Home / Romansa / Hasrat Wanita Desa / Bab 36 MeluapKan kekesalan

Share

Bab 36 MeluapKan kekesalan

Author: Tristar
last update Last Updated: 2025-12-18 05:34:26
Bi Ayu menggelengkan kepalanya,

"Dia malah senang, bahkan si loyo itu menyuruh Tesa untuk mendekati mu, siapa bisa nikah sama orang kaya," ucap Bi Ayu, sambil menggelengkan kepalanya.

Erfan hanya menggelengkan kepalanya, ternyata suami Bi Ayu ini suka uang.

"Oh iyah, aku punya hadiah untuk kalian, yang aku beli dari kota hua," ucap Erfan.

"Apa itu sayang?" tanya Bi Ayu penasaran.

"Biasa lah, buat kecantikan kalian para wanita," jawab Erfan.

"Kamu selalu memboroskan uang untuk kami, jangan terlalu boros!" ucap Bi Ayu sedikit kesal, karena dia sedikit tidak setuju, jika Erfan terus memboroskan uangnya.

"Udah, gak perlu mikirin uang, yang penting kalian suka,itu menjadi kebahagiaan bagiku," ucap Erfan sambil tersenyum.

"Kalo misalnya kita gak mau menerimanya? bagaimana?" tanya Bi Ayu.

"Aku bakalan sedih sih, dan mungkin tidak memedulikan kalian lagi!" ucapan Erfan membuat Bi Ayu khawatir.

"Oke, mulai sekarang aku, gak akan nolak lagi. Tapi kamu jangan ninggalin aku yah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 112 Kematian Suami Bi Ayu dan Bu Susan

    Tapi alam berkehendak lain, beberapa menit kemudian, Pak Jukri suami Bu Susan meninggal, tidak lama setelah itu, Ningsih juga meninggal.Akhirnya Erfan memutar balik mobil, tidak ada gunanya melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.Di jalan pulang, Pak RW menelepon salah satu warga di kampung, memberi informasi jika ketiga nya sudah meninggal.Sampai di kampung, mobil Erfan langsung di kerumuni warga."Pak kita bawa jenazah mereka ke mana?" tanya Erfan."Bawa ke rumah pengurus jenazahnya, agar kita bisa mengurus ketiganya, tanpa harus bolak balik! Dan sekarang hari sudah sore, kita adakan pemakaman besok saja!" balas Pak RW.Erfan mengangguk, dia melajukan mobilnya ke tempat yang di maksud. Sampai di sana, para warga langsung membawa ke 3 jenazah itu ke dalam sebuah rumah.Bi Ayu, Bu Susan, Tesa, dan putri Bu Susan menghampiri Erfan, bersama para wanita Erfan yang lain.Tesa langsung memeluk Erfan, sambil terisak."Kakak, ayah ayahku mati secara memalukan!" ucap Tesa, dengan nada sedih

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 111 2 vs 1 Di Hutan, Malah Di Gigit Ular

    Bu Susan yang mendengar suaminya di gigit ular sangat cemas. "Mereka mereka bercinta di dalam hutan, lalu digigit ular!" jawaban Anne, membuat Erfan dan Bu Susan seketika terdiam.Wajah Bu Susan seketika memucat, yang perasaan khawatirnya di gantikan dengan amarah."Bajingan! ternyata begitu kelakuannya!" teriak Bu Susan, dengan penuh amarah."Bilangnya mancing, ternyata mancing di lubang gua janda itu!" "Bagus di gigit ular! mati sekalian lebih bagus!" umpat Bu Susan.Anne yang mendengar suara Bu Susan, langsung bertanya."Sayang, apa kamu sedang di rumah Bu Susan?" "Iyah, aku sedang bersamanya!" jawab Erfan."Kalo gitu, bawa saja ke kebun, dan perlihatkanlah kelakuan suaminya, yang terlihat polos itu!" ucap Anne."Oke. apa kamu sudah memberi tahu Bi Ayu?" tanya Erfan."Bi Ayu sedang disusul oleh warga!" balas Anne."Oke, aku kesana sekarang!" ucap Erfan, lalu mematikan ponselnya."Ayo kesana!" ajak Erfan, kepada Bu Susan.Bu Susan mengangguk, Ekspresinya sudah sangat gelap."Baji

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 110 Jatah Siang Dari Bu Susan++

    Merekapun pergi makan bersama, Erfan hanya fokus menguapi Nayla, tidak memedulikan kedua wanita itu.Melihat hal itu, membuat Dewi dan Bu Evi tersenyum pahit."Dewi, sepertinya kita di kalahkan oleh gadis kecil itu!" ucap Bu Evi.Dewi mengangguk dengan ekspresi pahit.Setelah selesai makan, Bu Evi membawa Nayla berganti pakaian."Sayang, 2 hari lagi kan hari libur, gimana kalo kita bawa Nayla jalan-jalan," ucap Dewi."Aku juga berpikir seperti itu, kalo gitu kita pergi jalan-jalan 2 hari lagi!" balas Erfan.Dewi mengangguk.Bu Evi kembali membawa Nayla di gendongannya, gadis kecil itu sudah berganti pakaian."Ayah ayo main lagi!" ajak Nayla.Erfan mengangguk, lalu membawa Nayla main kembali. Mereka bermain sampai Nayla mengangguk, pada akhirnya gadis kecil itu tidur, di pelukan Erfan.Erfan memindahkannya ke kamar, lalu dia kembali menghampiri kedua wanita itu."Sayang, aku pulang dulu! jika Nayla mencariku katakan saja aku sedang kerja!" ucap Erfan, sambil tertawa kecil."Bekerja apa

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 109 Putri Angkat Erfan

    Tidak lama Erfan kembali, membawa beberapa tas belanja. Dia membagi rata tas belanjaan itu. Dewi tidak melihat belanjaan lainnya, dia hanya fokus mencari pesanannya. Setelah menemukannya, Dewi mengeluarkannya. Melihat barang di tangan Dewi, membuat Bu Evi membelalak. "Itu dalam? sangat seksi," ucap Bu Evi, wajahnya panas, membayangkan dia memakai dalaman seperti itu. "Kan biar pria kita semakin bersemangat!" ucap Dewi, sambil tertawa kecil. "Sayang, apa kamu membelikannya juga untukku?" tanya Bu Evi, dengan nada berharap. "Tentu saja, cari saja!" balas Erfan. "Sayang, kamu membeli sangat banyak ternyata!" ucap Dewi, sambil mengeluarkan semua dalaman dan pakaian tidur seksi. "Biar gak bosan kan," balas Erfan, sambil tersenyum nakal. "Dasar nakal," ucap Dewi.Tangan Erfan mulai gelisah, tangannya hinggap di dada Dewi dan Bu Evi. Tapi Dewi dan Bu Evi menahannya, tidak memperbolehkan Erfan menyentuhnya."Eitss, kami akan memberikan jatah nanti malam! jadi sekarang kamu tidak bole

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 108 Shara Sangat Kejam

    Erfan dan para wanita sampai di hotel. Mereka tidak langsung bermain, karena perut mereka semua merasakan lapar, dan akhirnya mereka memesan makanan terlebih dahulu. "Sambil menunggu makanan, aku akan menepati taruhan tadi!" ucap Shara, sambil berjalan menuju Erfan. "Kamu beneran mau putus dengan pacarmu?" tanya Geya. Shara tertawa kecil, dia duduk di pangkuan Erfan dengan pose menggoda. "Bagaimana lagi, selain aku taruhan ku sama pria ini, aku juga sudah ditaklukkan pria ini, dan tidak mungkin bisa lepas!" balas Shara, sambil bergelayut manja. Geya dan Zihan hanya bisa menghela nafas. Shara mengeluarkan ponselnya, menemukan sebuah nomor, lalu meneleponnya. Telepon tersambung. "Halo sayang, kamu di mana? aku nyari kamu tau!" terdengar suara pria di seberang telepon, dengan nada khawatir. "Ji, maaf kita putus saja!" ucap Shara tanpa basa basi. "Apaaa? kamu bercanda kan?" teriak pria itu tidak percaya. "Aku gak bercanda! aku sudah memiliki pria yang bisa membuatku nyaman!" b

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 107 Shara Dan Zihan

    Erfan menarik Geya, dan ingin bermain dengannya, tapi Geya buru-buru menghentikannya."Sayang, gua aku masih sakit! jangan di masukin dulu yah," ucap Geya, dengan nada memohon.Sebelum Erfan menjawab, Shara berkata."Geya gimana kalo aku menggantikanmu?" ucap Shara, dengan nada penuh hasrat."Aku juga mau!" sahut Zihan buru-buru."Terserah kalian, jika pria ini mau, aku tidak keberatan!" balas Geya.Mendengar perkataan para wanita itu, membuat Erfan bersemangat. "Sebentar! aku akan memuaskan wanita ini dulu, selanjutnya kalian!" ucap Erfan, dia langsung merebahkan Geya, membuka pahanya, lalu menyerang guanya itu menggunakan lidah dan mulutnya."Ahh... sayang, enak sayang!" desahan nikmat, keluar dari mulut Geya.Erfan memainkan gua Geya beberapa menit, sampai wanita itu mencapai puncak yang dia inginkan."Ahhh...ini sangat nikmat!" desah Geya, dengan tubuh yang terus bergetar dan mengejang hebat.Setelah Geya mencapai puncak, Erfan menarik Shara terlebih dahulu."Apa kamu yakin?" tan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status