共有

Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta
Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta
作者: Jasmine Flower

Bab 1

作者: Jasmine Flower
Untuk sesaat, Lukas Moreno menatapku seolah aku sedang berbicara dalam bahasa lain. Kemudian, ekspresinya berubah menjadi raut kesabaran yang penuh kelelahan.

"Arina, aku sadar salah karena sudah menyembunyikan jati diriku yang asli. Aku tahu menikahi orang lain memang tidak bisa dimaafkan. Tapi hidup ini tidak berjalan berdasarkan kemungkinan-kemungkinan. Satu-satunya keluarga yang punya cukup pengaruh untuk bernegosiasi dengan Keluarga Moreno adalah Keluarga Voltera."

Dia melihat ke sekeliling ruangan. "Kita sudah tinggal di sini selama tiga tahun. Aku mengenalmu, kau bukan tipe wanita yang cocok berada di ruang pesta Komisi Tinggi."

Lukas telah menyembunyikan fakta bahwa dia adalah pewaris tahta di sebelah utara kota, tetapi entah bagaimana dia merasa yakin bahwa aku tidak mungkin menyembunyikan apa pun darinya.

Aku memandang ke sekeliling rumah kecil kami. Di luar jendela, terlihat tanaman herbal dan sayuran yang telah kutanam dengan tanganku sendiri. Di atas lantai kayu terdapat ranjang bayi yang telah diamplas oleh Lukas, dengan satu sisi yang masih belum selesai. Selama tiga tahun ini, aku benar-benar percaya bahwa tempat ini adalah seluruh duniaku.

"Lukas, bayi kita akan segera lahir." Aku mencengkeram lengan bajunya, mencoba untuk terakhir kali menarik kembali pria yang dulu kukenal itu. "Apa kau beneran tega membiarkan anak kita lahir tanpa seorang ayah?"

Rasa sakit sempat terpancar di sorot matanya, tetapi dia segera memadamkannya dalam sekejap. "Bella juga sedang hamil sembilan bulan. Ayahnya akan memberikan jalur perdagangan senjata, gudang dermaga, dan seluruh tim keamanan pribadi atas pernikahan ini. Aku harus memberinya status."

"Lalu, bagaimana denganku? Apa kau tidak peduli padaku dan bayi kita?"

Lukas mengangkat tangan dan menyeka air mataku. Sentuhannya masih terasa lembut, namun kata-katanya justru lebih tajam daripada pisau. "Aku tidak akan membuangmu. Aku akan menikahinya dulu. Aku sudah menyiapkan rumah persembunyian di Rosea Utara. Kau kan suka menanam, jadi aku akan mengubah balkonnya menjadi rumah kaca. Saat bayi ini lahir, dia akan mendapatkan dokter anak terbaik di Charagos. Selain pengakuan di depan publik, apa pun yang kau inginkan, pasti akan kuberikan."

Aku mundur dan menggelengkan kepala. "Aku tidak ingin dikurung di apartemen yang dijaga ketat. Aku tidak ingin bayiku tumbuh sebagai anak rahasia dan menjadi bahan omongan semua orang."

Dia terdiam sejenak. "Aku tidak pernah menganggapmu sebagai simpanan. Selama kau tidak muncul di depan Bella, tempat itu akan tetap menjadi rumah kita."

"Tidak." Aku menatapnya lurus. "Ini rumahku. Dan, aku tidak akan pergi ke mana pun."

Rumah ini menyimpan setiap kepingan diriku yang lembut dan penuh harapan. Anak kami seharusnya lahir di sini, bukan di penjara mewah dengan orang-orang bersenjata yang berjaga di luar pintu.

Lukas menutup mata, dan ketika membukanya kembali, sosok pria yang mencintaiku telah sirna.

"Tidak boleh ada masalah sebelum pernikahan. Kalau sampai Keluarga Voltera mengetahui tentang keberadaanmu dan bayi ini, kau akan berada dalam bahaya yang lebih besar daripada yang kau tahu. Setiap jejak harus dihilangkan."

Dia mengangkat satu tangan. Lalu, orang-orang di belakangnya segera bergerak membawa jerigen-jerigen bensin menuju rumah.

Perutku langsung terasa mual. "Lukas, jangan. Jangan berani-beraninya kau melakukan itu."

Bensin terciprat ke dinding kayu, dan sebuah korek api menyala. Dalam hitungan detik, api menjalar ke dinding dan melahap tirai dapur, lalu ranjang bayi yang baru setengah jadi, dan pagar yang kami cat bersama di musim semi tahun lalu. Cahaya jingga itu melahap paksa tiga tahun dari hidupku.

Aku menjerit dan mencoba berlari maju, tetapi Lukas menangkap dan mendekapku erat. "Bersikaplah yang baik demi aku. Nanti saat waktunya tepat, aku akan memberi anak kita nama Keluarga Moreno. Aku akan membawamu kembali ke rumah utama. Dan, kita akan memiliki semua yang kita miliki sebelumnya, bahkan jauh lebih baik."

‘Tidak, Lukas. Aku adalah putri tunggal dari Ketua Komisi Tinggi Mafia. Aku adalah satu-satunya pewaris Keluarga Castelo. Dan, aku tidak akan pernah sudi menjadi wanitamu yang bersembunyi di dalam kegelapan.’

Tiga tahun yang lalu, aku bertengkar hebat dengan ayahku. Dia ingin aku menikahi pewaris tahta dari aliansi Kosta Timur untuk menjaga suaranya di Komisi Tinggi tetap stabil. Aku sudah muak dengan pernikahan yang dibangun berdasarkan nama keluarga, kekuasaan wilayah, dan keuntungan. Jadi, aku melarikan diri dengan menggunakan nama palsu, dan kabur ke tepi danau.

Di sanalah aku bertemu dengan Lukas. Dia mengenakan jaket kulit tua, mengendarai sepeda motor hitam, dan berhenti di pinggir jalan untuk memperbaiki truk pikapku yang mogok. Dia mengatakan kepadaku bahwa dia hanyalah seorang pria yang sedang mengembara. Ketika tersenyum, dia tampak seperti hari hangat pertama yang muncul setelah musim dingin yang membekukan.

Aku menyembunyikan nama Castelo, sedangkan dia menyembunyikan nama Moreno. Kami tidak mengadakan pernikahan mewah, tidak ada restu keluarga, dan tidak ada saksi kecuali danau dan hembusan angin. Kami bertukar dua cincin perak polos, dan malam itu dia memelukku erat dan berkata, "Saat kita menggelar pernikahan yang sesungguhnya nanti, aku akan memasangkan mahkota berlian paling megah di kota ini di atas kepalamu."

Sekarang rumah itu telah menjadi abu, dan aku telah dipindahkan ke rumah persembunyian di Rosea Utara seperti sebuah masalah yang perlu ditutup rapat. Para pengawal berdiri di luar jendelaku. Lift di sini membutuhkan sidik jari Lukas untuk bisa beroperasi. Dari balik dinding kaca, yang bisa kulihat hanyalah gemerlap kota yang berkilauan di kejauhan, terasa cukup dekat untuk mengejekku dan terlalu jauh untuk bisa dijangkau.

Di lorong, dua pelayan terdengar berbisik saat membawakan makan malam.

"Apa kau sudah dengar, Tuan Lukas meminjam sesuatu dari koleksi pribadi Ketua Komisi Tinggi untuk Nona Bella."

"Maksudmu mahkota Bintang Castelo? Mahkota berlian yang dibuat khusus oleh Vino Castelo untuk pernikahan putrinya? Seharusnya, hanya putri mafia sejati yang boleh mengenakan itu."

"Kalau Nona Bella bisa mendapatkannya, itu berarti Keluarga Moreno benar-benar sudah naik pangkat."

Aku bersandar di pintu dan tertawa pelan. Lukas pernah berjanji akan memberiku sebuah mahkota berlian. Sekarang, dia justru memberikannya kepada wanita lain.

Tetapi, dia telah melupakan satu hal. Bintang Castelo tidak akan pernah menjadi milik Keluarga Voltera. Mahkota itu adalah milik seorang putri Keluarga Castelo.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 7

    Tiga bulan kemudian, ayah akhirnya setuju untuk mengizinkanku pindah dari rumah utama.Awalnya, dia menolak keras. Kemudian, aku duduk di ruang kerjanya sepanjang sore dengan Maria di pelukanku. Pada akhirnya, dia kalah oleh satu kuapan mengantuk dari cucunya. Dia lalu menandatangani surat persetujuan itu dengan wajah muram dan menugaskan dua tim keamanan tambahan, bahkan sebelum aku sempat berterima kasih padanya.Aku kembali memilih tempat di tepi danau, tetapi bukan rumah yang dulu. Yang ini berdiri dekat dengan kediaman Keluarga Castelo, dengan bukit di belakangnya, dan hamparan air di depannya, serta deretan pohon mapel perak di sepanjang jalan.Aku membangun sebuah rumah kayu baru, memasang pagar putih, dan memenuhi halaman dengan tanaman tomat, min, dan bunga matahari. Setiap beberapa hari, ayah akan mengirimkan satu truk penuh berisi barang-barang, ada susu formula, pakaian bayi, kaca anti peluru, sampai sistem keamanan baru ... seolah-olah dia bermaksud memindahkan seluruh isi

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 6

    Sebulan kemudian, tubuhku sudah cukup pulih untuk bisa berjalan menuruni tangga.Ayah sengaja membangun sebuah rumah kaca kecil di belakang kediaman kami. Di dalamnya terdapat tanaman tomat, kemangi, dan stroberi."Kau suka bercocok tanam, kan?" katanya dari ambang pintu. Suaranya terdengar canggung seperti seorang Ketua Komisi Tinggi dunia mafia yang ditakuti ketika sedang mencoba bersikap lembut. "Tanam apa pun yang kau mau. Kalau ini masih tidak cukup, Papa akan lebarkan lagi."Aku melihat tanah gembur yang telah dibajak itu dan mulai tertawa. Kemudian tawa itu mendadak berhenti, dan air mata kembali mengalir di wajahku.Ayah langsung mengerutkan kening. "Kau tidak suka? Papa akan minta orang bongkar dan membuat ulang.""Tidak perlu." Aku menyeka pipiku. "Aku sangat suka."Dan, aku bersungguh-sungguh mengatakannya.Aku tidak pernah benar-benar menginginkan sebuah tahta, mahkota, atau pun ruangan penuh pria yang menundukkan kepala mereka di hadapanku. Aku hanya menginginkan sebuah la

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 5

    Saat kami kembali ke kediaman Keluarga Castelo, waktu sudah malam.Ketika pergi tiga tahun lalu, aku pikir kediaman ini seperti sebuah sangkar emas. Namun sekarang, saat mobil melaju melewati gerbang besi dan melihat lampu menyala di jendela rumah utama, aku merasakan sesuatu yang sudah lama tidak kurasakan.Aku sudah pulang.Ayah tidak memarahiku. Dia berdiri di luar dinding kaca ruangan pusat medis dan mengamati bayi mungil di dalam inkubator itu untuk waktu yang sangat lama, matanya tampak merah."Siapa namanya?" tanya ayahku.Aku melihat kepalan tangan putriku dari balik kaca. "Maria ... Maria Castelo."Ayah mengangguk, suaranya terdengar serak. "Bagus. Dia menggunakan marga keluarga kita."Dokter mengatakan bahwa Maria berhasil selamat karena penanganan medis bisa dilakukan tepat waktu. Dia masih harus terus diobservasi, tetapi masa kritisnya telah berlalu. Sedangkan untukku, efek obat-obatan, kehilangan banyak darah, dan operasi sesar darurat telah merusak tubuhku. Proses pemulih

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 4

    Aula pernikahan itu menjadi sunyi senyap.Buket bunga Bella bergetar di tangan dan wajah Lukas menjadi pucat pasi di tempatnya berdiri.Lalu, aku muncul dari balik tubuh ayahku, duduk di kursi roda dan didorong oleh dokter pribadi.Aku mengenakan gaun beludru hitam dengan selendang bulu putih yang melingkar di bahu. Mahkota yang telah menjadi bahan gosip selama tiga hari itu, Mahkota Bintang Castelo, tampak tersemat indah di rambutku. Di bawah siraman cahaya lampu, berlian-berlian itu tampak berkilauan seperti salju yang dingin.Kotak cincin terlepas dari tangan Lukas dan jatuh ke lantai. Suara benturannya kecil, tetapi semua orang bisa mendengarnya dengan jelas."Arina?"Aku berhenti tepat di depannya dan menatapnya dengan tenang. "Selamat atas pernikahanmu, Tuan Lukas Moreno."Bella merobek tudung pengantinnya. "Apa kau gila? Kau berani sekali berpura-pura menjadi seorang Castelo dan mengacaukan pernikahanku?"Kepala pengawal ayahku melangkah maju. "Buka matamu lebar-lebar. Lambang K

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 3

    Rumah persembunyian itu menjadi sunyi senyap setelah kepergian Lukas.Rasa sakit menjalar dari perut ke punggung bawahku hingga saat bernapas terasa seperti sebuah siksaan berat. Darah hangat mulai mengalir di pahaku. Aku bersandar di dinding dan menyeret diriku sedikit demi sedikit menuju rak buku, jari-jariku yang gemetaran berhasil menemukan sampul usang dari sebuah buku resep masakan.Tersembunyi di dalam sampul itu adalah sebuah pemancar darurat yang telah kubawa saat meninggalkan rumah. Ayahku pernah mengatakan bahwa jika aku menekannya, maka Keluarga Castelo akan langsung menemukanku.Dulu, aku menyebut ayahku sebagai sosok gila yang suka mengendalikan. Sekarang aku mengerti bahwa tidak setiap sangkar dibuat untuk mengurungmu. Beberapa di antaranya dibangun oleh orang-orang yang tahu betul bahwa dunia ini penuh dengan bahaya.Aku menekan tombol itu. Lampu merahnya berkedip tiga kali di telapak tanganku.Beberapa menit kemudian, terdengar suara kunci pintu.Untuk sesaat, aku semp

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 2

    Malam itu, Lukas kembali dengan wadah termos berisi sup labu. Dia duduk di hadapanku seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa hari itu, lalu meletakkan sendok di tanganku. “Makanlah. Bayi kita membutuhkannya.”Aku makan dua suapan. Supnya terasa hangat, tetapi semua bagian di dalam diriku terasa membeku. "Kapan kau dan Bella memulai semua ini?"Jari-jari Lukas mencengkeram gelasnya lebih erat. "Di malam ulang tahunmu," katanya. "Aku mabuk di pesta Keluarga Voltera. Bella bilang kami sudah menghabiskan malam bersama. Beberapa minggu kemudian, dia memberitahuku bahwa dia hamil."Sembilan bulan yang lalu, pada hari ulang tahunku, dia memang menghilang. Aku bahkan sampai mencari di sepanjang jalan tepi danau, kota, pom bensin, dan setiap jalan terpencil sampai fajar menyingsing. Keesokan paginya, dia pulang dengan wajah kelelahan dan mengatakan bahwa dia telah terjebak badai salju saat ingin mengambil hadiahku dan kemudian tersesat.Dia mengeluarkan sebuah kotak musik perak kecil dari dala

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status