghentikannya. “Tidak!”Kieran menoleh. “Eleanor?”“Kalian tidak boleh datang dengan cara yang mereka inginkan!” kata Eleanor. Alena menatap ibunya. “Mereka membawa William, Ma,”“Aku tahu,” jawab Eleanor m“Bagaimana Mama bisa menyuruhku untuk diam?” pekik Alena. “Aku tidak menyuruhmu diam,” Eleanor menggenggam bahu putrinya. “Aku hanya menyuruhmu untuk berpikir!”Ale

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 209. Guardian Terakhir

    Damar membantu menahan pintu.Samuel yang memeriksa Leonard. “Dia masih sadar!”Kieran langsung menatap Anton. “Apa ada jalan keluar?”“Ada!” jawab Anton. “Bawa kami sekarang!” pinta Kieran. Lalu Anton membuka panel kecil yang ada di dinding, ternyata di baliknya terdapat sebuah lorong sempit. “Kita lewat sini... cepat!”Mereka segera bergerak, Kieran berjalan di belakang Alena. Tangannya tidak pernah melepaskan tangan istrinya.Di tengah lorong yang gelap itu, Alena berbisik. “Kieran?”“Ya?” jawab Kieran. “Kalau ternyata Anton berbohong… bagaimana?” tanya Alena. “Kita akan menghadapinya!” kaya Kieran. “Kalau semua orang juga berbohong?” tanya Alena. Kieran menatapnya. “Aku tidak akan meninggalkan mu,”Alena menelan air matanya. “Bagaimana kamu bisa sangat yakin?”“Karena aku tidak perlu menyembunyikan apa pun darimu!” Kieran berhenti sebentar. "Kalau aku salah, aku akan mengatakannya!”Alena tersenyum tipis. “Dan kalau aku takut?”Kieran menggenggam tangannya. “Aku akan tetap a

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 208. Orang yang Selama Ini Bersembunyi

    Eleanor menatap Kieran..“Karena itulah Richard mempercayaimu,”Kieran terdiam.“Dia tahu siapa dirimu sebelum Alena menikah denganmu,” Alena langsung menoleh. “Mama?”Eleanor tersenyum tipis. “Richard tahu Kieran pernah hidup dalam dunia yang tidak bisa disentuh oleh hukum,” Alena menatap suaminya.Kieran tidak membantah.“Ayahmu pernah mengatakan satu hal kepadaku,” kata Eleanor. “Apa?” tanya Alena. Eleanor menatap Kieran. “Kalau suatu hari Alena jatuh ke dalam kegelapan, hanya lelaki yang tahu rasanya menjadi monster yang bisa menariknya kembali,”Mata Kieran melembut.Alena menggenggam tangannya lebih erat.“Papa memilihmu?”“Bukan,” jawab Kieran.Eleanor menggeleng. “Richard hanya berharap,”Alena tersenyum melalui air mata..“Dan ternyata harapannya benar? Maka dari itu aku dijual pada Kieran?”Kieran menatap Alena, tidak ada kata yang keluar. Namun tatapan mereka cukup untuk mengatakan. Tiba-tiba Leonard mengerang.Semua menoleh.Alena berlutut di sampingnya. “Leonard?”Pria

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 207. Suara yang Selama Ini Dirindukan

    Leonard terdiam kemudian menjawab. “Karena aku baru tahu siapa yang sebenarnya berada di balik semua ini,”“Siapa?” tanya Alena. Leonard menatap Alena. “Orang yang selama ini kamu pikir sudah tidak mungkin kembali,”Alena merasakan dadanya sesak. “Siapa?”Leonard membuka mulut, tapi sebelum ia menjawab tiba-tiba saja. DOR!Tubuh Leonard tersentak dan sebuah peluru menembus bahunya lalu ia jatuh.“Leonard!” Alena berlari hendak menghampirinya.Kieran menahannya. “Jangan!”Dari atas terdengar suara langkah kaki yang cukup banyak, kemudian sebuah suara perempuan terdengar dari balik kegelapan.Suara yang sangat dikenali Alena, suara yang pernah ia dengar ketika masih kecil.“Alena…,”Tubuh Alena membeku dan air matanya langsung jatuh.Suara itu kembali terdengar. “Anakku!”Alena menatap ke arah tangga dan dari balik bayangan, seseorang mulai turun perlahan. Seseorang yang selama ini ia kira tidak akan pernah bisa berdiri di hadapannya lagi.“Anakku…,”Alena tidak bergerak, karena suara

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 206. Lorong Rahasia

    “Masih banyak!” teriak Samuel.Kieran menatap Alena. “Kita keluar lewat belakang!”Alena menggeleng. “Damar tahu jalan ke penjara,”“Benar!” jawab Damar. “Kalau kita keluar sekarang, maka mereka akan mengikuti kita,” ucap Alena. Kieran terdiam.Lalu Alena menunjuk sebuah lorong sempit di belakang gudang. “Cepat lewat sana!”Damar segera mengangguk. “Itu terhubung dengan jalan lama menuju sungai!”Mereka akhirnya bergerak, tapi baru beberapa langkah saja. Lampu gudang menyala dan sebuah suara terdengar dari pengeras suara.“Alena,” suara Gabriel.Alena berhenti. “Jangan pergi!”Kieran langsung menatap langit-langit. “Kamu di mana?”Tidak ada jawaban.Gabriel hanya tertawa kecil. “Selama bertahun-tahun aku bertanya-tanya kapan kamu akan berhenti menjadi gadis kecil yang bersembunyi di belakang keluarganya?”Alena langsung mengangkat wajahnya. “Aku bukan gadis kecil lagi!”“Aku tahu,” jawab Gabriel. “Dan aku tidak takut padamu!” pekik Alena. “Sayang sekali!” suara Gabriel berubah din

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 205. Pintu Menuju Keluarga

    Samuel berbisik. “Itu bukan anak buah Gabriel!”Kieran mengangkat senjatanya. “Bagaimana kamu tahu?”“Karena mereka tidak bergerak seperti ini,” bisik Samuel. Alena menahan napas, lalu sebuah bayangan muncul di ujung lorong dan seseorang sedang berjalan perlahan.Tidak tergesa dan tidak takut, kemudian lampu kecil menyala. Wajah seorang pria terlihat dan Alena langsung membeku.Karena Alena mengenalnya, bukan Gabriel, ukan Leonard, bukan Viktor..Pria itu adalah seseorang yang pernah berada di sekitar keluarganya bertahun-tahun yang lalu.Seseorang yang selama ini dianggap hanya sebagai orang biasa.Alena berbisik. “T— titidak mungkin…!”Kieran menoleh. “Kamu mengenalnya?”Alena mengangguk perlahan. “Dia pernah bekerja untuk Papa,”Pria itu tersenyum.“Bukan hanya bekerja,” Ia berhenti beberapa meter dari mereka..“Aku adalah orang yang ditugaskan Richard untuk menjagamu!”Alena terpaku. “Selama ini?”“Sejak kamu masih kecil!” ucap pria itu. Kieran menurunkan senjatanya sedikit. “Kala

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 2. Percobaan Kabur

    “Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 1. Transaksi Berhasil

    "Senyum, Alena! semua ini demi keluarga kita!" bentak Richard volkov, matanya membidik kasar putrinya. Suara itu menusuk lebih dalam dari angin malam yang menyusup lewat celah seng. Alena berdiri kaku di tengah Gudang Tua pinggir Pelabuhan kota Novara City. Alena mendengus geli mendengar ucapan R

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 4. Tidak Ada Jalan Keluar

    “Ayo, aku antar ke kamarmu!” kata Jaxon. Alena hanya menunduk pelan, berjalan tertatih mengikuti arah Jaxon. Sebelum itu Jaxon memotong kabel yang mengikat tangan Alena terlebih dahulu, terlihat tangannya sudah terluka parah akibat ikatan yang terlalu kencang. Jaxon lalu memberinya handuk dengan

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 3. Di Penthouse

    Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status