Share

Bab 102

Penulis: Author Marr
last update Tanggal publikasi: 2026-07-13 20:27:12

Mobil Leon melaju pelan memasuki gerbang mansion. Lampu-lampu taman masih menyala seperti biasa, air mancur di halaman depan masih mengalir, semuanya tampak sama. Tapi ada yang hilang. Sesuatu yang tidak bisa dia lihat, tapi bisa dia rasakan. Kehangatan. Suara tawa. Aroma kopi yang diseduh di pagi hari.

Sepi.

Mansion ini terasa begitu sepi tanpa Ana.

Leon turun dari mobil. Jas hitamnya masih rapi, dasinya masih sempurna, tapi wajahnya kusut. Bukan karena lelah bekerja, tapi karena lelah berpura
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 122

    Leon menatap Sebastian dengan tatapan tajam. "Lancaster?""Ya, Nama yang lumrah di sini," kata Sebastian.Leon menghela napas. Mungkin Sebastian benar. Lancaster adalah nama yang cukup umum. Tidak ada yang aneh dengan nama itu. Tidak ada yang mencurigakan. Dia terlalu banyak berpikir."Kau membawanya ke sini karena?""Aku tidak punya siapa pun untuk menjaganya. Pengasuhnya sedang sakit. Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian."Leon mengangguk. Tidak ada yang aneh dengan itu.Dia kembali menatap Ethan. Anak itu duduk diam di kursi kulit hitam yang terlalu tinggi untuknya, kakinya menggantung tidak menyentuh lantai. Matanya yang hitam besar masih bergerak mengamati ruangan, penuh rasa ingin tahu, tapi tidak ada ketakutan. Tidak ada kegelisahan. Dia hanya duduk di sana, tenang, seperti anak kecil yang sudah terbiasa dengan lingkungan baru.Leon merasa ada sesuatu yang aneh. Ada sesuatu yang menggelitik di belakang kepalanya, tapi dia tidak bisa menangkapnya. Mungkin karena anak itu ter

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 121

    Author's Pov.Matahari sore menyinari ruang kerja Leon melalui jendela kaca besar yang menghadap ke cakrawala London. Meja kayu mahoninya dipenuhi dokumen, laptop terbuka, dan tiga gelas kopi yang sudah dingin. Leon duduk di kursinya dengan setelan jas abu-abu, dasi biru tua yang sudah sedikit longgar. Wajahnya masih datar seperti biasa, tapi matanya menunjukkan kelelahan yang tidak bisa dia sembunyikan, lingkaran hitam tipis di bawah matanya, kerutan halus di dahi yang tidak pernah hilang akhir-akhir ini.Dia baru saja menandatangani dokumen terakhir ketika pintu ruang kerjanya terbuka tanpa ketukan.Sebastian masuk.Dan di gendongannya, ada seorang anak laki-laki kecil.Leon mengangkat wajah. Matanya langsung tertuju pada Sebastian, pada jaket kulitnya yang basah karena gerimis di luar, pada ekspresi tegang di wajahnya yang garang, pada sesuatu yang berbeda dari dirinya lalu matanya bergerak ke arah anak kecil itu.Anak itu berusia sekitar lima tahun. Rambut hitam pekat, sedikit ker

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 120

    Aku langsung berdiri tanpa kata-kata. Aku hanya berdiri, merapikan rok span hitamku, dan menatap Robert dengan mata yang tidak lagi ramah."Aku tidak berminat," kataku dingin.Robert tersenyum, senyum yang tadinya ramah kini terlihat menjijikkan. "Hanya bercanda, Nona. Aku hanya menguji loyalitasmu.""Kau tidak menguji apa pun. Kau hanya menunjukkan siapa dirimu sebenarnya.""Aku pemilik perusahaan ini. Aku bisa memberi kau pekerjaan yang layak.""Tidak, terima kasih."Aku berjalan ke pintu."Sebastian pasti akan kecewa. Dia sudah repot-repot merekomendasikanmu."Aku berhenti dan tidak menoleh."Katakan pada Sebastian, bahwa aku lebih memilih menjadi pengangguran daripada bekerja untuk pria yang tidak bisa menjaga perkataannya."Aku keluar. Aku menutup pintu dengan pelan tidak dibanting, tapi cukup tegas untuk mengirim pesan.Di luar gedung, aku berdiri di trotoar dengan napas terengah-engah. Tanganku gemetar karena marah.Aku sudah berpikir bahwa pekerjaan ini adalah awal dari hidup

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 119

    Keesokan harinya.aku berdiri di depan cermin besar di kamar tidur utama apartemen Sebastian. London terbentang di balik jendela kaca, lampu-lampu kota masih berkelap-kelip meskipun matahari sudah mulai terbit. Aku menatap bayanganku sendiri-wanita yang tidak lagi segemuk dulu, tapi juga tidak sekurus model-model di majalah. Berisi. Padat, dada bundar yang masih membuatku tidak nyaman kadang-kadang, bokong besar yang selalu menarik perhatian pria-pria hidung belang di club malam.Hari ini aku memakai rok pendek span berwarna hitam yang menempel di pinggul dan paha. Di atasnya, kemeja putih lengan panjang yang sedikit ketat di bagian dada. Sepatu hak rendah berwarna hitam melengkapi penampilan. Aku tidak terlihat seperti bartender. Aku terlihat seperti wanita kantoran. "Mom!" Ethan muncul di pintu kamar, masih memakai piyama dinosaurus kesukaannya. "Kamu cantik!"Aku tersenyum. "Terima kasih.""Kamu mau ke mana?""Aku mau kerja. Hari ini aku mulai kerja.""Di mana?""Di kantor. Di ge

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 118

    Keesokan paginya, sebuah mobil mewah hitam berhenti di depan apartemenku.Bukan mobil biasa. Mobil panjang dengan kaca gelap dan sopir berseragam rapi. Aku melihat dari balik jendela, jantungku berdegup kencang. Sebastian sudah berdiri di luar, berbicara dengan sopir itu, lalu menatapku dari kejauhan."Semuanya sudah siap," katanya saat aku membuka pintu."Apa?""Kita berangkat ke London.""Aku belum...""Semua sudah aku siapkan. Koper kau sudah aku bawakan. Ethan sudah bangun dan sudah sarapan."Aku menoleh ke dalam apartemen. Ethan duduk di meja kecil dengan piring kosong di depannya. Wajahnya bersih, rambutnya rapi, bajunya baru."Mom! Kita pergi ke London! Pak Sebastian bilang ada dinosaurus di sana!"Aku menatap Sebastian. "Kau sudah menyiapkan semuanya?""Aku tidak mau menunggu.""Tapi aku belum...""Kau sudah bilang mau. Kau sudah bilang butuh pekerjaan baru dan sudah bilang ingin kehidupan yang lebih baik untuk Ethan. Aku hanya membantu."Aku tidak bisa membantah.Kami turun.

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 117

    Hari ini adalah malam terakhirku di club.Aku datang lebih awal. Lampu-lampu disko masih redup, musik masih pelan, dan beberapa pelayan sedang menyiapkan meja. Aku berjalan ke belakang bar, meletakkan celemek hitamku di atas meja, dan menatap Maggie yang sedang menghitung uang kas."Maggie," panggilku.Dia mengangkat wajah. "Ada apa?""Aku mau berhenti."Maggie berhenti menghitung. Dia menatapku dengan mata tidak percaya. "Apa?""Aku mau berhenti bekerja di sini. Malam ini adalah malam terakhirku.""Apa kau bercanda?""Aku serius."Maggie meletakkan uangnya. Dia berjalan ke arahku, tangannya di pinggang."Ini terlalu mendadak, kau tahu sendiri kita kekurangan staf. Siapa yang akan menggantikanmu?""Aku sudah bawa penggantimu."Aku menunjuk ke arah pintu belakang, di mana seorang wanita paruh baya berdiri dengan senyum malu-malu. Dia adalah tetangga apartemenku, wanita yang selama ini menjaga Ethan saat aku bekerja. Ternyata dulu dia juga bartender di club lain sebelum pensiun dan pin

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 4

    Aku menghentikan langkah.Tubuhku kaku seperti patung. Kata-kata Tuan Leon menusuk dari belakang, tajam dan dingin, seperti ujung pisau yang ditempelkan di leher."Siapa yang mengajarimu bersikap tidak sopan seperti itu?"Aku tidak berani menoleh. Mataku terasa panas. Air mata menggenang di pelupuk

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 3

    Barang miliknya.Aku bukan barang dan aku bukan milik siapapun.Tuan Leon melepaskan tangannya dari perutku perlahan, kemudian dia berjalan kembali ke meja billiard, mengambil stik yang tadi diletakkannya, dan melanjutkan permainan seolah tidak ada yang terjadi.Seolah dia tidak baru saja menyelama

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 2

    Aku menghela napas panjang, perintah Clara adalah perintah. Jika tidak datang, dia akan marah. Aku sudah hafal betapa buruknya amarah itu, benda-benda bisa terbang, kata-katanyabisa lebih tajam dari pisau, dan aku bisa diusir dari rumah besar ini.Jadi aku berjalan menyusuri koridor panjang mansion

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 1

    Pov ANA.Aku duduk di bangku kayu gereja ini. Tanganku menggenggam erat ujung rok hingga kusut. Pacarku, Max berdiri dengan jas hitamnya yang rapi. Di sampingnya Sasha, sahabatku sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di kota ini dua tahun lalu. Perut Sasha sudah membuncit di balik gaun putihnya.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status