Short
Panggung Gelap di Asrama Seni

Panggung Gelap di Asrama Seni

By:  NandoCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Astaga, serius ... rasanya mau mati karena enak banget ...." Di dalam kamar asrama putri, seorang gadis yang seluruh tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun mengeluarkan suara yang menyerupai tangisan. Tubuh indahnya tersentak ke depan, kedua tangannya mencengkeram sprei, seluruh tubuhnya menegang. Aku memeluknya dengan erat, sampai dia terkulai lemas seperti lumpur di atas tempat tidur .... Saat aku menoleh, aku langsung melihat teman sekamarnya sedang menatapku. Wanita itu tampak merona merah, tangannya sedang memuaskan diri seiring gerakanku, membayangkan dirinya yang aku mainkan ....

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Jimmy Mahendra, aku seorang mahasiswa baru.

Kemarin saat latihan militer selesai, Karina, pacarku yang sudah menahan diri selama setengah bulan tidak sabar lagi dan langsung menyuruhku masuk ke asrama putri.

Di bawah perlindungan dia dan teman sekamarnya, aku berhasil lolos dari pemeriksaan ibu asrama dan menginap di sana.

"Hei kuda liar, aku mau lagi ...."

Begitu lampu dipadamkan, pacarku langsung meraih tanganku, menyelinap ke dalam gaun tidurnya, lalu mulai menciumku dengan agresif.

Aku meremas pantat kecilnya. "Mereka 'kan belum tidur."

"Jangan pikir aku nggak tahu ...."

Pacarku menggoyangkan pinggangnya yang ramping di pelukanku, satu kakinya yang indah juga melingkar di pinggangku. "Tiap kali kamu bikin aku setengah mati ... kamu sengaja 'kan biar mereka denger kamu lagi ... nidurin aku ...."

Dua kata terakhir itu pacarku ucapkan sambil menggigit telingaku.

"Dasar cewek nakal! Emang segitu pengennya ya?"

Aku mulai bergairah saat merasakan lidah pacarku yang basah. Aku langsung melepas gaun tidurnya, menggunakan satu lengan untuk mengangkat kedua tangannya ke atas kepala, lalu menekannya di bawah tubuhku.

"Iya ... aku emang nakal ... bukannya kamu emang suka kalau aku agak nakal?" Pacarku menggoyangkan pinggulnya, terus menggodaku. "Malam ini aku udah cukup nakal belum? Hmm?"

"Nakal, parah banget nakalnya!"

Akhirnya, aku benar-benar tidak bisa menahan diri lagi. Aku menekannya hingga telungkup di tempat tidur, kedua tanganku memegang pinggangnya yang mungil, lalu aku menaikinya.

Tepat saat itu, tiba-tiba aku melihat Alin yang tidur di seberang bergerak sedikit.

Apa dia lagi mengintip?

Aku melirik diam-diam ke samping dan melihat dengan jelas dada Alin yang naik turun karena napas yang memburu, mulut kecilnya sedikit terbuka, pipinya memerah, dan mata sayunya menatap gerakanku, sementara tangan kecilnya menyelinap ke dalam celana tidur dan bergerak perlahan.

Saat mata kami bertemu, awalnya aku terkejut, tapi sedetik kemudian aku malah merasa sangat bergairah.

Alin ini kelihatan sangat polos, tidak disangka ternyata dia punya sisi yang berbanding terbalik.

Sambil mengintip adegan ranjangku dengan pacarku, dia malah memuaskan dirinya sendiri.

Aku tidak peduli apakah pacarku sadar kalau Alin lagi ngintip, aku menarik kakinya hingga terbuka lebar, lalu seperti kuda liar yang mengamuk aku menindih tubuhnya dan mengulangi gerakan kasar itu.

"Ah ... aku udah nggak kuat ... ampun ...."

Sampai suaranya terdengar seperti mau menangis, dia pun terkulai lemas di tempat tidur.

...

Keesokan harinya, saat fajar baru saja menyingsing, aku sudah ditarik paksa dari tempat tidur oleh ibu asrama.

Setelah aku selesai dimarahi dan keluar dari kantor ketua jurusan, waktu makan siang pun sudah berakhir.

Apalagi aku hampir seharian tidak buang air kecil, rasanya kantung kemihku sudah mau meledak karena menahan kencing.

Aku bergegas lari menuju toilet di gedung administrasi.

Namun, begitu sampai di depan pintu toilet laki-laki, aku malah melihat ada papan yang diletakkan di lantai dengan tulisan besar.

Sedang diperbaiki, mohon maaf atas ketidaknyamanannya.

Aku menoleh melihat lorong yang sepi, tidak ada pilihan lain, aku terpaksa masuk ke toilet perempuan.

Tapi, aku tidak pernah menyangka saat aku membuka bilik yang paling dalam, aku malah melihat seorang gadis bertubuh mungil baru saja selesai buang air kecil. Celananya melorot sampai ke lutut, dia sedang menunduk bersiap menarik celana dalamnya.

Ternyata itu Alin.

Dia sepertinya sama denganku, saking terkejutnya dia sampai terpaku dan lupa menarik celananya. Dia diam membeku selama belasan detik.

Tak tak tak.

Saat itu, terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru dari luar.

Aku tidak berpikir panjang, langsung maju dua langkah dan menyelinap ke dalam bilik yang sempit itu, membuat tubuhku dan Alin saling menempel erat.

Segera setelah itu, pintu bilik di sebelah terbuka. Setelah suara gesekan celana yang dilepas terdengar, mulailah suara air seni yang menghantam lubang toilet.

Meski suaranya tidak besar, di toilet yang kosong ini suaranya terdengar sangat jelas.

Alin dengan wajah merah bergerak gelisah di pelukanku.

Aku menunduk menatap gadis kecil yang lembut di pelukanku, hidungku menghirup aroma harum dari rambutnya. Kemudian, aku teringat kejadian gila di asrama putri tadi malam, tanganku pun meluncur turun dari pinggang belakangnya dan langsung meremas pantat kecilnya yang sangat kenyal.

"Ugh ...."

Alin tidak sengaja mengeluarkan suara erangan, napasnya pun jelas makin cepat, tubuhnya sedikit gemetar. Seluruh badannya benar-benar lemas.

Kalau bukan karena kedua tanganku yang memeluknya, dia pasti sudah jatuh merosot ke lantai.

Ternyata ada ya gadis yang sesensitif ini?

Memanfaatkan kesempatannya yang tidak berdaya untuk melawan, kedua tanganku menarik paksa celana beserta celana dalamnya sampai ke pergelangan kaki, lalu aku menekan bokongnya ke dinding bilik.

"Ja ... jangan ...."

Alin mencoba meronta sambil menggunakan kedua tangan indahnya untuk menutupi pantatnya agar aku tidak berhasil, lalu dia berbisik dengan napas terengah, "Aku ... aku masih perawan, nggak boleh lakuin ini di toilet ...."

"Kalau gitu pakai mulut."
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status