Beranda / Romansa / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 25 Ketemu Mantan

Share

Bab 25 Ketemu Mantan

Penulis: Irbapiko
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-07 08:00:53

Malam itu, setelah mengantarkan Bu Sonya ke rumah dan menyelesaikan tugasnya sebagai sopir pribadi, Arya merasa cukup lelah. Ia memutuskan untuk beristirahat di kamarnya, melepaskan segala penat dari seharian bekerja. Namun, ketika ia baru saja merasa nyaman dan hampir terlelap, ponselnya bergetar dan menyala. Arya mengambil ponselnya dan melihat panggilan masuk dari Sita, mantan kekasihnya.

Tersentak, Arya merasa bingung dan ragu untuk menjawab panggilan tersebut. Meski begitu, ia akhirnya memutuskan untuk mengangkat telepon. "Halo, Sita. Ada apa?" tanya Arya dengan nada hati-hati.

Sesaat terdengar suara tangisan lemah dari seberang telepon. "Arya... maaf mengganggu. Aku... aku tak tahu harus kemana lagi," gumam Sita sambil terisak.

Khawatir, Arya berbicara lebih serius, "Sita, apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis?"

Sita berusaha meredakan tangisnya, lalu bercerita dengan suara bergetar, "Arya, kehidupan rumah tanggaku... tak seperti yang kupikirkan. S

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 32 Apresiasi untuk Arya

    Malam itu, suasana di rumah Bu Sonya terasa tenang. Arya, sang sopir pribadi, tengah duduk di kamarnya yang terletak di lantai bawah. Ia merenung sejenak, memikirkan semua yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pekerjaannya sebagai sopir pribadi Bu Sonya telah membawanya ke dalam dinamika perusahaan dan kehidupan keluarga Sonya Fast.Ponsel Arya tiba-tiba bergetar di atas meja. Ia mengambilnya dan melihat panggilan masuk dari Bu Sonya. Tanpa ragu, Arya menjawab panggilan tersebut."Halo, Bu Sonya?" sapanya."Ya, Arya. Bisakah kamu datang ke kamarku sebentar?" tanya Bu Sonya dengan suara lembut.Terdengar ragu di dalam suara Bu Sonya, yang agak tidak biasa. "Tentu, Bu Sonya. Saya akan datang."Arya memutus panggilan dan dengan hati-hati mendekati tangga yang mengarah ke lantai atas. Ia merasa sedikit penasaran, karena jarang sekali Bu Sonya memanggilnya dengan nada seperti itu. Ia naik ke lantai atas dan berjalan menuju pintu kamar Bu Sonya.Dengan perasaan harap-harap cemas

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 31 Kontra Strategi ala Arya

    Dalam ruang rapat yang tenang, Bu Sonya duduk di ujung meja dengan pandangan serius. Cindy, Jodi, dan Arya duduk mengelilingi meja rapat. Ruangan itu penuh dengan kekhawatiran namun juga tekad untuk melawan rencana jahat yang telah terungkap."Dengan informasi yang telah Arya berikan, kita memiliki keuntungan untuk bisa menghadapi mereka," kata Bu Sonya dengan tegas. "Kita harus bertindak cepat dan cerdas."Cindy mengangguk setuju, "Kita tahu bahwa keempat orang itu sangat berbahaya dan mungkin memiliki sumber daya yang besar. Tapi kita tidak boleh takut. Kita punya tim yang kuat di sini."Jodi menambahkan, "Saya setuju. Kita harus merencanakan penjebakan yang bisa mengungkap rencana mereka."Arya yang duduk di sudut ruangan, merasa tegang namun juga bersemangat. Ia tahu bahwa ini adalah saatnya untuk berkontribusi lebih dari sekadar sopir pribadi. "Saya punya ide," katanya.Bu Sonya menatapnya, "Katakan, Arya.""Apa kalau kita menciptakan situasi palsu yang membuat mereka percaya bah

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 30 Rencana Jahat Pak Jaka dkk

    Hari itu di sebuah kafe, Pak Jaka dan Pak Hadi duduk di sebuah meja, menunggu dua orang lainnya yang belum datang. Suasana yang tegang terasa di udara, seolah-olah ada sesuatu yang besar akan terjadi.Tak lama kemudian, dua sosok yang dikenal oleh Pak Jaka dan Pak Hadi datang menghampiri meja mereka. Mereka adalah mantan kepala unit cabang 4 dan 7 yang baru saja dipecat oleh Bu Sonya. Kehadiran mereka mengisyaratkan bahwa mereka memiliki rasa dendam terhadap Bu Sonya dan perusahaannya.Pak Jaka menyambut mereka dengan senyuman sinis, "Baiklah, mari kita mulai."Pak Hadi menambahkan, "Kita semua memiliki alasan yang sama untuk melakukan ini."Mantan kepala unit cabang 4 mengangguk, "Benar. Bu Sonya telah merusak karir kita dengan semena-mena. Kita harus memberinya pelajaran."Mantan kepala unit cabang 7 juga ikut angkat bicara, "Dan yang terpenting, kita akan menguasai perusahaan ini. Kami telah memiliki rencana untuk merusak citra perusahaan dan me

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 29 Bu Sonya Marah-Marah Lagi !

    Suasana kantor Sonya Fast hari itu kembali terasa tegang saat Bu Sonya, dengan ekspresi serius, berdiri di hadapan meja kerjanya dan di depannya ada kepala unit cabang ke 9 yang sedang gemetar. Arya, seperti biasa, berada di latar belakang, diam-diam menyaksikan adegan yang tengah berlangsung."Bagaimana ini bisa terjadi, Pak Hadi? Cabang ke 9 ini sudah beberapa kali membuat kesalahan dalam pengiriman barang. Pelanggan-pelanggan kita semakin banyak yang mengeluh!" ujar Bu Sonya dengan nada tegas.Kepala unit cabang ke 9, Pak Hadi, tampak berusaha menjelaskan dengan wajah yang cemas, "Maaf, Bu Sonya. Kami sedang berusaha memperbaiki sistem pengiriman dan menangani masalah ini."Bu Sonya tidak terima dengan penjelasan itu, "Ini bukan kali pertama, Pak Hadi. Masalah yang sama sudah terjadi berulang kali. Apa yang anda lakukan? Apa yang Jaka lakukan sebagai manajer keuangan? Apakah laporan keuangan cabang ini juga berantakan?"Mendengar nama Jaka disebut, mat

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 28 Asmara Sebelum Sita Pulang

    Arya dan Sita masih terengah-engah nafasnya sambil tiduran terlentang bersebelahan di ranjang kamar penginapan Sita.“Terima kasih mas Arya, hari ini aku kembali merasakan nikmat tak terkira!” ucap Sita sambil membelai wajah Arya yang masih berpeluh keringat di keningnya.“Kamu sudah lama gak ditiduri suamimu ya?’ tanya Arya dengan wajah prihatin“Hemm...iya mas...setelah perangai asli suamiku keluar, aku jadi ilfill mas kalo ingin dijamah dia!” timpal Sita dengan wajah sedih.“Sudah berapa lama kamu tidak bercumbu dengan suamimu?” tanya Arya lagi yang nampaknya masih penasaran.“Hampir 3 bulan ini mas!” kini Sita mulai nampak sedih lagi wajahnya.“Hemmm...pantesan...tadi kamu maen bernafsu sekali!” timpal Arya kini juga sambil membelai rambut dan kepala Sita.“Emangnya tadi kerasa gituh? Hihihi!” tanya Sita yang sekarang berbalik penasaran dan wajahny

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 27 Asmara di Kamar Penginapan

    Ditengah kekalutan Sita dalam menghadapi masalah rumah tangganya dengan bertemu Arya, ia seolah merasa menemukan kembali kehangatan dan kepedulian seorang laki-laki. Sita pun nampak sepenuh hati mencium dan memeluk tubuh Arya yang kini ada di bawahnya di kasur itu. Jantung Arya pun mulai berdegup kencang karena mulai terbakar birahi cinta lamanya.Setelah beberapa saat lamanya mereka berpelukan dan berciuman, dengan tubuh yang bergetar dan degup jantung makin terasa cepat Sita pun melepaskan tindihannya lalu ia berdiri di pinggir kasur. Arya yang masih rebahan di kasur hanya bisa menatap Sita yang teryata sedang membuka kancing-kancing bajunya serta rok dan kini dilihatnya Sita hanya memakai CD dan BH yang menutupi buah dadanya yang cukup besar menggantung meski sedikit terlihat kendur karena sudah sering dipake untuk menyusui anaknya ataupun sangat mungkin juga sudah sering dilahap oleh sang suami. Namun, tetap saja itu membuat Arya tertegun dan menelan salivanya menatap tub

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status