Share

CHAPTER 82 | MANIPULATIF FREYA

Author: Langit Parama
last update Last Updated: 2025-10-10 08:05:14

Yessa baru saja meninggalkan ruangan Isandro. Napasnya terengah, dadanya masih berdegup sangat cepat mendengar kata-kata pria itu.

“Apa perlu saya hamili kamu dulu, supaya kamu tidak berani pergi jauh dari saya? Hm?”

Apa katanya? Menghamili?

“Aku bahkan udah hamil anak kamu, Mas. Tapi sampai kapan pun aku gak akan pernah kasih tahu kamu kalau aku hamil,” desis Yessa pelan di lorong rumah sakit yang sepi.

Kepalanya menggeleng tegas pada kemungkinan yang akan terjadi.

“Aku gak mau kalau setelah aku melahirkan anak ini, kamu ambil dia dari aku dan merawatnya bersama istri kamu,” gumamnya tajam, kedua tangannya mengepal erat di samping tubuhnya.

“Bahkan istri kamu aja gak mau ngurusin anak kandungnya sendiri, apalagi anak aku? Yang notabenenya hadir bukan dalam ikatan suci pernikahan.”

“Aku akan rawat anak ini sendiri, tanpa bantuan kamu,” uc
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 312 |

    Satu minggu berlalu dari terakhir kali Isandro pulang ke rumah dan rawat jalan. Kini pria itu sudah bisa kembali beraktivitas lagi. Namun dia tidak beraktivitas dalam hal pekerjaan, melainkan tidak terbaring terus menerus di atas ranjang. Mulai hari ini, sudah bisa bermain dengan kedua anaknya. “Udah minum susunya, sayang?” tanya Isandro begitu sang istri kembali ke ruang bermain kedua anaknya di lantai dua mansion tersebut. “Udah,” jawabnya singkat, lalu ikut bergabung dan duduk di sebelah sang suami. “Cucu, Pa,” rengek Yessy pada sang ayah. Isandro tersenyum kecil. “Papa minta Sus Mala buatin untuk kamu, ya?” ia melirik Mala yang langsung paham dan bergegas meninggalkan ruang bermain. Di hadapan mereka, Arby tengah bermain lego. Bocah laki-laki usia enam tahun itu tampak begitu fokus, sampai tak menyadari kedatangan Yessa. “Bikin apa itu, sayang?” tanya Yessa lembut pada anak sambungnya, satu tangannya mengusap punggung kecil bocah itu yang tengah tengkurap di karpet. Arby t

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 311 |

    Brak. Aurora memukul setir kemudinya dengan keras begitu duduk di kursi kemudi. Hal itu dikarenakan Yessa mengusirnya dengan cara yang tak Aurora duga. Jika Yessa mengusirnya dengan nada tajam seperti yang dia lakukan, itu sepadan dengan sikapnya untuk melawannya balik. Seandainya tidak ada Isandro di sana, Aurora sudah pasti tak akan diam saja. “Mulai berani sekarang, ya? Sok karena Isandro selalu bela kamu?” kalimat yang diucapkan itu mengandung bahaya. Aurora melirik refleksi dirinya di spion tengah. “Aku gak akan berhenti di sini. Kalau Yessa udah bisa menggunakan posisinya sebagai istri Isandro, aku harus lebih dari dia.” Ucapannya itu penuh tekad. Tapi bukan untuk hal baik, melainkan untuk sebaliknya. Ia kemudian menyalakan mesin mobil. Setelah itu, mobilnya mulai meninggalkan area rumah sakit. Tentu saja kembali ke rumahnya. Tak jauh dari sana, sebuah mobil juga mengikutinya. Siapa lagi kalau bukan Luke. Pria itu sengaja mengikuti Aurora sampai ke rumah sakit, ingin mema

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 310 |

    Belum sempat Luke menjawab, Aurora refleks melirik ke sekeliling. Dan benar saja, beberapa wali murid mulai saling berbisik. Tatapan penasaran, heran, mengejek, bahkan ada yang menyipitkan mata, jelas tertuju pada mereka berdua. Sambil berbisik satu sama lain. “Eh, itu selingkuhannya Aurora, kan?” “Iya, ngapain dia datang ke sini bawa anak mereka yang hasil dari perselingkuhan?” “Gak nyambung, ya. Yang karnaval anaknya siapa, yang datang siapa. Mana bawa anak hasil kumpul kebonya lagi,” bisik yang lain tak kalah tajam. Aurora meremas kedua tangannya di pangkuannya, rahangnya mengeras. Rasa tidak nyaman menjalar cepat di dadanya. Kehadiran Luke di tempat ini—di ruang publik, di tengah banyak pasang mata, jelas bukan sesuatu yang ia inginkan. Sementara Luke berdiri di sampingnya dengan tenang, seolah siap menanggung seluruh bisik-bisik yang mulai tumbuh di aula itu. “Pergi,” usir Aurora dengan nada pelan, tatapannya dingin dan menusuk. Tapi Luke tak goyah, dia justru memilih du

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 309 |

    “Mbak Aurora? Dia udah pergi, Mas. Tadi ke sini karena mau anter Arby untuk karnaval. Rencananya, Mbak Aurora mau menunggu sampai acara selesai,” jelas Yessa tenang. Luke tertegun sesaat. Sorot matanya redup, seolah ada banyak hal yang berputar di kepalanya. “Begitu, ya? Saya pikir dia masih di sini.” Yessa hanya membalas dengan senyum kecil. “Mau masuk dulu?” tawarnya sopan. Luke tak langsung menjawab. Pandangannya sempat beralih pada Isandro yang menatapnya datar—dingin, nyaris tanpa ekspresi. Di pangkuan pria itu, Yessy sibuk memainkan mainannya, sesekali menggumam kecil pada Isandro. Mengingatkan interaksinya dengan Arsy. “Bagaimana kondisi Isandro? Apa sudah lebih baik dari sebelumnya?” tanya Luke akhirnya. “Kebetulan sudah, Mas,” jawab Yessa singkat. Luke mengangguk pelan. Namun alih-alih melangkah masuk, ia justru menarik napas panjang—seakan sedang mengumpulkan keberanian. “Yessa,” panggilnya kemudian, suaranya berubah lebih rendah dan serius. Yessa menoleh. “Iya, Mas

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 308 |

    “Aurora,” panggil Luke yang baru saja keluar dari kamar mandi, dan tak menemukan istrinya di mana-mana. Bahkan Arsy, sedang bermain sendirian di atas ranjang. “Mama kamu ke mana, Nak?” tanyanya seraya naik ke atas ranjang masih dengan bathrobe yang menutupi tubuh tegapnya. Arsy menoleh, tak paham pertanyaaan sang ayah dan kembali memainkan mainannya. Ia serahkan pada Luke, seolah ingin mengajak ayahnya itu bermain. Luke tersenyum kecil, dan menerima mainannya. “Main sendiri dulu, ya? Papa mau ganti baju dulu. Kalau gak, nanti Papa masuk angin.” Ketika Luke bangkit dari duduknya, Arsy langsung merengek dan meminta untuk digendong. Luke dengan sigap meraih putrinya ke dalam gendongan. “Ya udah, kalau gitu temenin Papa ganti baju sebentar. Setelah itu kita sarapan bareng sama Mama. Pasti udah nunggu di bawah.” Beberapa saat kemudian, Luke selesai berganti pakaian. Ia dan anaknya turun ke lantai satu, menuju meja makan yang dia kira Aurora sudah menunggu di sana. “Di mana istri say

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 307 |

    Pagi itu, Arby sudah siap berangkat ke sekolah. Hari ini akan digelar karnaval dengan dresscode sesuai cita-cita masing-masing murid. Bocah itu mengenakan kemeja hitam rapi, celana hitam yang pas di tubuh kecilnya, dan jas dokter berwarna putih yang membingkai tubuhnya dengan manis. Dasi maroon terpasang rapi di lehernya, sementara stetoskop mainan melingkar sempurna, menambah kesan gagah pada penampilannya. “Ya Tuhan,” gumam Yessa sambil tersenyum lebar usai membantu merapikan kerah jas Arby. “Anak Mama ganteng banget, sayang.” Arby tersenyum sumringah, dadanya mengembang bangga. “Iya dong, Ma. Arby kan anaknya Papa,” katanya santai. “Papa Arby juga ganteng.” Yessa terkekeh kecil, lalu mencubit pelan pipi sang anak. “Pinter banget anak Mama.” Ia meraih tangan Arby. “Ya udah, yuk. Kita pamerin ke Papa.” Mereka melangkah keluar kamar mandi menuju ruang rawat inap. Begitu Isandro melihat sosok kecil itu berdiri di ambang pintu, matanya langsung membesar, lalu berbinar. “Papa!”

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status