Share

Bab 328. Jatuh Sakit

Author: Kak Gojo
last update Last Updated: 2026-01-06 20:02:29

Pagi itu, Marina merasa cemas karena Elyssa sudah beberapa hari ini tidak memberi kabar. Padahal biasanya, Elyssa rutin mengirim pesan, bercerita tentang persiapan pernikahannya, mulai dari urusan dekorasi, gaun hingga cincin.

Kecemasan Marina bertambah saat pihak studio foto memberi tahu bahwa Elyssa dan Sean belum datang untuk pemotretan pre-wedding dan tidak bisa dihubungi sampai sekarang.

Marina melirik suaminya yang sedang menikmati sarapan. "Apa Elyssa ada mengirim pesan padamu?"

Charlie menjawab santai, "Kenapa tanya aku? Dia kan lebih dekat denganmu, Ma."

"Aduh, Pa. Sudah berhari-hari Elyssa gak ada kabar! Ponselnya juga gak aktif!" keluh Marina.

Raut wajah Charlie seketika berubah tegang, terlihat panik. “Jadi bagaimana, Ma? Coba telpon Sean!”

Marina menghela napas. “Sean-nya juga gak aktif, Pa! Tapi, nanti aku cek sendiri ke rumahnya.”

Setibanya di mansion, pelayan memberi tahu bahwa Sean sudah tiga hari ini terbaring lemah di kamarnya.

“Kalau Ibu mau menjenguk Tuan, biar sa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Anita Nouval
gak sabar Nunggu tgl 10......
goodnovel comment avatar
Kak Gojo
siap kak ga libur kok
goodnovel comment avatar
Ayu Aqilla
gak sabar nunggu lanjutan nya. thor besok jgn libur up ya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 333. Cinta Ditolak, Dukun Bertindak

    Juan kehilangan kata-kata. Ia tidak menyangka bahwa caranya memandang Elyssa selama ini begitu transparan, hingga membuat Selena pun menyadarinya."Katakan padaku, Juan... aku harus apa supaya kamu juga cinta sama aku?" Suara Selena mulai bergetar.Juan masih tak mampu menjawab. Ia hanya terpaku menatap Selena yang kini terlihat sangat rapuh di depannya."Apa aku harus berpenampilan seperti Kak Elyssa? Apa aku harus bicara lembut seperti dia?”"Selena, dengar..." Juan akhirnya bersuara, rendah dan berat. "Kamu tidak perlu menjadi siapa-siapa. Kamu sudah cukup. Masalahnya bukan ada pada dirimu, tapi ada pada hatiku yang tidak bisa dipaksa."Selena menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan isak tangis yang ingin meledak.Juan membuang muka, tak sanggup menatap mata Selena yang kini memerah. Ia ingin sekali menghibur, atau setidaknya berbohong agar suasana tidak sepedih ini. Namun, ia tahu memberikan harapan palsu justru akan lebih kejam."Sekali lagi maaf, aku tidak bisa memaksakan per

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 332. Balas Perasaanku!

    Di tempat lain, Selena baru saja sampai sekitar pukul enam sore tadi dan mendapati apartemen terasa sepi. Ia sempat membuka kamar Elyssa, namun yang dicarinya itu tak ada di sana.Barulah saat ia mengecek ponsel, ia menemukan pesan singkat dari Elyssa. Isinya mengatakan bahwa kemungkinan besar Elyssa tidak akan pulang malam ini.Setelah mandi dan membersihkan diri, telinga Selena menangkap suara bel pintu. Ia segera membukanya dan mendapati Juan sudah berdiri di sana. Pria itu tampak sangat ceria dengan senyum lebar, tangannya menenteng kantong plastik berisi makanan yang aromanya sangat menggoda.“Juan, masuk,” ucap Selena canggung.Juan melangkah ringan dan menaruh bawaannya di meja mini bar. "Belum pada makan, kan? Aku bawa ayam bakar buat kita bertiga. Aku juga beli dua botol anggur, kali saja kalian mau minum-minum lagi kayak semalam,” ucapnya antusias.Sambil berbicara, mata Juan terus melirik ke arah ruang tengah, mencari sosok yang sejak tadi ingin ia temui. Namun, ia tidak me

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 331. Apa Perasaanmu Tulus?

    Elyssa akhirnya tidak tahan dengan rasa lapar yang mulai melilit perutnya. Ia pun mengambil sendok dan mulai menyantap bubur hangat itu. Namun, baru tiga suap bubur itu masuk ke mulutnya, ia merasa seperti ada yang sedang memperhatikannya.Perlahan, Elyssa menoleh. Jantungnya hampir copot saat melihat Sean sudah membuka mata dan sedang menatapnya sambil tersenyum tipis."E-eh? Kamu sudah bangun?" tanya Elyssa canggung. Ia buru-buru menelan bubur di mulutnya dan meletakkan kembali mangkuk itu ke nampan dengan gerakan kikuk. "Kamu... lapar?"Sean menggeleng lemah, matanya tidak lepas dari wajah Elyssa. " Aku gak lapar. Kan tubuhku sudah diinfus," sahutnya dengan suara yang hampir habis.Mendengar itu, sifat bawel Elyssa spontan keluar. "Mana bisa begitu! Kamu tetap harus makan supaya ada tenaga. Kalau cuma infus, nutrisinya gak bakal terpenuhi. Kamu mau sakit terus?”Sean tidak membantah. Ia justru mengulas senyum yang lebih lebar, meski wajahnya masih pucat. "Ternyata kamu masih sayang

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 330. Sepiring Berdua

    Sean berusaha memperbaiki posisinya, namun tubuhnya masih terlalu lemas. Ia menatap Elyssa dengan mata yang berkaca-kaca.“Kukira kamu gak bakal balik ke sini. Semenjak kamu pergi, aku banyak pikiran dan jatuh sakit,” ucap Sean lirih.Elyssa membuang muka, tidak mau melihat wajah Sean. "Oh, jadi sekarang kamu mau menyalahkanku atas penyakitmu? Kekanak-kanakan sekali," sahutnya dingin, pura-pura tidak peduli meskipun hatinya sedikit goyah.Sean tersenyum pahit. "Aku pikir... kamu sudah bosan padaku karena sudah punya pria lain."Elyssa langsung mengernyitkan dahi. Ia menoleh dan menatap Sean dengan tajam. "Pria lain? Apa maksudmu?""Jujur saja, aku langsung drop setelah melihat foto-fotomu," suara Sean semakin pelan, seolah menahan rasa sakit di dadanya.“Hah? Foto apa?” Elyssa penasaran."Foto kamu dan Juan di tempat karaoke. Kalian terlihat… sangat mesra."Elyssa terdiam sejenak, otaknya bekerja keras mengingat kejadian di karaoke waktu itu. Ia memang pergi bersama Juan dan Selena, t

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 329. Cepat Pulang

    Setelah cukup lama bimbang, Elyssa akhirnya menarik napas panjang dan menggeser ikon hijau."Halo, Ma?" Suara Elyssa terdengar parau."Elyssa! Ya Tuhan, Nak! Kamu ke mana saja?!" seru Marina di seberang telepon. "Kenapa baru aktif? Kenapa kamu gak pulang ke rumah Sean? Kamu gak tau Sean sakit parah?”Elyssa terdiam, ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan sesak di dada. "Aku tau, Ma. Aku barusan baca chat dari Mama.”"Kalau sudah tau, kenapa masih gak pulang? Cepat datang ke sini! Urus calon suamimu!”“Emangnya Mama ada di mana? Mama di mansion ya?”“Iya! Aduh.. cepat datang deh, Lis. Jangan banyak tanya!”"Aku gak bisa pulang ke sana, Ma," jawab Elyssa lirih."Maksudmu apa? Jangan bercanda, Elyssa! Pernikahan kalian tinggal menghitung hari. Jangan karena pertengkaran kecil kamu jadi kekanak-kanakan begini!" Suara Marina meninggi, terdengar panik sekaligus marah.Air mata Elyssa perlahan luruh. "Ini bukan pertengkaran kecil, Ma. Aku gak mau kembali ke rumah itu lagi. Aku... aku suda

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 328. Jatuh Sakit

    Pagi itu, Marina merasa cemas karena Elyssa sudah beberapa hari ini tidak memberi kabar. Padahal biasanya, Elyssa rutin mengirim pesan, bercerita tentang persiapan pernikahannya, mulai dari urusan dekorasi, gaun hingga cincin.Kecemasan Marina bertambah saat pihak studio foto memberi tahu bahwa Elyssa dan Sean belum datang untuk pemotretan pre-wedding dan tidak bisa dihubungi sampai sekarang.Marina melirik suaminya yang sedang menikmati sarapan. "Apa Elyssa ada mengirim pesan padamu?"Charlie menjawab santai, "Kenapa tanya aku? Dia kan lebih dekat denganmu, Ma.""Aduh, Pa. Sudah berhari-hari Elyssa gak ada kabar! Ponselnya juga gak aktif!" keluh Marina.Raut wajah Charlie seketika berubah tegang, terlihat panik. “Jadi bagaimana, Ma? Coba telpon Sean!”Marina menghela napas. “Sean-nya juga gak aktif, Pa! Tapi, nanti aku cek sendiri ke rumahnya.”Setibanya di mansion, pelayan memberi tahu bahwa Sean sudah tiga hari ini terbaring lemah di kamarnya.“Kalau Ibu mau menjenguk Tuan, biar sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status