Mag-log inRAVE SANJERCAS - Five years ago, Rave had closed his life from the world and from everyone. Simula nang mamatay ang kanyang asawa ay itinuon na niya ang atensyon sa limang taong anak na si Ross, sa paggawa ng mga comic illustrations at pagsusulat ng mga nobela. For 5 years, he never let anyone enter his life, even GOD. Not until his best friend Mykael pestered him every day to get out and have fun. Nagawa nitong mapapayag siyang umalis sa bahay niya para samahan ang kaibigan na mag-bar. What he didn't expect ay bumili ito ng babae para paligayahin siya sa gabing 'yon. Si Laura, ang babaeng mala anghel ang mukha ngunit tila tinanggalan ng pakpak dahil napadpad ito sa ganoong trabaho. At one glance, Rave hated everything about Laura and her work. But what if Laura is different? Paano kung masyado lang siyang naging judgmental sa babae? Paano kung talagang anghel talaga ito? What if… Laura can be HIS BEAUTIFUL START?
view moreDIGEREBEK DI TOILET MASJID
"Buka hijab di sini enak kali ya?"
Elrima, gadis berusia 28 Tahun yang baru hijrah itu menanggalkan hijabnya, lalu membuka tiga kancing atas kemeja oversize yang melekat di tubuh semampainya.
"Ekhem!" suara dehaman berat seorang lelaki sontak membuat gadis itu celingukan.
Namun, ia kembali menghela napas lega karena nyatanya toilet masjid nan luas itu tak memperlihatkan orang lain selain dirinya.
Kriet!
Seorang laki-laki usia 40 Tahun keluar dari salah satu bilik WC. Elrima yang berada di tempat wudhu tak siap dan hanya mampu mematung sambil mempelototi lelaki dengan tubuh atletis itu.
Gadis yang baru hijrah itu tak sadar jika kepalanya memamerkan mahkota indah yang lurus legam, ditambah tiga kancing kemeja yang terbuka membuat seseorang tiga langkah di depannya menelan saliva. Paripurna. Indah. Mempesona. Tiga kata yang membuat siapa saja sulit menundukkan pandangan termasuk lelaki bernama Malik itu.
"Ngapain kamu di sini?!" panik Elrima sambil mencari-cari hijabnya yang entah di mana.
Situasi tak terduga memang kadang membuat manusia luput dari segalanya, termasuk hijab yang nyatanya tergantung di capstok belakang gadis itu.
Malik yang peka akhirnya berjalan tertatih hendak mengambilkan hijab si gadis yang baru saja menghipnotisnya. Namun kaki yang keram itu malah menyenggol lap pel yang masih berada di dalam ember.
Tak dapat dihindari, Malik terpeleset dan jatuh menimpa tubuh Elrima. Sayangnya bibir Malik sedikit menyentuh aset milik gadis itu yang terbuka.
"Hwaaaaaa! Tolooooong!" teriak Elrima sekenceng-kencangnya karena merasakan ngilu di bagian kepala yang terbentur lantai, juga tubuh yang berat ditindih Malik yang memiliki badan tinggi tegap.
Sontak seisi masjid yang baru saja akan mendengarkan khutbah jum'at dari sang penceramah, berhamburan keluar mencari sumber suara kegaduhan. Mereka berpencar tak karuan dan sampailah sekitar sepuluh orang di toilet masjid.
"Innalillahi! Kalian apa-apaan di rumah Allah yang suci ini!" teriak bapak tua seumuran ayah Rima.
Malik yang kakinya keram tak bisa berbuat apa-apa, sampai tiga orang lelaki menyeret paksa tubuhnya agar bangkit. Dengan langkah tertatih ia dipaksa berjalan cepat menuju pelataran masjid. Sementara Elrima buru-buru bangkit dan menyambar hijabnya.
Gadis itu bergidik ngeri saat mengancingkan kemeja dengan tergesa. Sungguh apes hidupnya hari ini. Entah dosa apa yang ia sudah lakukan di masa lalu hingga berada dalam situasi semacam ini.
"Hei perempuan murahan! Sini kamu!" pekik bapak tua tadi sambil melambaikan tangan dari luar toilet.
"Maaf, Pak. Saya ini cewek baik-baik! Jangan ngomong sembarangan dong! Mentang-mentang udah tuir hobinya menghakimi orang sesuka hati," rutuk Elrima yang hobinya senggol bacok sebelum hijrah. Ia berjalan mendekat pada lelaki tua yang wajahnya familiar itu.
"Eh, si perawan tua ternyata. Jangan-jangan saking gak lakunya mau menjebak lelaki di sini kamu biar dikawinin?" tuduh Pak Rusdi yang dulu anaknya meninggal tiga hari sebelum hari pernikahan dengan Elrima.
Entah sebuah kutukan atau sebenarnya ada dalang di balik meninggalnya semua lelaki yang berniat serius pada Elrima, pernikahan yang sudah disiapkan jauh-jauh hari nyatanya selalu berakhir tragis sebelum akad itu tergaung.
Dari usia gadis itu 23 Tahun sampai terakhir enam bulan yang lalu, sudah belasan lelaki yang akan mempersunting dan berakhir dengan sebuah kematian tak wajar.
Paling membekas di benak Elrima adalah yang terakhir kali sekitar enam bulan yang lalu. Calon suaminya meninggal terlindas truk membuat keluarganya mengutuk Elrima dengan sebutan perawan tua pembawa sial.
"Betul kan? kamu sudah menggoda lelaki biar dikawini?" ketus Pak Rusdi membuat Elrima kembali dari lamunan panjangnya.
"Pak! Cepat suruh dia ke sini!" seru seorang pemuda yang tak lain anak bungsu Pak Rusdi.
"Sini kamu! Awas jangan sampai tebar pesona sama si Rahmat juga, saya gak mau dia bernasib sama seperti kakaknya yang baru dimakamkan enam bulan lalu!" ancam lelaki dengan rambut sebagian memutih itu pada Elrima yang langsung mendengkus kesal.
Akhirnya gadis itu terpaksa mengekori dengan langkah gontai masuk ke dalam bangunan masjid. Betapa terkejutnya ia kala mendapati Malik sudah babak belur dipenuhi lebam dan darah segar. Lelaki dengan kemeja yang sudah koyak sebagian itu duduk bersila di tengah kerumunan orang.
"Hebat kalian sudah menghakimi orang sampai babak belur begitu," celetuk Elrima yang membuat suasana seketika hening. Gadis itu memang dikenal pemberani seolah tak takut pada apapun.
"Diam kamu Rima! Cepat duduk!" tegur seorang lelaki usia 50 Tahun yang tak lain Ayahnya Rima.
Seketika mata gadis itu membulat lebar kala melihat wajah merah padam ayahnya sendiri. Sebebal apapun Elrima, tetap ayah yang jarang marah selalu dihormatinya. Dengan terpaksa ia duduk dekat lelaki yang selalu ada untuknya itu.
"Benar kamu sudah berbuat asusila di toilet masjid, Neng?" tanya Pak Hamid dengan nada pelan tapi tatapannya tajam bagai elang.
"Ini salah paham, Yah." Elrima memelas sambil memegang tangan kanan ayahnya.
"Salah paham apanya? Saya lihat mereka tindih-tindihan tadi di lantai toilet. Saya sendiri sampai malu lihatnya," sanggah Pak Rusdi.
"Iya betul saya juga lihat!" beberapa pemuda yang tadi memergoki Malik dan Elrima ikut berseru memanasi suasana.
"Berisik!" teriak Elrima sambil berdiri saking kesalnya terus disalahkan, membuat suasana kembali bisu.
"Kalian gak denger apa?! Tadi saya teriak minta tolong?Kalau lagi enak-enak ngapain histeris gitu pasti saya bakalan diem-diem bae karena takut ketahuan," jelas Elrima yang membuat beberapa orang mengangguk sementara Pak Rusdi mendengkus kasar.
"Jadi kamu dilecehkan, Neng?" tanya Pak Hamdi yang sedikit bernapas lega sekaligus tak menyangka dalam waktu bersamaan.
Entah apa yang terjadi tapi setidaknya Elrima tetap anak yang baik di matanya meski harus mengalami kejadian tragis seperti tadi. Sementara Elrima sendiri bingung harus menjawab bagaimana. Sebab semuanya terjadi begitu cepat dan diluar prediksi.
"Kurang ajar kamu sudah melecehkan anak kesayangan saya! Pokoknya sekarang tanggung jawab nikahi dia!" serang Pak Hamdi sambil mencengkram kemeja lelaki yang hanya diam dengan tatapan dingin itu.
"Maaf, Pak. Saya tak mungkin menikahi dia," ujar Malik dengan nada teratur dan berat sambil melirik Elrima.
"Apa?! Kurang ajar kamu!" sentak ayahnya Elrima sambil mencoba memukul Malik tetapi segera ditangki lelaki itu.
"Dengar, Pak! Saya sudah beristri dan kejadian hari ini hanya salah paham belaka. Jadi hentikan kegilaan kalian!" rutuk Malik karena sudah tak tahan lagi.
Oyy!Lumaban si papa, matapang, oyy!Lumaban si papa, matapang, aww!Tawang–tawang si Laura nang makita ang video ni Rave. Ito raw ‘yong initiation video nila Rave, Mykael, at Kevin dati. Si Kevin nagbigay ng copy sa kanya. Traydor talaga ang ‘sang ‘yon. Sabi ni Kevin sa kanya, 18 pa raw sa video na ‘yon si Rave. Ang bata–bata pa nito sa video at ang kinis–kinis ng legs ng asawa niya.Laban–laban, o bawi–bawi!Laban–laban, o bawi–bawi!Gayang–gaya ni Rave ang stepping ng Sexbomb habang nakasuot ito ng sobrang ikli na puting shorts. Ang kinis talaga ng legs. Nakasuot ng mahabang wig si Rave at naka pulang spaghetti blouse at rubber shoes na minidyasan pa nito nung uso noon na medyas na may pa ruffles.
“‘YONG SINULAT MO sa mga paper planes,” basag ni Laura sa kalagitnaan ng first dance nila bilang mag–asawa. Pero sa pagkakataon na ‘yon. Totoo na talaga. Totoong kasal at sa totoong pari. “Akala ko talaga nakalimutan mo na ‘yon.”“How can I forget that when you’re in my mind every day?”Natawa siya. “Ay talaga?”“I had a hard time looking for the perfect song that will tell Rave’s love for Laura. Don’t ask how I did that because it was a disaster. Thank God, I survived that stage of my life.”“Bakit feeling ko hiningan mo rin ng advice sila Mykael, Kevin at Peter?”“Na sana ‘di ko na lang ginawa.”Lalo siyang natawa. “Sinabi ko na e.”“Paano ba ako nagkaroon ng mga ganoong kaibigan?” Napailing–iling na lang si Rave.“Kasi nga kailangan mo sila sa buhay mo.”
SA WAKAS AY NAKALABAS na rin ng ospital si Lawrence. Sa ngayon ay nasa poder na ito ng totoo niyang ama. Inaayos na ng attorney ng papa niya ang adoption papers ni Lawrence para maging legal na anak ito ng papa niya.Alam lahat ng ama niya ang tungkol sa kanya at sa kapatid niyang si Lawrence dahil nagpaimbestiga ito sa kanya simula nang makita siya nito roon sa resort nila Rave. Malaki ang hawig niya sa nanay niya at sa yumaong anak nito na babae kaya kinutuban na ito.Ibinalita na rin sa kanila ni Peter ang nakakalungkot na sinapit ng kanyang kinilalang ama. Natagpuan ang bangkay nito na palutang–lutang sa dagat sa Cebu. Ayon kay Peter, sinadyang patayin ang ama base na rin sa ilang balang bumaon sa katawan nito.Kahit na hindi naging maganda ang trato ng kinilala niyang ama ay nalungkot pa rin siya at naiyak sa kamatayan nito. Lalo na para kay Lawrence na siyang totoo nitong anak. Pinagdasal na lamang niya ang kaluluwa ng kanyang yumaong ama at tiyahin.
“I KNOW YOUR MOTHER, Laura.”Matamang nakatitig lamang si Laura kay Mr. Anthony Go. Hinayaan niyang ikuwento nito ang lahat. Nagulat siya nang makita ito. Sinabi sa kanya ni Rave na may gusto raw kumausap sa kanya tungkol sa totoo niyang ama. Hindi niya inasahan na si Mr. Go pala ang taong gusto siyang kausapin.“Ang m–mama ko po? Paano po?”“Laura, hija. Patawarin mo sana ako kung hindi ko nagawang mahalin pabalik ang ‘yong ina.” Kumunot ang noo niya.Mahalin? Bakit?“Inaamin kong malaki ang naging kasalanan ko sa aking namayapang asawa. At lubos ko ‘yong pinagsisihan. Kung alam ko lamang na nagbunga ang gabing ‘yon ay sana nagawa kong tulungan si Laurine.”“H–Hindi ko po kayo maiintindihan...”“Nakilala ko ang ‘yong ina sa isang bar. Kamukhang–kamukha mo si Laurine, Laura. Your mother was the most beautiful girl in that b
"ANONG GINAGAWA mo rito, hija?” kalmadong tanong ng ginang sa kanya, bakas pa rin ang disgusto sa boses nito.“Maari ko po ba kayong makausap?” lakas na loob na sabi niya. “Kayo pong dalawa. Kahit ilang minuto lang po.”Binalingan ng donya ang apo. &ldquo
“I SEE, THEY’RE BACK.” “Naikwento kasi ni Kevin sa’kin ang tungkol sa relasyon ni Rave at ng mga magulang ni Hannah. Sabi niya, simula nang mamatay si Hannah ‘di na naging maganda ang relasyon nila.” Niyaya siya ni Mykael sa loob ng opisina nito. Muli ay namangha siya sa interior de
HE NEVER REALIZED it nor until she left. Until she turns her back at him. He was too harsh. He couldn’t contain his anger. He didn’t want other people to be treated badly because of him. He didn’t want others to worry. If he can, he would do his best to keep everything by himself. It works
NAINGAT NI RAVE ANG mukha sa malaking bahay ng mga Rodriguez. Humugot siya nang malalim na hininga. Ito ang unang beses na kakausapin niya ang mga magulang ni Hannah para ipaliwanag ang sarili. Tama si Laura at ang mga kaibigan niya. Hindi masamang sabihin ang totoo niyang nararamdaman. Hindi mas












Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
RebyuMore