Share

Bab 11

Author: Ipak Munthe
last update publish date: 2026-09-18 20:09:19

"Kak," panggil seseorang dari arah luar dengan terburu-buru.

Namun, Indah mengenali suara itu, itu suara Mita. Lalu pintu pun di dorong perlahan, jantung Indah berdebar kencang karena panik.

Ia pun kembali masuk ke kolong meja, bersembunyi disana dengan harapan semoga siapapun yang masuk tak melihatnya.

"Kak," panggil Mita lagi dan kini benar-benar sudah masuk.

'Beneran Mita?' batin Indah penasaran sekaligus bingung.

Kenapa dia memanggil Adrian Kak?

Apa hubungan mereka?

"Ada apa?"
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Terlarang Suami Orang   Bab 19

    Pukul sepuluh malam, Adrian pun tiba di rumah. Ia turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Ia melihat sekitarnya, sepi. Tidak ada siapapun. Pembantu yang bekerja hanya datang di pagi hari, lalu setelah pekerjaannya selesai akan pulang. Sehingga di rumah pastinya hanya ada Indah sekarang, Adrian pun melangkah menaiki anak tangga menuju kamar. "Semoga dia jera lalu berubah menjadi istri yang baik setelah hukuman ini," kata Adrian lalu ia pun tiba di depan pintu kamar. Tangannya memegang gagang pintu, lalu memutarnya perlahan dan pintu pun terbuka. Tatapan Adrian mengedar di setiap sudut ruangan tapi wanita yang ia cari belum juga terlihat. "Apa dia masih di sana?" gumamnya penasaran, tapi ia rasa itu tidak mungkin. Sudah pasti saat ia pergi wanita itu langsung keluar. Untuk memastikan itu Adrian pun melangkah menuju kamar mandi dan ternyata Indah masih disana dengan tubuh tenggelam. Adrian segera mendekat lalu mengeluarkannya, ia mengangkatnya dan meletakkan

  • Hasrat Terlarang Suami Orang   Bab 18

    Tak ada lagi yang tersisa sekarang selain mereka berdua, Indah duduk diam dengan perasaan kacau. Sedangkan Adrian menatapnya sambil mengamati ekpresi Indah. Namun tak lama kemudian Adrian pun menarik pergelangan tangannya, lalu membawanya masuk ke dalam kamar. Indah mulai sadar bahwa neraka sesungguhnya sudah tiba, hidupnya akan terkurung dalam sangkar emas penuh derita dan siapa yang akan menyelamatkan dirinya? Tidak ada. Tidak akan ada yang peduli sama sekali! Brak! Tubuhnya dilemparkan ke atas ranjang, Indah terlungkup disana. "Akh!" Ia meringis merasa sakit, sekujur tubuhnya sakit. Tidak ada yang tidak sakit. Tapi ia tau tidak ada tempat mengadu, jadi ia lebih memilih untuk menahanya sendiri. Ia pun perlahan bangkit lalu duduk. Tatapan Adrian terlihat sangat tajam dan mematikan, tak ada jalan kompromi disini. Tak ada belas kasih sama sekali.Hidupnya benar-benar rumit, tak ada ruang untuk bahagia. Ternyata dua pria yang sama-sama ingin menikahinya sama saja, sa

  • Hasrat Terlarang Suami Orang   Bab 17

    Brak! Indah tertabrak. Ia terkapar di aspal. "Akh," ringisnya sambil berusaha untuk bangkit. Lalu ia menatap ponselnya yang tergeletak di dekat ban mobil, ia pun merangkak lalu meraihnya. Tapi kemudian ada seseorang yang muncul, Indah menatap dari bawah, sepatu hitam mengkilap, lalu celana hitam dan kemeja dengan jas senada. Adrian. Pria itu berdiri di hadapannya. Satu hal yang ia sadari. Indah baru saja keluar dari kandang buaya dan malah diperjalanan bertemu dengan raja hutan. Mengerikan. Lalu tiba-tiba Adrian pun mengangkatnya dan membawanya masuk ke dalam mobil. Bahkan, tanpa meminta izin kepada sang pemilik tubuh. "Lepas!" seru Indah sambil berusaha memukuli punggung Adrian. Tapi ternyata itu tak berarti apa-apa, Indah tetap berada dalam mobil dan Adrian juga ikut masuk. "Jalan!" perintahnya. Mobil pun melaju kencang. "Pak Adrian, anda mau apa?" tanya Indah takut. "Mau membawamu ke hadapan keluargaku, mengatakan kau adalah kekasihku, dan kita akan m

  • Hasrat Terlarang Suami Orang   Bab 16

    Pagi harinya... Indah mengerjabkan matanya, ia melihat sekitarnya. Ternyata hari sudah pagi. Ia kini dibawa pulang ke rumah dan ini adalah kamarnya. Namun, ada rasa kecewa yang terasa, padahal ia sudah berharap tidak akan pernah lagi membuka matanya. Ia ingin mati saja daripada hidup dalam kepahitan yang tak kunjung manis entah sampai kapan. Sakit, tubuh dan hati sama dalamnya hingga tak ada obat lagi untuk menyembuhkan. Bahkan hidup di dunia pun rasanya sia-sia karena ia tak punya tujuan. Sebenarnya Indah sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri, tapi ia tetap selamat karena ada sahabatnya Mita. Mita mengingatkan bahwa bunuh diri adalah tindakan yang salah, bunuh diri juga hanya menambah dosa dan tidak akan pernah diampuni. Hidup saja menderita, dan matipun nanti menderita juga lalu kapan tenang, rasanya sama saja. Seperti dibunuh tapi tidak mati, atau mati tapi seperti masih hidup. Terlalu mengerikan bukan? Ia pun mencoba tetap kuat meskipun menjalani hidup han

  • Hasrat Terlarang Suami Orang   Bab 15

    Ting. Suara bell terus berbunyi, Indah pun menenangkan dirinya sesaat lalu setelah dirasa tenang ia pun membuka pintu. 'Hadapi, Indah. Kamu harus menghadapi,' batinnya. Dan setelah pintu sepenuhnya terbuka terlihat Beno di hadapannya, pria itu tampak menyimpan amarah. Sehingga saat melihat Indah ia langsung melayangkan tangannya. Plak! Satu tamparan mendarat di wajah Indah. Seketika itu wajah Indah pun terbawa ke samping dan terasa panas. "Om?" lirih Mita yang menyaksikan itu semua. "Pergi kamu dari sini atau ibumu tau kau masih berteman dengan Indah!" ancam Beno. Mita kesal, tapi ia tidak bisa melakukan apapun karena ibunya memang melarang keras dirinya berteman dengan Indah, bahkan Ibunya pernah menemui Beno langsung untuk memperingati agar Indah tidak berteman dengan Mita. Dan sekarang Mita terpaksa pergi karena Ibunya masih dirawat di rumah sakit, "Ck!" lalu ia melangkah keluar. Setelah itu pintu pun di tutup rapat, kemudian Beno menatap Indah dengan tajam.

  • Hasrat Terlarang Suami Orang   Bab 14

    Indah memutar gagang pintu, lalu mendorongnya perlahan dan begitu sedikit terbuka tiba-tiba Adrian menarik lengannya masuk. Brak! Pintu pun di tutup dengan kasar. "Indah, kamu nggak papa?!" tanya Mita setengah berteriak dari arah ruang tamu. "Nggak papa," balas Indah dengan suara sedikit meninggi agar Mita mendengar, sedangkan nafasnya terengah-engah karena Adrian di hadapannya. Pria itu menghimpitnya membuatnya hanya bisa bersandar pada daun pintu. "Apa yang kamu lakukan?!" bisik Indah geram. Adrian tersenyum lalu sedikit menundukkan kepalanya dan hendak mencium bibir Indah, akan tetapi Indah menjauhkan wajahnya. Adrian tersenyum karena tau Indah menolaknya. "Kamu gila ya?!" geram Indah. "Mungkin iya, setelah ketemu kamu aku memang agak gila," balas Adrian konyol. "Kalau gila temui dokter, jangan gila di hadapanku!" geran Indah tak ada habisnya, ia bergerak berusaha untuk melepaskan diri. Sulit, kedua tangannya ditekan kebelakang dan jarak mereka nyaris tidak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status