共有

Bab 3

作者: Jasmine Flower
Rumah persembunyian itu menjadi sunyi senyap setelah kepergian Lukas.

Rasa sakit menjalar dari perut ke punggung bawahku hingga saat bernapas terasa seperti sebuah siksaan berat. Darah hangat mulai mengalir di pahaku. Aku bersandar di dinding dan menyeret diriku sedikit demi sedikit menuju rak buku, jari-jariku yang gemetaran berhasil menemukan sampul usang dari sebuah buku resep masakan.

Tersembunyi di dalam sampul itu adalah sebuah pemancar darurat yang telah kubawa saat meninggalkan rumah. Ayahku pernah mengatakan bahwa jika aku menekannya, maka Keluarga Castelo akan langsung menemukanku.

Dulu, aku menyebut ayahku sebagai sosok gila yang suka mengendalikan. Sekarang aku mengerti bahwa tidak setiap sangkar dibuat untuk mengurungmu. Beberapa di antaranya dibangun oleh orang-orang yang tahu betul bahwa dunia ini penuh dengan bahaya.

Aku menekan tombol itu. Lampu merahnya berkedip tiga kali di telapak tanganku.

Beberapa menit kemudian, terdengar suara kunci pintu.

Untuk sesaat, aku sempat berpikir bahwa Lukas telah mengirim seorang dokter. Namun, yang datang adalah Bella Voltera dengan dua pengawal wanita di belakangnya. Dia mengenakan gaun putih khusus yang menutupi perutnya yang buncit, dan di pergelangan tangannya berkilau sebuah gelang obsidian.

Itu adalah gelang milik ibunya Lukas, warisan yang ditinggalkan khusus untuk wanita yang akan menjadi Nyonya Keluarga Moreno. Dulu, Lukas pernah menggenggam tanganku dan berkata bahwa dia akan memasangkan gelang itu di pergelangan tanganku ketika kami menggelar pernikahan yang layak. Sekarang, gelang itu justru berada di tangan Bella, dan terasa seperti tamparan keras di wajahku.

Bella melirik genangan darah di bawah tubuhku, lalu duduk di sofa dengan santai seolah-olah dia datang untuk minum teh. "Jangan menatapku seperti itu. Kau harus mengerti bahwa bayiku harus lahir duluan. Kalau tidak, bagaimana aku bisa mempertahankan posisiku di dalam Keluarga Moreno?"

Aku menyandarkan diri ke dinding. Suaraku terdengar serak. "Jadi, kau memutuskan untuk membunuh bayiku?"

Dia tersenyum, tampak lembut dan kejam. "Jangan salahkan aku, salahkan saja Lukas. Dia yang memberimu obat itu, bukan aku. Dia benar-benar percaya kalau itu hanya akan menunda persalinan. Tapi ... obat ajaib apa yang bisa membuat wanita yang sudah hamil besar menahan waktu melahirkan selama beberapa hari? Aku bilang padanya kalau obat itu aman, dan dia langsung percaya padaku."

Hatiku pun langsung mati rasa.

Demi sebuah status, demi kursi Bos Mafia itu, Lukas tega memutuskan bahwa persalinanku harus ditunda, rasa sakitku bisa diatasi, dan anakku bisa disingkirkan ke bayang-bayang di belakang bayi wanita lain.

Bella berdiri dan berjalan ke arahku, lalu membelai gelang di tangannya. "Lukas bilang, hanya istri sah yang pantas mendapatkan gelang berharga ini."

Dia membungkuk, suaranya penuh dengan penghinaan. "Seorang wanita simpanan harus tahu diri. Kalau bayimu selamat, lalu kenapa? Keluarga Moreno tidak akan membiarkan darah daging mereka terlantar di luar. Mereka akan membawa anak itu, dan kau sendiri tidak akan diizinkan mendekat walaupun hanya untuk menangis."

Aku menatapnya tajam. "Anakku tidak akan pernah menjadi seorang Moreno."

"Itu bukan keputusanmu." Senyum Bella menghilang. Dia mengangkat dagu, dan memberi isyarat ke arah para pengawal. "Bungkam mulutnya. Jangan sampai dia berteriak dan meminta bantuan."

Salah satu dari mereka langsung mencengkeram rahangku. Cairan pahit dipaksa masuk ke mulutku. Aku melawan sampai tenggorokanku terasa terbakar, tetapi setengahnya sudah masuk. Lampu-lampu di atas kepalaku mulai berputar. Rasa sakit itu tidak hilang, melainkan terasa menjauh dan samar, terbungkus dalam kabut dingin yang membuat anggota tubuhku terasa berat dan suaraku tak bisa keluar.

Bella merapikan roknya dan berbalik ke arah pintu. "Pernikahanku tinggal tiga hari lagi. Aku masih harus mencoba mahkota Bintang Castelo. Jadi, permisi ya."

Pintu pun kembali tertutup.

Aku berbaring di karpet, jari-jariku mencakar serat-seratnya saat kegelapan mulai berdenyut di ujung pandanganku. Tepat ketika aku berpikir tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi, suara ban berdecit terdengar di luar rumah persembunyian.

Sedetik kemudian, pintu didobrak paksa.

“Arina, Papa sudah datang. Bertahanlah, Sayang. Siapa pun yang menyakitimu, Papa akan membuat mereka dapat balasan atas semuanya. Dokter sudah datang.”

...

Tiga hari kemudian, kediaman Keluarga Moreno menggelar pernikahan paling mewah yang pernah disaksikan oleh dunia mafia Kota Charagos dalam beberapa tahun terakhir.

Mawar-mawar putih tampak menutupi dinding, dan para tamu dari setiap keluarga mafia besar memenuhi bangku-bangku di aula. Semua orang datang untuk menyaksikan secara langsung aliansi antara Keluarga Moreno dan Keluarga Voltera.

Ketika mereka hendak bertukar cincin, pintu mendadak terbuka.

Seorang pengawal bergegas masuk dengan wajah pucat pasi.

"Tuan Lukas, ada ratusan mobil berlapis baja baru saja berhenti di luar."

Seseorang di dekat jendela langsung melihat ke luar dan tersentak kaget.

"Itu lambang Keluarga Castelo."

Bisikan-bisikan di ruangan berubah menjadi keterkejutan dan rasa iri.

"Ketua Komisi Tinggi datang ke pernikahan Lukas Moreno?"

"Keluarga Moreno benar-benar sudah mencapai puncak kesuksesan."

"Bahkan Vino Castelo datang sendiri untuk memberi selamat kepada mereka."

Kedua orang tua Lukas saling berpandangan, dan reaksi terkejut mereka dengan cepat berubah menjadi ekspresi kebanggaan yang besar.

Michael Voltera merapikan jaketnya seolah-olah dia sedang bersiap menyambut orang paling berkuasa di dunia mafia.

Kemudian, pintu didobrak paksa.

Ratusan pria bersenjata Keluarga Castelo bergegas masuk dan mengarahkan senjata mereka ke altar.

Para tamu seketika membeku di kursi masing-masing.

Senyum Keluarga Moreno pun langsung menghilang.

Vino berjalan memasuki aula dengan raut wajah dingin seperti sebuah kematian.

Tatapannya menyapu altar dan berhenti tepat pada sosok mempelai wanita dan pria di sana.

“Jadi, kalian yang sudah berani menyentuh putriku.”

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 7

    Tiga bulan kemudian, ayah akhirnya setuju untuk mengizinkanku pindah dari rumah utama.Awalnya, dia menolak keras. Kemudian, aku duduk di ruang kerjanya sepanjang sore dengan Maria di pelukanku. Pada akhirnya, dia kalah oleh satu kuapan mengantuk dari cucunya. Dia lalu menandatangani surat persetujuan itu dengan wajah muram dan menugaskan dua tim keamanan tambahan, bahkan sebelum aku sempat berterima kasih padanya.Aku kembali memilih tempat di tepi danau, tetapi bukan rumah yang dulu. Yang ini berdiri dekat dengan kediaman Keluarga Castelo, dengan bukit di belakangnya, dan hamparan air di depannya, serta deretan pohon mapel perak di sepanjang jalan.Aku membangun sebuah rumah kayu baru, memasang pagar putih, dan memenuhi halaman dengan tanaman tomat, min, dan bunga matahari. Setiap beberapa hari, ayah akan mengirimkan satu truk penuh berisi barang-barang, ada susu formula, pakaian bayi, kaca anti peluru, sampai sistem keamanan baru ... seolah-olah dia bermaksud memindahkan seluruh isi

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 6

    Sebulan kemudian, tubuhku sudah cukup pulih untuk bisa berjalan menuruni tangga.Ayah sengaja membangun sebuah rumah kaca kecil di belakang kediaman kami. Di dalamnya terdapat tanaman tomat, kemangi, dan stroberi."Kau suka bercocok tanam, kan?" katanya dari ambang pintu. Suaranya terdengar canggung seperti seorang Ketua Komisi Tinggi dunia mafia yang ditakuti ketika sedang mencoba bersikap lembut. "Tanam apa pun yang kau mau. Kalau ini masih tidak cukup, Papa akan lebarkan lagi."Aku melihat tanah gembur yang telah dibajak itu dan mulai tertawa. Kemudian tawa itu mendadak berhenti, dan air mata kembali mengalir di wajahku.Ayah langsung mengerutkan kening. "Kau tidak suka? Papa akan minta orang bongkar dan membuat ulang.""Tidak perlu." Aku menyeka pipiku. "Aku sangat suka."Dan, aku bersungguh-sungguh mengatakannya.Aku tidak pernah benar-benar menginginkan sebuah tahta, mahkota, atau pun ruangan penuh pria yang menundukkan kepala mereka di hadapanku. Aku hanya menginginkan sebuah la

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 5

    Saat kami kembali ke kediaman Keluarga Castelo, waktu sudah malam.Ketika pergi tiga tahun lalu, aku pikir kediaman ini seperti sebuah sangkar emas. Namun sekarang, saat mobil melaju melewati gerbang besi dan melihat lampu menyala di jendela rumah utama, aku merasakan sesuatu yang sudah lama tidak kurasakan.Aku sudah pulang.Ayah tidak memarahiku. Dia berdiri di luar dinding kaca ruangan pusat medis dan mengamati bayi mungil di dalam inkubator itu untuk waktu yang sangat lama, matanya tampak merah."Siapa namanya?" tanya ayahku.Aku melihat kepalan tangan putriku dari balik kaca. "Maria ... Maria Castelo."Ayah mengangguk, suaranya terdengar serak. "Bagus. Dia menggunakan marga keluarga kita."Dokter mengatakan bahwa Maria berhasil selamat karena penanganan medis bisa dilakukan tepat waktu. Dia masih harus terus diobservasi, tetapi masa kritisnya telah berlalu. Sedangkan untukku, efek obat-obatan, kehilangan banyak darah, dan operasi sesar darurat telah merusak tubuhku. Proses pemulih

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 4

    Aula pernikahan itu menjadi sunyi senyap.Buket bunga Bella bergetar di tangan dan wajah Lukas menjadi pucat pasi di tempatnya berdiri.Lalu, aku muncul dari balik tubuh ayahku, duduk di kursi roda dan didorong oleh dokter pribadi.Aku mengenakan gaun beludru hitam dengan selendang bulu putih yang melingkar di bahu. Mahkota yang telah menjadi bahan gosip selama tiga hari itu, Mahkota Bintang Castelo, tampak tersemat indah di rambutku. Di bawah siraman cahaya lampu, berlian-berlian itu tampak berkilauan seperti salju yang dingin.Kotak cincin terlepas dari tangan Lukas dan jatuh ke lantai. Suara benturannya kecil, tetapi semua orang bisa mendengarnya dengan jelas."Arina?"Aku berhenti tepat di depannya dan menatapnya dengan tenang. "Selamat atas pernikahanmu, Tuan Lukas Moreno."Bella merobek tudung pengantinnya. "Apa kau gila? Kau berani sekali berpura-pura menjadi seorang Castelo dan mengacaukan pernikahanku?"Kepala pengawal ayahku melangkah maju. "Buka matamu lebar-lebar. Lambang K

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 3

    Rumah persembunyian itu menjadi sunyi senyap setelah kepergian Lukas.Rasa sakit menjalar dari perut ke punggung bawahku hingga saat bernapas terasa seperti sebuah siksaan berat. Darah hangat mulai mengalir di pahaku. Aku bersandar di dinding dan menyeret diriku sedikit demi sedikit menuju rak buku, jari-jariku yang gemetaran berhasil menemukan sampul usang dari sebuah buku resep masakan.Tersembunyi di dalam sampul itu adalah sebuah pemancar darurat yang telah kubawa saat meninggalkan rumah. Ayahku pernah mengatakan bahwa jika aku menekannya, maka Keluarga Castelo akan langsung menemukanku.Dulu, aku menyebut ayahku sebagai sosok gila yang suka mengendalikan. Sekarang aku mengerti bahwa tidak setiap sangkar dibuat untuk mengurungmu. Beberapa di antaranya dibangun oleh orang-orang yang tahu betul bahwa dunia ini penuh dengan bahaya.Aku menekan tombol itu. Lampu merahnya berkedip tiga kali di telapak tanganku.Beberapa menit kemudian, terdengar suara kunci pintu.Untuk sesaat, aku semp

  • Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta   Bab 2

    Malam itu, Lukas kembali dengan wadah termos berisi sup labu. Dia duduk di hadapanku seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa hari itu, lalu meletakkan sendok di tanganku. “Makanlah. Bayi kita membutuhkannya.”Aku makan dua suapan. Supnya terasa hangat, tetapi semua bagian di dalam diriku terasa membeku. "Kapan kau dan Bella memulai semua ini?"Jari-jari Lukas mencengkeram gelasnya lebih erat. "Di malam ulang tahunmu," katanya. "Aku mabuk di pesta Keluarga Voltera. Bella bilang kami sudah menghabiskan malam bersama. Beberapa minggu kemudian, dia memberitahuku bahwa dia hamil."Sembilan bulan yang lalu, pada hari ulang tahunku, dia memang menghilang. Aku bahkan sampai mencari di sepanjang jalan tepi danau, kota, pom bensin, dan setiap jalan terpencil sampai fajar menyingsing. Keesokan paginya, dia pulang dengan wajah kelelahan dan mengatakan bahwa dia telah terjebak badai salju saat ingin mengambil hadiahku dan kemudian tersesat.Dia mengeluarkan sebuah kotak musik perak kecil dari dala

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status