LOGIN"Astaga, serius ... rasanya mau mati karena enak banget ...." Di dalam kamar asrama putri, seorang gadis yang seluruh tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun mengeluarkan suara yang menyerupai tangisan. Tubuh indahnya tersentak ke depan, kedua tangannya mencengkeram sprei, seluruh tubuhnya menegang. Aku memeluknya dengan erat, sampai dia terkulai lemas seperti lumpur di atas tempat tidur .... Saat aku menoleh, aku langsung melihat teman sekamarnya sedang menatapku. Wanita itu tampak merona merah, tangannya sedang memuaskan diri seiring gerakanku, membayangkan dirinya yang aku mainkan ....
View MoreAku benar-benar tidak bisa memercayai telingaku sendiri.Mereka … ternyata punya hubungan semacam itu?Aku berdiri terpaku di tempat, tubuhku kaku dan tidak dapat digerakkan, seolah-olah disambar oleh kilat tidak kasat mata yang membuatku kehilangan seluruh kemampuan untuk bertindak.Segala kecurigaan itu seketika terhubung bagaikan benang-benang yang saling menjalin.Aku paham sekarang.Cara yang dia maksud adalah memanfaatkan ketua jurusan ini untuk memberinya jalur ilegal!Sungguh tidak pilih-pilih cara, aku harus membongkar kedoknya!Dengan jari yang gemetar karena emosi, aku mengeluarkan ponsel dan memunculkan sedikit bagian kamera di bingkai pintu. Setelah memastikan sudutnya pas untuk merekam pemandangan di dalam, aku menekan tombol rekam.Percakapan di dalam ruangan itu masih terus berlanjut."Kamu mau kuota kandidat kejuaraan itu? Bukannya fakultas udah tentukan orangnya, kalau nggak salah namanya Karina ...."Mendengar nama Karina disebut, jantungku langsung mencelos dan mera
"Karina, jangan menyerah, itu 'kan impian kamu."Kedua tangannya mengepal kuat, hingga kuku-kukunya hampir menancap ke telapak tangan."Aku setuju."Setelah mengatakannya, dia menoleh menatapku, memalsukan raut wajah tegar, lalu berkata dengan tegas, "Dan di antara kita, udah nggak ada kemungkinan bersama lagi."Setelah melemparkan kalimat itu, mereka pergi tanpa menoleh sedikit pun.Hatiku campur aduk menatap sosok Karina yang pergi menjauh.Aku tahu dia berat hati, tapi akhirnya dia tetap memilih berkompromi dengan Jessica demi aku.Rasa haru dan malu yang sulit dilukiskan muncul di benakku.Seandainya aku tidak ceroboh dan masuk ke jebakan orang lain, dia tidak akan ikut terseret sampai kehilangan kualifikasi untuk mengikuti lomba.Tanganku mengepal erat, aku menggertakkan gigi.Aku tidak akan pernah bisa terima begitu saja, aku ingin melihat sebenarnya si Jessica ini lagi rencanakan apa!Jangan sampai aku pegang aib kamu, kalau tidak, akan aku balas seribu kali lipat!Selama bebera
Setelah dijebak oleh Jessica seperti ini, aku benar-benar berada dalam situasi yang sangat sulit untuk dibersihkan namanya."Kamu percaya aku 'kan, aku nggak lakuin apa-apa sama dia ...."Suara Jessica menyerobot masuk dengan angkuh, dia justru menjadi pihak yang pertama kali menuduh."Karina, kamu lihat sendiri, 'kan? Dia semalam udah niat perkosa aku, hari ini malah ajak aku ke tempat begini!"Aku hendak membela diri, Alin ikut menimpali satu demi satu untuk memperkeruh suasana, "Sampah! Sudah punya Karina, masih saja godain Jessica, cuih!"Karina menutup telinganya dengan lunglai, air matanya tumpah seperti bendungan jebol."Jimmy, tadinya aku nggak percaya kamu bisa lakuin hal semacam ini, sampai akhirnya aku lihat sendiri dengan mata kepalaku ...."Tatapannya tiba-tiba terpaku pada satu titik, air matanya mengalir makin deras."Itu kue favoritku, kamu kasih juga buat dia?"Dia berjongkok dengan penuh penderitaan, wajahnya sudah dibanjiri air mata.Aku pun merasakan sakit yang luar
Apa yang sebenarnya dia rencanakan, sampai harus dibuat semisterius ini?Aku terus menggerutu kesal di dalam hati.Begitu melangkah masuk ke dalam hutan lebat ini, tercium aroma wangi yang samar merasuk ke dalam rongga hidung dan memberikan sensasi yang menyegarkan pikiran.Setelah berkeliling beberapa kali, tapi tidak menemukan siapa pun, tepat di saat aku merasa heran, sebuah suara tiba-tiba terdengar dari arah belakang."Kamu udah datang?"Suara itu membuatku kaget sampai gemetaran. Saat menoleh, entah sejak kapan sudah ada sesosok bayangan yang berdiri di belakangku, orang itu tidak lain adalah Jessica."Sebenarnya apa sih yang mau kamu omongin, sampai harus maksa aku datang ke tempat kayak gini?"Sudut bibir Jessica melengkung, membentuk senyuman dingin yang terasa asing."Soal kejadian tadi malam, gimana rencanamu buat jelasin ke Karina?"Entah kenapa, hatiku gelisah tidak keruan, ada rasa gatal yang aneh di dalam sana."Aku emang lagi emosional waktu itu, anggap aja hal itu ngga
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.