แชร์

Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia
Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia
ผู้แต่ง: Berry

Bab 1

ผู้เขียน: Berry
Angin malam membawa aroma asin ombak yang bercampur dengan wangi wiski yang dingin. Aku diam-diam bersembunyi di balik bayang-bayang kontainer nomor tiga di dermaga baru. Ujung jariku mencengkeram gaun malamku hingga kainnya kusut dan memutih.

Sinar lampu sorot menembus kegelapan malam, menerangi geladak kapal kargo itu hingga terang benderang seperti siang hari.

Oliver, tunanganku, sedang berdiri di tengah geladak sambil merangkul Evelyn. Kalung permata hitam di leher wanita itu memantulkan cahaya menyilaukan di bawah sinar lampu yang terang-benderang, sehingga membuat mataku perih.

Seharusnya, permata itu adalah tanda pertunangan kami. Dahulu, Oliver pernah mengelus permata itu dan berjanji akan mencintaiku selamanya.

Namun, saat ini, ujung jari Oliver mengusap lembut pengait kalung di leher Evelyn, kelembutan di matanya adalah sesuatu yang tidak pernah kulihat selama 12 tahun ini.

Evelyn mengenakan gaun satin merah tua, yang merupakan warna favorit Oliver. Dia tersenyum lembut dengan mata tertunduk di tengah embusan angin laut yang lembap dan asin, persis seperti sosok istri pemimpin klan.

Tiba-tiba saja, Jason adikku, melangkah maju dengan cepat. Dia mengucapkan selamat kepada Oliver dan Evelyn dengan suara lantang, "Pak Oliver, Bu Evelyn, aku ikut berbahagia untuk kalian. Kalian adalah pasangan yang paling serasi!"

Saat ini, di mata Jason hanya ada adik tirinya itu. Seakan-akan, Jason sudah benar-benar lupa bagaimana Emma, ibu Evelyn, menyiksa dan memukuli kami berdua saat kami masih kecil dahulu.

Oliver tidak lagi mengatakan apa pun. Tatapannya terus tertuju pada Evelyn. Kemudian, Oliver membungkuk dan mencium Evelyn dalam-dalam. Ciuman itu berlangsung selama sepuluh menit penuh dan menghanguskan obsesiku selama 12 tahun.

Kaki Evelyn lemas dan dia pun bersandar di pelukan Oliver. Oliver pun segera membopong Evelyn dengan tatapan penuh kasih sayang yang tidak lagi dia sembunyikan.

Melihat hal itu, Jason kembali berseru untuk memanaskan suasana, "Semoga Pak Oliver dan Bu Evelyn selalu sehati selamanya, mencintai satu sama lain seumur hidup!"

Suara tepuk tangan dan sorak-sorai dari atas geladak terbawa oleh deru ombak, tetapi aku mematung di tempat. Seakan-akan, aku terisolasi dari hiruk-pikuk di sekelilingku.

Jantungku rasanya seperti digilas habis oleh besi beton dermaga, sakit dan menyesakkan.

Aku mengeluarkan ponsel dan menghubungi nomor Oliver. Ponsel di saku celana Oliver bergetar. Dari sudut mataku, aku melihat Oliver melirik nama kontak di layar. Wajah Oliver langsung menjadi muram. Kilatan kepanikan yang nyaris tak terlihat melintas di matanya.

Awalnya, Oliver hendak langsung menolak panggilan itu. Namun, setelah Evelyn mengangkat tangannya untuk menyentuh lengan Oliver dan membisikkan sesuatu, Oliver pun berbalik dengan tidak sabar menuju sudut kapal kargo yang sepi. Dengan membelakangi kerumunan, dia mengangkat telepon dan sengaja merendahkan suaranya. Nada bicaranya penuh dengan ketenangan yang dipaksakan dan rasa tidak sabar. "Halo?"

Tenggorokanku terasa tercekat. Sambil menahan gejolak rasa sesak dan perih, aku pun bertanya pelan, "Kamu di mana? Bukankah kita sudah sepakat kalau malam ini kamu akan menemaniku merayakan ulang tahun?"

Oliver mendengus sinis. Nada bicaranya terdengar ketus dan penuh penghinaan. Meski Oliver sengaja merendahkan suaranya, kata-katanya masih bisa terdengar samar oleh anak buah di sekitarnya. Jelas sekali jika dia sama sekali tidak memedulikan perasaanku. "Bisa nggak kamu berhenti menggangguku? Kalau lagi hamil, diam saja di rumah, jangan terus-menerus mengawasiku! Bella, apa nggak ada hal lain yang bisa kamu kerjakan selain terus menggangguku?"

"Sudah kubilang, aku lagi membereskan urusan klan yang mendesak bersama adik tirimu, ngerti nggak? Adik kandungmu juga ada di sini! Dasar pikiranmu saja yang kotor! Isi kepalamu cuma hal-hal cabul dan memalukan, sampai semuanya kamu kaitkan dengan perselingkuhan!" Oliver bicara dengan begitu cepat dan menyiratkan rasa panik karena rahasianya mulai terbongkar, sekaligus kemarahan yang meluap-luap.

Oliver pernah berjanji bahwa apa pun yang terjadi, dia pasti akan selalu menemaniku di setiap hari ulang tahunku.

Ujung jariku yang menggenggam ponsel terasa sedingin es. Di saat yang sama, sayup-sayup terdengar bisikan dua pekerja dermaga di dekatku, "Demi acara ini, Pak Oliver sampai menghentikan pengiriman senjata di dermaga baru selama berbulan-bulan. Bahkan, kapal kargo ini sengaja dikosongkan hanya untuk dijadikan tempat acara."

Kata-kata itu langsung menghancurkan sisa-sisa harapan terakhir di dalam hatiku.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia   Bab 9

    Tiga tahun kemudian, aku menjadi penguasa paling berpengaruh dalam sejarah dunia mafia.Bisnis klan sudah menyebar ke seluruh dunia dan pengaruh "Mata Ular" juga makin besar. Tidak ada lagi yang berani memancing amarahku. Aku memiliki pengikut yang tidak terhitung jumlahnya. Mereka sangat setia dan rela mati demi diriku.Jason juga sudah banyak berkembang. Dia bukan lagi si bodoh yang gampang ditipu seperti dahulu. Sekarang, Jason adalah asisten kepercayaanku yang membantuku menangani urusan klan sehari-hari dan menangani berbagai krisis. Cara kerjanya tenang serta berpengalaman, sehingga dia mendapat kepercayaan penuh dari para tetua.Malam itu, setelah menyelesaikan pekerjaan, aku kembali ke vilaku.Begitu turun dari mobil, aku melihat seseorang berdiri di depan pintu. Pria itu kurus kering, rambutnya memutih dan tatapan matanya tampak keruh. Pria itu kehilangan satu matanya, kakinya pincang hingga harus bertumpu pada sebatang tongkat kayu. Pakaiannya juga compang-camping dengan bau

  • Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia   Bab 8

    Oliver masih berlutut di lantai. Mulutnya tak henti-hentinya menggumamkan, "Aku salah." Namun, aku bahkan tidak sudi meliriknya sedikit pun. Pria seperti ini tidak layak mendapatkan maaf dariku, apalagi menampakkan diri di hadapanku."Bawa dia pergi, kurung di ruang bawah tanah," perintahku dengan dingin kepada anak buahku. "Biarkan dia merasakan sendiri penderitaan yang aku dan Jason alami di sana dulu."Oliver mengangkat kepalanya dengan ketakutan. "Jangan, Bella! Aku tahu aku salah. Lepaskan aku!""Melepaskanmu?" Aku mencibir. "Waktu aku dan Jason kelaparan, kedinginan dan dipukuli di ruang bawah tanah dulu, siapa yang melepaskan kami? Waktu ibuku dipaksa mati oleh kalian, siapa yang melepaskannya? Oliver, ini balasan yang pantas untukmu."Anak buahku maju, mencengkeram Oliver dan menyeretnya keluar.Oliver meronta-ronta dan menjerit histeris. Akan tetapi, tidak ada satu pun orang yang memedulikan dia.Melihat sosok Oliver yang tampak menyedihkan itu, tidak ada sedikit pun rasa kas

  • Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia   Bab 7

    Pada hari pertemuan para tetua klan, Oliver dan Evelyn berdiri di atas panggung, memberikan jaminan kepada para tetua bahwa mereka akan segera menyelesaikan krisis klan dan menstabilkan bisnis senjata api.Oliver berbicara panjang lebar mengenai rencananya, sementara Evelyn berdiri di sampingnya. Sesekali, Evelyn menunjukkan senyum lemah lembut demi menarik simpati.Tepat pada saat itu, pintu ruang pertemuan ditendang hingga terbuka lebar.Aku mengenakan pakaian kulit hitam dan kacamata hitam, diikuti oleh wakilku, Jessica, serta belasan elite dari "Mata Ular", melangkah masuk dengan aura yang mengintimidasi."Bella? Berani-beraninya kamu kembali!" teriak Oliver dengan terkejut dan marah sambil menunjuk ke arahku. "Pengkhianat sepertimu masih berani muncul di sini?"Aku melepas kacamata hitamku dan menatap Oliver dengan dingin. "Pengkhianat? Menurutku, pengkhianat yang sebenarnya adalah 'si cantik yang sakit-sakitan' di sampingmu itu. Juga, ayah mertuamu yang nggak punya hati nurani."

  • Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia   Bab 6

    Hari itu, bawahanku mengirimkan sebuah rekaman suara percakapan antara ayahku dengan pihak pasar ilegal. Di dalamnya, disebutkan dengan jelas bahwa demi mendapatkan dana ilegal dari transaksi senjata api tersebut, ayahku sengaja merusak jalur kontainer untuk memicu ledakan, lalu merekayasa kejadian itu seakan sebuah "kecelakaan."Ada juga laporan medis milik mendiang ibuku.Laporan itu menunjukkan bahwa sebulan sebelum kematiannya, Ibu terus-menerus dicekoki obat halusinogen yang menyebabkan Ibu mengalami gangguan mental, hingga akhirnya Ibu tewas karena "bunuh diri."Lalu, dokter yang meresepkan obat tersebut ternyata adalah kerabat jauh Emma, yang kini sudah berimigrasi ke luar negeri.Aku merapikan semua bukti tersebut dan mengirimkannya secara anonim kepada beberapa tetua klan yang selama ini tidak puas dengan Oliver. Para tetua ini adalah orang-orang lama yang ikut berjuang membangun kekuasaan bersama kakekku. Mereka memiliki ikatan emosional yang kuat dengan ibuku. Sejak dahulu,

  • Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia   Bab 5

    Setelah aku pergi, Jason menemukan sebuah mobil mainan saat sedang membereskan barang-barang di kamar Evelyn.Mobil itu adalah mainan yang kami mainkan bersama saat masih kecil. Dahulu, Jason tidak sengaja menghilangkannya dan menangis selama berhari-hari sampai akhirnya aku berhasil menemukannya kembali. Begitu melihat mobil mainan itu, ingatan yang sudah lama terkubur tiba-tiba meluap dalam benak Jason, seperti ruang bawah tanah yang gelap, bau apek yang menyengat, rasa lapar yang melilit perut, hingga tamparan keras dari Emma ….Serpihan-serpihan ingatan ini membuat Jason merasa kepalanya seakan mau pecah. Jason menggelengkan kepala, mencoba mengusir pikiran-pikiran tersebut. Akan tetapi, untuk pertama kalinya, kepercayaan Jason kepada Evelyn mulai goyah.Jason teringat ucapanku sebelumnya, teringat hal-hal yang janggal saat kematian ibunya dan sebuah pemikiran mengerikan mulai tumbuh di benaknya, mungkinkah semua yang kukatakan itu benar?Jason mengeluarkan ponselnya dan menghubung

  • Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia   Bab 4

    Berbaring di atas meja operasi, tanpa sadar aku pun meraba perut bagian bawahku. Di sinilah dahulu pernah tumbuh satu kehidupan kecil.Seharusnya, dia menjadi bukti cinta antara aku dan Oliver. Namun, kini, yang tersisa hanyalah ironi yang tiada berujung.Saat ahli anestesi bersiap melakukan suntikan, terdengar suara langkah kaki yang mengendap-endap dari arah pintu. Itu bukanlah perawat yang sebelumnya bertugas merawatku, melainkan seraut wajah asing dengan tatapan mata gelisah. Jemarinya menggenggam erat sebuah tabung suntik yang tertutup rapat.Seketika, hatiku langsung waspada. Benar saja, Emma akhirnya tidak tahan lagi untuk bertindak. Selama bertahun-tahun ini, dia menganggapku sebagai duri dalam daging. Tidak cukup menyudutkan ibuku hingga tewas sebelumnya, sekarang dia bahkan tidak melepaskan anak dalam kandunganku."Kamu dari departemen apa? Perawat yang bertugas merawatku sebelumnya bukan kamu," kataku, sengaja melambatkan nada bicara, sementara jemariku diam-diam meraba ke b

  • Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia   Bab 3

    Aku mengikuti arah pandangannya, menatap jemari tangan Oliver yang bertautan dengan jemari Evelyn.Jari-jari Oliver menggenggam erat jemari Evelyn, seakan takut Evelyn akan terluka sedikit saja. Sementara aku, aku hanyalah seorang penyusup yang tidak diinginkan."Nggak perlu." Aku mengalihkan pandan

  • Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia   Bab 2

    Kata-kata pedas Oliver masih terngiang-ngiang di telingaku.Aku melepaskan cengkeramanku pada ponsel. Layar ponsel meredup dan sisa cahaya terakhir di mataku padam sepenuhnya.Dengan cepat, ujung jariku mengonfirmasi klinik aborsi. Klinik itu sudah kucari sejak lama dan letaknya sangat jauh dari der

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status