共有

Bab 4

作者: Flowery
Tepat pada saat itu, parasut yang semula tenang tiba-tiba berguncang hebat.

Raut wajah Jarvis berubah drastis, dia segera melepaskanku untuk mengendalikan kemudi parasut.

"Pegangan yang kuat! Sepertinya kita terkena turbulensi!"

Suara Jarvis menggelegar di telingaku. Aku tersentak sadar, rasa ngeri menyergap dalam sekejap.

Barusan, aku hampir saja tenggelam dalam buaian gairahnya dan lupa bahwa kami masih melayang di angkasa.

Aku memeluk Jarvis erat-erat, tubuhku gemetar hebat karena kombinasi rasa takut dan rangsangan yang tersisa.

Sambil mengendalikan parasut, Jarvis terus menenangkanku, "Jangan takut, ada aku. Kita nggak akan kenapa-kenapa."

Suaranya yang mantap dan kuat sedikit meredakan kecemasanku.

Seiring dengan stabilnya parasut, kami berhasil melewati krisis tersebut.

Namun, hatiku dipenuhi emosi yang campur aduk.

Segala yang baru saja terjadi membuatku merasa malu sekaligus bergairah.

Tak pernah terlintas di benakku bahwa dalam kondisi seperti ini, aku akan melakukan kontak seintim itu dengan seorang pria.

Jarvis menatapku, kilatan emosi yang rumit tampak di matanya.

Dia baru saja hendak mengatakan sesuatu, saat sebuah suara yang terdengar sangat terkejut, memotong pembicaraan kami.

"Istriku? Sedang apa kamu di sini?"

Seluruh tubuhku kaku. Aku menoleh dengan cepat dan melihat Doni sedang berjalan ke arah kami bersama beberapa teman prianya.

Doni menatapku dengan tatapan yang penuh keterkejutan dan keraguan.

"Aku ... aku hanya ingin mencoba terjun payung," jawabku terbata-bata.

Wajahku memucat dan memerah bergantian.

Doni menatapku dengan dahi berkerut rapat.

"Kalau kamu suka terjun payung, kenapa nggak bilang padaku? Aku punya tim profesional di sekitarku!"

Nada suaranya mengandung celaan dan ketidakpuasan.

Seorang teman wanitanya yang berada di sampingnya menyindirku, "Kak Doni, lihat saja gayanya. Mana mungkin dia suka terjun payung? Bukannya dia hanya mau mencari perhatianmu saja?"

"Aku, aku nggak ...."

Aku hampir saja berselingkuh dengan pria lain. Perasaan bersalah karena tepergok suami membuatku tidak mampu merangkai kalimat dengan benar.

Aku menggigit bibir bawah dan tidak berani menatap mata Doni.

Saat itulah, suara Jarvis terdengar dari sampingku. "Nona Jivana belajar dengan sangat serius. Aku bisa melihat bahwa dia benar-benar menyukai terjun payung."

"Terutama penampilannya saat di udara, sangat mengejutkan."

Napasku tertahan. Seketika aku teringat pada momen intim di ketinggian tadi.

Aku mencuri pandang ke arah Jarvis. Dia tampak tenang, sama sekali tidak menunjukkan jejak bahwa dia baru saja bermesraan denganku.

Doni memperhatikan Jarvis sejenak, lalu menyipitkan mata. Dia bertanya, "Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

Jarvis menggelengkan kepala dengan ekspresi natural. Dia menjawab, "Nggak, ini pertama kalinya kita bertemu."

Aku bisa merasakan sedikit nada keterpaksaan dalam kalimat yang diucapkan Jarvis.

Doni menatapnya beberapa saat lagi, seolah masih ragu. Namun, akhirnya Doni tidak memperpanjang masalah itu.

Dia menatapku dan berkata dengan nada serius, "Mulai sekarang, kalau mau terjun payung, cari aku saja. Aku nggak suka pria lain menyentuh milikku!"

Hatiku menciut. Tak berani mendebat, aku hanya bisa mengangguk patuh.

Setelah itu, Doni mencengkeram tanganku dengan kuat dan hampir menyeretku keluar dari sana.

Jarvis tidak berkata apa-apa. Dia hanya memberikan anggukan tipis yang nyaris tak kentara ke arahku.

Aku tahu, pengalaman ini akan menjadi rahasia abadi di antara kami berdua.

Namun, aku tidak bisa melupakan sensasi gairah dan kenikmatan itu.

Aku tahu, aku telah jatuh terlalu dalam ke dalam pusaran emosi terlarang ini, dan sulit untuk menarik diri kembali.

Begitu masuk ke dalam mobil, Doni langsung mencengkeram daguku dengan kasar dan memaksaku mendongak.

"Bukannya aku menyuruhmu diam saja di rumah? Kenapa kamu malah keluar dan bersikap genit begini? Katakan! Apa kamu memang suka pamer tubuh dan menggoda pria lain?"

Tubuhku gemetar. Aku buru-buru menjelaskan, "Nggak, aku hanya ingin mencoba terjun payung, nggak ada niat lain."

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter   Bab 9

    Jarvis terdiam sejenak sebelum menjawab pelan, "Nggak masalah, aku akan menyuruh seseorang untuk meretas sistem pengawasannya."Mendengar hal itu, aku merasa sedikit lega. Langkah selanjutnya adalah aku harus mengambil bukti penting itu secepat mungkin.Tiga malam kemudian, saat Doni pergi keluar bersama teman-temannya. Aku memastikan dia sudah pergi, lalu mengirim pesan kepada Jarvis untuk memastikan agar peretasnya memutus aliran kamera.Aku menyelinap ke ruang kerja dan membuka brankas. Flashdisk yang berisi bukti itu ada di sana. Aku mengambilnya dengan hati-hati. Jantungku berdegup sangat kencang.Tepat saat akan pergi, sudut mataku menangkap dokumen lain di samping tempat flashdisk. Karena penasaran, aku membukanya. Ternyata itu adalah catatan tentang tambang ilegal.Lubang galian tambang yang tidak terstandar dan penggunaan pekerja gelap secara paksa.Pantas saja Keluarga Tobias kaya raya, ternyata mereka membangun kekayaan di atas nyawa manusia!Aku harus mengambil bukti in

  • Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter   Bab 8

    Ibu berusaha membuka matanya. Melihatku, seulas senyum muncul di wajahnya. Dia berkata, "Jivana, kenapa kamu pulang?"Aku menggenggam tangannya erat, air mataku tak berhenti mengalir. Aku menjawab, "Bu, aku sangat merindukanmu!"Ibu menghela napas, matanya memancarkan kekhawatiran. "Jivana, kenapa kamu menangis? Apa Doni nggak memperlakukanmu dengan baik?"Aku segera menghapus air mataku dan memaksakan senyum. Aku berkata, "Nggak, dia sangat baik padaku. Aku hanya sudah terlalu lama nggak bertemu Ibu, aku sangat kangen."Mendengar hal itu, Ibu baru bisa merasa tenang. Dia menatapku dengan penuh kasih sayang dan berkata, "Jivana, setelah menikah dengan Doni, kamu harus hidup dengan baik. Jangan membuat Doni marah."Kata-kata Ibu membuat hatiku semakin perih. Ibu belum tahu bahwa Doni yang paling dia percayai adalah iblis yang sesungguhnya."Baik, Bu," jawabku sambil memaksakan senyum, lalu bertanya, "Bagaimana keadaan Ibu akhir-akhir ini? Apa sudah mendingan?"Ibu menggelengkan kepala

  • Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter   Bab 7

    "Nona Jivana, aku sudah menyelidiki latar belakangmu. Kamu selalu berprestasi sejak kecil dan awalnya berencana mengambil gelar doktor.""Kamu menikah mendadak dengan Doni karena ibumu sakit keras dan butuh biaya besar, ‘kan?"Aku tertegun mendengar Jarvis telah menyelidikiku. Dengan bingung aku bertanya, "Apa maksudmu?"Jarvis tidak menjawab secara langsung, dia hanya menatapku dalam berkata, "Aku bisa memberimu sejumlah uang yang cukup untukmu dan keluargamu agar bisa hidup tenang. Tapi, kamu harus membantuku melakukan satu hal.""Apa itu?" tanyaku spontan."Curi sebuah dokumen milik Doni," jawab Jarvis dengan nada mantap dan kuat.Aku sangat terkejut. Secara refleks aku ingin menolaknya. Meski Doni telah membohongiku, bagaimanapun juga dia telah menyelamatkan nyawa ibuku. Aku tidak ingin menjadi orang yang membalas air susu dengan air tuba."Pak Jarvis, aku nggak bisa menyetujuinya." Aku menggelengkan kepala dan bangkit berdiri untuk pergi."Nona Jivana, apa kamu nggak ingin tahu k

  • Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter   Bab 6

    "Jivana, aku sudah memeriksa semua jalur yang memungkinkan untuk diperiksa, tapi catatan pernikahan Doni benar-benar kosong." Suara temanku terdengar pasrah saat melanjutkan, "Apa mungkin kamu terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh?"Tidak, tidak mungkin! Aku ingat jelas setiap kata, setiap suku kata yang diucapkan Doni! Namun, kenapa tidak ada jejaknya yang bisa ditemukan?Tepat saat itu, Doni menelepon dan mengatakan bahwa malam ini dia ada undangan pertemuan dan menyuruhku tidur lebih dulu. Pikiranku tergerak. Aku pun memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menyelidiki latar belakangnya lebih dalam.Malam harinya, aku mengemudikan mobil menuju bar tempat pertemuan Doni. Begitu masuk, kulihat Doni dikelilingi oleh sekelompok pria dan wanita, sedang asyik berpesta dan minum. Melihat kehadiranku, Doni tertegun sejenak, lalu mengerutkan kening. "Kenapa kamu ke sini?"Aku tersenyum dan mendekat. Aku menjawab, "Kamu belum pulang, jadi aku agak khawatir."Doni tidak menyahu

  • Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter   Bab 5

    Suaraku bergetar menahan tangis, berusaha membuatnya percaya padaku. Namun, Doni sama sekali tidak bergeming. Dia melotot padaku dan berkata dengan nada dingin, "Aku nggak butuh penjelasanmu. Sekarang, kamu cepat pulang!"Setelah mengatakan hal itu, dia membanting pintu mobil dan pergi tanpa menoleh sedikit pun. Aku berdiri terpaku di tempat, merasa putus asa. Aku tahu, kali ini aku benar-benar membuatnya marah.Aku berjalan pulang dengan perasaan hancur, bayangan tatapan kecewa Doni terus berputar di kepalaku. Aku benar-benar tidak berniat mengkhianatinya, tapi dia sudah sebulan tidak menyentuhku.Aku wanita normal, aku juga punya kebutuhan biologis.Tiba-tiba, sebuah sosok yang akrab muncul di hadapanku. Orang itu adalah Jarvis! Dia bersandar pada mobilnya dan memperhatikanku dalam diam. Saat melihatku, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman penuh arti."Nona Jivana, kebetulan sekali kita bertemu lagi."Suaranya yang berat dan seksi membuat jantungku berdesir. Aku menund

  • Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter   Bab 4

    Tepat pada saat itu, parasut yang semula tenang tiba-tiba berguncang hebat. Raut wajah Jarvis berubah drastis, dia segera melepaskanku untuk mengendalikan kemudi parasut."Pegangan yang kuat! Sepertinya kita terkena turbulensi!"Suara Jarvis menggelegar di telingaku. Aku tersentak sadar, rasa ngeri menyergap dalam sekejap. Barusan, aku hampir saja tenggelam dalam buaian gairahnya dan lupa bahwa kami masih melayang di angkasa.Aku memeluk Jarvis erat-erat, tubuhku gemetar hebat karena kombinasi rasa takut dan rangsangan yang tersisa. Sambil mengendalikan parasut, Jarvis terus menenangkanku, "Jangan takut, ada aku. Kita nggak akan kenapa-kenapa."Suaranya yang mantap dan kuat sedikit meredakan kecemasanku. Seiring dengan stabilnya parasut, kami berhasil melewati krisis tersebut. Namun, hatiku dipenuhi emosi yang campur aduk. Segala yang baru saja terjadi membuatku merasa malu sekaligus bergairah. Tak pernah terlintas di benakku bahwa dalam kondisi seperti ini, aku akan melakukan k

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status